
Setelah selesai mengobrol sebentar bersama bapak penjual yang menangis karena tidak menyangka bisa bertemu seseorang yang bisa melihat sekaligus memberitahukan pesan terakhir dari istri bersama putrinya untuk bapak penjual tersebut.
Kirota yang meminjam Handphone Riziel lalu mencoba mendownload aplikasi Grab untuk memesan Grab untuk melanjutkan pergi ke jalan Abubakar Lambogo 3.
"Nak terimakasih sudah mengatakan padaku pesan terakhir dari istriku bersama anakku sekarang saya akan mencari kebahagiaanku sendiri dan untuk anda pak semoga berhasil membawa orangtua anda kembali sebelum terlambat” Bapak penjual itu bicara kepada Riziel dan Kirota.
"Baiklah semoga jualan anda laris pak” Kirota langsung senang bisa mengenal bapak penjual tersebut.
Riziel yang tidak mengatakan apapun hanya mengeluarkan death Book lalu mengambil 1jt poin lalu mengubahnya menjadi uang asli dan memasukkannya ke dalam tas yang sama seperti Riziel pakai tanpa memberitahukannya.
Tidak lama dari itu kemudian sebuah mobil grab datang dengan cepat Kirota langsung memasukkan barang-barang ke dalam mobil bersama dengan keluarga Riziel langsung segera masuk ke dalam mobil saat selesai memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil.
Riziel yang hanya percaya bahwa uang tersebut akan berguna untuk bapak penjual untuk menjalani hidup yang lebih baik.
"Pak tujuan anda ingin kemana?” Tanya sopir grab kepada ayah Riziel.
"Uh itu tolong samakan seperti yang di handphone milik putra saya” Kirota langsung memberikan handphone Riziel dalam keadaan mati.
"Maaf pak ini Handphonenya mati dan terkunci bisa nyalakan kembali” Sopir grab langsung memberikan Handphonenya kembali.
"Nak buka kunci layarnya” Kirota langsung memberikannya lagi kepada Riziel.
Riziel langsung mengambil handphonenya lalu membuka kunci layar dengan scan wajah kemudian sandi pola lalu Riziel langsung memberikan kepada Sopir Grab.
"Saya sudah samakan alamat yang berada di Handphone anda dengan di Handphone saya silahkan duduk senyaman mungkin karena perjalanan ini sangatlah lama dan saya juga sudah siapkan beberapa charger mungkin kalian perlu” Sopir grab langsung memberikan Handphone kembali kepada Riziel sambil memberikan beberapa hal yang harus di ketahui.
"Baik terimakasih sudah memberitahukannnya” Sinta yang bicara lalu mencharge handphonenya bersama dengan handphone milik suaminya.
Tanpa banyak bicara apapun lagi sopir grab langsung menyalakan kembali mobilnya lalu pergi menuju tempat yang akan di tuju.
"Kak aku pinjam handphone kakak boleh?” Sakira yang duduk di sebelahnya ingin meminjam Handphone milik Riziel.
"Ini pakai saja” Riziel langsung memberikan handphonenya kepada adiknya.
"Terimakasih kak” Sakira langsung mengambil handphone milik Riziel.
"Jika ada pesan WhatsApp beritahukan padaku” Riziel yang mengingatkan kepada Adiknya.
"Baik kak” Sakira langsung membuka sebuah game favoritnya yang jarang di mainkan karena Riziel sering bepergian membawa handphonenya.
Lalu setelah memberikan handphone kepada adiknya lalu Riziel langsung mengalihkan perhatiannya ke jendela mobil memperhatikan perjalanan yang sangat panjang dan lama kembali.
"Ayah aku ingin tanya apa aku pernah bertemu dengan kakek, nenek disini?” Sakira yang langsung bertanya kepada Ayahnya sambil bermain handphone Riziel.
"Belum pernah dan saat sampai disana pasti kamu tidak akan mengenalnya apa lagi kakek, nenekmu jadi nanti akan ayah kenalkan padamu” Kirota yang di dalam pikirannya juga ingin tau kondisi orangtuanya sendiri.
"Benarkah terimakasih ayah” Sakira yang langsung tersenyum sambil melanjutkan bermain game di handphone Riziel.
Riziel yang hanya mendengarkan sambil menatap langit di kaca mobil yang sengaja di buka untuk bisa mengetahui tidak ada masalah yang sesuatu yang mengikuti sekaligus tidak merasakan perasaan niat buruk.
Langit yang cerah membantu perjalanan sangat lancar dan setelah 2 jam di dalam perjalanan mulai sebuah desa yang masih sedikit perumahan di sana.
Disisi lain di sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan di sebelah kolam pemancingan ikan di tambah masih banyak pohon membuat udara sana tidak terlalu panas.
Di dalam rumah tersebut terdapat sepasang suami, istri yang sedang bertengkar tentang kakaknya yang berusaha menipunya membuat pria tersebut marah-marah di dalam rumahnya.
"Brengs*k dasar sial*n beraninya menipuku KAKAK!!” Pria tersebut langsung membantingkan sebuah gelas di atas meja.
Prang!
Lalu ibunya yang mendengar suara Kaca pecah langsung berjalan mengikuti suaranya karena kedua matanya yang mengalami penyakit seseorang yang sudah semakin tua yaitu Katarak.
"Sial!, Apa yang sebenarnya kau rencanakan!!” Pria tersebut kembali menggebrak meja kembali.
"Sudah jangan terlalu banyak marah-marah kakakmu itu hanyalah orang lemah sebentar lagi juga pasti akan mengirim lalu kamu tinggal mengamcam lagi” Seorang wanita yang keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian yang berantakan sekaligus sangat terlihat lekukan tubuhnya di hadapan suaminya.
"Hm berhenti menggodaku lagi kau terlalu banyak minum tadi pagi!!” Pria tersebut langsung membentak istrinya.
"Bukankah ini caraku untuk menghibur suamiku yang selalu marah-marah dengan mabuk lalu memperlihatkan lekukan tubuhku?” Wanita tersebut langsung menggerakkan tangannya menyentuh dada suaminya.
"Dasar menyebalkan tapi aku tidak akan sungkan lagi” Pria tersebut langsung mendekati wajah istrinya dengan wajahnya.
Bruk!
"Aduh Cessy apa yang terjadi?” Seorang nenek yang terjatuh di lantai sambil memanggil nama menantunya.
Tidak ada jawaban sama sekali lalu nenek itu mencoba berdiri lagi dengan tubuh yang kelelahan belum makan sama sekali lalu nenek tersebut sampai di dekat meja lalu terjatuh kembali di di bawahnya ada pecahan kaca.
"Ugh! Aduh Cessy tolong bersihk--” Nenek tersebut tertusuk beberapa pecahan kaca menancapkan di perut sekaligus tangannya kemudian pingsan.
Bersamaan dengan hal tersebut mobil Grab yang keluarga Riziel berada di dalamnya sampai di depan sebuah yang pintunya tertutup rapat.
"Hah..hah sayang sepertinya aku mendengar suara mobil datang cobalah periksa keluar” Istrinya yang langsung mencoba mengakhiri ciumannya bersama suaminya.
"Abaikan saja paling hanya tetangga pengganggu baru kembali dan bagaimana kita lanjut ke dalam kamar agar tidak ada yang mengganggu sayang?” pria yang tersebut masih belum puas.
"Ide yang sangat aku sukai kalau begitu aku akan memberikan hingga kamu puas asalkan berikan uang untukku berbelanja baju baru” Wanita langsung sedikit membuka pakaiannya.
"Tenang saja aku akan terus memaksa kakakku mengirimkan uang sambil mengamcamnya dan itu semua untukmu sayang” Pria tersebut kembali berdiri sambil memeluknya.
"Aku menyukainya” Wanita tersebut langsung berdiri bersama suaminya berjalan masuk ke dalam kamar sambil menghiraukan seorang nenek yang sudah tergeletak berdarah.
Di sisi lain Kagami yang tidak tertidur melihat sebuah rumah yang terdapat bau darah, sakit sekaligus kelaparan di sebuah rumah yang terlihat ada 2 rumah yang bersampingan.
"Kita sudah sampai pada tujuan pak” Sopir grab yang langsung bicara kepada Kirota.
__ADS_1
"Pak bisakah tunggu disini dahulu dan jangan pergi?” Riziel yang langsung membuka pintu mobil.
"Bisa ada saja” Sopir grab menjawab dengan sopan.
"Ayah cepat bawa air dan ikuti aku!” Riziel yang langsung berlari menuju rumah yang tercium bau darah yang segar.
"Iya sebentar” Kirota yang mempercayai tindakan putranya yang terlihat khawatir.
"Kakak!” Sakira yang langsung ikut turun mobil
"Jangan ikuti kakakmu nak” Sinta yang langsung menahan putrinya pergi menuju kakaknya.
"Iya bu” Sakira yang langsung murung.
Lalu Kagami yang langsung berlari menuju rumah incarannya yang terdapat bau darah dengan cepat meskipun tanah basah mengotori celananya.
"Sial di kunci! Sial tidak ada pilihan lain selain mendobrak pintu rumahnya” Riziel yang langsung mencoba mendobrak pintu beberapa kali dengan tubuhnya hingga terbuka.
Brak! Duakh!
Pintu berhasil terbuka Riziel langsung masuk ke dalam rumah yang penuh berantakan dengan pakaian dengan kotoran rumah yang sangat tercium menyengat sekaligus terlihat seorang nenek yang tergeletak di lantai.
"Nenek! Sial terluka oleh pecahan kaca” Riziel yang langsung mencoba mengangkat Neneknya yang masih berdarah oleh pecahan kaca yang menusuknya.
Riziel langsung mencabut satu persatu pecahan kaca yang menusuk tubuhnya dahulu dengan hati hati bersamaan dengan ayahnya yang baru saja mengambil air sambil berlari menuju rumah yang putranya datangi sebelumnya.
"Ibu!!” Kirota yang melihat sebuah darah dan di dalam rumahnya sedang di obati oleh Riziel.
"Aku sedang menyembuhkan luka nenek sekaligus penyakit katarak nenek” Riziel yang mencoba fokus untuk menyembuhkannya.
Lalu Kirota langsung memberikan air minum kepada Putranya sambil melihat sekitar rumah yang penuh kotor lalu mencoba mencari keberadaan adiknya.
Lalu setelah beberapa menit berlalu Riziel berhasil menyembuhkan luka pecahan kaca sekaligus penyakit Kataraknya sudah sembuh dan bisa melihat kembali.
"Ibu bagaimana keadaannya sekarang?” Kirota yang langsung menanyakan kepada putranya.
"Sudah membaik sekarang nenek sedang tertidur sebaiknya perik--”
Riziel yang baru saja ingin memberitahukan kepada ayahnya tentang keadaan kakeknya yang sudah sakit namun semua tertunda oleh seorang Pria yang keluar dari dalam sebuah kamar dengan pakaian yang baru di pasang dengan buru-buru.
"Kakak Brengs*k!! Beraninya menunjukkan diri padaku sekarang!!” Pria tersebut kembali marah saat membuka pintu kamar melihat kirota yaitu kakaknya sendiri.
"Nak terimakasih membantu sekaligus sudah mempertemukanku dengan adikku bajing*n ini jadi kali ini biarkan ayahmu menghajarnya” Kirota yang sudah kemarahannya memuncak saat melihat adiknya.
"Iya ayah” Riziel langsung menempatkan neneknya ke sofa yang penuh pakaian kotor.
Lalu Riziel langsung membersihkan setiap pecahan kaca oleh sapu lalu membuangnya keluar sedangkan darah di lantai Riziel langsung menghapusnya dengan kemampuan sihirnya setelah selesai Riziel langsung berlari memeriksa keadaan kakeknya di dalam kamar yang sedang sakit terbaring di atas tempat tidur.
"Kakek!” Riziel yang langsung masuk ke dalam kamar yang berada seorang kakek yang terbaring di atas tempat tidur.
"Bagaimana keadaanmu kakek?” Riziel yang langsung mendekati kakeknya.
"Ka..mu..mir..ip..ki..ro..ta..put..ra..per..ta..ma..ku” Kakek tersebut langsung bicara kurang jelas lalu menutup matanya kembali.
"Ehh kakek sadarlah!” Riziel langsung memeriksa denyut nadinya sekaligus jantungnya yang berdetak pelan.
Riziel langsung memberikan sebagian energi kehidupannya untuk membiarkan hidup kakeknya agar membuat ayahnya senang kembali tidak seperti kejadian dahulu.
Buagh! Duakh!
Kirota yang terus menghajar habis habisan adiknya yang sudah membuat putus asa selama ini bisa menemukannya yang sekarang berada di hadapannya dengan sangat lemah menerima setiap pukulan Kirota yang sangat menyakitkan.
"Kau berani memukulku padahal dulu kau hanyalah lemah yang bisa aku manfa---”
"Hentikan ocehan busukmu!! Karena aku akan memukulmu sepuasku setelah membuat ayah, ibu tersiksa di sini! Setelah itu akan aku buat kau membusuk di neraka!” Kirota langsung memukul dengan satu pukulan yang langsung membuat terhempas ke dinding.
"Sayang apa yang terjad--” Seorang Wanita langsung keluar dari kamar dengan memakai celana pendek lalu dengan tubuh bagian atas terbuka.
"Jadi kau istri dari Bernard yaitu Cessy yang tidak pernah melihat wajahmu!” Kirota tangan penuh darah.
"Si-siapa kau!?” Cessy yang langsung terjatuh ketakutan melihat suaminya sudah babak belur.
"Aku kakaknya yaitu Kirota saudara pertama Bernard yang selama ini kalian memanfaatkan diriku! Dan kau mirip seperti Wanita Brengs*k menjual diri di sebuah diskotik yang sungguh busuk seperti suamimu sendiri!!” Kirota langsung berjalan mendekati Cessy.
"Jangan mendekat! Menjauh dariku!” Cessy yang mulai ketakutan.
Kyaa! Buagh!
Kirota yang langsung menarik rambutnya ke atas tanpa memandang rasa kasihan padanya lalu Kirota langsung melakukan hal sama seperti adiknya yaitu dengan memukul perutnya hingga terhempas menabrak dinding.
"Ayah tolong bantu aku sekarang kita harus cepat membawanya ke rumah sakit!” Riziel yang langsung berjuang membawa kakeknya keluar dari dalam kamar.
"Ahh uh bagaimana ini?” Kirota yang baru sadar tangannya ada bercak darah.
Lalu Riziel langsung menempatkan kakeknya ke sofa neneknya berada lalu mengambil sebuah baju di sana dan memberikannya kepada Kirota untuk membersihkan bercak darah di tangannya.
"Bersihkan pakai ini untuk menghapus darah di tangan ayah” Riziel langsung memberikan pakaian kotor kepada ayahnya.
"Uh iya makasih nak” Kirota langsung membersihkan bercak darah di tangannya.
"Ayah bawalah keluar kakek dan bawa ke rumah sakit karena keadaannya sangat buruk lalu mereka berdua akan aku urus” Riziel langsung memberitahukan kepada Ayahnya.
Lalu Kirota langsung membawa Ayahnya yang kondisinya buruk menuju mobil Grab dan Kirota yang langsung meminta sopir grab untuk berangkat menuju rumah sakit terdekat sedangkan Sinta bersama Sakira memutuskan tinggal bersama Riziel langsung masuk ke rumah tersebut.
Riziel yang sedang membersihkan wajah dengan perut seorang wanita tersebut dengan terbuka membuat Riziel sedikit tidak fokus dan setelah membersihkan semua bercak darah dari tubuh mereka mereka berdua yang ada bekas darahnya lalu pakaian tersebut Riziel bakar hingga tidak tersisa.
__ADS_1
‘Mind Manipulation : Delete!’ Riziel yang langsung menghapus ingatan mereka tentang keluarganya maupun orangtuanya, keluarganya sendiri kecuali wanita pasangannya sekaligus semua ingatan yang terkait keluarga Riziel dari pikiran mereka.
"Phew selesai juga” Riziel langsung menghapus keringat wajahnya.
"Kakak ada telepon masuk!” Sakira berjalan bersama ibu Riziel yaitu Sinta.
"Oh dari siapa?” Riziel yang langsung melihat ke arah pintu Sakira sudah ada di dekat pintu.
"Entahlah tapi fotonya kak Sakura” Sakira langsung memberikan kepada Riziel.
"Hm baiklah akan aku angkat” Riziel langsung menerima handphone miliknya yang baru saja di pakai adiknya.
"Riziel apa kamu yang membuat mereka berdua seperti ini?” Sinta yang terlihat marah karena melihat seorang wanita pingsan dengan telanjang di bagian tubuh atas atau bagian dadanya.
"Bukan itu perbuatan ayah sendiri tapi jika wanita itu tidak pakai baju karena dirinya sendiri tidak sempat memakai baju karena ayah langsung memukul bagian perutnya sekali” Kagami langsung menjelaskan kepada Ibunya agar tidak memarahi ayahnya maupun dirinya sendiri.
"Oh begitu maaf ibu salah sangka” sinta yang langsung meminta maaf.
"Tidak apa-apa” Riziel langsung mengangkat Video Call dari Sakura.
"Halo ada apa?” Riziel yang langsung bicara.
"Hmph kenapa baru mengangkat Video Call dariku sih?” Sakura dengan suara yang marah.
"Maaf aku baru sampai dan mengurus keadaan kakek, nenekku di tambah lagi handphone di gunakan oleh adikku” Riziel sambil berjalan keluar rumah.
"Bagaimana keadaanmu kakek, nenekmu Riziel? Dan untung tadi sekolah tidak ada masalah” Sakura yang di sekolah merasa kesepian.
"Ya kalau tentang kondisi nenekku baik hanya tidak di berikan makan beberapa hari oleh saudara ayahku sedangkan kakekku seluruh tubuhnya lemas hampir kehilangan nyawanya tapi untung masih bisa di selamatkan, apakah ada masalah di sekolah seperti kamu terdengar sedang mengeluh akan sesuatu?” Riziel yang langsung bertanya kepada Sakura.
"Haah tidak juga sih hanya saja saat aku istirahat hampir aku sedang mencari meja langsung di paksa duduk bersama seseorang yang ingin memberikan sebuah surat tapi untungnya ada cakra langsung mengajakku duduk ke meja yang sudah ada Seira disana tapi Seira menitipkan uang yang sudah kamu berikan pinjam padanya saat itu sekarang uangnya ada di aku tapi aku takut terpakai” Sakura yang langsung mengeluh.
"Simpan saja jika tidak sengaja terpakai yasudah tidak apa-apa” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Huh baiklah tapi aku juga merasa kesepian tidak bertemu denganmu tau lalu apa keadaan kakekmu baik-baik saja?” Sakura lupa memastikannya.
"Hm itu kakekku harus masuk rumah sakit karena aku tidak bisa menggunakan kemampuan selalu jadi aku terpaksa harus melakukannya dan sabar saja disana aku akan kembali secepatnya” Riziel langsung tersenyum di kameranya.
"Hehe semoga kakekmu cepat sembuh karena aku rasanya ingin memeluk Riziel lagi tapi jangan lupa belikan oleh-oleh Makassarnya untukku” Sakura kembali membalas dengan senyuman manis Sakura kepada Riziel.
"Hm aku tidak ada uang” Riziel tersenyum malas membeli.
"Pembohong lihatlah wajahmu sudah terlihat dasar pembohong!” Sakura dengan kesal karena tau Riziel sengaja berkata seperti itu karena malas.
"Iya iya akan aku belikan nanti” Riziel yang kembali bicara.
"Ayahku baru pulang ingin bertanya soal uang yang di saat itu di berikan apa kamu gunakan?” Sakura yang langsung memperlihatkan ayahnya yang baru pulang kerja.
"Hm Rahasia kamu akan tau saat keluargaku kembali” Riziel tertawa pelan di hadapan kamera.
"Menyebalkan! Cepatlah kembali agar aku bisa memukulmu!” Sakura yang langsung cemberut.
"Haha terserah tapi coba saja” Riziel yang merasa terhibur dengan Sakura melakukan Video Call kepadanya.
"Yasudah aku tutup semoga bisa kembali dengan aman saat kembali ke Jakarta jangan lupa kabari aku Bye Riziel” Sakura langsung menutup Video Call kepada Riziel.
"Ugh sial handphone low baterai tinggal tersisa 5% em dimana chargerku” Riziel langsung mencharger handphonenya di dalam rumah tersebut.
Setelah Riziel mencharger handphonenya Sakira yang hanya berkeliling melihat seisi rumah yang penuh kotor dengan berantakan dengan di tambah lagi ada beberapa serangga disana yaitu yang Riziel takutkan hingga membuat trauma.
"Hii! Ibu” Riziel yang langsung merasa takut hingga mendekati Sinta.
"Pfftt kamu ini sudah besar tapi masih saja takut dengan serangga sejak kecil” Sinta yang hanya menahan tawanya sebentar.
"Aku itu trauma sejak kecil makanya kamarku selalu rapih tidak ingin ada serangga di kamarku” Riziel yang sambil memperhatikan sekitarnya terus menerus.
"Ibu tau kok” Sinta yang langsung tersenyum kepada Riziel.
"Ugh apa yang terjadi padaku?” Nenek yang mulai terbangun.
"Pelan-pelan membuka mat--” Riziel yang langsung terkejut saat turun melihat seekor kecoa melawat.
Bruk!
"Agh sakit serangga Brengs*k!” Riziel yang langsung merasa kesal.
"Kakak baik-baik saja?” Sakira yang langsung mendekati Riziel ssmbil bertanya keadaanya.
"Iya hanya terkejut” Riziel yang langsung berdiri kembali.
"Siapa kalian? Dan kenapa bisa masuk kemari?” Nenek langsung berhasil menyesuaikan penglihatannya kembali.
"Saya istri dari anak pertama anda yaitu Kirota dan namaku Sinta dan mereka berdua kedua anakku namanya Sakira dengan Riziel yang sudah menyelamatkan anda” Sinta yang langsung memperkenalkan diri sekaligus kedua anaknya.
"Ah mataku dengan tubuhku sembuh” Nenek langsung merasa ini seperti mimpi.
"Aku sudah menyembuhkannya sekarang nenek bisa melihat lagi seperti dulu dan hidup bersama kami” Riziel langsung mengajak Neneknya.
"Bagaimana keadaan suamiku?” Nenek yang langsung mencoba berdiri tapi seluruh badannya masih lemas.
"Sudah di bawa oleh putra anda ke rumah sakit jangan khawatir dan ibu mau makan dahulu saya membeli beberapa makanan ringan awalnya untuk anak-anak tapi jika ibu ingin ambil dan cobalah” Sinta yang langsung mengeluarkan beberapa makanan ringan kepada nenek.
"Terimakasih ini seperti keajaiban bisa bertemu dengan keluarga anak pertamaku yang sangat baik seperti kalian” Nenek yang kemudian menangis karena saking senangnya bisa melihat sekaligus menjalani hidup yang tenang di masa tuanya.
Nenek yang langsung merasa sangat senang Riziel yang merasa kemampuan saat ini benar-benar berguna untuk mengubah hidupnya untuk menjadi lebih baik dari pada masa lalunya.
__ADS_1