Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 6 ] : Hari Untuk Menyenangkan Diri


__ADS_3

Riziel dan keluarganya yang sedang bersiap barang untuk liburan beberapa hari di suatu tempat dekat pantai.


Riziel yang sudah selesai menyiapkan baju untuk ganti nanti langsung di simpan ke dalam tas untuk bersiap pergi liburan.


"Kakak apa sudah siap?" Sakira yang masuk ke dalam kamar Riziel.


"Sudah baru selesai dan bagaimana dengan ayah dan ibu apakah sudah selesai?" Riziel yang langsung mengajak sakira keluar dari kamarnya.


"Mm seperti sudah" sakira yang langsung ikut keluar dari kamar Riziel.


"Kalau begitu ayo berangkat" Riziel yang langsung bersemangat.


Lalu setelah semuanya selesai lalu keluar dari rumah dan mengunci pintu rumahnya lalu 2 mobil datang menuju depan rumah Riziel.


"Aiko jika ada apa apa pergi cari saja aku dan kau boleh pergi bermain bersama Felysia jika bosan karena aku akan pergi untuk beberapa hari" Riziel yang langsung mendekati kandang anjingnya.


"Hwung gwng" aiko yang kecewa.


"Tidak lama jika ingin bertemu denganku bisa temui aku ok?" Riziel yang meyakinkan aiko.


"Guk guk" aiko yang mulai menunjukan rasa senangnya.


"Kak ayo mobilnya sudah sampai" sakira yang memanggil Riziel.


"Baiklah sampai jumpa aiko" Riziel langsung membawa tas sambil berjalan menuju mobil.


Riziel yang langsung memasuki mobil lalu ayah Riziel langsung menyalakan mesin mobil setelah itu pergi tempat yang akan di tuju.


Handphone Riziel yang berada di saku baju bergetar entah ada notifikasi apa lalu Riziel langsung mengambil handphone di dalam saku sambil menyalakan handphone karena saking bosan di dalam mobil.


(1 Pesan Dari Sakura)


(Sakura)


∆[Tidak apa apa anjingmu di tinggal beberapa hari?]


(Riziel)


∆[Tidak apa dan aku juga sudah suruh pergi jika bosan menemani seseorang]


(Sakura)


∆[Siapa? Dan bagaimana dengan makannya?]


(Riziel)


∆[Susah di jelaskan dan kalau makan anjingku bukan anjing biasa bisa hidup asalkan ada energi spiritnya]


(Sakura)


∆[Begitu yaudah udahan dulu]


(Riziel)


∆[Ya]


Lalu Riziel langsung menutup aplikasi WhatsApp setelah itu mematikan handphone dan menyimpannya di saku bajunya.


"Dari siapa kak?" Sakira yang berada di sebelahnya.


"Dari seseorang" Riziel yang malas memberitahukan kepada adiknya.


"Oh iya ayah apakah masih jauh?" Sakira yang sudah kelihatan bosan.


"Lumayan jauh dan apakah sudah bosan?" Kirota yang tidak bisa melihat anaknya karena fokus menyetir mobil.


"Ya ayah bosan" sakira yang sangat bosan.


"Sudah tidur saja nanti jika sudah sampai di bangunkan" Sinta yang membiarkan anaknya agar tidur.


"Sini menyandar saja pada kaki kakak saja" Riziel langsung menawarkan kepada adiknya.


Adiknya yang langsung memutuskan untuk tidur sambil bersandar ke paha Riziel sedangkan Riziel hanya diam sambil memperhatikan keadaan kota yang sudah semakin membaik.


Setelah lama perjalanan selama 3 jam akhirnya sampai di tempat yang tujuan di sebuah tempat villa yang lumayan jauh dari pantai tapi bisa terlihat pemandangan indah pantai dari villa.


Lalu 2 mobil langsung parkir di depan villa yang sangat besar lalu Riziel yang melihatnya saja sangat terkejut.


"Wah besar sekali villa, bisa untuk beberapa orang tinggal bukan?" Riziel yang terkesan dengan penginapan sebuah villa cukup besar.

__ADS_1


"Ya dan kita semua akan tinggal sementara disini sambil berbagi kamar dengan keluarga sakura juga" kirota yang memberitahukan kepada Riziel.


"Hah begitu baiklah" Riziel yang hanya bisa pasrah saja menuruti semua kemauan ayahnya.


"Ohh ya nak tolong bawa adikmu sedang tidur ke dalam villa saja langsung sedangkan ayah dan ibu membawa barang tidak apa apa?" Sinta yang meminta tolong kepada Riziel.


"Baiklah bu serahkan padaku" Riziel yang langsung mencoba keluar dari mobil sambil membawa tas sekaligus membawa adiknya yang masih tertidur.


"Ugh kak mau kemana?" Sakira yang terganggu oleh Riziel jadi terbangun dari tidurnya.


"Sudah sampai dan jika masih mengantuk tidur saja" Riziel langsung meminta adiknya agar tidur kembali.


"Aku masih ngantuk kak dan aku tidur saja lagi ya kak?" Sakira yang mulai kembali tidur.


"Ya tidur saja" Riziel langsung mengangkat badan adiknya yang sudah tidur kembali.


Lalu Riziel yang mengangkat adiknya sambil membawa tas berisi baju yang di bawa khusus untuknya.


"Riziel kau tidak berat membawa adikmu itu?" Sakura yang baru saja keluar dari mobil langsung mendekati Riziel.


"Kuat kok memangnya mau bantu bawa?" Riziel yang bertanya kepada sakura yang berada di sebelahnya.


"Em mau sih tapi apakah tasmu berat kalau tidak berat biar aku bantu bawa?" Sakura yang ingin membantu untuk meringankan yang Riziel bawa.


"Ringan kok hanya pakaian dan 5 buku komik saja" Riziel yang memberitahukan kepada sakura.


"Baiklah biar aku bantu bawa" sakura yang sangat ingin membantu.


"Ya ini ambil tasku dan maaf merepotkanmu" Riziel yang langsung melepaskan tas dengan pelan agar tidak membangunkan adiknya.


"Tidak apa-apa, karena aku tidak dnak melihatmu kesusahan jadi aku ingin membantumu" sakura yang mengakui niatnya.


"Baiklah terimakasih" Riziel langsung menggendong adiknya dengan erat agar tidak lepas.


"Sama sama" sakura yang sangat senang bisa membuat dirinya berguna.


Lalu Riziel yang sampai di dalam villa langsung menempatkan adiknya di atas sofa panjang sedangkan sakura langsung menyimpan tas miliknya bersama dengan milik Riziel di hadapannya.


"Hahhhh pegal badan" Riziel yang merasakan tubuhnya sedikit sakit karena tertekuk beberapa lama sebelumnnya di dalam mobil.


"Memang pegal badanku juga lama lama diam di mobil" sakura yang sama merasakannya.


"Ya memang tapi susah ngurus rumah luas begini" sakura yang kesal dengan Riziel yang ingin rumah yang di impikan.


"Btw ayahmu dapat tiket liburan dari mana?" Riziel yang sangat penasaran jika membeli bisa menghabiskan berjuta juta makanya membuat Riziel penasaran.


"Katanya sih ikutan undian di aplikasi apalah itu sebanyak 4x dan menang 2x undian jadi ayahku berinisiatif mengajak keluargamu juga karena ayahmu kan teman kerja ayahku" sakura yang mulai memberitahukan Riziel.


"Aku malah kurang percaya dengan begitu karena suka lihat berita penipuan" Riziel yang selalu berhati hati atas sesuatu.


"Itu sih ayahku benar menang" sakura yang langsung mengusahakan agar Riziel percaya.


"Iya iya aku percaya kok" Riziel yang mengalah tidak mau ambil pusing.


Riziel, sakura dan adik Riziel yang sedang istirahat lalu orangtua sakura dan Riziel masuk ke dalam villa itu dengan membawa banyak barang.


Riziel yang sedikit merasa bersalah kepada orangtuanya yang sudah membawa barang yang berat lalu Riziel memutuskan untuk membantunya menyiapkan beberapa tempat yang masih ada debu agar siap di pakai.


"Sakura tolong jaga adikku sebentar aku ingin membantu ayah dan ibu untuk menyiapkan tempat ya?" Riziel yang langsung berdiri dari sofa.


"Katanya pegal istirahat saja dahulu" sakura yang tidak ingin membiarkan Riziel pergi.


"Tenang saja karena aku membereskan kamar agar saja" Riziel yang memberikan alasan yang sakura mengerti.


"Baiklah kalau lelah istirahat saja jangan paksakan dan adikmu akan aku jaga kok" sakura yang langsung membiarkan Riziel melakukan keinginannya.


"Ya tenang saja" Riziel langsung pergi membantu ayah dan ibunya menyiapkan tempat.


******


"Ayah biar aku bantu boleh?" Riziel yang sangat ingin membantu.


"Baiklah ini masukkan barang ke dalam kamar dan juga jangan lupa rapihkan" kirota yang langsung memberikan tugas kepada anaknya yang perlu di kerjakan.


"Serahkan padaku ayah" Riziel yang langsung membawa barang masuk ke dalam kamar.


Riziel yang terus berusaha membereskan tempat di tambah dengan barang barang yang telah di bawa dan juga Riziel yang berusaha menggunakan kekuatan tubuhnya sekaligus tidak akan menggunakan energi spiritnya untuk masalah kecil.


Selama 2 jam membereskan barang di 2 kamar 1 untuk orangtua Riziel dan 1 lagi untuk Riziel dan adiknya.

__ADS_1


Setelah itu Riziel pergi menuju ruang tamu yang terlihat adiknya sudah bangun dari tidurnya bersama dengan sakura sedang bermain bersama.


"Riziel apakah baru selesai? Dan perlu aku bawa minum untukmu sepertinya kau lelah?" Sakura yang ingin membantu meskipun sedikit.


"Fuuhhh boleh saja dan kau bawa kucing ini?" Riziel yang langsung melihat kucing.


"Ya emang anak kucing ini bisa hidup sendiri dan tunggu aku ambilkan minum untukmu Riziel" sakura yang langsung pergi meninggalkan Riziel dengan adiknya.


"Kak nanti aku tidur dengan siapa?" Sakira yang tiba tiba bertanya begitu.


"Maunya dengan siapa?" Riziel sambil menempelkan kepalanya ke sofa karena lelah.


"Mm kakak saja boleh?" Sakira yang langsung memutuskan pilihannya.


"Ya boleh saja" Riziel yang membiarkan adiknya inginkan.


Lalu sakura datang sambil membawa minuman ke hadapan Riziel setelah itu duduk dekat kandang anak kucingnya.


"Terimakasih sakura" Riziel yang langsung mengambil minuman yang telah di siapkan sakura.


"Ya sama sama" sakura langsung mengeluarkan anak kucing dari kandangnya.


"Ohh ya kak bagaimana dengan aiko tertinggal di rumah?" Sakira yang sepertinya sudah lupa.


"Mau suruh aiko kesini?" Riziel yang langsung menawarkan kepada adiknya.


"Bisa begitu kak?" Sakira yang terkejut.


"Bisa dan tunggu sebentar" Riziel langsung melakukan telepati kepada anjingnya.


Lalu setelah menghubungi anjing miliknya melalui telepati setelah 10 menit anjing itu sudah sampai di tempat Riziel berada.


"Guk guk hah" anjingnya yang langsung mengubah wujud menjadi seekor anjing pada umumnya.


"Lah kok bisa kak?" Sakira yang terkejut melihat anjingnya sudah ada di pangkuan Riziel.


"Rahasia" Riziel sambil menutup mulutnya sambil tersenyum.


"Aku terkejut bisa melihat anjingmu ada di pangkuanmu" sakura yang cukup biasa saja.


"Haha aku kan bilang apa mukamu masih saja tidak percaya" Riziel yang mengatakan jujur karena sakura sudah tau segalanya.


Langit yang berubah menjadi malam semuanya yang sudah bersiap tidur untuk hari yang sangat melelahkan.


Riziel yang tidak bisa tidur lalu pergi keluar dengan memakai jaketnya karena udara dingin sekali sambil melihat pantai di malam hari.


"Hahh pantai di malam hari ternyata indah juga apa perlu aku lihat dari ketinggian siapa tau ada ses---" Riziel yang belum selesai memperhatikan lalu ada seseorang di belakangnya.


"Hayo sedang apa di luar sendiri?" Sakura yang langsung mengagetkan Riziel.


"Ahh hah ternyata kau sakura kenapa mengangetkanku sih!" Riziel yang kesal tidak menyadarinya dirinya lengah.


"Hehe ingin saja dan bbrr dingin sekali" sakura yang sambil memegang tangannya yang kedinginan.


"Pakai ini jaketku" Riziel yang langsung melepaskan jaketnya lalu memberikan kepada sakura.


"Ehh bagaimana dengan kau?" Sakura yang masih saja seolah tidak mengerti.


"Haha masih saja bersikap tidak tau selama yang sudah di lalui dan pakai saja" Riziel yang langsung memberikan jaketnya.


"Ba-baiklah" sakura yang langsung menerima jaketnya lalu memakainya.


"Baiklah aku akan pergi sebentar" Riziel yng langsung mengubah wujudnya menjadi bentuk spiritual.


"Riziel dimana kau? Aku tidak bisa melihatmu" sakura sekejap tidak melihat Riziel kembali.


"Aku disini dan tutup matamu" Riziel langsung memberikan sedikit energi spiritual untuk bisa melihatnya.


"Buka ternyata masih disini" sakura yang langsung bahagia bisa melihatnya.


"Kenapa kau bicara dengan kata buka apa gunanya?" Riziel yang sedikit heran sekaligus ingin tau.


"Entahlah dan juga pikiranku menyuruhku untuk begitu lalu bolehkah mengajakku melihat pantai dari ketinggian?" Sakura yang melihat Riziel selalu terbang ke langit.


Jadi sakura iri dan juga ingin melihat semuanya dari ketinggian di malam hari yang mungkin akan terlihat indah sekali.


"Sepertinya energi spiritual sudah menyatu dengan tubuhmu dan boleh saja pegang tanganku" Riziel langsung mengulurkan tangannya kepada sakura.


Malam hari yang begitu indah bersenang senang di atas langit sambil melihat pemandangan dari ketinggian yang sangat luas bisa melihat apapun tidak bisa di lupakan oleh sakura sendiri.

__ADS_1


__ADS_2