
Dalam perjalanan pulang di malam hari yang sangat sepi membuat Riziel takut bertemu dengan Polisi kemudian Riziel hanya langsung menaikan kecepatan agar cepat sampai rumah.
"Uh ini dimana?” Sakura yang terbangun karena ada polisi tidur.
"Maaf sudah membuatmu terbangun dari tidur dan ini sedang di jalan sebaiknya pegangan” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Ah maaf membuat merepotkanmu Riziel” Sakura yang sebenarnya tidak ingin selalu merepotkan Riziel.
"Sudah jangan katakan lagi lebih baik tidur saja lagi” Riziel yang kesal mendengar kata tersebut dari Riziel.
"Hehe Riziel memang pemarah namun aku menyayangimu Riziel” Sakura yang langsung memeluk Riziel sambil tangan kirinya memegang pipi Riziel.
"Simpan tanganmu aku lagi fokus” Riziel yang langsung memarahi Sakura.
"Uh iya deh sayang Riziel” Sakura langsung menggoda Riziel.
"Hmph” Riziel yang langsung menaikan kecepatan lagi.
Setelah lama di perjalanan akhirnya sampai depan rumah Sakura dengan kondisi pintu rumahnya yang terbuka lebar dan Ayahnya menunggu di luar pintu.
"Baru pulang juga kalian!” Pak Ridwan langsung melihat Riziel baru sampai.
"Maaf Sakura sedang tidur pak dan saya minta tolong sebentar boleh?” Riziel yang sudah tidak kuat menahan motor.
"Hahhh baiklah saya akan bantu” Pak Ridwan langsung mendekati motor Riziel untuk mengamankan Sakura karena Riziel sudah kelelahan.
Setelah Sakura di bawa oleh ayahnya sendiri ke dalam rumah kemudian Riziel langsung parkir dan mengambil barang barang yang Sakura simpan di jok motor Riziel sebelumnya.
Dan tidak lupa Riziel langsung menyimpan semua barang barangnya di atas Sofa sambil membuat boneka juga kembali ke bentuk awal.
"Hahh lelah sekali” Riziel sambil bersandar di sofa.
Tidak lama dari Riziel selesai bersamaan Pak Ridwan yang baru selesai membawa putrinya ke dalam kamar agar tidur pulas sambil mengembalikan jaket milik Riziel.
"Silahkan minum dahulu sambil saya ingin membicarakan sesuatu padamu?” Pak Ridwan sambil memberikan teh hangat.
"I-iya terima kasih teh hangatnya” Riziel yang merasa gugup jika harus bicara berdua dengan ayah Sakura.
"Sebelum bicara ini jaket milikmu bukan?” Pak Ridwan langsung memberikan jaket kepada Riziel.
"Iya pak dan maafkan saya tidak bisa mengabari anda karena handphoneku habis baterai lalu Powerbank milikku di pakai Putri bapak karena ingin berfoto-foto” Riziel yang langsung berkata jujur kepada ayah Sakura sambil menerima jaket miliknya sendiri.
"Saya mengerti pasti kalian berdua bersenang senang hari ini tadi hampir saja saya memarahimu jika tidak melihat barang yang sudah dirimu bawa” Pak Ridwan dengan nada bicara santai.
"Tidak seharusnya aku minta maaf karena lupa waktu dan tidak mengingatnya kepada Sakura agar cepat pulang” Riziel langsung merogoh kantong jaket yang masih terdapat handphone milik Sakura.
Riziel langsung menyimpan di atas meja milik Sakura dan setelah beberapa lama mengobrol sebentar hingga menghabiskan teh hangat langsung pulang karena melihat jam sudah hampir jam 22.05 malam hari.
Riziel langsung pamit pulang kembali menuju rumahnya sendiri sambil mengingat kembali apa yang harus di lakukan selanjutnya untuk menangkap Ezra sebelum ada kekacauan yang lebih besar.
Riziel yang sampai di rumah yang sudah sepi karena keluarganya sudah tidur karena malam lalu Riziel langsung memasukkan motor ke dalam garasi kemudian menutup kembali dan berjalan ke dalam kamarnya sendiri.
****
Di pagi hari yang cerah di hari libur yang banyak sekali orang yang berdiam diri di dalam rumah bersama keluarganya.
Riziel yang sudah bangun sejak pagi langsung bersiap untuk Lari pagi bersama adiknya yang sangat ingin ikut dengannya.
"Kak kemarin kakak pulang malam ya?” Tamya Sakira yang sambil mengejar Riziel berlari.
"Iya apa kesepian tidak ada kakakmu ini?” Riziel yang hanya ingin memastikannya saja sambil kembali jalan kaki.
"Tidak kemarin aku bermain dengan anak kucing yang ada di kamar kakak karena aiko selalu menghilang apa kakak tau pergi kemana aiko akhir akhir ini?” Sakira yang ingin sekali bermain bersama Aiko anjing Spiritual milik Riziel.
"Aiko sibuk melakukan sesuatu bukankah tau bagaimana aiko wujud aslinya bagaimana?” Riziel yang langsung mencoba menyuruh adiknya mengingat.
"Ahh aku ingat aiko sangat besar namun punya 3 kepala itu sangat keren kak dan aku baru ingat hihi” Sakira yang langsung berjalan di sebelah Riziel.
"Pelankan suaramu nanti banyak yang memperhatikan” Riziel yang melihat mulai banyak orang.
"Ups aku lupa inikan rahasia” Sakira sambil menutup mulutnya sambil memasang wajah polosnya.
"Heh dasar dan ayo lanjut lari lagi” Riziel yang langsung mengusap kepala Sakira.
"Hehe iya kak” Sakira langsung berlari mengejar Riziel.
Kemudian Riziel bersama Sakira langsung joging sepanjang jalan hingga sampai di sebuah taman bermain yang penuh dengan anak anak bermain disana dan ada seseorang yang sengaja menunggu Riziel.
"Selamat pagi Riziel, Sakira” Sakura yang sengaja lari pagi untuk bertemu Riziel.
"Ah kak Sakura ada disini juga?” Sakira yang langsung berlari mendekati Sakura.
"Iya sekali sekali olahraga lari pagi” Sakura yang sangat senang bisa bertemu dengan Riziel bersama adiknya.
"Kalau begitu aku kesana ya kak?” Sakira yang langsung meminta izin kepada Riziel.
"Boleh saja tapi hati hati jangan lengah nanti ada yang menculikmu” Riziel yang langsung mengingatkan kepada Sakira.
"Jika ada yang berani padaku akan aku pukul seperti kakak ajarkan bersama guru kakak” Sakira yang langsung dengan imutnya bersikap kuat.
"Sudah pergilah” Riziel yang ingin tau tujuan Sakura sengaja mencarinya.
Lalu Sakira langsung pergi ke taman bermain yang ada teman teman dekat rumahnya yang sedang bermain juga.
__ADS_1
"Hm Riziel kau mengajarkan bela diri pada adikmu?” Sakura yang tidak menyangka Riziel akan melakukan hal seperti itu.
"Sejujurnya aku hanya mengajarkan latihan fisik saja namun jika bela diri itu di ajarkan oleh guru taekwondo yang bisa di sesuaikan dengan umurnya sekarang yang cocok mengajarkannya” Riziel yang hanya mengatakan sejujurnya kepada Sakura.
"Apa kamu tidak ingin terulang lagi kejadian sebelumnya hingga banyak anak anak mati?” Sakura yang hanya ingin memastikan perkataannya benar atau tidak kepada Riziel.
"Setengah benar namun setengahnya salah karena aku tidak mungkin menggandalkan adikku saja bodoh dan nanti adikku yang jadi korban kalau gitu” Riziel yang langsung menyentil kepala Sakura tidak terlalu keras.
"Sakit!, aku kan hanya memastikan saja dan terus apa dong?” Sakura sambil mengusap kepala yang sakit.
"Aku sudah meminta bantuan kepada Aiko untuk menjaga adikku kok dan kenapa sengaja mencariku?” Riziel yang langsung bicara ke intinya.
"Ehh itu aku hanya memastikan dirimu agar tidak menghilang tiba-tiba dan kemarin malam tidak di marahi ayahku bukan?” Sakura yang takutnya Riziel di marahi karena dirinya sendiri.
"Tidak di marahi, hanya bertanya dari mana dan terima kasih sudah mengajak dirimu pergi saat kemarin” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Syukurlah jika Riziel tidak di marahi oleh ayahku dan setelah ini mau ke rumahku sambil ajarkan aku main game?” Sakura yang langsung mengatakan tujuannya.
"Ya deh nanti akan aku kabari” Riziel langsung bersandar pada dinding.
"Hehe terserah Riziel saja” Sakura yang langsung mengeluarkan handphonenya.
Sakura sambil melihat foto foto kemarin sesekali tertawa pelan melihat foto yang lucu menurutnya sendiri.
Namun Riziel yang hanya bersikap tidak peduli kepada Sakura yang sedang melihat sesuatu miliknya sendiri karena itulah sikap Riziel yang tidak peduli sekitar.
Setelah waktu menunjukkan jam 07:13 dengan cahaya matahari yang mulai menyengat Riziel bersama Sakira memutuskan untuk pulang.
Saat Riziel bersama Sakira sudah sampai di depan rumah melihat ada Aiko yang sudah menunggunya datang di depan rumah sambil dengan kebosanan.
"Aiko selamat datang kembali, apa kau menungguku?” Sakira yang langsung berlari mendekati Aiko.
Guk!
"Bawa masuk ke dalam sekalian siapin makanan untuk aiko kalau habis kasih tau kakak nanti akan di belikan lagi” Riziel yang langsung mengusap kepala adiknya sambil masuk ke dalam rumah.
"Baik kak” Sakira langsung dengan cepat masuk ke dalam rumah bersama Aiko.
Kemudian Riziel langsung melewati ruang tamu yang melihat hanya ada ibunya saja sedang menonton televisi sendirian.
"Eh ternyata sudah pulang dari lari paginya dan dimana adikmu?” Sinta yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Sedang memberikan makan aiko baru kembali dan iya bu baru pulang lalu dimana ayah tadi pagi ada?” Riziel yang langsung bertanya tentang ayahnya.
"Ada sebuah proyek besar perusahaan jadi ayahmu buru-buru pergi karena di minta cepat datang oleh ayah Sakura sendiri” Sinta yang langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Oh ya bu apa ayah sudah ada informasi tentang orangtua ayah yang di jaga oleh adik ayah di kampung?” Riziel yang ingin ingin cepat membantu meringankan beban pikiran ayahnya.
"Ah itu tadi pagi setelah kalian pergi lari pagi ada telefon dari adik ayah untuk mengatakan meminta uang lagi” Sinta yang sedikit murung sambil berkata kepada Riziel.
"Ke handphone ibu dan kenapa begitu ingin membantu beban pikiran ayahmu?” Sinta yang ingin mengetahui alasannya.
"Kalau begitu aku pinjam handphone ibu dahulu boleh dan Karena aku sudah cukup melihat kejadian ini semenjak kematian kakek hingga membuat ibu menangis lalu sekarang masalah tentang adik ayah yang memanfaatkan ayah sendiri yang sudah bekerja keras dan karena aku sudah mempunyai kemampuan ini aku akan memanfaatkan untuk merebut semuanya kembali untuk membuat keluargaku bahagia” Riziel yang langsung mengatakan alasan kepada ibunya.
"Terima kasih Putra ibu ternyata sudah berubah menjadi dewasa sehingga mengerti keadaan orangtuamu ini dan terima kasih tuhan sudah memilih anakku untuk menjadi lebih baik meskipun ibu setiap saat merasa takut kehilangan putraku satu-satunya” Sinta yang langsung mendekati Riziel sambil memeluk erat hingga menangis bahagia.
"Anggap saja ini hadiah untuk membuat ayah, ibu hari tua dengan bahagia bersama orangtua ayah, ibu meskipun kematian kakek sudah mendahului” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Ibunya sambil melepaskan pelukan ibunya lalu menghapus air mata ibunya sendiri.
"Lalu bagaimana caramu bisa mendapatkan informasi tempat orangtua ayahmu?” Sinta sambil menghapus air matanya sendiri.
"Hm karena kemampuan ini tidak bisa mendapatkan informasi dari handphonea satu-satunya cara adalah meminta bantuan kepada kantor Polisi untuk melacak alamatnya melalui handphone ibu” Riziel yang sudah terpikirkan cara mengatasinya.
"Baiklah ibu percaya kepada putraku yang sudah besar jangan mengecewakan ayah, ibu dan jangan buat masalah di kantor Polisi nanti” Sinta yang langsung memperingati Riziel.
"Iya bu sekalian mampir dahulu ke rumah Sakura ingin aku memintaku datang ke rumahnya karena tidak ada ayahnya yang jaga ibunya” Riziel yang langsung memberitahukan kepada ibunya.
"Iya boleh saja jangan lupa titip salam dari ibu” Sinta yang cukup bahagia bisa melihat anaknya sikapnya berubah sedikit demi sedikit sambil memberikan handphonenya kepada Riziel.
"Ya bu dan jangan lupa istirahat” Riziel yanv langsung menerima handphone milik ibunya lalu langsung berjalan meninggalkan ibunya di ruang tamu sambil menonton televisi.
Riziel langsung pergi menuju kamarnya sendiri lalu mandi untuk membersihkan keringat tubuhnya bekas lari pagi setelah selesai mandi langsung mengganti pakaian sambil memasukkan 3 anak kucing ke dalam kandang kucing berbentuk tas.
Kemudian setelah Riziel selesai langsung pergi keluar kamar dan tidak lupa mengambil helm di kamarnya sendiri sambil pamit pergi kepada ibunya.
"Kakak pergi kemana? Aku ingin ikut” adiknya yang selalu bersikap manja kepada Riziel.
"Huh baiklah kakak akan tunggu cepat mandi dahulu” Riziel yang langsung menyuruh adiknya mandi dahulu.
"Akan aku lakukan kak” Sakira yang langsung meninggalkan aiko sendirian.
Kemudian Riziel dengan wajah malas menunggu lebih lama langsung berjalan kembali menuju ruang tamu.
"Loh kok balik lagi nak?” Sinta yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Sakira ingin ikut” Riziel sambil menjawab dengan lemas.
"Haha kasian adikmu memang seperti itu jadi harus sabar” Sinta sambil tertawa kecil melihat tingkah kedua anaknya.
"Huh” Riziel langsung mengeluarkan handphone miliknya sendiri.
"Oh ya bagaimana hubungan kalian berdua nak?” Sinta yang ingin mengetahui kisah cinta anaknya sendiri.
"Semua berjalan baik baik saja bu” Riziel yang tidak terlalu membicarakan tentang sudah mengakuinya kepada Sakura karena itu hak memalukan.
__ADS_1
"Benarkah padahal Sakura sangat menyukaimu lho?” Sinta yang terus menggoda anaknya agar mengatakannya.
"Rahasia ibu tidak perlu tau” Riziel yang tidak ingin mengatakannya kepada ibunya untuk sekarang karena belum siap.
"Hehh beritahukan ibu dong jangan pakai rahasia rahasiaan” Sinta yang masih sangat ingin mengetahuinya.
Riziel yang tidak menanggapinya meskipun ibunya berbicara beberapa kali hanya fokus bermain game di handphone miliknya sendiri.
"Baiklah jika belum siap mengatakannya pada ibu namun jangan buat kecewa Sakura karena sudah sangat menyukaimu nak” Sinta yang langsung mengingatkan kepada Riziel.
"Ya aku mengerti” Riziel yang mengerti soal perasaannya sendiri kepada Sakura dan sebaliknya juga.
Setelah lama menunggu sambil bermain game Sakira datang dengan harum oleh bedak bayi yang bisa memakainya sendiri meskipun wajahnya terlalu banyak bedak sehingga tebal tidak beraturan.
Lalu Sinta langsung merapikan bedak yang tidak beraturan di wajahnya agar terlihat lebih cantik layaknya anak kecil.
Setelah selesai Riziel bersama Sakira langsung pamit kepada Sinta lalu pergi menuju rumah Sakura sambil mengurus tentang urusan keluarga ayahnya sendiri.
Tidak terlalu lama di perjalanan karena jarak rumahnya Sakura juga tidak terlalu jauh dari rumah Riziel sendiri dan sampai di depan rumah Sakura yang terlihat sudah menunggu depan rumah.
"Akhirnya datang juga dari tadi aku menunggu kalian” Sakura yang melihay Riziel datang langsung pergi menuju luar rumah.
"Halo kak Sakura” Sakira yang langsung menyapa Sakura.
"Hai Sakira kamu sangat cantik sekali dan mau kemana sudah rapih sekali bukannya hari libur?” Sakura yang melihat Riziel bersama adiknya sangat rapih.
"Ada yang perlu aku urus dan adikku ingin ikut lalu ini aku kembalikan” Riziel langsung memberikan tas berisi anak kucing.
"Ah anak kucingku terima kasih sudah menjaganya untukku lalu apa yang perlu kau urus Riziel?” Sakura langsung mengambil tas berisi anak kucingnya.
"Bukan masalah dan hanya masalah kecil yang perlu aku urus sendiri” Riziel yang malas memberitahukannya dan Riziel baru saja memarkirkan motornya.
"Hmph beritahukan aku!” Sakura yang langsung mengembungkan pipinya karena kesal Riziel tidak memberitahukannya.
"Iya iya aku mengurusi urusan ayahku tentang orangtua ayahku yang di sembunyikan oleh adiknya di suatu tempat dan akan pergi ke kantor polisi untuk melacak alamatnya” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura sambil mencubit pipi Sakura.
"Ternyata nak Riziel yang datang pantas saja terdengar berisik dari luar dan ajak masuk ke dalam dahulu nak” Ibu Sakura yang langsung muncul dalam pintu rumah.
"Eh iya bu” Sakura langsung mengajak Riziel bersama Sakira masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah Sakura yang lumayan besar lalu diam di ruang tamu sambil Sakura menyimpan anak kucing miliknya di dalam kamarnya.
"Bagaimana keadaan anda sekarang bu?” Riziel yang langsung hanya ingin mengetahuinya saja.
"Masih baik-baik saja lalu kemarin nak Riziel apa senang pergi dengan putriku?” Ibu Sakura yang sangat penasaran.
"Itu ya lumayan menyenangkan dan Sakura mengajakku ke Theme Park hingga bisa aku baru pertama kalinya bisa menikmati hari liburku” Riziel yang hanga mengatakan sebagian saja.
"Terima kasih sudah mau menjaga Putriku meskipun saya tau bahwa putriku di sekolah selalu menyusahkanmu nak Riziel” Ibu Sakura langsung bicara kepada Riziel.
"Tidak juga karena aku sudah sering menjalani hidup seperti itu sejak dulu karena sejak dulu mempunyai kemampuan melihat roh orang yang sudah mati membuat seseorang membenciku” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Ibu Sakura.
"Maaf sudah membuat hidupmu menanggung beban besar sejak kecil di tambah lagi putriku menyus---”
"Itu bukan masalah besar untukku yang penting adalah menjaga keluarga anda karena aku sudah berjanji pada putri pertama anda yaitu Zanna dan juga tolong jaga rahasia identitasku sendiri karena hanya itu saja yang penting untukku” Riziel langsung menepuk pundak Ibu Sakura.
"Terima kasih saya akan usahakan menjaga rahasia dirimu nak Riziel” Ibu Sakura yang cukup bahagia bisa menemukan pasangan yang cocok dengan putrinya sendiri.
Kemudian sakura baru saja kembali setelah menyimpan anak kucing ke dalam kamar untuk memasukkan ke dalam kandangnya sendiri dan saat kembali melihat ibunya sendiri hampir menangis.
"Ibu kenapa menangis?” Sakura yang langsung mendekati Ibunya sendiri.
"Tidak ada hanya ibu bahagia bisa melihatmu menemukan seseorang yang bisa menghargaimu mau saat di sekolah ataupun di rumah” Ibu Sakura yang cukup bahagia bisa melihat anaknya senang.
"...” Sakura yang tidak tau harus mengatakan apa kepada ibunya karena ada Riziel juga tidak enak jika mengatakan kejadian kemarin.
"Karena kalian ada disini bagaimana jika ibu hari ini buat bolu kukus bersama?” Ibu Sakura yang langsung mencoba mengubah suasana di dalam rumahnya.
"Aku mau” Sakira yang sangat menyukai kue ataupun bolu kukus.
"Aku akan membantu ibu membuatnya sekalian belajar membuatnya” Sakura yang sangat ingin belajar hal baru untuknya sendiri karena itulah kewajiban seorang wanita harus bisa membuat sesuatu.
"Kalau begitu aku yang akan membeli bahan bahannya saja sekalian pergi ke kantor polisi untuk mengurus urusan tentang keluarga ayahku” Riziel yang langsung bicara kepada semuanya.
"Riziel biarkan aku ikut denganmu?” Sakura yang langsung ingin ikut.
"Terserah kau saja tapi Sakira diam bersama ibu Sakura” Riziel yang langsung menyuruh adiknya tidak ikut.
"Baik kak” Sakira yang langsung menuruti perintah Riziel.
"Kalau begitu ibu periksa bahan bahan dahulu yang di butuhkan sambil mencatat yang perlu di beli” Ibu Sakura yang langsung memeriksa ke dalam dapur.
Lalu Sakura langsung mengambil kertas dan pulpen untuk ibunya mencatat bahan bahan yang dibutuhkan dan setelah beberapa lama mengecek hingga menulis bahan bahan yang perlu di beli selesai di catat di sebuah 1 lembar kertas.
Setelah semua selesai lalu Riziel bersama Sakura langsung pergi menuju toko bahan bahan membuat kue.
"Riziel apa kau yang membuat ibuku menangis?” Sakura langsung bertanya saat sudah berangkat.
"Aku hanya bicara kepada ibumu tentang jangan khawatir pada kehidupanku sendiri yang sudah sulit sejak dulu di tambah dirimu membuatku menjalani hidup tambah sulit tapi aku sudah biasa menjalani hidup yang pahit bukan masalah besar dan aku hanya menyuruh ibumu untuk menjaga anak ke-3 lalu aku juga untuk berjanji untuk tidak memberitahukan identitas asliku sebenarnya begitu saja” Riziel yang langsung memberitahukannnya kepada Sakura.
"Begitu pantas saja ibuku bicara bahwa aku sudah mendapatkan seseorang yang tepat hingga peduli padaku maupun di rumah atau sekolah kalau begitu aku tidak ingin kehilanganmu Riziel” Sakura langsung memeluk erat Riziel.
"Iya aku akan berusaha” Riziel sambil melepas salah satu tangannya untuk memegang tangan Sakura.
__ADS_1
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya sampai di toko bahan bahan kue yang akan di buat bersama-sama di rumah sakura dan membeli dengan bahan-bahan yang sudah di catat di selembar kertas.