
Riziel yang kembali menuju villa dan masuk tubuh manusia yang sengaja di tinggalkan di sana.
"Hahh apa yang harus aku lakukan lagi sekarang setelah melepaskan para iblis?” Jiwa Riziel yang langsung masuk ke dalam tubuh aslinya.
Riziel langsung mengeluarkan Death Book untuk melihat Status sekarang setelah di usir dari surga karena pilihannya sendiri.
Riziel Yora - Guardian Of Hell
Strangth \= Ss+
Defense \= Ss+
Speed \= Ss+
Intellegence \= Ss+
Physical \= Ss+
Refleks \= Ss+
Technique \= Sss+
Weapons \= Twin Crescent.
Point Kontribusi \= 12.000 point.
"Apa yang harus aku lakukan dengan Point tugas ini? Apa naikan statku lagi?” Riziel yang pikirannya sangat kacau.
Lalu Sinta yaitu ibu Riziel yang berjalan menuju kamar Riziel untuk membangunkannya untuk membereskan barang barangnya.
Tok! Tok!
"Nak apa sudah bangun?” Sinta yang mengetuk pintu kamar Riziel.
"I-ya bu sudah bangun, ada apa bu?” Riziel yang tidak sadar karena terlalu lama memikirkannya.
Lalu Riziel langsung menyimpan kembali Death Book setelah itu membuka pintunya untuk ibunya masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak hanya memberitahukan saja untuk membereskan kamarnya karena hari ini kita akan pulang” Sinta yang langsung menyuruh anaknya bersiap siap.
"Baik bu dan aku bisa membereskan barang barang ku sendiri” Riziel yang masih saja terkejut dengan kedatangan ibunya.
"Yasudah kalau sudah selesai simpan saja di sofa dekat pintu dan jangan lama lama ibu sudah menyiapkan makanan” Sinta yang mengingatkan Riziel.
"Ya bu barang barang sudah setengahnya sudah di bereskan tadi malam dan tingga sedikit saja yang belum beres” Riziel yang mencoba berbohong lagi.
"Yasudah ibu kembali ke ruang makan dulu” Sinta yang langsung pergi.
"Huhh lebih baik mandi saja dahulu baru membereskan barang yang kubawa” Riziel langsung mengambil handuk untuk mandi.
Riziel pergi menuju kamar mandi yang jaraknya lumayan jauh dari kamarnya karena di villa hanya di sediakan 2 tempat mandi.
"Selamat pagi Riziel kau juga baru bangun tidur tumben pagi?” Gadis cantik yang sama tujuannya untuk mandi di pagi hari.
"Biasalah aku sering melakukan olahraga kecil di dalam kamar setiap pagi jadi sudah terbiasa” Riziel yang sampai di depan kamar mandi tanpa sadar karena di ajak bicara oleh sakura.
"Ehh Riziel boleh aku mandi dahulu? Karena aku belum merapikan kamarku sendiri tadi akibat membantu ibuku menyiapkan masakan dah----” sakura yang meminta untuk mandi dahuluan.
"Sstt kau saja dahulu, aku mengerti pikiranmu” Riziel yang malas mempermasalahkan hal kecil.
"Terimakasih sudah mengerti Riziel” sakura langsung masuk ke dalam kamar mandi dahulu.
Riziel yang malas menunggu lalu pergi menuju kamar mandi satunya lagi yang cukup jauh untuk memeriksa kamar mandi semoga tidak ada yang memakainya.
Riziel saat pergi menjauh dari kamar mandi yang di pakai oleh sakura mulai terdengar suara teriakan entah apa yang terjadi.
"Kyaaa!”
Riziel langsung berlari kembali menuju tempat kamar mandi mungkin sakura terjadi sesuatu.
Brak!
"Ada apa?” Riziel yang langsung reflek membuka pintu kamar mandi.
"Meng-hilang” sakura bicara sendiri.
"Kyaa Riziel mesum!” sakura yang tiba tiba melihat ke arah pintu yang terbuka tiba tiba dan sakura keadaan sudah membuka pakaiannya.
Brak! Duak!
Sakura langsung menutup pintu secara langsung karena terkejut lalu Riziel kepalanya terbentur oleh pintu yang di tutup paksa oleh sakura.
Di tambah lagi ibu sakura dan ayahnya yang datang karena mendengar sakura menjerit seakan akan terjadi apa.
"Ada apa disini?” ayah sakura yang langsung bertanya kepada Riziel yang sedang kesakitan kepalanya.
"Ha-hanya a-ada serangga saja ayah, ibu” sakura yang langsung bicara dalam kamar mandi.
"Hah ayah kira ada apa dan Riziel kenapa?” pak Ridwan yang langsung melihat Riziel yang sedang kesakitan.
"Tidak hanya terpeleset saja karena sakura mengagetkanku” Riziel yang mencoba membuat alasan yang masuk akal.
"Kalian berdua membuat khawatir saja dan kami akan kembali lagi” ibu sakura yang langsung berjalan menjauh.
Lalu ayah sakura juga mulai pergi dan Riziel yang terpaksa harus menunggu karena kepalanya terbentur sangat keras oleh pintu karena sakura.
"Maaf Riziel apa kau baik baik saja?” sakura yang mandi sambil mengajak bicara Riziel.
"Ya hanya sedikit sakit saja” Riziel yang langsung menyembuhkan kepalanya terluka.
"Apa kau melihatku tadi aku e--” sakura yang ingin menanyakan kejadian sebelumnya.
__ADS_1
"Terlihat je-las tapi aku akan melupakannya sebisaku untuk tidak mengingatnya” Riziel yang tidak ingin membuat masalah besar.
Sakura yang merasa malu karena terlihat oleh Riziel setelah mendengar perkataan Riziel hingga selesai membuat sakura agak tenang.
"Terimakasih atas segalanya Riziel” sakura yang tiba tiba ingin mengatakannya.
"Ya jangan di pikirkan dan kenapa kau tadi di dalam kamar mandi?” Riziel yang masih diam dan menunggu di depan kamar mandi.
"Saat aku membuka membuka pakaian aku melihat bayangan hitam di atasku dan setelah itu aku sengaja memperhatikan terus setelah itu mulai terlihat jelas sepeeti hantu sangat menakutkan hingga aku terkejut” sakura yang mulai menceritakan kepada Riziel meskipun malu menceritakannya.
"Hm Apa mungkin itu roh jahat yang menunggu di sini?” Riziel yang dari awal memang merasakan tapi samar samar.
Sekian lama berfikir lalu sakura selesai mandi dan mengganti pakaiannya, sakura yang langsung melihat Riziel yang sedanv diam melamun.
"Riziel apa yang kau pikirkan?” Sakura langsung diam di hadapan Riziel.
"Ehh sakura maaf aku tidak apa-apa!” Riziel yang langsung sadar melihat sakura sangat dekat dengan Riziel.
"Bicara apa sih Riziel?” Sakura yang merasa Riziel bersikap aneh.
"Ehh?” Riziel yang tidak mengerti maksudbdari perkataan Sakura.
"Lupakan masuk sana mandi” Sakura langsung mengulurkan tangannya kepada Riziel.
"Ya iya” Riziel yang langsung menggapai tangan sakura untuk membantu Riziel berdiri.
Riziel langsung masuk ke dalam kamar mandi sedangkan sakura yang ingin tau apa yang sedang terjadi dengan Riziel lalu sakura langsung pergi menuju kamarnya sendiri untuk membereskannya.
Riziel yang selesai mandi di pagi hari yang sangat menyegarkan untuk tubuhnya lalu langsung kembali menuju kamarnya untuk menyimpan handuk serta membereskan barang yang tersisa.
Setelah 30 menit berlalu membereskan barang barang beserta kamar yang sudah rapi Riziel langsung pergi menuju ruang makan mungkin sudah selesai sarapan meninggalkan Riziel.
"Kakak aku menunggu datang tapi lama hmph!” adiknya yaitu sakira yang sangat kesal menunggu Riziel datang.
"Ada apa sih? Kakak baru datang sudah marah marah gitu” Riziel yang langsung mengangkat adiknya dan mencubit pipinya karena gemas.
"Aiko di mana kenapa tidak terlihat?” Sakira yang ingin bertemu dengan aiko anjing peliharaan Riziel.
Riziel yang mendengar perkataan adiknya mencari Aiko seketika wajah Riziel berubah menjadi pasrah karena sudah di usir dari surga jadi telepati juga tidak bisa di lakukan.
Guk! Guk!
Seketika mulai terdengar suara anjing yaitu aiko yang muncul pada kondisi yang sangat pas dan Riziel langsung menurunkan adiknya.
"Nak tidak apa-apa?” Sinta yang bicara pada Riziel.
"Ehh tidak apa-apa” Riziel langsung mengambil alat makan beserta beberapa makanan yang ada di atas meja.
Semua orang yang berada di meja makan termasuk sakura yang menunggu pujian masakan pertamanya dari Riziel.
"Selamat makan” Riziel yang langsung melahap makanan yang di hadapannya tanpa menyadari sesuatu.
"Ehem nak bagaimana masakannya itu sedikitnya ada masakan nak sakura membantu?” Ayah Riziel yang langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Hahhh makanannya lumayan enak hampir menyaingi ibuku dan terimakasih sudah berusaha membuatnya untukku” Riziel yang berpura pura senang meskipun ada masalah yang harus di hadapi sendiri.
"Em Riziel apa boleh tau kau punya masalah apa bisa katakan padaku?” Sakura yang ingin tau masalah Riziel.
"Maaf untuk sekarang tidak bisa karena ini masalah pribadiku jadi jangan terlalu di pikirkan” Riziel yang kembali melanjutkan makan.
"Baiklah kalau begitu aku akan ke kamar dahulu untuk mengeluarkan barang barang dari kamar ke sofa dekat pintu masuk” sakura yang langsung pergi karena kecewa Riziel tidak ingin memberitahukan kepada sakura untuk menceritakannya.
"Hati hati di tangganya” ibu sakura yang mengingatkan kepada anaknya agar tidak terjatuh di tangga.
"Iya bu” Sakura yang langsung pergi menuju kamarnya.
Seketika suasananya mulai berubah menjadi sedikit tegang karena Riziel yang dirinya berubah sedikit demi sedikit.
"Terimakasih banyak makanannya” Riziel lalu pergi menjauh untuk mencari adiknya.
Riziel saat mencari adiknya melihat sakura yang membawa tas besar yang berat menuruni tangga berhati hati.
"Ahh tidak aku terjatuh” sakura yang tidak sengaja menuruni 2 anak tangga langsung membuat sakura terjatuh.
Bruk! Bruk! Bruk!
Tas berisi beberapa pakaian sakura terjatuh dari tangga lumayan tinggi dan sakura yang berhasil selamat oleh Riziel yang langsung melakukan teleportasi dan berhasil menangkap tubuh sakura.
"Ehh aku tidak terjatuh dari tang--”
"Kalau berat jangan paksain jatuhkan, untung aku tepat waktu menangkapmu kalau tidak kau akan jatuh” Riziel yang memarahi sakura yang berada di dekapannya.
"Maaf aku ceroboh ingin cepat cepat turun karena takut” sakura yang masih saja tersenyum untuk menutupinya.
"Huhh lain kali santai saja menuruni tangga” Riziel langsung teleportasi kembali ke bawah.
Riziel lalu menurunkan sakura dan pergi untuk mencari adik Riziel untuk memberitahukannnya tanpa bicara sedikitpun kepada sakura.
"Ternyata di sini kalian aku mencari dari tadi menghilang entah kemana” Riziel yang menemukan adiknya bermain di luar.
"Kakak apa waktunya untuk pulang?” Sakira yang tidak sabar memberi makan aiko di rumah.
"Ahh iya” Riziel yang langsung mendekati adiknya.
"Hore aku bisa memberikan makan untuk aiko lagi” Sakira yang senang karena selama 1 minggu ini anjingnya tidak di berikan makanan.
Lalu ketika semuanya sudah selesai dan barang barang masuk ke dalam mobil setelah itu sakura langsung mendatangi Riziel.
"Riziel tolong jangan buat aku khawatir tentang keadaanmu sekarang jika ada masalah katakan padaku semoga saja aku bisa membantumu” sakura yang langsung bicara kepada Riziel.
"Terimakasih sudah menghawatirkanku dan aku akan menyelesaikannya sendiri santai saja” Riziel yang langsung mengusap kepala sakura.
__ADS_1
"Baiklah sampai jumpa di sekolah besok” sakura yang sengaja untuk tidak lagi menghawatirkan Riziel.
"Ya sampai juga di sekolah” Riziel yang langsung masuk ke dalam mobil.
Lalu mesin mobil pun di nyalakan dan semuanya bersiap kembali menuju rumahnya masing masing mungkin sampai di rumah malam hari.
"Nak jika dirimu punya masalah katakan pada kami jangan memendam masalah sendiri hingga kau stress dan membuat seseorang disisimu khawatir padamu karena kau adalah anakku sendiri” Sinta yang memberikan saran kepada Riziel.
"Maaf sekali lagi aku hanya mencari cara untuk kegiatan selanjutnya yang harus aku lakukan saja dan tidak punya tujuan selanjutnya yang harus di lakukan saja” Riziel yang langsung mulai diam.
"Baiklah kalau masalahnya cobalah tenangkan dirimu saja dahulu pasti nantibakan ada jalan keluarnya” Sinta yang memberikan saran untuk menenangkan diri.
"Aku mengerti kok bu, hanya saja aku khawatir tentang suatu saja” Riziel yang entah harus apa keadaan Riziel sangatlah terpojok.
Pembicaraan yang mulai berhenti Riziel kemudian diam dan melihat ke arah kaca mobil terus menerus memperhatikan arah mobil keluarga sakura.
"Ayah berhenti sekarang!” Riziel yang langsung memberitahukan kepada ayahnya.
"Ada apa nak?” Kirota yaitu ayah Riziel yang tidak mengerti.
"Tidak ada waktu untuk bicara dan coba hubungi ayah sakura sebelum terlambat” Riziel yang merasakan aura kebencian begitu terasa sekali.
"Baiklah ayah mengerti” ayah Riziel yang langsung mengambil handphone miliknya.
‘Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk’ suara telfon yang tidak tersambung.
"Maaf nak tidak di angkat telfonnya” ayah Riziel yang langsung bicara kepada Riziel.
"Cih aku pergi dahulu dan ayah tolong kejar mobil ayah sakura lalu tetap hati hati” Riziel yang langsung mengubah wujudnya menjadi Eternal Spiritual Form.
Lalu Riziel mengejar mobil keluarga sakura yang sudah memasuki perkotaan sedangkan mobil keluarga Riziel tertinggal jauh.
"Percuma saja kau berusaha hasilnya hanya sia sia” Seseorang yang langsung muncul di hadapan Riziel.
‘Prison Of Death!’ seseorang misterius itu langsung membuat penjara kepada Riziel.
"Si*l*n lepaskan aku sekarang” Riziel yang tidak bisa keluar dari penjara yang mengurungnya.
"Pertunjukan belum di mulai dan bersiaplah untuk melihatnya” seseorang yang wajahnya buram tidak bisa di lihat oleh Riziel.
"Argh Siapa kau? Apa yang sebenarnya yang kau inginkan dariku?” Riziel terus menerus mencoba mengeluarkan diri dari penjara yang terus membuat kepalanya sakit.
"Kau tidak perlu mengetahuinya hanya cukup perhatikan saja dan marah, kesal dan buat kekacauan di manapun untuk mencariku” Seseorang itu yang bicara kepada Riziel.
"Tidak akan aku lakukan hal gila seperti itu!! AARRGG!!” Riziel yang memaksa dirinya sendiri untuk menghancurkan penjara itu langsung.
Riziel yang terus berjuang sendiri melepaskan dirinya namun hasilnya sama membuat energi spiritualnya terus menerus terkuras drastis.
******
Di sisi lain keadaan mobil keluarga sakura yang masih baik baik saja tidak menyadari sesuatu yang menunggunya saat memasuki perkotaan.
"Kira kira apa makananku tidak enak yang sebelumnya aku buat untuk Riziel?” sakura yang masih kepikiran atas makanan yang di buat sebelumnya.
Meong! Meong!
Suara anak kucing yang ingin keluar dari kandang khusus untuk kucing di sebelah sakura lalu mengeluarkan 3 anak kucing dan menyimpan di pangkuannya.
"Nak jangan di keluarkan nanti terjatuh ke bawah sulit di ambil anak kucingnya” ibu sakura yang langsung menegur anaknya.
"Maaf bu dan akan aku masukan lagi” lalu sakura langsung memasukkan 3 anak kucing ke kandangnya lagi
Lalu sakura langsung Refleks melihat arah kiri kaca mobil melihat mobil truk yang mengarah menuju mobilnya.
"Ayah ayah! Cepat maju ayah! Ada mobil besar yang mau menabrak kita!” sakura yang mulai ketakutan dan tidak ingin mati.
"Sedang macet di depan kita ada mobil jangan bicara ngelantur deh” ayah sakura yang hanya fokus ke depan.
"Ayah aku mohon tidak mau mati!” sakura yang ketakutan setengah mati merasakan mobil akan menabrak mobil yang sakura diam.
Lalu sakura berharap dirinya bisa selamat sambil memeluk erat tas kandang anak kucingnya.
*****
‘Galaksi Spirit : Big Bang Eksplosion!’ Riziel yang langsung meledakkan diri untuk melepaskan diri.
Kriitt! Duar! Bam!
Ledakan di atas langit yang sangat besar hingga menghasilkan angin yang besar dan Riziel Riziel melesat dan langsung menahan Mobil truk besar yang ingin menabrak mobil keluarga sakura.
"Percuma saja usahamu hanya sia sia dan sebentar lagi kekuatanmu sampai batasnya!” seseorang itu bicara di atas langit.
‘HAAA COSMOS SPIRIT : PUNISMENT!!’ Riziel yang langsung memukul kembali mobil tersebut berharap mobil berhenti maju.
"Riziel kenapa!” sakura yang matanya tiba tiba aktif dan melihat Riziel yang menahan mobil yang ingin menabraknya.
Bam!
"Argh maaf” Riziel yang ternyata salah kekuatannya sudah sampai batas lalu Riziel terlempar ke gedung dan wujudnya pun langsung berubah kembali menjadi manusia biasa.
Mobil besar yang berhasil menabrak mobil keluarga sakura dan semuanya terluka termasuk Riziel yang terlempar masuk ke dalam gedung.
"Ckckck kau berani mengambil semuanya maka itulah balasannya!” seseorang itu lalu pergi menjauh.
"Hah hah bergeraklah badanku ugh!” Riziel yang memaksa tubuhnya bergerak dengan tubuh penuh darah dan mencoba keluar dari gedung.
Lalu nobil keluarga Riziel sampai dengan menerobos jalur mobil yang begitu macet sekali dan melihat mobil keluarga sakura yang tertabrak serta anaknya yaitu Riziel yang tubuhnya penuh darah akibat tabrakan mobil besar dengan di perkuat oleh sesuatu.
"Tidak mungkin, sebenarnya siapa dia? Apa yang dia inginkan?” Riziel yang langsung terjatuh lemas seluruh badannya.
Lalu Riziel melihat banyak orang yang mulai mengevakuasi korban tabrakan serta Riziel yang di sangka korban dari tabrakan mobil juga.
__ADS_1
"Bantu keluarkan sebelum mobilnya meledak cepat!” suara yang langsung sigap menyelamatkan korban tabrakan atau suara yang Riziel kenal yaitu ayahnya.
Setelah 30 menit setelah kejadian semua terluka selesai di evakuasi menjauh dari dalam mobil dan mobil pemadam kebakaran mulai membantu memadamkan mobil yang mulai terbakar sambil memeriksa sesuatu yang masih ada di dalam mobil.