
2 hari berlalu setelah kejadian itu Riziel yang terbangun melihat kondisi tubuhnya yang penuh balutan perban untuk menutupi luka luka.
"Aku kira akan mati, sebenarnya apa salahku hingga membuat keluarga sakura yang tertimpa masalahnya!” Riziel yang bicara sendiri dalam kamar.
Seseorang yang mendengar Riziel bicara lalu masuk ke dalam kamar Riziel di rawat yaitu perawat rumah sakit.
"Sudah bangun bagaimana keadaan anda?” perawatan itu bicara kepada Riziel.
"Tubuhku masih sakit dan apa semuanya selamat?” Riziel langsung bicara untuk menanyakan korban tabrakan mobil.
"Tolong jangan bergerak dan apa maksud anda itu 1 keluarga yang kecelakaan 2 hari lalu?” perawat itu bertanya lagi kepada Riziel.
"Ehh aku pingsan 2 hari! Bagaimana keadaan 1 keluarga itu?” Riziel yang masih memperdulikan keluarga sakura.
"Ayah dan ibunya sudah sadar hanya terluka tidak terlalu besar dan anak perempuannya mendapatkan luka serius dan sekarang masih belum bangun lalu apa anda punya hubungan dengan keluarga itu?” perawat itu mulai ingin tau apa hubungan Riziel dengan keluarga sakura.
"Itu bagaimana ya aku tidak bisa mengataka---” Riziel yang malu memberitahukannya.
"Saya mengerti karena saya pernah menjadi seperti itu jadi tidak perlu di katakan karena saya sudah mengerti” perawat itu mengerti apa yang ingin Riziel katakan.
"Ehh terimakasih lalu bagaimana keadaanku?” Riziel yang ingin tau keadaan dirinya sendiri.
"Baiklah sebentar lagi anda akan tau” perawat itu langsung pergi entah memanggil siapa.
"Sakura maafkan aku malah membuatmu harus begini!” Riziel yang kesal karena kegagalan untuk melindunginya.
Lalu seseorang masuk ke dalam ruangan perawatan Riziel yaitu dokter di rumah sakit dan Riziel mulai untuk mencoba untuk duduk.
"Anak muda kau punya tubuh yang kuat apa suka berolahraga?” dokter itu yang mulai duduk di hadapan Riziel sambil mengeluarkan stetoskop.
"Iya benar memangnya kenapa dok?” Riziel yang entah kenapa dokter bertanya.
"Untuk sekarang keadanmu itu sudah stabil hanya tangan kirimu mengalami patah tulang jadi tidak bisa di pakai olahraga” Dokter yang langsung menempel stetoskop pada badan Riziel.
"Detak jantung stabil, aliran darah juga stabil, keadanmu sudah membaik tapi saya berpesan untuk tidak melakukan olahraga yang menyakiti tubuhmu” Dokter langsung bicara sambil mengecek kondisi tubuh Riziel.
"Baiklah apa itu artinya aku boleh pulang?” Riziel yang merasa tubuhnya membaik dengan cepat karena energi spiritual.
"Boleh saja dan pemulihan tubuhmu juga sangat cepat mungkin karena sering olehraga saat muda memang bagus tapi jangan lupa minum obat dan hari ini juga boleh pulang keluargamu juga sudah menunggu di luar” Dokter yang memuji Riziel karena tubuhnya sangat cepat dalam hal pemulihan.
"Kakak akhirnya bangun juga, aku khawatir kakak tidak bangun?” Adiknya yang langsung masuk ke dalam ruangan perawatan.
"Apa dia adikmu?" Dokter itu bicara kepada Riziel.
"Iya benar maaf ini kebiasaan adikku tidak sabaran” Riziel yang melihat adiknya sambil membawa tas berisi anak kucing.
"Tidak apa-apa namanya juga anak kecil dan saya keluar dahulu” Dokter itu langsung keluar dari ruangan.
"Kak apa masih sakit?" Sakira yang khawatir pada kakaknya.
"Sedikit jangan khawatir dan bukannya itu anak kucing milik sakura?” Riziel yang tidak salah ingat.
”Saat kecelakaan itu ayah menemukan ini dan memberikannya kepadaku lalu anak kucingnya semua tidak terluka, mau aku keluarkan kak anak kucingnya tidak mau diam” Sakira yang meminta izin kepada Riziel sebagai kakaknya.
"Keluarkan saja tapi simpan di atas tempat tidur saja agar tidak kabur” Riziel yang meminta adiknya untuk mengeluarkan anak kucingnya.
‘Green Spirit : Recovery!’ Riziel yang mencoba menyembuhkan diri sendiri.
Meong! Meong!
Ketiga anak kucing yang langsung mendekati Riziel kemudian diam di pangkuan Riziel sedangkan adiknya yang melihat anak kucingnya mendekati Riziel semua membuat Sakira kesal dan iri.
"Kak! Hmph!” Sakira yang iri melihat anak kucingnya diam di Riziel.
__ADS_1
"Iya ada apa?” Riziel yang tidak menyadarinya anak kucing membantu Riziel pemulihan.
"Kenapa ibu belum kemari ya?” Sakira yang ingin ibunya datang tapi takut tersesat.
"Tunggu saja ibu sedang kemari” Riziel yang merasakan kehadiran ibunya sedang mendekati.
"Kak aku dengar tadi kakak boleh pulang hari ini?” sakira yang ingin kakaknya cepat pulang.
"Iya dan ini pegang 1 anak kucing” Riziel yang langsung memberikan 1 anak kucing agar adiknya tidak banyak bicara.
Riziel yang dalam waktu sebentar memulihkan diri membuat tubuhnya sudah tidak merasakan sakit lagi.
Lalu sekian lama diam akhirnya ada 2 orang yanv masuk ruangan perawatan Riziel yaitu kedua orangtua Riziel.
"Syukurlah nak kau sudah sadar membuat ibu selalu khawatir pada keadaanmu” Sinta yang langsung memeluk Riziel dengan ke khawatiran akan anaknya.
"Maaf membuat ibu dan ayah khawatir” Riziel Yang melihat ibunya menangis penuh kekhawatiran.
"Nak ayah dengar dari pak dokter hari ini kamu boleh pulang dan mau pulang sekarang?” Kirota yang senang anaknya sudah sembuh.
"Boleh saja tapi aku ingin melihat keadaan sakura” Riziel yang sebelum pulang.
"Baiklah tapi keadaannya sedang koma” kirota yang memberitahukan kepada Riziel.
"Aku tau” Riziel yang langsung pergi tapi di hentikan oleh perawat rumah sakit.
"Jangan lepaskan sembarangan biar saya bantu lepaskan” perawat itu mulai membantu melepaskan infus.
Lalu Riziel di berikan alat penyangga tangan untuk tangan kiri Riziel setelah itu Riziel mulai mengganti pakaiannya di bantu oleh ayahnya dan juga memasukkan anak kucing yang tertidur di atas tempat tidur ke tas kandangnya sendiri.
Setelah semuanya beres di selesaikan Riziel langsung mendatangi ruang perawatan sakura yang masih koma belum sadarkan diri.
"Maaf membuatmu terbawa masalahku sakura padahal aku tidak ingin ini terjadi padamu dan semoga cepat terbangun karena aku ingin meminta maaf atas aku sudah menghindarimu selalu” Riziel yang menggenggam tangan kiri sakura dengan tangan kanan Riziel.
"Kakak di sini!” Sakira yang memanggil Riziel.
"Aku kira akan meninggalkan kakak di sini dari tadi di cari tidak di temukan terus” Riziel yang melihat orangtuanya sedang bicara ibu sakura dan juga ada dokter di dalam juga.
"Maaf kak, aku lupa memberitahukan kakak hehe” Sakira yang melupakan Riziel.
"Ini tertinggal tas kandang anak kucing mau di tinggalkan?” Riziel yang memberikan kandang kucing berbentuk tas.
"Ahh iya untung saja kakak bawa” Sakira yang langsung mengambil tas yang berisi 3 anak kucing.
Lalu Riziel yang mencoba mendengarkan pembicaraan di dalam ruangan dengan kemampuannya sendiri.
"Ibu sedang mengandung anak dan ibu sangat beruntung tidak keguguran karena kecelakaan 2 hari lalu, selamat ya bu atas anaknya dan harus jaga” Dokter itu bicara kepada ibu sakura.
"Selamat bu atas kehamilan anda” Sinta yang senang mendengar kabar ibu sakura hamil.
"Terimakasih saya juga hingga tidak menyadari sebelumnya” ibu sakura cukup senang mendengar kabar apa lagi di beritahukan kepada anak kedua yaitu sakura.
Riziel yang senang mendengarnya yang belarti Riziel harus menjaga ibu sakura dari kejauhan demi sakura menjadi senang jika sudah terbangun dari koma.
Sakura yang dirinya mengalami koma menyebabkan tidak sadarkan diri entah berapa lama sedangkan jiwa sakura yang tenggelam pada pikirannya hingga sampai di alam bawah sadarnya.
"Ada cahaya apa itu?” Jiwa Sakura yang ssmpai di alam bawah sadarnya.
__ADS_1
"Akhirnya setelah sekian lama kau datang juga gadis yang selalu di lindungi oleh pria disisinya” Seorang Fallen Angle yang bicara kepada Sakura.
"Siapa kau? Kenapa berada disini?” Sakura yang tidak tau dimana sekarang berada dimana.
"Haduh padahal aku seseorang yang sangat dekat denganmu” Seorang Fallen Angle yang kecewa kepada Sakura.
"Ha? Maksudmu?” Sakura yang tidak mengerti.
"Hei diamlah jangan takuti dia” Seseorang yang datang menunjukan diri dari kegelapan.
"Siapa kalian sebenarnya? Dan ini dimana?” Sakura yang sama sekali tidak mengenal 2 orang itu.
"Disini adalah tempat alam bawah sadarmu dan juga kami berdua kepribadian yang tercipta oleh energi spiritual yang di berikan oleh seseorang disisimu” Seorang malaikat mempunyai sayap 4 langsung mendekati Sakura.
"Ehh itu tidak masuk akal! Dan apa aku aku” Sakura yang mulai terjatuh karena sakura menganggap dirinya sudah mati.
"Kau itu belum mati hanya mengalami koma dan kau itu masih hidup karena seseorang yang disisimu selalu melindungimu jadi jangan khawatir” gadis malaikat yang langsung membantu sakura berdiri kembali.
"Benarkah aku tidak mati kan?” Sakura yang masih tidak percaya.
"Ya benar kau masih hidup dasar gadis cengeng yang selalu menyusahkan pria disisimu itu” Gadis Fallen Angle bicara kepada Sakura.
"Maksudmu aku selalu menyusahkan pria disisiku apa itu Riziel?” Sakura yang mulai berani bertanya.
"Ya memangnya siapa lagi hmph!” Gadis Fallen Angle itu mulai berbalik dan tidak mau bicara.
"Maafkan sikapnya karena hal wajar dia tercipta sebagai sikap sebaliknya dari baik” Gadis malaikat yang sangat baik kepada Sakura.
"Ba-baiklah aku mengerti” Sakura yang sedikit gugup.
Sakura bersama 2 kepribadiannya di dalam bawah sadarnya sambil berbicara meskipun Gadis Fallen Angle tidak mau bicara kepada Sakura lagi.
__ADS_1