Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
41. Dunia Semakin Buruk


__ADS_3

Riziel yang sampai di surga sambil di bawa oleh anjingnya seekor cerberus lalu Riziel yang di turunkan dari badan cerberus itu dan terlihat Riziel yang badannya lelah karena energi spiritnya hampir habis.


"Riziel apa yang terjadi denganmu?" Felysia yang melihat kondisi Riziel.


"Aku menyerang markas besar para pemuja iblis itu tapi pada saat itu aku langsung di sergap oleh 20 manusia yang sudah menjadi iblis dan aku kewalahan" Riziel menceritakannya sebenarnya.


"Kau ini bodoh sekali sih Riziel dan kenapa tidak memikirkan kondisimu sekarang" Felysia yang sangat khawatir sambil menyembuhkan luka.


"Maaf pikiranku melihat banyak mayat manusia yang telah mati di lakukan untuk pemujaan sambil manusia memakan tubuh mayat aku sangat kesal hingga di kendalikan oleh emosiku sendiri" Riziel yang sedikit kecewa pada dirinya sendiri.


"Sudahlah sekarang diam dan kumpulkan energimu kembali" Felysia langsung menyuruh Riziel diam.


"Uhh baiklah akan aku coba sambil mengumpulkan energi spirit kembali" Riziel mencoba mengumpulkan energinya kembali.


"Guk guk" anjingnya yang menyuruh Riziel juga istirahat.


"Ya tenang aku tau itu" Riziel yang mulai mengumpulkan energinya kembali.


Riziel yang mengumpulkan energi spiritnya pulih sekian lama selesai dan lukanya sembuh berkat Felysia.


"Bagaimana kondisimu sekarang?" Felysia yang menanyakan kondisi Riziel.


"Sudah membaik dan dimana anjingku?" Riziel yang tidak melihat anjingnya.


"Sudah kembali memangnya kenapa?" Felysia yang tidak tau.


"Ahh aku sudah lumayan lama diam disini sambil mengumpulkan energi spirit" Riziel berbicara kepada Felysia.


"Hm mungkin iya" Felysia yang sedikit bingung.


"Baiklah karena energiku sudah pulih waktunya memeriksa lagi manusia sialan itu" Riziel yang bersemangat.


"Hei jangan banyak melakukan tugas dulu" Felysia yang terkejut dengan perkataan Riziel.


"Tidak kok bukan itu maksudku untuk mrmeriksa dunia manusia sambil berjalan jalan dan untuk sekarang aku masih ingin bersantai dahulu" Riziel yang langsung memperjelas perkataannya.


"Ohh baiklah hati hati" Felysia yang melambaikan tangannya kepada Riziel.


"Ya" Riziel yang berjalan menjauh dan kembali lagi ke dunia manusia.


Riziel yang sedang berkeliling lagi di dunia manusia yang sudah pagi dan merasakan banyak energi iblis tapi untuk sementara tidak akan mengurusinya kecuali sudah di luar batasannya.


"Hahh masih pagi apakah kembali saja? Ahh iya aku belum memeriksa keadaan asmodeus apakah baik baik saja?" Riziel langsung melesat kembali ke arah alam nirwana menuju neraka.


Riziel yang masuk ke dalam neraka tidak melihat asmodeus di mana pun lalu Riziel langsung berkeliling di dalam neraka yang begitu luas sekali.


Setelah sekian lama mencari akhir melihat asmodeus yang sedang bersama dengan agares dan azazel.


"Yo asmo bagaimana keadaanmu?" Riziel yang sampai di sana langsung menyapa asmodeus.


"Baik baik saja dan baru saja kami bertiga bicara tentangmu" Asmodeus yang bicara langsung membuat Riziel ingin tau.


"Apa itu?" Riziel yang memiringkan kepalanya karena ingin tau.


"Itu lho tadi sebelum kau kemari para tahanan yang kau hukum berhasil kabur tapi setelah itu langsung keluar dari tanah rantai dengan energi kegelapan yang sangat kuat lalu menangkapnya kembali dan itu sebenarnya ada apa sih denganmu?" Azazel yang sangat ingin tau kebenarannya.


"Maaf sebenarnya aku berjalan jalan menuju dunia manusia lalu aku menemukan markas besar manusia yang memuja iblis dan disana terdapat beberapa mayat manusia yang sudah mati lalu mereka memakan tubuh manusia itu" Riziel yang sangat kesal mengingatnya.


"Apa kenapa manusia bisa sekejam itu?" Asmodeus dan agares bicara bersama sambil terkejut.


"Aku yang melihatnya saja sudah kesal dan ingin membunuhnya tapi mereka berhak hidup jadi aku hanya menghapus ingatannya saja tentang yang mereka lakukan dan tentang energiku itu aku di kendalikan oleh energi jahat dari neraka dan menyebabkan itu" Riziel yang merasa keceqa pada dirinya sendiri.


"Tidak apa tindakanmu sudah benar kawan jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri" azazel yang menepuk pundak Riziel.


"Hm baiklah terimakasih tentang itu dan apakah tahanan tidak ada yang kabur?" Riziel bertanya kepada mereka bertiga.


"Tidak ada semua yang kabur langsung terikat kembali oleh rantai yang muncul dari tanah neraka sendiri seperti tanaman rambatku" asmodeus yang memberitahukan kepada Riziel.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu hah" Riziel sambil membuang nafas leganya.


"Riziel apa kau tidak ada kegiatan?" Agares yang bertanya karena seperti ada sesuatu.


"Ahh iya ada dan maaf baru ingat ada urusan lalu aku pergi dahulu" Riziel yang berjalan menjauh.


"Lain kali datang lagi karena aku ingin berkeliling dunia denganmu kawan" suara azazel yang berbicara kepada Riziel.


"Ahh iya baiklah nanti jika ada waktu luang" Riziel yang langsung berjalan menjauh.


Riziel yang berjalan kembali menuju dunia manusia karena ada janjinya dengan sakura untuk bertemu.


****


"Dimana Riziel sih kok belum datang?" Sakura yang berjalan bolak-balik di ruang tamu.


"Memangnya menunggu siapa nak sampai ibu pusing liat kamu bolak-balik begitu?" Ibu sakura yang baru saja datang melihat sakura yang menunggu seseorang yang akan datang.


"Hm itu bu Riziel katanya mau datang tapi sekarang belum datang?" Sakura yang mengakui seseorang yang akan datang.


"Ohh Riziel kan motornya rusak jadi lama datang kesini dan ini juga baru saja jam 10 masih pagi" ibu sakura yang berbicara dengan tidak khawatir.


"Baiklah bu aku akan menun----" sakura yang ingin berjalan menuju kamarnya ada suara bel rumah.


Ting tong! (Suara bel rumah menyala)


"Aku saja yang buka pintunya bu" sakura yang langsung pergi ke depan untuk membuka pintu.


******


Riziel yang sampai di dunia manusia lalu pergi menuju gang sempit untuk mengubah dirinya menjadi wujud manusia dengan pakaian yang dia pikirkan langsung terpakai.


"Hahh harus cepat sampai mungkin sakura menunggu" Riziel langsung berlari menuju rumah sakura tapi kebetulan melihat pedagang buah buahan masih segar.


"Nak apa mau membeli?" Pedagang itu menawarkan Riziel yang melewat.


"Baiklah nak saya bungkus dahulu" pedagang itu langsung memilih buah yang di pesan.


Riziel langsung membayarnya dengan point tugas yang langsung Riziel ambil berubah wujud menjadi mata uang manusia yang Riziel inginkan.


Riziel yang selesai membeli langsung berlari menuju rumah sakura yang tidak terlalu jauh dan setelah sampai di rumah sakura Riziel langsung menekan bel rumahnya sambil terengah engah lelah.


"Dari mana saja kok lama?" Sakura yang langsung membuka pintu rumahnya.


"Hah hah maaf aku membeli buah untuk keluargamu karena tidak enak tidak membawa apapun" Riziel sambil mengumpulkan nafasnya.


"Baiklah masuk saja dahulu sambil istirahat karena kau berlari dan maaf merepotkanmu sampai membeli buah" sakura yang langsung mengambil sekantung buah.


"Iya" Riziel langsung masuk ke dalam rumahnya.


Riziel yang masuk ke dalam rumahnya lalu duduk di sofa ruang tamu rumah sakura dan melihat ibu sakura yang sedang menonton TV.


"Ingin minum apa?" Sakura yang sedang baik.


"Air putih saja" Riziel sambil mengumpulkan nafasnya kembali.


Lalu sakura langsung pergi ke dapur sedangkan ibu sakura memeriksa ke depan melihat Riziel yang sedang duduk di sofa ruanv tamu.


"Ternyata nak Riziel yang datang dari tadi sakuramu datang kelamaan katanya" ibu sakura yang berbicara kepada Riziel.


"Ahh ibu jangan beritahukan itu memalukan tau" sakura yang baru kembali membawa minum untuk Riziel.


"Pfft sampai begitunya kau menungguku memangnya aku ada apa?" Riziel yang bertanya kepada sakura.


"Ada aja kepo!" Sakura langsung menyimpan minuman di atas meja.


"Maafkan anak ibu ya Riziel selalu begitu dan ngomong ngomong sakura pernah membawa satu kantung isi buku komik itu milikmu?" Ibu sakura yang langsung bertanya.

__ADS_1


"Iya tapi tidak apa-apa karena aku punya banyak di dalam kamar" Riziel yang sedikit gugup.


"Begitu ibu tau dari sakura bicara kepada ibu katanya dari sekolah makannya ibu punya firasat itu darimu nak Riziel" ibu sakura yang sedikit menyukai sikap Riziel.


"Ehh ibu kok bahas ke situ sih dan aku kan hanya malu saja tentang bicara yang sebenarnya" sakura yang langsung menyatukan tangannya sambil menundukkan kepalanya yang malu.


"Ibu hanya ingin tau dan ibu ingin istirahat dahulu ke dalam kamar" ibu sakura yang berdiri.


"Harusnya berbicara yang benar jangan berbohong tidak baik atau aku beri hukuman" Riziel yang mengancam sakura yang masih menunduk kepalanya.


"Maaf" sakura yang mengaku dirinya salah.


Ibu sakura yang pergi menghilang menuju kamarnya untuk istirahat lalu Riziel dan sakura yang duduk bersebelahan tapi tidak terlalu dekat.


"Aku buka ya buahnya?" Sakura yang masih malu malu.


"Silahkan saja kan aku membeli untukmu dan dimana ayahmu?" Riziel yang bersantai.


"Ohh ayahku sedang keluar untuk berjalan jalan bosan di rumah dan kau tau berita pagi ini gedung besar di jalan majapahit hancur dan di dalamnya banyak mayat manusia apa itu kau yang menyebabkannya?" Sakura yang langsung menebak kepada Riziel.


"Ehh itu bagaimana ya jelaskannya.. ahh iya kau berhenti makan buah dahulu karena ini akan sedikit sadis dan menjijikkan sekaligus karena ini privasi tidak boleh ada yang tau" Riziel langsung berdiri dan mendekati sakura.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Sakura yang melihat Riziel mendekatinya.


"Diam nanti kau tau" Riziel langsung menyalurkan energi spirit cahaya kepada jarinya dan mengalirkan pada kepala sakura.


Riziel yang sudah selesai melakukan persiapan lalu melepaskan jarinya di kepala sakura langsung duduk kembali ke asal tempatnya.


"Bicara lah tapi rileks" Riziel yang langsung telepati kepada sakura.


"Apa ini tidak masuk akal" sakura langsung memegang kepalanya.


"Buka mulutmu jika ingin bicara seperti biasa" Riziel langsung bicara lagi di pikirannya.


"Ahh aku tidak mengerti apa yang terjadi" sakura yang terlihat terkejut sambil bicara seperti manusia pada umumnya.


"Santai jadi ini namanya telepati atau bicara dalam pikiran dan sebenarnya bangunan yang hancur itu akibat manusia yang kita temukan kemarin malam yang perempuan" Riziel mengawali pembicaraan di telepati.


"Iya ingat itu sedikit aneh lalu apa lagi?" Sakura yang membiasakan bicara melalui telepati.


"Manusia mendapatkan kekuatan itu harus memenuhi persyaratan yaitu mengumpulkan mayat manusia yang sudah mati lalu memakannya bagian perut dan organ lainnya hingga habis" Riziel yang langsung memberikan kepada sakura.


Sakura yang langsung berlari menuju dapur sambil muntah di sana sedangkan Riziel hanya diam karena pasti merasa mual dan menjijikan.


"Kau tidak apa apa sakura?" Riziel menghubungi sakura melalui telepati.


"Hoek tidak hanya mual dengan membayangkan saja" sakura yang masih mual.


"Jadi manusia mendapatkan kekuatan itu dari itu tapi kau berbeda mendapatkan kemampuan ini dariku jika ingin mengobrol denganku bila bosan kau bisa menghubungiku tapi tidak bisa di lakukan kepada manusia biasa mengerti" Riziel memperingati sakura yang nanti malah hanya diam.


"Baiklah aku mengerti dan akan aku mencoba bicara dengan biasa akan mengusahakannya" sakura yang langsung berjalan kembali sambil membawa pisau.


"Baiklah" Riziel yang langsung minum air di hadapannya.


"Jadi kau itu yang kau urus selama ini aku merasa berbeda denganmu?" Sakura yang menyadarinya bahwa yang di sekolahnya bukanlah Riziel.


"Bukan dia hanya pengganti dan bawa Riziel palsu ke atap sekolah jika ada alice kau yang harus bicara jangan aku yang palsu bicara" Riziel memberitahukan kepada sakura.


"Lalu ke atap sekolah sambil membawa dirimu yang palsu lalu apakah aku harus membawa ke tempat yang sepi di atap sekolah?" Sakura bicara dengan biasa lalu duduk di tempat semula sambil menyimpan pisau di atas meja.


"Hm ya nanti hubungi aku lalu aku akan datang dengan cepat" Riziel yang mempersiapkan rencana.


"Baiklah dan kau juga makan dong buahnya dan aku tidak enak makannya sendirian" sakura yang berbicara sambil membuka manggisnya.


"Baiklah dan aku buka buah Pir saja" Riziel langsung mengambil pisau untuk memotong buah Pir.


Riziel dan sakura yang saling mengobrol di ruang tamu saling membicarakan sesuatu yang penting yang harus di ketahui sakura jika sudah siap.

__ADS_1


__ADS_2