
Malam yang sangat sangat panjang sambil melakukan kegiatan yang begitu melelahkan menghabiskan banyak tenaga.
Malam yang mulai berganti menjadi pagi hari yang dingin keluarga Riziel yang sepakat untuk pergi ke Makassar bersama untuk menjemput orangtua ayahnya.
Sstt!
"Apa ini terakhir?, Sial sekali sekarang aku harus melawan Siluman Hidra!” Riziel yang langsung mengeluarkan beberapa rantai dari tanah.
‘Thousand Chainz : Trap Chain..!’ Riziel langsung mengarahkan semua Rantai untuk menangkap Siluman Hidra.
Sstt! Bam! Bam!
Hidra yang mencoba melawan balik semua Rantai Riziel yang mulai terhantam ke tanah hingga menghilang.
"Jika kau terus melawan maka bersiaplah!” Riziel langsung mengeluarkan sebagian besar energinya ke dalam Rantai.
‘Rain Chain : Destruktif Eksplosion..!’ Riziel langsung membuat Rantai yang menjadi satu di atas langit dengan sangat banyak.
JDuaarr! Bam! Bam!
"Hah..hah akhirnya beres juga”
'Open Gate Hell : Chainz Trap..!’ Riziel langsung membuat Rantai di sekeliling tubuh Hidra yang berhasil kalah hingga pingsan lalu rantai langsung melilit tubuh hidra dengan cepat lalu memasukkan ke dalam gerbang neraka.
Wuss! Wuung!
Riziel pun langsung melemparkan Hidra besar ke dalam Gate Hell di atas langit dengan bantuan Beberapa rantainya.
Lalu Riziel langsung mengembalikan kondisi lingkungan yang hancur oleh Siluman Hidra setelah itu kembali menuju rumahnya untuk memulihkan kondisinya kembali yang sudah kehabisan energi spiritual setengahnya.
Riziel yang sampai di rumah lalu Riziel langsung masuk ke dalam tubuhnya yang baik-baik saja dan berjalan keluar kamar melihat orangtuanya yang sedang merapikan sesuatu.
"Em kenapa ada beberapa barang disini?” Riziel langsung bertanya kepada Sinta di dekatnya.
"Ayahmu setuju bahwa hari ini pergi menjemput orangtua ayahmu” Sinta yang langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Benarkah jadi sekarang siap siap pergi?” Riziel yang dengan tidak percaya ayahnya menyetujuinya.
"Iya sekarang siapkan pakaianmu dan jam enam berangkat ke bandara karena ayah sudah memesan tiket pesawat” Kirota yang baru saja keluar dari kamar langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Baik ayah” Riziel langsung kembali ke kamar untuk menyiapkan beberapa pakaian.
Setelah semuanya selesai menyiapkan barang yang harus di bawa selesai lalu di simpan di ruang tamu di atas sofa dan tidak lupa Riziel langsung mengabari Sakura yang sering sekali memarahinya.
Setelah barang-barang selesai lalu Riziel langsung mandi sebelum berangkat dengan pakaian yang sudah di siapkannya dan setelah selesai mandi sekaligus mengganti pakaian yang rapih lalu turun membantu orangtuanya.
"Barang-barangnya sudah selesai di siapkan semuanya?” Sinta yang mencoba memastikan agar tidak ada yang tertinggal.
"Sudah bu jika milikku” Riziel langsung memberitahukan ibunya.
"Oh ada kamu disini ayah ingin mengatakan sesuatu padamu” Kirota yang langsung berjalan mendekati Riziel sedang duduk di sofa sambil memegang handphone miliknya.
"A-ada apa ayah?” Riziel yang merasa sedikit gugup.
"Tentang sudah berusaha membantu meringankan beban pikiran ayahmu ini atas sudah berusaha mencari informasi tentang orangtua ayah” Kirota yang senang putranya sudah mulai dewasa meskipun putranya masih belum bisa melupakan masa lalu buruknya.
"Anggap saja hadiah dariku sudah menjagaku dari kecil hingga sebesar ini dan aku tidak ingin lagi melihat ayah, ibu tersiksa oleh omongan orang lain karena diriku yang sangat aneh sejak kecil” Riziel yang masih mengingat jelas masa lalu yang buruknya.
"Ayah mengganggapmu sama seperti anak pada umumnya tidak pernah membedakannya bahkan adikmu sendiri denganmu ayah sama ratakan jika kalian berdua punya keinginan yang sama” Kirota yang sangat bersyukur anaknya bisa berubah menjadi lebih baik.
"Ayah bisakah ayah berjanji sesuatu padaku?” Riziel sambil bersandar pada sofa.
"Apa itu akan ayah lakukan jika mampu” Kirota yang mencoba menyanggupinya.
"Berjanji padaku jika suatu hari nanti jika jiwa ini di gantikan oleh seseorang ketika aku pergi mengurus sesuatu ayah jangan tanyatakan tentangku"
"Tapi jika jiwa yang menggantikanku ini mengalami masalah tolong bantu dan jangan salahkan padanya karena itu pasti bukan salahnya jika ayah ingin memastikan dia salah atau tidak ayah tinggal meminta bola ingatannya untuk melihat kegiatan yang di lakukannya"
"Dan selesaikan masalahnya baik-baik” Riziel yang sebenarnya nanti akan memutuskan untuk pergi mencari Keberadaan Ezra.
"Baik ayah berjanji tapi mohon kembalilah jika bisa kembali karena ayah tidak ada yang bisa menggantikan anakku sendiri” Kirota yang tiba-tiba memeluk erat Riziel sambil sedikit menangis.
"Aku mengerti untuk sekarang aku akan ada disini bersama ayah, menolong ayah jika ayah ada membutuhkan bantuan dan Terimakasih sudah selalu ada untukku ayah” Riziel langsung memeluk lagi ayahnya untuk pertama kalinya.
"Iya ayah selalu menyayangimu nak” Kirota yang tubuhnya benar-benar ketakutan kehilangan Putranya yang belum pernah di rasakan namun ketika mendengar perkataan putranya tubuhnya merasa bergetar ketakutan akan kehilangan.
Setelah beberapa menit berlalu Sinta bersama Sakira yang baru saja selesai mandi bersama dan selesai memakai pakaian rapih langsung berjalan menuju ruang tamu.
"Kakak ayo berangkat” Sakira yang langsung berlari ke Riziel.
"Memangnya adikku sudah siap semua barangmu sendiri" Riziel yang langsung bertanya kepada Sakira.
"Hm sudah sepertinya dan apa aiko akan kita bawa?” Sakira yang sangat ingin membawa Aiko.
"Coba tanya saja sana sendiri” Riziel sambil mengusap kepala Sakira.
"Hehe semoga saja ada” Sakira langsung pergi menuju pintu rumah.
"Nak kamu sudah mengabari Sakura nanti memarahimu lho” Sinta yang mencoba mengingatkan kembali kepada Riziel.
"Sudah kok bu dan kenapa ibu peduli dengan Sakura sih?” Riziel yang ingin memastikannya saja.
"Karena Sakura itu baik, ramah, cantik, pokoknya sangat cocok dengan pilihan ibu kali ini untukmu di pastikan tidak akan menyesal” Sinta yang benar-benar mendukung hubungan putranya dengan Sakura anak pak Ridwan.
"Terserah saja dan aku tau yang harus aku lakukan” Riziel langsung memalingkan wajahnya.
"Sudah jangan terlalu dengarkan ibumu asalkan hubungan kalian baik-baik saja itu baik untukmu nak” Kirota juga mendukung hubungan antara Sakura dan Riziel.
"Mereka kenapa sih!?, Apa perlu aku pukul akan mereka sadar kembali!” Riziel yang benar kesal hingga berbicara di dalam hatinya.
__ADS_1
"Oh ya lupa mengingatkan jika ada mobil datang itu adalah mobil yang sudah di pesan olehku” Kirota langsung mengingatkan kepada Sinta dan Riziel.
"Ya sepertinya tidak akan lama datang tuh” Riziel yang hanya menebak saja.
"Kakak! Aiko ingin akan ikut dengan kita” Sakira yang langsung berlari mendekati Riziel lagi.
"Oh yasudah lihat ini, kakak akan mencoba sedikit sulap” Riziel langsung mengeluarkan rantai membentuk kandang anjing khusus untuk di bawa.
Setelah selesai membentuknya lalu Riziel langsung mengeluarkan selembar kain Spiritual yang berasal dari pakaiannya lalu menutup kandang anjing yang di bentuknya.
"Fiuh ta~da jadi” Riziel yang mencoba menghibur Sakira.
Prok! Prok!
"Kakak hebat! Sejak kapan kakak bisa melakukannya?” Sakira yang benar-benar kagum pada Riziel bisa melakukannya sambil bertepuk tangan.
"Entahlah dan bawa Aiko pakai ini lalu suruh masuk ke dalamnya” Riziel yang langsung memberikannya kandang anjing kepada Sakira.
"Iya kak” Sakira langsung pergi membawa kandang anjing yang Riziel ciptakan.
Lalu setelah beberapa lama menunggu akhirnya mobil yang kirota pesan sudah sampai depan rumah Riziel dengan cepat barang-barang langsung menyimpan di bagasi mobil setelah selesai lalu pergi ke bandara sebelumnnya ketinggalan pesawat yang sudah di pesan.
Kemudian di perjalanan menuju bandara yang masih sangat jauh karena kemacetan di jalan raya yang setiap hari terjadi.
[11/05:43] Riziel : Hari ini aku jadi berangkat dan ayahku sudah memesan tiket pesawat yang pagi jadi maaf tidak bisa mengunjungimu dahulu dan jangan marah.
Riziel yang hanya melamun di perjalanan sambil sesekali memperhatikan Sakira yang sangat senang bisa membawa Aiko bersamanya.
Lalu secara tiba-tiba ada balasan chat dari seseorang yang membuat handphone miliknya bergetar di dalam saku.
[11/06.13] Sakura : Ehh kok gitu sih!, Padahal aku ingin melihatmu dulu
[11/06.14] Riziel : Memangnya hewan harus di lihat setiap hari olehmu!.
[11/06.16] Sakura: Lu-lupakan saja!.
[11/06.18] Riziel : Lah?
Sakura yang tidak membalas pesannya lagi membuat Riziel lagi, Riziel tidak terlalu memikirkannya kembali karena sikap Sakura memang sulit di tebak.
Setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya sampai di depan bandara yang sangat ramai dan disana melakukan pemeriksaan setiap barang namun semua berjalan baik-baik saja.
Sedangkan kirota yang mencoba bertanya tentang pesawat yang tiketnya sudah di pesan melalui handphone miliknya karena waktunya sudah mendekati jam enam namun pesawatnya telah di ketahui ada kerusakan jadi perlu perbaikan harus menunggu lebih lama.
"Kak kapan kita akan naik ke pesawat itu?” Sakira yang benar-benar ingin segera naik ke pesawat.
"Entahlah tadi ayah bilang sedang perbaikan jadi keberangkatannya di tunda sebentar” Riziel yang sambil sibuk memeriksa handphone.
"Begitu ya kak dan apakah aku boleh keluarkan Aiko kak?” Sakira sambil memegangi kandang anjing yang isinya Aiko.
"Hm boleh tapi jangan biarkan berkeliaran hanya harus ada disisimu saja” Riziel langsung memberitahukan kepada Sakira.
"Aku mengerti kak dan tidak akan aku biarkan aiko mengacau” Sakira dengan wajah imutnya sama seperti anak kecil pada biasanya.
Lalu Riziel mengecek handphone yang sudah hampir jam 06:45 tidak terasa sudah cukup lama sambil terpikir sebenarnya kenapa Sakura tiba-tiba menghentikan chatnya.
"Huh kenapa tiba-tiba aku memikirkan Sakura dan kenapa hari ini jadi bersikap aneh gini!” Riziel langsung berdiri karena sudah lelah menunggu lebih lama.
"Kakak kenapa?” Sakira melihat Riziel berdiri tiba-tiba.
"Tidak hanya ingin berjalan-jalan sebentar” Riziel yang mencoba membuat alasan.
"Yasudah jalan-jalan saja pasti kamu bosan dan ingat jangan lama-lama perginya” Kirota yang langsung mengingatkan kepada Riziel.
"Ya ayah aku tau” Riziel langsung mencoba berjalan-jalan.
Riziel yang berjalan berkeliling di bandara yang sangat ramai sekali dan tidak sengaja Riziel sambil melihat keramaian banyak sekali orang-orang berkumpul membuat Riziel langsung berjalan mendekati keramaian banyak orang.
"Ada apa ini ramai sekali?” Riziel langsung menerobos melihat.
"Riziel akhirnya aku menemukanmu dan tolong aku sekali ini saja pria itu tiba-tiba ingin mengajakku pergi bersamanya” Sakura masih mencoba melepaskan cengkraman tangannya dari Pria tidak di kenalnya.
Riziel langsung mendekati Pria dewasa yang mencengkram tangan Sakura untuk membicarakan baik-baik.
"Siapa dirimu bocah!, tiba-tiba manatapku seperti itu!” Pria dewasa yang sengaja tidak melepaskan tangan Sakura.
"Percuma saja denganmu bicara baik-baik, maka dari itu rasakan ini saja!” Riziel langsung menyiapkan satu pukulan keras dan kuat.
Buagh!
"Bocah Sial*n” Pria yang masih sadar karena mempunyai tubuh cukup kuat sambil memegangi hidungnya yang mimisan oleh pukulan Riziel.
"Sakura lari sekarang!” Riziel langsung menggapai tangan Sakura lalu mengajak lari menjauh.
Setelah berlari ke tempat yang cukup aman tidak terlihat oleh pria sebelumnnya lalu istirahat di sebuah kursi.
"Kenapa kamu ada disini sih?” Riziel yang langsung bertanya kepada Sakura.
"Apa tidak suka aku ada disini dan Riziel tidak menyukaiku lagi?” Sakura dengan sedikit kecewa.
"Bukan itu maksudku kenapa kamu bisa kesini dan aku sebentar lagi berangkat” Riziel langsung menjelaskannya agar tidak ada salah paham.
"Mm maaf, tentu saja aku datang untuk mendatangimu karena saat aku bangun tiba-tiba mendapatkan chat kamu berangkat untungnya orangtuaku mengizinkannya aku berangkat sendirian” Sakura langsung memberitahukan perjuangannya pergi sendiri.
"Huh! iya lalu kamu mau apa lagi kesini setelah bertemu denganku?” Riziel yang mengerti tujuannya hanya ingin bertemu saja.
"Hm aku sudah bertemu dengan Riziel tentu saja menunggumu berangkat setelah itu aku pulang kembali lalu bagaimana pakaian yang baru di belikan ayahku apa cocok denganku?” Sakura langsung berdiri di hadapan Riziel sambil menunjukkan pakaian barunya.
"Sangat pas untukmu dan terlihat lebih cantik untukmu” Riziel yang tidak menyadarinya bahwa di setiap perkataannya membuat Sakura tersanjung.
__ADS_1
"Apa benar! Terimakasih pujiannya dan pakaianmu juga lebih cocok di bandingkan pakaian biasa kamu pakai kok Riziel” Sakura yang sangat senang hingga memuji kembali Riziel.
"Padahal ini pakaian yang jarang sekali aku pakai karena aku malas pakai yang ini tapi menurutmu ini bagus terserah saja deh” Riziel yang tidak terlalu suka di puji.
"Oh ya sebelumnya apa kamu sengaja menghajar Pria sebelumnnya tidak di buat pingsan? Padahal Pria itu sudah dalam pengaruh ilusi Butterfly tapi cengkraman tangannya sulit di lepaskan dan ayo lihat dimana orangtuamu Riziel” Sakura langsung menggapai tangan Riziel.
"Pantas saja tadi kelihatannya seperti terkena stun karena itulah aku menghajarnya agar melepaskan tangannya dan pelan-pelan jangan buru buru sekali” Riziel langsung berdiri dengan sebelah tangannya di pegang Sakura.
"Ayo cepat aku ingin mendapatkan foto bersama keluargamu Riziel untuk pertama kalinya” Sakura yang sudah memutuskan pilihan untuk mempererat hubungannya dengan keluarga Riziel.
"Eehh kenapa menginginkan hal itu sih” Riziel yang sangat malas berfoto.
"Tentu saja sebagai kenang-kenangan untukku dasar Riziel tidak peka!” Sakura yang kemudian melihat keberadaan keluarga Riziel.
"Huu lakukan sesukamu saja” Riziel yang benar-benar mengalah tentang menghindari keinginan Sakura.
Riziel yang hanya mengikuti Sakura dengan menggenggam tangannya dengan sangat senang meskipun disisi Riziel sangatlah malas.
"Halo tante, Sakira” Sakura yang langsung menyapa Sinta dan Sakira.
"Hai kenapa kamu disini nak Sakura?” Sinta yang benar-benar tidak mengerti kenapa tiba-tiba Sakura ada di hadapannya.
"Hehe ingin mengucapkan tinggal saja karena aku dapat informasi dari Riziel kalian pergi pagi-pagi” Sakura langsung memberitahukan kepada ibu Riziel.
"Oh dari putraku, iya pesawatnya sedang perbaikan jadi sedikit lama” Sinta yang cukup senang putranya memang sudah terlihat cukup berubah.
"Tante boleh aku foto bersama tidak?” Sakura langsung bertanya dengan sedikit malu.
"Boleh boleh saja dan tidak perlu malu karena kamu seseorang yang cukup saya hargai untuk pertama kalinya” Sinta yang langsung bicara kepada Sakura.
"Em tante kalau om kemana ya?” Sakura dengan sedikit malu-malu.
"Tadi katanya ke toilet sebentar memangnya ada apa?” Sinta yang langsung bertanya kepada Sakura.
"Itu aku ingin berfoto dengan semuanya di handphoneku untuk kenang-kenangan pribadiku” Sakura yang benar-benar malu mengakuinya.
"Tidak apa-apa tunggu sebentar sepertinya akan datang dan tidak usah malu-malu saya sudah anggap dirimu bagian dari keluargaku juga kok” Sinta yang langsung mencoba menghibur Sakura agar tidak malu-malu lagi.
"Ehh em iya tante” Sakura yang benar malu mendengar perkataan Ibu Riziel.
"Kak Sakura sini duduk denganku bersama Aiko juga” Sakira juga langsung mengajak Sakura duduk bersama.
"I-iya” Sakura langsung duduk sambil mengajak Riziel dan tangannya masih di genggam oleh Sakura.
Riziel juga ikut duduk karena terbawa oleh Sakura yang menggenggam tangannya yang begitu erat sulit di lepaskan.
Sakura yang sedikit kecewa tidak ada ayah Riziel namun Sakura tetap mencoba mengajak yang ada sekarang untuk berfoto bersama dengan moodnya menjadi lebih bahagia.
Lalu jam mulai menunjukan jam 07:25 yang masih belum terlihat ayah Riziel yang belum kembali hingga sedikit membuat Riziel khawatir pada ayahnya sendiri terjadi sesuatu padanya.
Tidak lama dari itu Sakura yang mencoba menghibur Riziel yang sedang khawatir dengan ayahnya yang belum kembali sambil mengajak mengobrol dengan Riziel mulai terlihat seseorang yang langsung berjalan mendekati tempat duduk dengan wajah yang familiar yaitu ayah Riziel.
"Eh sejak kapan nak Sakura ada disini?” Kirota yang baru saja datang dan terkejut dengan melihat ada Sakura anak dari pak Ridwan yaitu pemilik Perusahaan yang ayah Riziel kerja disana.
"Ada Om ternyata aku hanya ingin bertemu dengan Riziel dan katanya tadi pagi buru-buru berangkat jadi aku sengaja datang kesini sekaligus memberikan sesuatu kepada Om mungkin membutuhkan ini ayah yang menitipkan padaku” Sakura langsung mengeluarkan sebuah kertas amplop berisi sesuatu.
"Terima kasih banyak dan apa yang ingin ayahmu berikan di dalam kertas amplop itu?” Kirota yang tidak berani membukanya karena tidak sopan sambil menerima kertas yang di berikan oleh Sakura.
"Em entahlah tapi ayah berpesan padaku untuk mengatakan bahwa ini adalah suatu barang yang akan membantu anda saat di hari sulit ini dan aku sarankan sebaiknya jangan di buka sekarang karena tempatnya terlalu ramai” Sakura yang langsung mencoba mengingatkan kembali kepada pak Kirota.
"Iya nanti tolong sampaikan pada ayahmu terimakasih banyak atas bantuannya dan suatu hari nanti saya akan mencoba membalasnya” Kirota langsung berpesan kepada Sakura untuk menyampaikan pada ayahnya.
"Iya Om akan aku sampaikan hihi” Sakura dengan senang bisa membantu.
Setelah beberapa menit berlalu tiba-tiba suara pengumuman tentang Pesawat tujuan awal Jakarta-Makassar sudah siap untuk berangkat.
dengan cepat orangtua Riziel langsung mengeluarkan tiket pesawat dan pergi menuju tempat pesawat yang akan pergi.
"Aku pergi jaga dirimu beberapa hari ini ya?” Riziel yang langsung menggenggam tangan Sakura.
"Iya aku akan berusaha melindungi diriku sendiri lalu jaga dirimu baik-baik disana dan jangan lupa mengabariku selalu” Sakura yang langsung memeluk Riziel.
"Hei hei ini di tempat umum memalukan tau!” Riziel yang langsung memarahi Sakura.
"Iya tau aku hanya ingin memelukmu sebentar saja lalu aku pasti merindukanmu beberapa hari ini Riziel” Sakura yang masih memelui erat Riziel.
"Iya aku juga sama sekarang aku pergi Sakura” Riziel agak mencoba mendorong Sakura agar melepaskan pelukannya.
"Sampai jumpa kembali” Sakura langsung mengerti lalu melepaskan pelukannya.
"Sebelum itu ini tanda perpisahan sementara agar kamu tidak rindu padaku” Riziel langsung sengaja mencium kening Sakura di tempat umum.
"Riziel bodoh cepat pergi sana! Orangtuamu sudah meninggalkanmu” Sakura yang langsung Seketika malu hingga mencoba memukul Riziel berkali-kali karena sudah membuat malu hingga wajahnya memerah.
"Iya aku tau, begitu saja marah dan aku akan pergi kok” Riziel langsung mengusap kepala Sakura lalu berjalan pergi menjauh.
"Hmph” Sakura dengan sedikit kesal kepada Riziel.
Sakura setelah melihat Riziel berjalan pergi menjauh sedikit sedih dengan perpisahannya namun mencoba kuat lalu Sakura juga langsung berjalan kembali keluar bandara sambil tersenyum bahagia sambil memegang keningnya sendiri.
Disisi lain Riziel bersama keluarganya yang sudah masuk ke dalam pesawat dengan dua kursi bersebelahan dengan adiknya yang ingin dekat jendela pesawat untuk melihat pemandangannya.
Sedangkan kedua orangtuanya yang ada di kursi depan Riziel dan tinggal menunggu pesawat berangkat.
"Kakak pesawatnya mulai bergerak” Sakira yang sangat antusias senang pertama kalinya menaiki pesawat.
"Duduk lalu di pakai sabuk pengamannya” Riziel sambil menyuruh adiknya tetap tenang sambil mencoba memasangkan sabuk pengaman pesawat.
"Maaf kak” Sakira langsung mencoba duduk dengan tenang sambil di pasangi sabuk pengaman oleh Riziel.
__ADS_1
"Tidak apa-apa dan cobalah sedikit santai sambil memperhatikan pemandangannya” Riziel yang mencoba memberikan arahan kepada Adiknya.
Pesawat yang mulai berangkat lalu terbang ke atas langit yang membuat adiknya Riziel sangat senang.