
Satu libur yang terasa cukup bisa membuat tenangkan diri dari ujian di hari esok dan juga Riziel bersama yang lainnya perjalanan pulang ke rumah karena hari yang sudah mulai sore langit mulai menjadi gelap.
Sakura bersama Yussy, Adik Riziel duduk di kursi belakang karena mereka sangat kelelahan setelah berbelanja, berjalan-jalan sambil sesekali bermain di sebuah tempat bermain membuat mereka bertiga sangat kelelahan.
"Mereka benar-benar kelelahan haha” Riziel melihat cermin di mobil bagian dalam untuk melihat kursi belakang yang di mana mereka bertiga hampir ketiduran.
"Um aku tidak kelelahan kok” Sakura yang langsung menyahut pelan.
"Tidurlah saja nanti akan aku bangunkan jangan khawatir” Riziel membalas perkataan Sakura.
"Huh! Dasar menyebalkan” Sakura dengan menggerutu pelan karena sengaja mempertahankan kesadarannya agar bisa pindah tempat duduk ke depan namun Riziel sengaja menghiraukannya.
Tidak sampai setengah jam di perjalanan akhirnya sampai di depan rumah Riziel sendiri yang langsung segera memarkirkan mobil depan rumahnya dan juga setelah memarkirkan mobilnya Riziel juga langsung mmbangunkan adiknya sendiri yang ketiduran sambil menggendong Yussy ke dalam rumah.
Sedangkan Sakura membantu membawa beberapa masuk barang-barang yang ringan yang di beli sebelumnya dan setelah beberapa saat selesai ibu Riziel langsung menyiapkan sebuah minuman biasa untuk Riziel dengan Sakura.
"Apa nak Sakura mau menginap lagi disini?” Tanya Sinta dengan penasaran.
"Eh tidak untuk hari ini karena harus persiapan belajar karena besok ada UTS selama satu minggu jadi harus mempersiapkan diri” Sakura langsung menolaknya dengan sopan kepada Sinta.
"Begitu ya, padahal saya senang rumah ini menjadi ramai tapi tidak apa karena persiapan belajar untuk ujian itu sangat di butuhkan” Sinta dengan menggangguk pelan.
"K-karena itu mohon bantuannya untuk selama 1 minggu kedepannya untuk menjaga Yussy untuk saya dan Riziel” Sakura langsung mengatakannya dengan cukup serius sambil menundukkan wajahnya.
"Tidak perlu sungkan karena putraku juga sudah mengatakan hal sama kepada diriku yaitu ibu kandungnya jadi selama satu minggu besok fokuslah pada ujianmu tapi jika ingin datang berkunjung, berkunjunglah sesukamu” Sinta langsung mengatakannya kepada Sakura sambil menepuk pundak Sakura.
"Iya Terimakasih” Sakura dengan sedikit merasa malu.
"Belajarlah dengan rajin agar nilaimu bisa mendapatkan nilai bagus dan belajarlah menjadi sosok orangtua yang baik untuk Yussy” Sinta dengan memberikan sebuah pesan singkat agar Sakura bisa tumbuh menjadi gadis pintar.
"Ya aku akan berusaha” Sakura dengan tersenyum.
Setelah itu Sakura langsung pergi menuju kamar Riziel dimana Riziel menjaga Yussy sedang tidur untuk Sakura pamit pulang ke rumahnya sendiri.
"Riziel?”
"Oh Sakura masuklah”
"Aku pamit pulang ya Riziel?”
"Sudah mau langsung pulang?”
"Ya soalnya aku belum belajar hari ini untuk besok ulangan”
"Begitu ya, apa perlu aku antar pulang?”
"Tidak usah lebih baik jaga saja Yussy agar tidak menangis jika di tinggalkan lama lho”
"Apa benar tidak mau?”
"Um tunggu sebentar aku hubungi ayahku agar menjemputku mungkin bisa”
Sakura masih bimbang karena takut pulang sendiri jadi langsung mengeluarkan handphonenya untuk menelpon ayahnya.
Saat Sakura yang langsung menelpon ayahnya langsung telponnya di angkat namun terdengar suara sedang rapat penting itu artinya ayahnya masih ada di kantor dan sedang sibuk karena ada rapat.
"Ada apa?” Riziel dengan memiringkan kepalanya.
"Ayahku sepertinya sedang ada rapat penting jadi tidak bisa menjemputku sepertinya”
"Yasudah kalau begitu jangan paksa ayahmu lebih baik akan aku antarkan pulang mau?”
"B-boleh tapi sebaiknya jangan lama-lama takutnya Yussy nanti terbangun”
"Mulai peduli dengan Yussy nih ya?”
Riziel dengan tertawa pelan.
"Tentu saja dan akan aku tunggu di depan rumah jangan lama!”
Sakura dengan malu langsung pergi keluar dari dalam kamar tersebut.
"Baik-baiklah”
Riziel yang langsung menutup pelan pintu kamarnya lalu pergi keluar rumah untuk mengeluarkan motornya sendiri.
"Maaf membuatmu menunggu lama Sakura” Riziel keluar dengan membawa motor.
"Tidak apa”
"Naiklah aku akan mengantarkanmu pulang” Riziel langsung menyalakan motornya.
"Iya dan Riziel ada apa denganmu?”
"Em apa maksudmu aku tidak mengerti”
"Maaf maksudku kenapa saat aku masuk ke dalam kamarmu dimana Yussy tidur, aku melihatmu seperti sedang sedih dalam kebimbangan?”
"Ahaha ketahuan ya?”
"Tentu kelihatan jelas kok”
"Sebenarnya sejak kecil tidak menyukai anak kecil dan seringkali kehilangan kendali emosiku jadi aku takut menyakiti orang lagi termasuk Yussy sendiri..”
"..aku mengambil pilihan seperti ini apa aku bisa menahan kendali emosiku yang selama ini aku pendam?”
Riziel yang kemudian diam karena sangat bimbang tidak ingin membuat dirinya lepas kendali emosi dan sesuatu dalam dirinya mengambil alih tubuhnya.
Lalu Sakura yang benar-benar memahami perasaan Riziel langsung memeluk Riziel dari belakang.
"Riziel sejak aku bertemu dengan dirimu sampai sekarang dirimu telah banyak berubah menjadi lebih baik dan aku percaya kok kamu pasti bisa mengendalikan emosimu sendiri dan tidak berubah lagi menjadi Riziel yang kasar seperti dulu”
"Terimakasih sudah mempercayaiku Sakura”
"Bukan apa-apa ini tidak setimpal dengan kebaikanmu selama ini Riziel”
"Terserahmu saja”
Lalu tidak lama dari obrolan tersebut akhirnya sampai di depan rumah Sakura yang lumayan besar.
"Riziel terimakasih sudah mengantarkanku pulang”
"Tidak masalah ini hal sudah biasa dan setelah ini belajarlah tapi jangan sampai malam-malam”
"Iya tau kok lalu Riziel tidak akan mampir dulu sebentar?”
"Tidak usah salam saja kepada orangtuamu dariku”
"Baik laksanakan pak”
Riziel yang langsung memutar motornya ke arah jalan kembali menuju jalan pulang.
"Riziel hati-hati di jalan”
"Ya terimakasih sudah mengingatkanku”
Riziel langsung mengelus kepala Sakura dengan lembut lalu pergi pulang menuju rumahnya sendiri.
Lalu tidak lama dalam perjalanan sampai rumah dengan cukup cepat karena jalan yang tidak ramai dan Riziel langsung memasukkan motornya ke dalam garasi rumahnya sendiri.
"Papa!” Yussy yang bisa mengetahui Riziel lah yang baru saja pulang langsung berlari pelan mendekati pintu.
"Yussy ada apa denganmu?” Riziel langsung memeluknya dan mengangkatnya.
"Hu-hu-hu” Yussy yang entah kenapa langsung menangis pelan.
"Sudah tidak ada apa-apa sekarang papamu disini” Riziel dengan mengusap dadanya pelan.
__ADS_1
Lalu ibu Riziel yang langsung mendatangi Riziel yang baru saja datang.
"Ternyata dia bersamamu ibu tadi mencarinya karena tiba-tiba pergi” Sinta dengan wajah khawatir.
"Ibu? Apa yang sebenarnya terjadi pada Yussy?” Riziel mencoba bertanya dengan sopan.
"Sebenarnya Yussy sepertinya mengalami mimpi buruk dalam kamar saat kamu belum pulang langsung menangis sambil memanggil 'papa' dan 'mama' lalu ibu mencoba membangunkannya dan membawanya berkeliling rumah namun itu tidak berhasil sampai akhirnya Yussy menghilangkan pergi saat ibu ingin menyiapkan sebuah susu hangat untuknya”
"Begitu aku mengerti sekarang biar aku yang mengurus Yussy saat ini dan apa susu hangatnya sudah jadi bu?”
"Ah sudah sebentar ibu ambilkan dahulu” Sinta yang langsung kembali.
"Yussy apa dirimu sudah tenang?” Riziel dengan mencoba bertanya.
"Mmm” Yussy dengan mengangguk pelan.
Lalu Riziel langsung mengangkat satu tangannya lalu langsung menyentuh kepalanya untuk melihat apa benar mimpi buruk namun jika benar Riziel akan mengambil ingatan tersebut.
"Ternyata benar kenapa mimpi ini harus muncul pada pikiran Yussy atau ini pert----”
"Papa?”
"Ada disini bersamamu jangan takut”
"Mama?”
"Besok pasti akan bertemu lagi kok”
"Ini pasti ada hubungannya dengan Dryad dan ini bukan mimpi biasa melainkan petunjuk kekacauan selanjutnya, ingatan ini harus aku mengambilnya” Riziel dalam hati karena tidak ingin Yussy terlalu memikirkannya.
"Nak ini susu hangatnya” Sinta langsung memberikannya kepada Riziel.
"Makasih bu, maaf sampai membuat ibu kerepotan sore begini dan ibu boleh istirahat lagi” Riziel dengan sopan kepada ibunya.
"Tidak kok ibu sangat senang namun untuk saat ini sepertinya harus bersama dirimu dan juga jika mau makan sudah siap di atas meja ya nak?”
"Ya bu, selamat istirahat bu”
"Ya”
Sinta yang langsung berjalan berbalik sedangkan Riziel pergi berjalan ke kamar untuk mengambil jaket karena ingin membawa Yussy berjalan-jalan keluar.
"Papa mau itu” Yussy sendiri yang langsung memintanya.
"Tentu saja ini dan pelan-pelan minumnya karena masih hangat” Riziel langsung memberikan susu hangat dalam botol anak.
"Hm erti!”
"Kau ini ya benar-benar haus setelah menangis keras mungkin” Riziel dengan tersenyum tipis sambil mengusap-usap punggungnya.
"Papa dan mama tidak akan meninggalkanku?” Yussy sambil berhenti minum.
"Tidak akan karena papa, mama sangat menyayangi Yussy mana mungkin meninggalkan Yussy kecil ini” Riziel dengan bercanda sambil mencubit pelan pipi Yussy.
"Yussy menyayangi papa, mama uga!” Yussy langsung memeluk Riziel.
"Papa pun menyayangi Yussy dan dengar ini meskipun papa, mama pergi itu hanya sebentar tidak akan lama maka dari itu jadilah malaikat kecil baik karena papa dan mama akan selalu akan pulang menjemput Yussy” Riziel mencoba membuat sebuah pesan singkat kepada Yussy.
"Karena tugas papamu ini sangat berat namun papa akan selalu pulang untuk menemani Yussy”
"Oh ya Yussy mau ikut bersama papa ke tempat kerja tidak?” Riziel tanpa memikirkan panjang.
"Mauu!”
Riziel yang langsung pergi kembali langsung mengeluarkan motornya dan mengirim pesan kepada orangtuanya melalui handphone lalu pergi menuju tempat kerjanya di sore hari.
Saat sampai di depan tempat kerja melihat juga orang yang menempelkan kertas di kaca dan orang itu adalah adalah orang yang bertanggung jawab atas tempat tersebut yaitu pak Zhifan.
"Sedang menempel apa itu pak?” Riziel sambil menepuk pundaknya.
"Ahh! Saya kira siapa ternyata kamu Riziel mengagetkan saya saja”
"Sedang tidak sibuk ya sepertinya? Dan siapa anak kecil itu jangan bilang kamu seorang lol--”
"Hentikan jangan di lanjutkan!”
"Hahaha saya bercanda, jadi anak siapa ini?”
"Aku menemukannya depan rumahku dan ada yang membuangnya depan rumahku”
"Oh begitu sungguh kasihan anak kecil yang imut seperti ini dan saya mengerti dan masuklah mulai bekerjalah lagi sekaligus jaga anak itu juga”
"Baik-baik aku mengerti”
"Papa siapa ia?”
"Hm orang baik pemilik tempat ini”
"Hm olang aik”
"Cara bicaramu benar-benar masih belum fasih mungkin belum terbiasa” Riziel dengan menurunkan Yussy sambil berjalan masuk ke tempat tersebut.
"Waahh anyaak”
"Haha Tentu saja”
Lalu Riziel langsung mengganti pakaian di ruang ganti sambil membawa Yussy bersamanya karena Riziel yakin Yussy juga memiliki kemampuan sepertinya.
"Ternyata pak Zhifan sedang membutuhkan karyawan tambahan mungkin karena diriku sering libur kali ya?” Riziel dengan melihat kertas yang di tempel sebelumnya.
"Papa itu” Yussy menunjuk ke arah luar dengan tatapan kasihan.
Lalu dari kejauhan orang tersebut mendekati ke tempat Riziel berada dan terlihat sosok orang tersebut seorang gadis sekolahnya yang di curigai membuntutinya saat itu dengan pakaian compang-camping kotor seperti baru di ganggu Seseorang.
Lalu gadis tersebut duduk di depan Indomaret seperti seorang pengemis.
"Papa?” Yussy dengan merasa kasihan.
"Papa mengerti berikan ini untuknya”
"Sayang papa!” Yussy langsung mengambil roti yang Riziel berikan .
Dan Riziel menemaninya untuk memberikannya roti tersebut kepada gadis tersebut.
....
Gadis tersebut yang sangat kelaparan mungkin sudah beberapa hari tidak makan.
"Ayah aku lapar” tubuh gadis tersebut sangat lemas.
Lalu suara seseorang yang berjalan mendekatinya.
"Kak?” seorang adik kecil muncul di hadapannya sambil menggoyangkan tubuh gadis tersebut.
"Em adek kecil ada apa?” Gadis tersebut langsung mencoba membangunkan dirinya.
"Untuk kakak hehe” Yussy dengan tersenyum manis.
"I-ini mimpi?”
"Bukan mimpi ambillah roti tersebut” Riziel dengan tegas.
"Makasih pak dan adek kecil” gadis tersebut masih tidak sadar dengan Riziel.
"Ama-ama, papa berhasil!” Yussy kembali mendekati Riziel dengan tersenyum ceria.
"Anak pintar” Riziel langsung mengusap kepalanya lembut.
__ADS_1
Riziel dengan Yussy langsung kembali masuk ke dalam Indomaret untuk kembali bekerja lagi.
Beberapa saat berlalu gadis itu mulai berdiri dan melihat kertas yang menunjukkan membutuhkan karyawan tambahan di tempat tersebut.
"A-apa disini benar sedang membutuhkan karyawan baru?” Gadis tersebut masuk ke Indomaret lalu mencoba bicara kepada Riziel sambil menundukkan wajahnya.
"Papa?” Yussy langsung menggapai baju Riziel lalu menariknya pelan.
"Iya benar disini sedang membutuhkan karyawan baru tapi sebelumnya bersihkan wajahmu dan rapihkan pakaianmu dulu di dalam” Riziel langsung mengatakannya ke gadis tersebut.
"Teri---, tunggu suara ini bukankah? Kau!, Maaf aku tidak j--” Riziel yang langsung menghentikannya dengan menarik bajunya agar tidak melarikan diri.
"Sebaiknya jangan berusaha untuk pergi jika tidak mau kubunuh disini!” Riziel dengan mengancamnya.
Karena Riziel merasa peduli melihatnya beberapa kali gadis ini di hadapannya hidupnya sangat susah jadi berencana untuk membantunya meskipun disisi lain Riziel ingin mendapatkan sebuah informasi darinya tentang aura aneh dari dalam gadis tersebut dan berasal dari mana mendapatkannya.
"A-aku mohon jangan bunuh aku dan aku akan melakukan apapun untukmu” Gadis itu memohon kepada Riziel dengan mata berkaca-kaca menahan air matanya.
"Jika begitu bersihkan wajahmu dan rapihkan pakaianmu di dalam agar kau bisa bekerja disini lalu jangan harap bisa kabur dariku!”
"B-b-baik” Gadis itu langsung pergi ke tempat wc dalam Indomaret seperti yang Riziel tunjukan sambil ketakutan.
Lalu Yussy yang Seorang anak angkat Riziel anggapnya melihat perlakuan papanya kepada gadis tersebut membuat Yussy merasa marah kepada papanya sendiri meskipun belum begitu mengerti maksud dari papanya sendiri memperlakukan gadis tersebut dengan kasar.
"Hmph!” Yussy yang merasa kesal kepada papanya yaitu Riziel di dekatnya.
"Hm apa malaikat kecilku sedang marah?” Riziel yang menyadarinya saat melihat ekspresi wajah Yussy.
Lalu Riziel langsung mengangkatnya karena sedang tidak ada pembeli masuk ke dalam Indomaret di saat-saat malam hari.
"Tentu saja tapi mengapa papa bicara dengan kakak tadi sangat kasar padahal kasihan” Yussy mengatakannya dengan sedih karena merasa kasihan.
"Kau ini benar-benar ya, papa hanya menjaga sikap agar mamamu tidak marah padaku tapi bukan belarti papa membenci orang tadi mengerti Yussy?” Riziel dengan menurunkan Yussy kembali.
"Uuu baik mengerti”
"Anak pintar” Riziel langsung mengusap kepalanya dengan pelan dan lembut.
Tidak lama dari itu gadis sebelumnya yang sudah membersihkan wajahnya sekaligus merapikan pakaiannya yang berantakan langsung keluar dari Wc.
"A-aku s-sudah s-selesai” Gadis tersebut dengan terlihat lebih baik dan terlihat lebih cantik dan wajahnya tidak terlihat kusam seperti sebelumnya.
"Baiklah akan aku antarkan ke ruangan kepala Staff”
Riziel masih mengatakannya dengan nada tegas kepada gadis tersebut.
"Y-ya m-mak--”
Saat gadis itu mau mengikuti Riziel secara tiba-tiba tubuh gadis tersebut tidak mau bergerak sesuai kemauan gadis tersebut.
"A-apa tubuhku.. tidak.. bisa.. di.. gerakkan” Gadis tersebut dengan gelisah tubuhnya tidak bisa di gerakkan meskipun sudah berusaha di gerakkan namun masih tidak bisa.
"Hei ikuti aku!” Riziel dengan memanggilnya.
"(Kemarilah, datanglah padaku Seira!)”
Sebuah suara yang hanya bisa di dengar oleh gadis tersebut dan seketika tubuhnya langsung bergerak ke arah jalan keluar dari dalam Indomaret.
"S-senior.. to-tolong.. a-a-ku”
Gadis tersebut langsung mengatakan beberapa patah kata kepada Riziel lalu gadis tersebut langsung seketika pergi keluar dari Indomaret seperti hantu dengan sangat cepat.
"Papa awat!”
Yussy yang langsung mengatakannya dengan wajah kaget merasa ada hal buruk.
"Ah papa tau!, Yussy tunggulah disini jangan pergi kemanapun dan jangan ikuti papa karena ini bahaya ok?!”
Riziel dengan panik juga bimbang untuk meninggalkan Yussy sendirian di dalam Indomaret karena disisi lain Riziel peduli juga pada gadis tersebut meskipun hanya sebatas ingin membantu karena kasihan.
"Iya” Yussy mengatakannya dengan serius dengan kelopak matanya berwarna hijau atau kesadarannya di ambil alih oleh Dryad.
"Aku serahkan padaku dan jaga putriku!” Riziel mengatakannya dengan cukup serius lalu pergi berlari keluar dari dalam Indomaret.
"Baik tuan”
Riziel lalu langsung kehilangan jejak gadis tersebut setelah mencoba berlari mengejarnya dan Riziel tidak ada keputusan lain untuk menggunakan kemampuannya langsung mengubah tubuhnya menjadi 'Eternal Spiritual Form' langsung terbang ke langit untuk mencari jejaknya.
"Aku memang tidak peduli pada tujuan gadis tersebut mendekatiku tapi tadi dia meminta tolong padaku itu belarti ada seseorang yang telah mengendalikan dirinya seperti boneka oleh orang lain!”
Riziel sambil mengigit bibirnya karena terlambat menyadarinya tentang di balik gadis tersebut alami sangatlah bahaya dan Riziel bermaksud tidak ingin Seseorang terbunuh hanya karena urusan pibadinya.
"Kumohon bertahanlah!”
Lalu tidak sampai 5 menit mencarinya mulai terlihat dua orang di atas gedung Hotel yang salah satu orang tersebut di kenali oleh Riziel yaitu gadis sebelumnya.
(Disisi lain tempat POV)
Di sebuah atas sebuah bangunan tinggi udara dingin berhembus di malam hari sebuah Pria muda bersama dengan gadis yang sangat takut kepada Pria misterius di hadapannya.
"Apa kau tau kenapa dirimu sekarang kubawa kesini?!”
Pria muda tersebut dengan nada bicara tegas saat bicara.
"T-tidak t-tau” gadis tersebut dengan ketakutan.
"Yaaa~ sebenarnya kau tidak melakukan kesalahan”
"Lalu kenapa membawaku kesini!?”
"Untuk menggiring pahlawan itu datang” Pria tersebut berkata sambil menyeringai terlihat dari wajahnya.
"Siapa maksud anda?" gadis tersebut mencoba memberontak dengan menggerakkan tubuhnya namun masih tidak bisa.
"Kau akan segera mengetahui siapa dia sebenarnya dan juga harus kuberikan sebuah hadiah kecil kepadamu?" Pria tersebut langsung menunjukkan sebuah ekspresi yang aneh.
"AAHH!” seketika tubuh gadis tersebut terasa sangat panas sampai membuatnya merintih kesakitan dan rasa panas yang menyakitkan tubuhnya berasal dari tanda aneh yang berada di punggungnya.
"Patuhilah perintahku untuk buka pakaianmu sendiri” Pria tersebut dengan membuat senyuman puas.
"Ugh.. tidak jangan.. lakukan” Tubuh gadis tersebut langsung bergerak sesuai dengan perintah pria tersebut.
Di saat bersamaan Riziel langsung melihatnya keberadaan gadis tersebut bersama seorang Pria tidak di kenal oleh Riziel.
Riziel merasa ada yang tidak beres langsung mendekati kesana sambil mengeluarkan sabitnya karena Riziel merasakan aura kebencian dari pria tersebut.
Blam!
Serangan dadakan yang sengaja di incarnya namun pria tersebut bisa mengetahuinya langsung menghindarinya dengan melompat mundur beberapa langkah.
"Hentikan segera perbuatanmu!”
"Oh ternyata sang pahlawan datang” Pria tersebut dengan tersenyum pahit.
"Ugh.. aah.. ahh panas” Gadis tersebut yang sudah tidak bisa menahan panas tubuhnya.
Riziel langsung menormalkan tekanan suhu tubuh gadis tersebut dengan kekuatan spiritual Riziel.
"Apa kau baik-baik saja?” Riziel mencoba bertanya kepada gadis tersebut.
"I-iya makasih, aku merasa lebih baik” gadis tersebut bicara kepada seseorang yang berada di hadapannya.
"Kau ini benar-benar menyebalkan karena sudah merusak kesenanganku” Pria tersebut dengan tersenyum masam.
"Heh! Siapa peduli, siapa kau? Dan bagaimana kau bisa mengendalikan gadis ini serta kekuatan itu!” Riziel dengan penodongkan senjata sabitnya.
"Apa kau tidak mengingatku Riziel Yora?”
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tau namaku? Siapa kau sebenarnya?”