
Riziel yang langsung menyalakan kembali motor sambil membawa adiknya dan meninggalkan anak anak disana dan Riziel melupakan sesuatu yang sering di sengaja.
Riziel bersama dengan kedua temannya langsung dengan cepat pergi kembali menuju rumah Riziel.
Setelah 31 menit yang lumayan lama di jalan yang lumayan jauh di tambah macet sangat menyusahkan akhirnya sampai di depan rumah Riziel.
Orangtua Riziel yang mendengar suara motor mendekati rumah dengan cepat Ibu Riziel membuka pintu rumah.
"Kami pulang bu” Riziel yang langsung turun dari motor.
"Syukurlah kalian baik baik saja dan ayo masuk dahulu” Sinta yang langsung meminta anaknya bersama teman Riziel masuk ke dalam.
"Tidak perlu aku pulang saja bersama Clovis jadi tidak perlu repot-repot” Alice yang melihat kondisi keluarga Riziel kurang baik jadi tidak mau mengganggu.
"Ya benar lagi pula sudah malam nanti takutnya orangtua kami khawatir juga” Clovis yang mempunyai kesempatan berdua bersama Alice untuk berbicara tanpa gangguan Riziel.
"Baiklah kalau begitu hati hati di jalan” Sinta yang lebih khawatir pada anak anaknya sendiri.
"Oy Clovis awas kau berbuat macam macam pada Alice akan kubuat kau seperti para penjahat sebelumnya” Riziel yang mengancam Clovis.
"Santai aku tidak berani melakukan seperti itu Riziel” Clovis yang langsung berkeringat dingin.
"Tidak apa-apa Riziel jangan khawatir akan hal itu aku bisa jaga diri” Alice yang tidak mengerti mengapa Riziel mengancam Clovis sahabatnya sendiri.
Kemudian Alice bersama Clovis pergi mengantar pulang Alice bersama Clovis sedangkan Riziel masuk ke dalam rumah bersama Sakira yang masih trauma.
"Nak duduklah biar ibu mengambil kotak P3K dahulu untuk mengobati lukamu dahulu” Sinta yang menyadari Riziel mengalami luka luka bekas bertarung.
"Baiklah dan kemari duduk bersama kakak” Riziel yang harus melakukan sesuatu kepada adiknya.
".....” Sakira tanpa bicara apapun langsung mendekati Riziel lalu duduk di sebelah Riziel.
Riziel langsung mengusap kepala adiknya dengan lembut sambil mengalirkan sedikit energi spirit untuk menenangkannya sambil mengunci ingatan sementara waktu untuk berjaga-jaga.
"Kak aku sangat ngantuk entah kenapa aku ingin tidur” sakira yang sangat merasa aneh sekali.
"Tidurlah di pangkuan kakak saja” Riziel yang sengaja membuat adiknya tertidur sementara waktu.
"Tapi jangan pergi aku takut” Sakira yang tidak ingin jauh dari Riziel.
"Tenang saja kakak ada di sini tidak akan pergi” Riziel yang menyakinkan adiknya.
Seketika adiknya langsung tidur di pangkuan Riziel dengan cepat dan tertidur pulas karena efek samping dari energi pikiran.
"Nak katakan apa yang telah terjadi pada adikmu?” Kirota yang meminta cerita ulang dari Riziel secara ringkas.
"Ya anak anak di culik oleh beberapa penjahat dan di manfaatkan untuk menjual organ setiap orang secara ilegal ke suatu tempat tapi sebagian besar anak anak sudah mati di operasi ilegal di ambil semua bagian tubuh”
"Untungnya aku tepat waktu menyelamatkan nyawa Sakira bersama anak anak yang masih hidup oleh bantuan Aiko juga” Riziel yang menceritakan kepada Kirota ayah Riziel.
"Bukan itu yang ayah ingin tau! Apakah para polisi datang kesana dan tau identitas aslimu sebenarnya?” Kirota yang langsung marah kepada Riziel.
__ADS_1
"Tidak mereka hanya terkejut saja akan hal itu di tambah lagi mereka mengerti setelah baju sekolah penuh dengan darah dan melihat badanku yang sering berolahraga di tambah lagi luka luka ini untuk hasil mereka percaya padaku dan tidak tau identitas sebenarnya diriku” Riziel yang bicara dengan jujur di hadapan ayahnya.
"Syukurlah kamu masih bisa mengerti situasi dan membuat alasan yang masuk akal” kirota sambil membuang nafas lega.
Kemudian Sinta datang sambil membawa kotak P3K dan menyimpannya di atas meja lalu mengeluarkan alkohol 70% dan kapas untuk di basahi oleh akohol.
"Buka pakaianmu nak dan biarkan ibu mengobati lukamu” Sinta agar mudah mengobati luka luka baru.
"Ba-baiklah” Riziel yang bisa saja memulihkannya sendiri namun melihat wajah ibunya membuat Riziel menghentikan pemikiran seperti itu.
"Nak kenapa semenjak masuk kelas 6 SD selalu sering ada luka di tubuhmu hingga sekarang?” Sinta yang bertanya langsung kepada Riziel.
"Maaf mungkin karena aku terlihat oleh sebagian orang adalah lemah namun aku harus menjadi pemberani tanpa menyusahkan ayah dan ibu lagi” Riziel yang berkata di hadapan Sinta dan Kirota.
"Kau ini di mata ibu Riziel anak ibu yang paling besar dan ibu sayangi dan ibu tidak merasa kamu menyusahkan ibu tapi ibu tidak ingin anak ibu mengotori tanganmu sendiri yang awalnya halus menjadi kasar dan kotor dengan darah orang lain” Sinta sambil mengusap beberapa luka dengan pelan-pelan.
"Maafkan aku tidak menyadarinya sampai situ bu dan maafkan aku selalu membuat ibu khawatir sehingga merahasiakannya kepada ayah dan ibu sehingga tidak tau, maafkan anak ibu yang berdosa ini” Riziel yang tidak sadar air matanya mengalir keluar dari matanya sendiri.
"Ibu tau anak ibu menanggungnya sendiri namun itu sulit jadi jangan rahasiakan lagi apapun dari ayah dan ibu lagi” Sinta yang ingin anaknya selalu jujur dan bercerita kepada orangtuanya.
"Maaf ayah, ibu” Riziel yang langsung tidak bisa menahan emosi sendiri yang tidak bisa di tahan lagi.
Sakira yang tertidur pulas seperti tidak mendengar suara Riziel karena itu efek energi spiritual murni untuk membuat seseorang tertidur tanpa gangguan.
25 menit berlalu Riziel melepaskan dari penderitaannya sendiri di hadapan kedua orangtuanya serta bercerita tentang kesulitannya selama ini di jalaninya membuat orangtuanya juga mengerti satu hal yang harus di rahasiakan.
Sekaligus mengatahui sesuatu yang tidak di percayai banyak orang dari yang masuk akal hingga tidak masuk akal sekalipun.
"Tidak ini bukan salah ayah, ibu namun ini salahku sudah menjalani takdir yang berbeda dengan orang di sekitarku” Riziel juga merasa bersalah juga.
"Ayah, ibu hanya ingin kamu jangan mengotori tanganmu lagi untuk kedepannya demi masa depanmu mengerti?” kirota yang meminta kepada Riziel menepatinya.
"Akan aku usahakan dan ayah, ibu bolehkah aku libur sekolah sementara waktu untuk mencari cara menghibur sakira menjadi ceria kembali seperti semula?” Riziel yang ingin membiarkan ingatan itu ada namun membuat adiknya melupakan traumanya sendiri.
"Baiklah ayah akan urus hal itu pada gurumu dan ayah akan membelikan baju baru sekolahmu juga dengan gaji perusahaan sebentar lagi mendekati akhir bulan” Kirota yang mengerti perasaan anaknya mulai sekarang tidak ada yang di sembunyikan kembali dari keluarga sendiri.
"E-eh soal itu pihak kepolisian akan membelikan baju sekolah padaku sebagai tanda terimakasih” Riziel yang bicara cukup canggung.
"Apa! Kalau begitu apa yang kamu inginkan hadiah dari ayah?” Kirota yang tidak mau kalah.
"Buku komik lagi mungkin ayah boleh?” Riziel yang sangat menyukai komik.
"Baiklah ayah akan belikan dan untuk istriku apa yang kamu inginkan?” Kirota yang bertanya kepada Sinta.
"Simpan saja jangan di buang buang untuk hal tidak penting dan lebih baik pakai untuk makan saja cukup” Sinta yang menjawab dengan santai karena Sinta tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk hal tidak penting.
"Ehh kok gitu” Kirota yang tidak tau harus berbuat apa lagi.
"Pfftt apa boleh buat ayah dan aku tidur dahulu lelah lalu sakira akan tidur bersamaku boleh ayah, ibu?” Riziel yang langsung memakai baju kembali.
"Baiklah selamat tidur semoga mimpi indah” Sinta yang langsung membereskan kotak P3K di meja.
__ADS_1
"Ya selamat malam juga untuk ayah dan ibu juga” Riziel sambil menggendong Sakira dan membawanya ke kamar Riziel.
Riziel yang sampai di depan kamar Riziel yang saat membuka pintu di sambut oleh ketiga anak kucing yang menunggu depan pintu dengan kelihatan lemas kelaparan.
Meow! Meow! (Suara kucing yang sangat lemas karena kelaparan)
"Tunggu sebentar akan aku belikan makanan” Riziel sambil menempatkan Adiknya di atas tempat tidur.
Brr! Brr! (Anak kucing yang ingin naik ke atas tempat tidur)
Riziel langsung mengambil ketiga anak kucing kemudian menyimpannya di atas tempat tidur.
"Hahh apa masih ada toko hewan untuk membelikan makanan kucing?” Riziel yang melihat handphone menunjukkan jam 20:21 malam.
Lalu Riziel kembali pergi keluar dari kamarnya sendiri untuk mencari suatu tempat yang menjual makanan kucing.
Disaat itu juga kirota yang melihat Riziel anaknya ingin pergi lagi dengan buru buru membuat Kirota langsung menghentikan Riziel pergi.
"Nak mau kemana lagi sudah malam ini? Dan bukankah kamu belum makan?” kirota yang mengingatkan kepada Riziel.
"Ahh iya juga tapi anak kucing milik sakura kelaparan di dalam kamar terlihat lemas” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Kirota.
"Itu ayah tadi pagi tidak sengaja melihat di Alfamart sekaligus ayah membelinya 2 dan lupa tidak memberikannya padamu nak haha” kirota yang benar melupakan hal kecil yang harus di berikan.
"Sekarang dimana itu ayah?” Riziel yang bicara dengan buru buru.
"Di lemari dapur ayah simpan disana sekaligus kamu juga makan disana masih ada ibumu yang sedang merapikan tempat makan” Kirota yang menyuruh anaknya makan dahulu.
"Aku tau ayah” Riziel langsung pergi menjauh menuju dapur.
Riziel yang sampai di tempat makan melihat Ibunya sedang mencuci piring sendirian dan ibu Riziel juga menyadari seseorang datang ke tempat makan.
"Ternyata kamu kemari? Apa lapar?” Sinta yang sudah menebaknya.
"Sebagian dari perkataan ibu benar namun sebagian lagi salah, karena tujuanku kata ayah membelikan makanan kucing tadi pagi apa benar bu?” Riziel yang hanya ingin memastikannya.
"Ada di lemari dapur bagian atas dan ibu sudah tau kamu akan kemari jadi masih ada sisa makanan di meja” Sinta yang melanjutkan mencuci piring lagi.
"Iya bu” Riziel langsung duduk dan mengambil makanan di atas meja yang masih tersisa.
Riziel yang langsung makan sendirian sambil sesekali melihat kepada ibunya yang sedang mencuci piring.
Kemudian Sinta yang selesai mencuci piring langsung merapikan semua tempat makan yang sudah di bersihkan dan di masukkan ke dalam lemari dapur.
Riziel selesai makan malam kemudian membersihkan tempat makannya sendiri agar tidak mau merepotkan ibunya karena sudah malam.
Sedangkan Sinta langsung mengambil kantung plastik di dalam lemari dapur tempat untuk menyimpan alat makan sambil mengambil 1 buah mangkuk kecil jarang di pakai.
"Nak makanan kucing yang kamu cari ibu simpan di atas meja dan rapikan kembali piring jika sudah bersih” Sinta yang langsung pergi kembali menuju kamarnya.
"Ya makasih bu” Riziel yang selesai mencuci piring.
__ADS_1
Riziel yang langsung membawa makanan kucing yang sudah di beli ayahnya menuju kamar untuk di berikan makan.