
Di pagi hari yang tidak mendukung dengan keadaan cuacanya hujan gerimis membuat anak-anak yang sekolah merasa malas sekolah karena menjadi kurang semangat di pagi hari.
"Yah kok hujan tambah besar lagi hujannya” Seorang gadis di dalam rumah sambil melihat keluar jendela rumah dengan pakaian seragam sekolahnya.
"Nak kenapa belum berangkat?” Seseorang berbicara kepada Sakura putrinya.
"Di luar hujan besar bu apalagi Riziel belum mengabariku juga hng!” Sakura dengan perasaan kesal.
"Hujan ternyata ibu kira suara air keran bocor lagi, yasudah tunggu saja nanti juga datang” Ibu Sakura langsung duduk di sebelah putrinya.
Tring! Tring!
Dering handphone Sakura seketika bersuara hingga membuat sakura yang sedang kesal langsung mengambil handphonenya dengan cepat.
"Dari Riziel, hallo dimana kamu sih?” Sakura mengangkat teleponnya sambil bicara dengan nada marah.
"Berhenti marah-marah dan buka tirai yang menutupi jendelamu” Riziel yang langsung bicara melalui telepon dari dalam mobil yang sudah ada di depan rumahnya Sakura.
Sreek!
Sakura dengan terkejut langsung membuka kembali tirai jendela dengan cepat hingga terlihat sebuah mobil hitam di depan rumahnya hingga akhirnya Sakura langsung buru-buru pamit kepada ibunya yang ada di rumah.
"Masuk dan duduklah di belakang bersama adikku” Riziel sambil membuka kaca mobil.
"Ah iya maaf apa sudah menunggu lama?” Sakura langsung masuk ke dalam mobil.
"Tidak kok” Seseorang pria dewasa duduk di sebelah kursi depan.
"Ehh bapak kok ada disini” Sakura dengan canggung.
"Ahaha saya kesiangan jadi sekalian saja berangkat sambil mengantar kalian pakai mobil ini dan apa ayahmu sudah berangkat sejak pagi?” ayah Riziel bertanya kepada Sakura.
"I-iya b-benar” Sakura dengan canggung.
"Huh aku di abaikan” Sakira dengan cemberut gak ada yang bertanya padanya.
"Ehh maaf” Sakura langsung mencoba bercanda dengan adiknya Riziel di kursi belakang.
"Nak apa kamu tidak ingin menyapanya?” ayahnya bertanya kepada putranya.
"Nanti aja sekarang biarkan aku fokus agar ayah tidak terlambat bekerja” Riziel dengan menaikan sedikit kecepatan mobil dengan skil mengendarai mobil yang sudah terlatih sejak dulu.
Sakura yang melihat tanggapan dari Riziel begitu dingin hanya bisa diam sambil bercanda dengan adiknya Riziel di dekatnya.
Hingga akhirnya sampai di depan sekolah mereka berdua yang sekolahi dan Sakura masih hanya bisa diam saja sampai ayah Riziel yang mulai mengendarai mobilnya lalu pergi mengantar adiknya serta pergi bekerja.
"Em Riziel apa kamu masih marah padaku karena masalah kemarin?” Sakura bertanya langsung kepada Riziel.
"Dasar bodoh aku tidak marah” Riziel dengan nada bicarakan berubah menjadi lebih tenang sambil mengangkat tangannya lalu menepuk kepala sakura 2x.
"Lalu kenapa tidak menyapaku tadi pagi?” Sakura dengan merasa malu di perlakukan seperti anak kecil.
"Tidak ada alasan khusus kok karena aku hanya malas saja menyapamu setiap pagi” Riziel kemudian tersenyum meledek Sakura.
"Tuh kan Riziel menyebalkan!!” Sakura langsung kesal sampai mencubit tangan Riziel.
"Aduduh sakit! Hentikan Sakura” Sakura langsung menambah keras cubitannya.
"Hmp!!”
"Em Riziel... Makasih atas oleh-olehnya orangtuaku menyukainya dan... Aku ingin mengembalikan makanan yang masih sisa aku tau kamu belum mencobanya” Sakura langsung melepaskan cubitannya lalu mengambil sesuatu dari tas yang di bawanya.
"Ini kan yang aku belikan apa tidak enak di makan?” Riziel tidak mendengarkan perkataan sakura.
"Bukan gitu! Aku ingin berbagi kepada pacarku sendiri aku kan gak enak makan sekaligus menghabiskannya tadi malam karena reaksimu berbeda” Sakura langsung menjelaskan maksudnya kepada Riziel.
"Terimakasih sudah memikirkanku tapi aku ikhlas memberikannya padamu jadi makanlah saja” Riziel yang langsung menolaknya.
"K-kalau begitu buka mulutmu dan makanlah satu saja” Sakura langsung membuka plastik kecil berisi sisa kue kering kemarin.
"Haahh.. baiklah” Riziel yang pasrah untungnya para murid sudah tidak ada di tempat parkiran motor.
"Apa enak?” Sakura dengan serius menunggu jawaban dari Riziel.
"Iya enak apa lagi di suapi oleh pacarku sendiri” Riziel dengan kembali tersenyum.
Sakura yang merasa senang kembali langsung memasukkan plastik ke dalam tasnya lagi lalu menggandeng tangan Riziel sekaligus berjalan menuju kelasnya masing-masing.
"Riziel apa masalah keluargamu selesai dengan lancar hm?” Sakura dengan penuh penasaran.
"Iya lancar sekarang kakek, nenekku ada di rumah bersama ibuku baik-baik saja” Riziel yang berbicara kebenarannya.
"Syukurlah kalau begitu nanti pulang boleh aku main kesana nanti sore?” Sakura bertanya kepada Riziel.
"Untuk apa?” Riziel bertanya kembali.
"Hm untuk melihat apa kamu mirip dengan kakek atau nenekmu karena kamu gak sama sekali mirip dengan kedua orangtuamu hehe” Sakura dengan bercanda kepada Riziel.
"Kalau begitu tidak usah aja!” Riziel dengan kesal.
"Pfft aku hanya bercanda kenapa kamu menanggapinya dengan serius sih” Sakura langsung menahan tawanya sendiri melihat respon Riziel sendiri.
"Lalu mau apa?” Riziel bertanya dengan serius.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan nenek, kakekmu dan Riziel apa mau belajar bersamaku?” Sakura langsung memberitahukan niat awalnya kepada Riziel.
"Kenapa tiba-tiba bicara sekarang?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura lagi.
__ADS_1
"So-soalnya minggu depan mulai UTS aku masih ada beberapa materi mata pelajaran lain yang belum mengerti apa mau membantuku?” Sakura mencoba membujuk Riziel.
"Oh gitu yah, baiklah akan aku bantu” Riziel tanpa pikir panjang langsung membantunya.
"Ehh benarkah mau belajar bersamaku?” Jawab Sakura dengan terkejut.
"Iya benar kok” Riziel yang mengerti situasi yang alami sekarang.
"Kamu benaran Riziel kan? Bukan jiwa lain masuk ke tubuhmu?” Sakura masih cukup kaget.
"Tentu saja ini diriku dan tidak akan aku biarkan jiwa buruk ataupun baik mengendalikan tubuhku tanpa seizinku maka dari itu jangan pikirkan yang aneh-aneh dalam pikiranmu” Riziel yang langsung menjelaskannya kepada Sakura.
"Syukurlah kalau begitu aku percaya jadi janji ya nanti pulang jangan meninggalkanku? Atau pulang duluan?” Sakura tidak ingin di tinggalkan atau di ingkar janji oleh Riziel sendiri.
"Tidak akan kok lagi pula aku benci orang yang ingkar janji” Riziel yang merasa sudah percaya kepada Sakura.
"Ok tepati janji ya dan aku ke kelas dahulu” Sakura langsung melepaskan genggaman tangannya lalu pergi menuju kelasnya.
"Ya hati-hati” Riziel langsung terus berjalan hingga ke kelasnya.
Melewati lorong kelas demi kelas bisa mendengarkan jelas apa yang beberapa murid tidak menyukai Riziel karena punya hubungan dekat dengan Sakura namun Riziel tidak menanggapinya hingga akhirnya sampai di depan kelasnya sudah menunggu Clovis teman sebangkunya.
"Oh Riziel! ternyata kau masuk hari ini kukira kau tidak akan masuk karena cuacanya begini di tambah kau sudah tidak masuk beberapa hari minggu kemarin” Clovis yang sangat senang melihat sahabatnya masuk sekolah.
"Tentu saja masuk dari pada nanti ketinggalan mata pelajaran habis sudah bisa-bisa tidak mengerti soal UTS nanti” Riziel yang langsung duduk di kursinya.
"Oh ya Riziel bagaimana masalah keluargamu sudah selesai?” Clovis yang mengetahuinya dari Sakura.
"Sudah selesai dengan baik lalu apa saat diriku tidak masuk ada ulangan harian pelajaran lain?” Riziel yang langsung bertanya kepada Clovis.
"Hm coba aku ingat-ingat dahulu kalau tidak salah ada yaitu mata pelajarannya matematika, fisika dan sejarah tapi takutnya salah coba tanya ke yang lain untuk memastikannya saja” Clovis yang langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Hahh.. baiklah” Riziel yang kemudian kembali berdiri dan pergi mendekati teman satu kelasnya.
Ketua kelasnya tempat duduknya tidak jauh dari Riziel namun selalu banyak murid satu kelasnya mengumpulkan di situ meskipun kebanyakan adalah siswi membuat Riziel malas mendekatinya.
"Oh Riziel ada apa tumben mendekatiku?” Tanya Zhidan yaitu ketua kelasnya yang melihat Riziel membuat inisiatif bertanya langsung.
"Ah begini apa saat diriku tidak masuk ada ulangan harian yang aku lewatkan?” Riziel bicara dengan penuh suasana canggung.
"Memang ada yaitu mapel matematika, fisika, sejarah tapi jika kau mau ikut ulangan susulan akan aku sampaikan kepada guru-guru saat istirahat” Zhidan yang langsung mengambil keputusan cepat untuk membantu Riziel.
"Terimakasih maaf sudah merepotkanmu” Riziel yang kembali ke tempat duduknya.
"Apa itu Riziel yang kita kenal?”
"Kenapa rasanya beda dengan yang kita kenal?”
"Entahlah”
"Sudahlah jangan di pikirkan”
"Bagaimana di beritahu tidak?” Clovis yang langsung bertanya lagi kepada Riziel.
"Ya kok” Riziel yang kemudian duduk lalu langsung menatap jendela sebelahnya.
"Untunglah kalau begitu” Clovis yang langsung membuang nafas lega teman satu kelasnya gak ada yang mencari gara-gara dengan Riziel.
Tidak lama dari situ kemudian guru langsung masuk ke dalam kelas dan secara kebetulan guru yang masuk adalah bu diana yang mengajar pelajaran sejarah.
"Sebelumnya ibu mau tanya di kelas ini apa ada yang belum ikut ulangan siapa saja coba angkat tangannya?” Bu diana tanpa banyak bicara.
"Saya bu!” Riziel langsung mengangkat tangannya.
"Oh Riziel yang belum ikut karena izin tidak masuk sekolah karena ada urusan keluarga ya?” Bu diana mencoba memastikannya.
"Iya bu” Riziel menjawabnya dengan lantang.
"Kemarin ulangannya hafalan jadi sekarang hafalkan tentang materi sejarah bab kemarin saja nanti saat istirahat datang ke kantor ibu tes kamu” Bu diana langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Ya” Riziel langsung mengeluarkan buku mapel sejarah sambil menghafalnya.
Lalu jam pelajaran sejarah yang sangat lama akhirnya istirahat sedangkan Riziel yang baru selesai menghafal langsung mau pergi menuju ruang guru.
"Riziel mau kemana?” Clovis yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Ah aku lupa jika seseorang mencariku aku ke kantor mau susulan ulangan dan tentu saja mau hafalan” Riziel langsung pergi ke luar kelas.
"Hei kau tidak akan ke kantin dahulu?” Clovis langsung berlari mengejar Riziel.
"Ah malas nanti saja” Riziel langsung pergi lagi meninggalkan Clovis.
"Dia benar niat sekali” ujar Clovis kepada Riziel.
Tidak lama berjalan akhirnya sampai di depan ruang guru dan Riziel masuk ke dalam kantor tanpa banyak pikir melihat banyak guru di sana.
Kemudian di antara mereka berdua akhirnya pergi ke arah yang berbeda lalu saat sudah sampai di kantin langsung memesan makanan untuk dirinya sendiri dan tanpa di sadari ada seorang siswi sedang mencari seseorang langsung mencoba bertanya langsung kepada Clovis yang sedang duduk di meja kantin.
"Hei Clovis apa kamu melihat Riziel?” Sakura yang langsung duduk di hadapan Clovis.
"Hm sedang ke ruang guru untuk mengikuti susulan ulangan harian minggu kemarin yang di lewatkan” Clovis yang sudah tau pasti Sakura akan mencarinya.
"Berapa mata pelajaran?” Sakura bertanya lagi kepada Clovis.
"Tidak banyak hanya 3 mata pelajaran” Clovis sambil menikmati jajanannya sendiri yang sudah di beli.
"Eh mungkin Riziel tidak akan ada waktu istirahat dong?, Kalau gitu aku akan menc--” Sakura mau mencari Riziel namun di tahan oleh Clovis.
__ADS_1
"Tunggulah sebentar disini aku ingin tanya tentang hubunganmu dengan Riziel apa baik-baik saja?” Clovis yang berbicara pelan agar tidak menyebabkan keributan.
"Te-tentu saja baik-baik saja” Sakura dengan cukup terkejut dengan clovis bertanya tentang hubungannya.
"Maksudku bagaimana caramu merubah Riziel Riziel yang dulu menjadi yang seperti sekarang?” Clovis yang dari dulu mencobanya selalu gagal.
"Em entahlah aku sendiri tidak mengerti Riziel sikapnya berubah mungkin itu dari keinginannya sendiri” Sakura yang tidak mau memberitahukannya rahasia asli Riziel.
"Begitu ya, kukira kau sendiri tau” Clovis yang langsung membuang nafas lega.
"Sepertinya kamu merasa lega bisa melihat perubahan sikap Riziel drastis ya?” Sakura bisa merasakannya jelas perasaan khawatir pada Riziel sedikit demi sedikit menghilang.
"Ya begitulah karena dulu Riziel adalah murid paling sensitif murid-murid yang membicarakannya dari belakang sehingga selalu membuat keributan” Clovis yang merasa lega sahabatnya sendiri.
"Oh ya aku ingin tanya kenapa kamu ingin jadi teman Riziel bukankah itu selalu membuatmu berada dalam masalah urusan Riziel?” Sakura ingin tanya pertanyaan tersebut sejak dulu kepada Clovis.
"Harusnya aku juga tanya begitu kepadamu apa lagi kamu siswi yang membuat masalah Riziel lebih besar dan lagi harus melindungimu sel---” Clovis terlalu banyak bicara hingga tidak sengaja mengatakan kata-kata menyinggung perasaan Sakura.
"Maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu Sakura” Clovis yang langsung minta maaf langsung dengan cepat.
"Tidak apa-apa akan aku jawab langsung kok, aku tau dan aku sadar selalu membuat Riziel susah tapi aku belajar sesuatu darinya tidak ada salahnya menolong sesama meskipun tidak di hargai dan sangat menyakitkan karena kita tidak bisa hidup sendiri pasti ada seseorang yang mengerti situasi kita alami” Sakura dengan kembali duduk dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Haha.., entah kenapa kau ada sesuatu yang mirip dengan Riziel” Clovis tertawa pelan seketika mengerti soal situasi yang Riziel alami.
"Ah yasudah aku kembali dahulu mau mencari Riziel dah!” Sakura langsung pergi dari sana.
"Pergi lagi ternyata keduanya memang cocok satu sama lain”
"Syukurlah..” Clovis merasa lebih lega.
Lalu Clovis yang kembali sendiri ada dua orang duduk bersama di sana yaitu Dozen dengan Cakra membuat Clovis tidak sendirian lagi.
Di tempat lain Riziel yang sedang melakukan hafalan kepada Bu Diana di kantor dengan dikelilingi oleh banyak guru di sana.
"Bagus sekali hafalanmu apa kamu baru menghafal tadi di kelas? Bukankah itu tidak mungkin bisa hafal dengan lancar membuat ibu penasaran padamu?” Bu Diana yang sangat penasaran dengan cara belajar Riziel.
"Ahaha hafal karena saat di rumah terkadang aku suka membaca buku pelajaran kalau bosan jadi kali ini aku ingat jelas haha” Riziel tertawa dengan canggung.
"Begitu ya, teruslah pertahankan seperti itu dan ibu senang dengan perubahan dirimu sekarang kerja bagus” Bu Diana langsung berdiri lalu menepuk pundak Riziel dengan bangga kepada muridnya.
"Terimakasih bu kalau begitu saya mau lanjut ke guru fisika dan matematika untuk ikut susulan ulangan” Riziel yang merasa lega bisa selesai ulangan pertama dengan lancar.
"Tidak perlu mencari kami karena ada disini dan Riziel kamu mau ulangan susulan seperti apa yang kamu inginkan?” Pak Nana bertanya kepada Riziel.
"Ya kamu juga boleh ikutan ulangan susulan seperti apa?” Bu Ririn langsung bertanya hal yang sama.
"Ehh samakan saja sama seperti sistem ulangan minggu kemarin seperti murid lain” Riziel memintanya dengan sopan kepada pak Nana dan bu Ririn.
"Kalau gitu kami akan kasih tapi harus mengerjakannya di sini langsung bapak ingin lihat apa kamu suka mendengarkan saya setiap menjelaskan materi di kelas jadi tunjukan apa yang kamu pelajari selama ini” Pak Nana langsung memutuskan kepada Riziel.
"Saya juga kasih sekarang soalnya asalkan kerjakan disini karena kamu di kelas jarang memperhatikan ibu menjelaskan materi di kelas jadi perlihatkan apa yang kamu pelajari di kelas” Bu Ririn juga ikut-ikutan seperti pak Nana.
"Apa yang harus aku lakukan!?, Lakukan apa jangan!?” Riziel hanya bisa mengeluh dalam hatinya sambil bingung harus mengatakan apa.
Lalu seorang siswi yang masuk ke dalam ruang guru mencari Riziel dan disana melihat Riziel yang sedang di dekati 2 guru killer di sekolah.
"Oh neng Sakura ada apa kesini?” Tanya pak Nana kepada Sakura.
"Um hanya ingin bicara sebentar dengan Riziel sebentar boleh?” Sakura sambil berjalan mendekatinya guru tersebut.
"Tentu saja boleh” Bu Ririn langsung membolehkannya.
"Terimakasih” Sakura langsung membawa Riziel keluar ruang guru.
Setelah mereka berdua berada di luar ruang guru.
"Hahh.., terimakasih Sakura berkatmu aku bisa pergi sebentar dari sana” Riziel yang tidak pernah merasa terpojok seperti itu.
"Aku tidak melakukan apapun lalu apa kamu baik-baik saja Riziel?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel.
"Tentu saja lalu ada apa kamu datang kepadaku?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura.
"Ini untukmu Riziel” Sakura langsung mengeluarkan sisa kue yang tadi pagi berikan kepada Riziel.
"Kenapa memberikannya kepadaku?” Riziel yang kembali bertanya kepada Sakura.
"Hanya ini yang bisa aku berikan jadi semangat ulangan susulannya lalu masuklah lagi” Sakura langsung memberikannya kepada Riziel lalu mendorongnya masuk kembali ke dalam ruang guru.
"Ah ya!” Riziel langsung berjalan menuju para guru.
"Semoga berhasil Riziel” Sakura yang menunggu di depan ruang guru tersebut.
Lalu Riziel langsung menyetujui permintaan dari kedua gurunya dengan serius lalu mengerjakan ulangan susulan di kantor sebisa mungkin.
Setelah 10 menit kemudian bersamaan Riziel selesai mengerjakan 2 ulangan tersebut bersamaan dengan berakhirnya jam istirahat dan saat keluar melihat Sakura sedang menunggunya sambil bermain handphonenya.
"Sakura?” Riziel yang menepuk pundaknya.
"Eh Ri-riziel apa sudah selesai?” Sakura dengan cukup terkejut.
"Ya baru saja sih dan terimakasih soal kejadian tadi lalu maaf kue keringnya habis di bantu di habiskan oleh pak Nana dan bu Ririn” Riziel yang padahal tidak ingin kuenya habis.
"Pfft dasar aneh Riziel, kan kamu yang membelikannya jika habis lalu bisa membantumu menjernihkan pikiran dan suasana tadi aku ikut senang hehe” Sakura yang sangat senang sekali bisa membantu.
"Hahh.. iya deh nanti akan aku ganti kamu boleh beli sesuatu aku akan membayarnya untuk balasannya” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Eh yey mau! Kalau gitu aku mau cari buku keluaran terbaru yang penerbitnya..., Aku lupa hehe” Sakura sangat senang sampai lupa buku apa yang mau di beli.
__ADS_1
"Iya boleh kok” Riziel yang sangat berterimakasih kepada Sakura.
Lalu karena jam istirahat berakhir jadi Riziel langsung mengantar Sakura sampai ke kelasnya dan setelah itu kembali ke kelasnya sendiri.