
Riziel yang berhasil mencari tempat di surga yang lumayan tidak terlalu ramai di lewati oleh astral lain atau penghuni surga lalu Riziel langsung diam disana lalu masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
"Ada apa kau datang lagi?" Kekuatan dewa itu bertanya kepada Riziel.
"Tidak ada hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan saja" Riziel yang menjawab pertanyaan saja.
"Apa itu?" Kekuatan dewa itu bertanya kepada Riziel.
"Akan kah aku bisa menjaga kedamaian 3 dunia sekaligus menyelesaikan masalah yang kau kirim kepadaku?" Riziel bertanya kepada kekuatan dewa itu sendiri.
"Itu tergantung pada mentalmu dan juga kekuatanku hanya bisa membantu semua yang kau alami jadi kau harus tenangkan diri dengan pikiran dan jangan berfikir putus asa karena kekuatanku tergantung pada mental hidupmu" kekuatan dewa itu menjelaskannya kepada Riziel.
"Baiklah kalau begitu" Riziel yang mulai semangat.
"Lalu jangan lupa bila ada yang ingin di bicarakan denganku bicara saja lalu kau hidup karena sudah memiliki tujuan jadi jangan melupakan hal itu sendiri" kekuatan dewa memberikan sedikit saran untuk Riziel.
"Ya terimakasih sarannya" Riziel yang berterimakasih kepada kekuatan dewa itu karena ada yang mengerti dirinya.
"Ya kau boleh kembali" kekuatan dewa berbicara kepada Riziel.
"Ah ya sampai jumpa lagi" Riziel lalu keluar dari alam bawah sadarnya.
***Kondisi POV***
Riziel yang sedang diam tiba tiba ada orang yang menghampiri dirinya yang diam dan seperti mati lalu seseorang itu bertanya kepada Riziel tetapi tidak ada jawaban.
Lalu Riziel yang sudah kembali masuk ke dalam tubuh spiritnya dan membuka matanya pelan pelan melihat seseorang yang sedang menunggunya.
"A-apa yang kau lakukan disini?" Riziel bertanya kepada Agares yang diam memperhatikannya.
"Tidak hanya lewat saja tadi melihat dirimu sedang diam aku kira kau mati" agares yang berbicara kepada Riziel.
"Hanya diam saja menenangkan diri tidak ada yang lain" Riziel yang berbicara.
"Tadi energi spiritmu tidak seimbang bisa mengakibatkan lenyap spiritmu jadi aku menjagamu" agares yang berbicara lumayan jujur.
"Ahh maaf aku tidak memperhatikan itu" Riziel yang langsung merasakan energi spiritnya yang mulai seimbang lagi.
"Lain kali jangan lupakan itu karena itu bisa membahayakan dirimu hancur spiritmu" agares memberitahukan tentang dirinya.
__ADS_1
"Ya ya maafkan aku lalu kau sedang mau kemana agares?" Riziel yang bertanya kepada Agares.
"Sedang berjalan jalan saja bosan melihat neraka terus terusan" agares yang menjawab pertanyaan Riziel lalu membantu Riziel berdiri.
"Terimakasih sepertinya aku akan kembali sebentar lagi pagi tidak di sangka waktu berjalan dengan cepat haha" Riziel yang meraih tangan agares lalu berdiri.
"Sama sama disini waktu berbeda dengan di dunia manusia yang lambat lalu aku pergi juga entah kemana" agares lalu pergi sambil berbicara kepada Riziel.
"Baiklah sampai jumpa lagi" Riziel yang berjalan kembali menuju dunia sebenarnya harus berada.
Riziel yang sampai di perbatasan lalu Riziel terbang menuju rumahnya berada sambil sesekali memperhatikan kondisi sekitar yang damai belum terjadi seperti yang ada di mimpinya.
***Normal POV***
Riziel yang masih saja terpikir tentang apa yang terjadi selanjutnya oleh ezra lalu apakah bisa mengembalikan ingatannya sekaligus ingin tau wajah ezra.
Riziel sampai di dalam kamarnya hingga melihat kondisi tubuh manusia masih stabil lalu tubuh spiritnya masuk ke dalam tubuh manusia setelah itu Riziel terbangun dengan tubuh sangat berbeda dengan manusia pada umumnya.
"Hahhh sekarang membosankan tidak ada kehidupan yang senang tapi namanya hidup ada bosannya dan hari ini melakukan kegiatan apa?" Riziel yang bertanya kepada dirinya sendiri sambil mengeluh.
Riziel pun mengambil handphone di atas meja belajar lalu menyalakannya lalu bermain game karena bosan di rumahnya hingga jam 08:15.
"Selamat pagi ayah, ibu" Riziel yang berjalan mendekati ruang keluarga.
"Ah ternyata kau nak sudah bangun dan adikmu saja belum bangun" kirota yang berbicara kepada Riziel yang langsung duduk di kursi ruang keluarga.
"Biar Riziel bangunkan sakira saja bagaimana bu?" Riziel yang berdiri lalu bertanya kepada sinta.
"Biarkan saja adikmu istirahat yang puas pada saat hari liburnya" sinta yang menjawab pertanyaan Riziel lalu menyalakan tv di ruang keluarga.
"Baiklah kalau begitu" Riziel lalu duduk lagi sambil menyalakan handphone.
"Ohh ya tidak ada kegiatan hari ini?" Kirota yang bertanya sambil menonton film di tv.
"Tidak ada urusan apapun dan waktunya istirahat bebas" Riziel yang mengecek isi handphone dan tidak ada yang perlu lalu langsung bersantai melihat tv.
"Ayah dan ibu sangat senang bisa berkumpul dengan keadaan sehat semuanya lalu hubungan dengan anaknya pak ridwan apakah baik?" Kirota yang berbicara kepada Riziel yang langsung terkejut.
"Ba-baik kok tidak ada masalah dan juga sakura itu anak yang baik seperti yang lainnya hanya yang berbeda dari yang lain adalah perempuan yang sangat cantik di sekolah sehingga selalu mendapat perhatian dari semua laki laki satu sekolah saja" Riziel yang menceritakan tentang kehidupan sakura kepada kirota dan sinta.
__ADS_1
"Apakah ada yang menganggu kau nak di sekolah akibat dekat dengannya?" Sinta yang mulai khawatir mendengar ceritanya Riziel.
"Tidak kok bu dan ada teman yang melindungiku kok yang lumayan kuat jadi jarang terkena masalah" Riziel yang menjawabnya agar tidak ibunya khawatir.
"Syukurlah kalau begitu ibu juga tidak khawatir kau tidak seperti yang ada di berita tv anak sma tawuran atau apapun itu yang membuat ibu khawatir" sinta yang mendekati Riziel lalu duduk di sebelahnya.
"Tidak kok bu dan tenang saja Riziel mulai sekarang bisa melakukannya semua karena aku kuat berbeda dengan dahulu" Riziel yang meyakinkan ibunya kepada sinta.
"Ya benar tenang saja anak kita itu sudah tambah besar juga jangan khawatir seperti dulu" kirota juga mulai menyakinkan sinta.
"Baiklah kalau kalian mau" sinta yang mulai menyerah lalu memeluk Riziel di sebelahnya.
"Iya bu hehe" Riziel yang berbicara kepada sinta lalu sinta pun melepaskan pelukan kekhawatiran kepada Riziel.
Mereka bertiga pun bersantai di hari liburnya bersama sambil menonton TV setelah lama sinta pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Lalu setelah sinta pergi adiknya baru saja terbangun dari tidurnya dan pergi mencari keluarganya setelah itu bertemu dengan ayah dan kakaknya sedang menonton tv lalu mendekatinya.
"Selamat pagi ayah, kakak" sakira yang mulai menyapa kirota dan Riziel.
"Baru bangun ternyata anak ayah yang paling kecil sini duduk bersama dan bagaimana tidurnya puas?" Kirota yang memanggil sakira yang baru bangun.
"Puas sekali ayah dan dimana ibu?" Sakira yang langsung duduk di sebelah ayahnya lalu menanyakan tentang ibunya yaitu sinta.
"Ibu baru saja pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi" Riziel menjawabnya sambil memegang remote control tv sambil mencari tayangan tv yang bagus.
"Kak sudah yang ini saja aku ingin menontonnya" sakira bicara kepada Riziel yang ingin menonton tayangan film anak anak.
"Baiklah terserah saja" Riziel memberikan remote control tv kepada sakira.
Riziel yang mulai menyalakan handphone lalu memainkan game yang ada di handphone sedangkan sakira dan kirota menonton tv bersama meskipun film anak.
Setelah sekian lama menonton tv sinta pun memanggil yang lain untuk sarapan pagi tetapi tidak ada jawaban lalu sinta pergi ke ruang keluarga untuk sarapan pagi.
"Kalian ini yah ibu panggil tidak ada yang menjawab sekarang ayo sarapan pagi!" Sinta yang marah kepada keluarganya yang tidak mendengarkannya.
"Iya kami kesana" mereka bertiga yang berbicara bersama.
Mereka pun langsung pergi ke ruang makan lalu Riziel membantu menyiapkan sarapan untuk keluarganya dan tidak lupa memberikan makan juga untuk anjingnya yang menjaga rumah dengan makanan khusus untuk anjing.
__ADS_1