Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
38. Keinginan Yang Harus Di Wujudkan


__ADS_3

Riziel yang membawa asmodeus yang terlalu banyak mengeluarkan energinya lalu Riziel yang sampai di perbatasan lalu Riziel masuk ke dalam neraka dengan tanpa gangguan.


Riziel lalu menempatkannya di atas tanah sambil membantu mengembalikan energinya kembali dan setelah beberapa lama akhirnya asmodeus sadar kembali.


"Riziel kau mengembalikan energiku sampai pulih dengan energimu?" Asmodeus yang bertanya.


"Ya benar sekarang kau bisa kembali dan aku tidak apa apa" Riziel langsung berdiri.


"Baiklah terimakasih dan maaf aku malahmenjadi beban untukmu" asmodeus yang berbicara.


"Ssntai aku tidak pernah menganggap seseorang mesjadi beban karena aku tau semua hati seseorang pasti sakit jika di di anggap beban" Riziel lalu mengusap kepala asmodeus.


"Baiklah aku akan kembali dan jaga dirimu baik baik disana jika bertemu dengan malaikat" asmodeus yang mengingatkan Riziel.


"Santai saja" Riziel lalu berjalan menjauh dan pergi menuju surga.


Riziel yang melewati batas neraka dan surga sudah menunggu Felysia yang menunggunya.


"Ada apa?" Riziel yang melihat Felysia ssngat senang.


"Tidak kok dan ayo ikuti aku ada yang ingin bertemu denganmu" Felysia yang berbicara lalu mengajak Riziel.


"Ya" Riziel yang mengikuti Felysia dari belakangnya.


Lalu Riziel sampai di depan ruangan yang sangat besar juga lalu Riziel dan felysia masuk ke dalam sana melihat seseorang malaikat yang menunggu Riziel.


"Yo Riziel" suara seseorang yang di kenalinya berasal dari arah kiri.


"Hm agares ternyata kau dan ada apa sih ini?" Riziel yang diam tidak mengikuti felysia.


"Lihat saja dan jawab dengan santai saja di dalam sana ok?" Agares yang berbicara sambil menepuk pundaknya Riziel.


"Terserahlah aku tidak mengerti ada apa?" Riziel lalu melanjutkan berjalan mengikuti felysia.


"Nah dia yang ingin bertemu denganmu Riziel" Felysia langsung menunjukan orang yang berada di dalam mimpi dan di ruangan dewa Arthur.


"Kau tidak salah namamu Uriel bukan?" Riziel yang menebaknya.


"Kau benar dan aku tidak menyangka pikiranmu sangat bagus dan cerdik melakukan dengan caramu sendiri dan juga tidak mendengarkannya perintahku" Uriel berbicara sambil duduk.

__ADS_1


"Aku mempunyai caraku sendiri untuk membuat damai dan untuk pertama kalinya aku melakukan kesalahan tapi untuk ke 2x tidak akan" Riziel yang berbicara dengan santai.


"Memang pantas kau di percaya oleh dewa arthur dan zhiru lalu kau sangat tidak masalah untuk mengambil resiko untukmu sendiri" Uriel yang masih berbicara.


"Katakan saja ada apa aku dipanggil kemari dan apa maksudmu memberikan perintah untuk membunuh manusia yang mempunyai kekuatan iblis!" Riziel yang mulai serius menghadapi Uriel.


"Aku hanya ingin melakukan tes padamu saja apakah kau layak mendapatkan kekuatan itu untukmu dan kau telah menunjukan bahwa kau layak mendapatkan kekuatan yang kau sudah di takdirkan sepertinya" Uriel yang berbicara sambil duduk dengan santai.


"Hahhh baiklah apakah kau sudah selesai ada yang harus aku lakukan" Riziel yang mencoba bersabar.


"Baiklah sangat cerdik dan bijak dalam melakukan sesuatu jadi apakah kau bergabung dengan kami semua?" Uriel yang bertanya satu hal kepada kagami.


"Hm kenapa kau ingin mengajakku bergabung dan apa tujuanmu sebenarnya?" Riziel yang bertanya untuk terakhir kalinya.


"Kami disini untuk membantumu karena kau berbeda dengan ezra yang aku benci sedangkan kau selalu berfikir 2 kalau melakukan kesalahan dan juga kau berani menentang morno hingga menghukumnya di bawah tanah dengan energi surga untuk menghukumnya jadi kami tertarik dengan kau" Uriel yang berbicara dengan jujur.


"Begitu kalau tujuanmu bagus untuk membantuku untuk membuat damai bagus tapi jika kau berani berbuat aneh sebaliknya di belakangku kau akan mengetahuinya" Riziel langsung menodongkan sabitnya dengan api yang berkobar di sabitnya.


"Baiklah kalau kau setuju jauhkan sabitmu yang panas sekali" Uriel yang merasakan sangat panas dengan dekat sabit apinya.


Riziel langsung menjauhkan sabitnya lalu api yang berkobar langsung lenyap lalu Riziel menyimpan kembali sabitnya.


Lalu Riziel langsung memutuskan kepala Uriel di hadapan lainnya karena Riziel instingnya mengatakan itu hanya bayangan lalu benar saja bayangan itu langsung hancur dan lenyap.


"Sudah puas sekarang dan tunjukan dirimu Uriel dan aku tau kau di depan sana" Riziel yang merasakan energi Uriel berada di dekat agares.


"Baiklah aku mengakuinya aku ketahuan dan kau sudah pantas jadi kau boleh pergi" Uriel yang berbicara.


"Terserahlah" Riziel lalu pergi menjauh.


"Aku akui kemampuannya sangat menakutkan sehingga bisa mengubah aliran energi sampai senjata dan berubah" Maitimo sangat sedikit takut.


"Apa aku bilang jangan macam macam dengan Riziel tapi Riziel orang yang baik" Agares yang sangat tidak takut meskipun melakukan membunuh Uriel di depan matanya.


"Menurutmu apa kau percaya dia hanya dengan menggunakan insting?" Uriel yang bertanya.


"Menurutku iya karena dari tadi dia sengaja memprovokasimu karena kau membuat dia kesal jadi dia langsung membunuhmu di depannya tanpa merasa bersalah" Raphael berbicara.


"Itu belarti benar jangan buat dirinya kesal atau kita bisa mati di tangannya meskipun kita di lindungi dewa arthur" Lucifer yang berbicara sambil mendekati Uriel.

__ADS_1


*****


Riziel yang berjalan menuju perbatasan lagi dan terlihat seseorang yang sudah menunggu di perbatasan surga dan neraka.


"Bagaimana lancar Riziel?" Felysia yang berbicara sambil berjaga.


"Begitulah tapi kesal ju--" Riziel berhenti bicara dan salah satu orang yang telah di tandaisedang terkena masalah.


"Jangan ambil uangku ini untuk makan keluargaku dan mohon jangan di ambil" suara yang berbicara di kepalanya.


"Ahh aku pergi dahulu ada yang perlu aku urus" Riziel langsung pergi menuju dunia meninggalkan felysia yang tidak tau apa yang terjadi.


"Hahh tidak apa lah asalkan Riziel bisa nyaman tinggal sesaat disini" Felysia yang melanjutkan berjaga.


*****


Riziel yang yang langsung melesat pergi mengikuti arah yang instingnya percayai dan setelah sampai di sana dengan jarak yang lumayan jauh lalu Riziel melihat laki laki yang sedang di siksa oleh seorang preman jalanan yang menganggunya.


Lalu Riziel mengubah tubuhnya menjadi bentuk manusia dengan pakaian yang di bayangkannya dan di bagian muka yang tidak di tutupi.


Lalu Riziel langsung membantunya dan menghajar semua preman itu dengan mudah sampai babak belur.


"Mana uang dia yang kalian ambil!" Riziel yang menenang tubuh premannya.


"I-ini dan tolong biarkan kami bertiga pergi" preman itu berbicara sambil kesakitan.


"Minta maaf dahulu kepada dia baru kau boleh pergi" Riziel yang menendang tubuh preman itu tidak terlalu keras.


Lalu setelah selesai meminta maaf lalu Riziel melepaskan 3 orang itu pergi dan membantu membangunkan badannya.


"Te-terimakasih sudah menolongku" pria itu berbicara kepada Riziel.


"Ya tidak apa-apa dan bapak tidak ada yang luka lalu segera pulanglah pasti keluargamu menunggu" Riziel langsung menepuk pundaknya.


"Tidak ada yang luka dan anak muda siapa namamu kalau boleh tau?" Pria itu memaksakan untuk berdiri.


"Riziel yora dan jaga dirimu baik baik" Riziel yang langsung pergi menjauh dari sana lalu mengubah tubuhnya kembali menjadi tubuh spirit.


"Akan aku ingat nama itu lalu terimakasih banyak dan dimana dia?" Pria langsung menyadarinya Riziel menghilang entah kemana.

__ADS_1


Riziel yang langsung pergi lagi mengawasi dunia sambil berkeliling melihat lihat sekitarnya untuk memeriksa.


__ADS_2