Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 12 ] : Kekhawatiran Orangtua Kepada Anaknya


__ADS_3

Riziel yang menunggu di depan ruang perawatan orangtua sakura yang telah mendapatkan kabar baik untuk keluarga sakura kelahiran seorang anak.


Riziel bersama dengan keluarganya langsung pergi kembali pulang ke rumah karena Riziel sudah di perbolehkan pulang.


Ketika semua sudah di bereskan terkait pembayaran rumah sakit Riziel bersama keluarganya mulai masuk ke dalam mobil perjalanan kembali ke rumah.


"Kak apa tangan kakak baik baik saja?” Sakira yang bertanya kepada Riziel tentang keadaannya.


"Ya hanya sedikit sakit saja” Riziel yang ingin berniat memulihkan tangannya dengan cepat.


"Nak ibu dan ayah sudah membayar uang Daftar ulang kelas 3 tapi karena karena ayah belum dapat uang gajian jadi ibu pakai uangmu yang di dalam meja kamarmu tidak apa-apa?” Sinta yaitu Ibu Riziel yang sangat tidak enak memakai uang Riziel.


"Tidak apa bu lagi pula aku ingin kerja karena tidak ingin memberatkan bayaran sekolah kepada ayah dan ibu” Riziel sambil menatap ke arah kaca mobil.


"Besok hari pertama masuk sekolahmu di kelas apa sudah siap sedangkan tanganmu patah nak?” Sinta yang khawatir tentang keadaan anaknya.


"Aku baik baik saja dan lihat saja besok bu” Riziel yang sudah berniat jika sudah sampai rumah akan fokus memulihkan tangannya hingga sembuh.


"Nak ayah juga ingatkan jangan sampai seseorang mengetahui kekuatan aslimu" kirota yaitu ayah Riziel yang juga ikut mengingatkan kepada Riziel.


"Ya aku tau itu ayah” Riziel yang menurut saja karena orangtuanya belum tau betul kemampuan Riziel sesungguhnya.


"Kak aku masih mengantuk jadi bangunkan aku jika sudah sampai di rumah ya kak?” Sakira yang mengganti posisi sambil bersandar pada Riziel.


"Ya tidurlah” Riziel sambil mengusap kepala adiknya agar cepat tidur menggunakan tangan kanannya.


Riziel sesekali melihat ke kaca mobil di sebelahnya sambil terpikir keinginan Riziel mengetahui siapa dia sebenarnya hingga ingin membuat keluarga sakura.


Riziel yang terlalu lama memikirkan hal tersebut hingga lupa untuk memulihkan tangan kirinya hingga tertidur pulas di dalam mobil bersama adiknya.


Setelah 30 menit di perjalanan akhirnya sampai di depan rumah lalu orangtua Riziel langsung membangunkan Riziel sekaligus ayahnya menggendong adiknya yang tertidur karena sulit di bangunkan.


"Uh apa aku tertidur?” Riziel tidak sadar dirinya ikut tertidur.


"Iya nak dan bawa juga itu anak kucing milik sakura masuk ke dalam rumah” Sinta yang baru saja keluar dari mobil.

__ADS_1


"Ugh baiklah bu” Riziel yang masih pusing kepalanya karena baru saja bangun tidur.


Riziel yang langsung keluar dari dalam mobil sambil membawa tas kandang kucing ke dalam rumah.


Riziel langsung masuk ke dalam rumah sambil berjalan menuju kamarnya sendiri untuk istirahat di dalam kamar.


"Nak tidak mau makan dahulu?” Sinta yang menawarkan kepada Riziel.


"Aku belum lapar bu dan aku mau istirahat saja dahulu” Riziel sambil berjalan menuju kamar sendiri.


"Baiklah jangan sampai lupa makan” Sinta yang masih khawatir kepada anaknya.


"Ya bu” Riziel sampai depan pintu kamarnya sendiri.


Riziel lalu masuk ke dalam kamar dan mengeluarkan anak kucing di atas tempat tidurnya dan juga Riziel langsung memfokuskan untuk memulihkan tangannya.


‘Green Spirit : Recovery!’ Riziel yang langsung diam di atas tempat tidur.


"Meow meow Purr” Tiga anak kucing yang tidak mau diam di atas tempat tidur sehingga mengganggu Riziel memulihkan tangannya.


Riziel yang tidak terlalu memikirkannya lalu Riziel lanjut fokus untuk memulihkan tangannya agar cepat sembuh sedangkan anak kucing setelah 5 menit tidur di sebelah Riziel.


Riziel yang terbangun dari tidurnya karena alarm handphone menunjukkan jam 05:30, Riziel semalaman memulihkan tangannya hingga akhirnya tertidur karena lelah kehabisan energi spiritual.


Lalu Riziel berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk melihat cermin sambil membuka perban yang menutupi tangan kirinya yang patah.


Setelah melihat tangan kirinya sudah tidak tidak terlalu sakit dan sudah bisa di gerakan hanya merasakan sedikit sakit jika melakukan olahraga yang menggunakan penahan oleh tangan yaitu Push up.


Riziel yang langsung mandi membersihkan badannya karena sangat bau setelah itu mengganti bajunya menjadi baju sekolah dan setelah selesai Riziel melihat ketiga anak kucingnya masih tertidur di atas tempat tidurnya.


Riziel yang langsung mengambil handphone sendiri yang tersimpan di atas meja belajarnya namun seketika handphone pemberian Dante langsung muncul.


"Ada apa ganggu saja waktuku!” Riziel yang kesal karena terganggu.


"Jangan marah dong, kau tidak akan kemari dasar neraka bisa bisa aku mati kebosanan lho” Dante yang bicara di handphone di gunakan untuk berbeda tempat.

__ADS_1


"Masa bodoh bukan urusanku, aku juga sibuk!” Riziel yang langsung menutup telpon dari Dante lalu handphone itu menghilang.


Riziel langsung membuka handphone miliknya sendiri sambil membuka WhatsApp yang sangat ramai dan ternyata grup kelas yang sangat tidak penting.


Karena waktu menunjukkan jam 06:05 lalu Riziel langsung menyimpan handphone di saku bajunya dan berjalan menuju ruang makan.


Riziel yang berjalan menuju ruang makan dan saat sudah sampai di ruang makan orangtua Riziel terkejut dengan tangan kiri Riziel sudah sembuh.


"Nak tanganmu sudah benar sembuh?” Sinta yang terkejut dengan pemulihan tangan Riziel.


"Ya hanya sakit sedikit jika aku pakai olahraga jadi ayah dan ibu tidak perlu khawatir padaku lagi” Riziel yang tau kedua orangtuanya sangat khawatir tentang kondisi Riziel.


Lalu Sinta yang mulai berdiri dan mendekati Riziel lalu memeluk erat Riziel karena rasa khawatir seorang ibu kapada anaknya sangat di sayanginya.


"Lain kali jangan bertindak semaumu lagi karena ibu tidak ingin kehilangan anak ibu yang sudah ibu rawat dari kecil hingga besar, mengerti nak?” Sinta yang menangis sambil memeluk Riziel.


"Ya bu, aku mengerti dan aku tidak akan bertindak sendiri lagi” Riziel tau kenapa ibunya selalu khawatir.


"Berjanji kepada ibu jangan lakukan hal nekat lagi dan juga jaga identitas aslimu” Sinta yang masih takut kehilangan anaknya unuk ketiga kalinya.


"Ya aku berjanji tidak akan mengecewakan ibu lagi” Riziel yang harus menggunakan kemampuannya untuk sesuatu yang harus dilakukan dan tidan melakukan hal tidak penting.


Sinta pun langsung melepaskan pelukannya sambil menghapus air mata kekhawatirannya di hadapan anak yang pertamanya.


"Yasudah ayo makan ibu sudah buatkan makanan kesukaanmu juga” Sinta yang mengatakannya dengan penuh bahagia.


"Terimakasih banyak bu” Riziel bersama Sinta langsung kembali duduk di atas kursi depan meja makan.


"Kak antar aku lagi ke sekolah lagi ya?” Sakira yang sangat ingin berangkat sekolah bersama Riziel.


"Baiklah” Riziel kembali mengambil makanan di atas meja makan.


"Untuk hari pertama sekolah jangan buat masalah di sekolah di tambah lagi tanganmu belum sembuh total!” Kirota yang menegur Riziel sekaligus Sakira.


"Ya aku mengerti tentang itu ayah” Riziel yang tau harus menghindari masalah untuk sementara jika ada yang mencari masalah dengan Riziel.

__ADS_1


"Baik ayah” Sakira dengan wajah Imutnya bersikap mengerti perkataan ayahnya.


Riziel bersama keluarganya yang makan bersama dengan tenang tanpa ada masalah yang masih belum diketahui.


__ADS_2