Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2.[Chapter 37] : Kejadian Tidak Terduga


__ADS_3

Di malam yang lumayan dingin di atas bukit berduaan untuk melihat kejadian langka dimana akan ada bintang jatuh malam ini membuat mereka berdua tidak sabar untuk melihatnya secara langsung.


"Riziel apa aku boleh bertanya sekarang padamu?” Sakura sambil memegangi tangan Riziel.


"Tentu saja boleh kok katakan saja” Riziel sambil tiduran di atas rumput.


"Kenapa kamu mengatakan padaku kamu tidak tertarik pada siswi lain kecuali diriku?” Sakura dengan berani mengatakannya langsung kepada Riziel.


"Aku dulu selalu sendiri saat waktu itu dimana dunia kiamat dan diriku kalah dan di berikan kekuatan campuran dari Dante dan disitu kamu menangisiku agar aku cepat sadarkan diri disitu aku cukup terkejut kenapa seseorang yang aku tidak memperdulikannya kenapa ingin mengeluarkan air matanya untukku dan saat itu aku tertarik padamu sekaligus mempunyai keinginan untuk merubah diri menjadi lebih baik untukmu” Riziel dengan jujur.


"Apa hanya karena alasan itu aja?” Sakura merasa kurang yakin.


"Ya benar apa kamu pernah dengar jika seorang pria menyakiti wanita hingga manangis itu seperti kamu sudah melakukan buruk kepada ibumu sendiri karena itu aku menganggap air mata seorang wanita itu berharga jadi jangan biarkan dia menangis karena perbuatan buruk kita” Riziel dengan percaya pada keyakinannya.


"Meskipun aku bawel, menyusahkan apa kamu masih mencintaiku?” Sakura dengan penasaran.


"Iya aku mencintaimu Sakura” Riziel sambil memalingkan wajahnya karena memalukan.


"Hehe aku juga mencintaimu juga Riziel” Sakura dengan perasaan sangat senang.


Kyuuruuk!


Suara perut Sakura yang kelaparan belum makan apapun.


"Ini untukmu untung saja aku membeli ini” Kagami sengaja membeli kebab bakar yang di belinya.


"Wah kebab bakar terimakasih Riziel” Sakura yang langsung mengambilnya.


Riziel juga memakan kebab bagian miliknya juga.


"Ini Pedas aku minta air boleh Riziel?” Sakura dengan meminta air putih.


"Ya ini pelan-pelan minumnya dan sepertinya tertukar maaf haha” Riziel langsung meminta maaf.


"Riziel aku sangat senang selama ini bersamamu hari-hariku terasa lebih menyenangkan sekali bagaimana caraku membalasnya Riziel?” Sakura bertanya kepada Riziel.


"Entahl---”


Sakura yang langsung mencium Riziel tanpa berpikir panjang karena sejak dulu ingin melakukannya tapi saat-saat seperti ini Sakura langsung melakukannya.


"Sakura apa tidak akan menyesali telah memberikan ciuman pertamamu padaku?” Riziel dengan dadanya berdebar kencang.


"Aku telah percaya padamu Riziel jadi mohon jangan kecewakan aku lagi” Sakura dengan wajahnya malu.


"Baiklah jika kamu begitu mempercayai diriku, aku tidak akan mengecewakan dirimu” Riziel mencoba menenangkan dirinya di saat saat seperti ini.


"Terima-kasih hiks!” Sakura yang seketika merasa dirinya ingin menangis.


"Maaf aku selama ini tidak mengerti perasaanmu Sakura dan keluarkan semua masalah yang kamu alami padaku, aku akan menanggungnya” Riziel yang langsung memeluk Sakura dengan tidak mempermasalahkannya.


Lalu 15 menit Sakura menangis sambil menceritakan yang di alaminya selama ini olehnya sendiri setelah itu Sakura juga mulai merasa lebih tenang dan di situ juga Sakura mulai bergantian kebab bakar yang tertukar sambil bersandar kepada Riziel.


"Terimakasih berkatmu rasanya aku merasa lega dari biasanya” Sakura dengan merasa lebih nyaman.


"Tidak perlu sungkan” Riziel dengan tersenyum karena dirinya juga belum pernah merasakan hal yang sama seperti Sakura.


"Riziel apa kamu mau menceritakan tentang kisah dirimu padaku?” Sakura yang sangat ingin mendengarnya.


"Baiklah aku dulu mungkin anak kecil yang sama dengan anak kecil pada biasanya hanya satu yang berbeda yaitu aku bisa melihat hantu atau arwah orang yang sudah lama mati meskipun aku tidak bisa membedakan mana arwah jahat dan baik” Riziel sambil melihat langit.


"Lalu secara tidak sengaja aku melihat sebuah bayangan hitam mendatangiku dan bayangan itu mengendalikan tubuhnya sampai aku tidak tau apa yang terjadi padaku lalu saat aku sadar barang-barang di sisiku hancur sekaligus anak-anak, orangtua disana sangat ketakutan meskipun saat itu aku tidak mengerti tiba-tiba ibuku membawaku pulang ke rumah”


"Dari saat berjalannya pertumbuhanku menjadi dewasa sikapku berubah 360 dan selalu saja ada murid lain menggangguku lalu tubuh, pikiranku berfikir untuk memberi pelajaran dengan memukulnya langsung di kelas karena itu beberapa murid lain yang mengenalku pasti merasa takut” Riziel sambil membuang nafas panjang.


"Ternyata hidup kita berdua sama-sama sulit juga ya Riziel?” Sakura dengan menggenggam tangan Riziel yang terasa hangat.


"Ya apa lagi punya pacar yang paling cantik di sekolah lebih menyusahkan” Riziel dengan tertawa kecil.


"Eh iya juga hehe” Sakura juga ikut tertawa.


Lalu saat yang mengobrol satu sama lain dengan seru di saat bersamaan Mereka berdua ada disana bintang jatuh mulai terlihat berjatuhan dari langit yang sangat indah.


"Riziel lihat ada bintang jatuh, sangat indah bukan?” Sakura dengan sangat senang melihat bintang jatuh.


"Ya sangat indah” Riziel langssung melihat langit yang indah.


"Oh ya Riziel kata orangtuaku jika melihat bintang jatuh cobalah buat permohonan agar nanti bisa di kabulkan coba kamu buat permohonan saat nanti ada bintang jatuh Riziel” Sakura dengan membujuk Riziel.


"Baiklah aku akan coba meskipun aku sendiri tidak percaya akan beginian” Riziel mencoba berfikir apa yang di inginkan dirinya sendiri sekarang.


"Ada apa? Kenapa malah melihatku begitu? Dan Riziel itu ada satu bintang jatuh cepat buat permohonan” Sakura langsung menyuruh Riziel segera membuat permohonan.


"Ya ya aku tau ('aku berharap kehidupanku kali ini bisa berubah menjadi lebih baik dari di masa lalu dan di masa depan bisa membantu orang yang kesusahan')”


Lalu bintang jatuh kedua juga terlihat lagi Sakura langsung dengan cepat membuat permohonan juga kepala bintang jatuh.


Saat Sakura dengan Riziel sedang membuat permohonan tiba-tiba muncul sebuah bintang jatuh yang datang ke arah mereka berdua dengan berukuran cukup besar.


"Sakura pergi!” Riziel saat membuka matanya melihat ada bintang jatuh ke arahnya.


"Ah-e-ehh apa?” Sakura dengan terkejut.


Riziel langsung merubah tubuhnya menjadi Eternal Spirit Form yang langsung membawa Sakura menjauh beberapa meter dari sana.


BOOM! BLAM!


Sakura dengan selamat sedangkan Riziel juga muncul di belakangnya dengan cukup terkejut.


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa ada bintang jatuh disini dengan cepat?” Sakura dengan cukup terkejut.


"Iya rasanya ini berbeda dengan bintang jatuh lain karena sekarang terasa aura dari energi yang yang sangat suci seperti surga dan aku akan memeriksanya” Riziel yang penasaran.


"Aku juga ikut denganmu Riziel apa boleh?” Sakura dengan ingin ikut karena sama-sama penasaran.


"Ya boleh” Riziel yang mengubah tubuhnya lagi sambil menyentuh tangan Sakura.


Lalu sampai dengan sangat cepat mulai terlihat bongkahan batu besar sperti komet dari atas langit sana.


"Ini seperti komet tapi aku rasa ada sesuatu di dalamnya” Riziel yang langsung turun di dekat komet tersebut.

__ADS_1


"Riziel Ha-hati-hati” Sakura dengan berbicara kepada Kagami.


"Ya tenang saja” Riziel yang langsung mendekati komet tersebut dari jarak dekat.


Sraakk!


Suara kaki Riziel yang langsung menyentuh tanah yang hancur karena komet yang datang tiba-tiba muncul di hadapannya lalu Riziel yang berhasil mendekat dan benar dugaan Riziel saat mendekati komet tersebut Riziel terdorong ke belakang seperti melarangnya didekati.


"Dryad pinjamkan aku kekuatanmu untuk menebas komet ini untuk membukanya!” Riziel langsung bicara kepada Dryad.


"Baik tuan” Dryad langsung meminjamkan kekuatan kepada Riziel.


Lalu tubuh Riziel terasa lebih menjadi kuat energinya meningkat berkali-kali lipat lebih kuat dan tenangnya merasa lebih kuat Riziel langsung memunculkan kedua senjatanya sebuah sabit kembarnya.


Sreek! Bam!


"Huft.. gila komet ini benar-benar sangat keras untung saja aku meminjam kekuatan Dryad dan kita lihat apa isinya” Riziel langsung menghilangkan debu yang mengganggu pandangannya.


"Riziel apa semua baik-baik saja?” Sakura dengan memanggil Riziel.


"Iya kemarilah dan lihat ini” Riziel langsung menjawabnya.


"B-bagaimana caranya? Itu tinggi sekali!” Sakura dengan takut ketinggian.


Lalu Riziel langsung memanipulasi energi spiritual alam menjadi tangga dan Sakura langsung berjalan turun melalui tangga tersebut yang entah muncul dari mana.


"Ada apa sih memangnya ken--!.., Ehh isinya seorang anak kecil? Kok bisa” Sakura dengan terkejut.


"Entahlah aku sendiri terkejut” Riziel sambil mencoba menyerap energi spiritual suci sekaligus alam.


'Tuan sepertinya anak kecil seperti menarikku keluar dari tubuh anda atau mungkin anak ini kepingan selanjutnya yang jatuh dari pohon Yggdrasil?, Tuan bisakah letakan di tubuh anak tersebut?” Dryad merasa cukup senang.


"Baiklah” Riziel langsung mengangkat satu tangannya lalu saat berhasil menyentuhnya secara tiba-tiba sesuatu yang rasanya ada yang menghilang cepat dari Riziel.


Ternyata yang hilang adalah Dryad yang benar-benar di tarik keluar dari dalam tubuhnya Riziel lalu Sakura tidak mengerti yang di lakukan oleh Riziel.


"Riziel apa sudah selesai? Lalu mau apakan anak kecil ini?” Sakura dengan tidak mengerti apapun.


"Untuk sekarang kita bawa pergi anak kecil ini jika tidak akan berbahaya” Riziel yang langsung membawa anak kecil tersebut.


"Uh baiklah aku mengerti” Sakura hanya percaya dengan pilihan Riziel.


Riziel pun langsung mengulurkan tangannya kepada Sakura untuk segera pergi dari sana sebelum manusia yang lain datang ke sana dan ketahuan.


"Riziel disini saja lagi pula kita sudah menjauh lumayan jauh” Sakura langsung mengatakannya kepada Riziel.


"Baiklah kita kembali istirahat disini” Riziel yang langsung berhenti dan kembali berisitirahat.


"Riziel anak kecil yang kamu bawa itu telanjang tutupi dengan jaketmu atau yang lain nanti kenapa-kenapa!” Sakura langsung memberitahukan kepada Riziel.


"Ah maaf kelupaan” Riziel langsung meletakan tangannya di tangan anak kecil tersebut.


Lalu energi spiritual dari Riziel di ubah menjadi sebuah pakaian untuk anak kecil tersebut sehingga tidak telanjang lagi dan Riziel mulai kepikiran dengan apa maksud dari kata-kata terakhir dari Dryad.


Di saat itu juga Sakura dengan rasa penasarannya langsung melihat anak kecil tersebut dari dekat secara langsung untuk membuktikan anak kecil ini adalah manusia.


"Ada apa denganmu Sakura?” Riziel melihat Sakura sangat serius memperhatikan anak kecil di pangkuannya.


"Dasar gadis bodoh!, Anak kecil ini manusia namun sangat spesial atau mirip seperti diriku sekarang mengerti!” Riziel langsung menjitak Sakura tidak terlalu keras.


Tak!


"Uh sakit..! Maaf aku kan hanya penasaran” Sakura dengan memberitahukan kepada Riziel.


"Hahh..! Yasudah aku maafkan” Riziel langsung menghilangkan rasa sakit dari jitakannya sendiri.


"Eh sudah tidak sakit lagi, terimakasih Riziel” Sakura sudah tidak merasa sakit dan lagi tidak penasaran lagi.


"Ya” Riziel dengan mencoba sabar.


"Brr.. kenapa rasanya semakin terasa dingin saat berhembus atau sebentar lagi mau hujan sepertinya? Kalau tau gini kan aku harusnya pakaian hangat” Sakura dengan mengeluh.


"Sudah jangan mengeluh pakailah jaketku agar kamu tidak kedinginan lalu apa mau pulang sekarang?” Riziel yang melihat handphonenya sudah jam 23:45.


"Boleh saja tapi bagaimana dengan anak kecil yang kamu bawa? Masa mau di bawa pul--”


BLAM!


Sesuatu yang langsung langsung menyerang Riziel dengan Sakura disana dengan sangat cepat namun Kagami sudah meningkatkan stat refleknya terhadap serangan tiba-tiba membuat serangan tersebut tertahan oleh Riziel.


"Ri-riziel apa yang telah terjadi?” Sakura dengan terkejut sekaligus ketakutan.


"Berhenti berbicara dan berlindunglah di belakangku sekarang sekaligus tolong jaga anak kecil ini karena saat ini aku akan memberikan hukuman!!” Riziel yang langsung mengubah wujudnya menjadi ('Eternal Spiritual Form').


Riziel dengan sedikit kesal langsung mengeluarkan senjatanya sendiri yaitu Sabit kembarnya langsung muncul di tangannya dan di saat itu juga Sakura kepikiran tentang Riziel akan membunuh seseorang yang sudah menyerangnya.


"Riziel! Jangan sampai membunuhnya!” Sakura mengatakannya dengan keras kepada Riziel.


"Huh.. ya tau!” Riziel dengan menanggapinya cuek.


Riziel pun langsung pergi namun di saat itu juga muncul satu sampai tiga serangan langsung menuju Riziel secara bersamaan.


BAM! BAM!


"Riziel...!!” Suara Sakura yang menghawatirkan Riziel.


Srakk! Srekk!


Angin yang berhembus kembali memperlihatkan puluhan rantai yang muncul dari dalam tanah melindungi Riziel dan juga memperlihatkan Riziel baik-baik saja.


"Sudah cukup menyerangnya! Sekarang waktunya bagianmu menunjukkan dirimu padaku!” Nada bicara Riziel yang berubah sekaligus dengan aura intimidami dari Riziel.


Lalu dari sekian banyak rantai neraka yang telah melindunginya seketika 3 rantai bergerak pergi mencari seseorang yang sudah menyerangnya beberapa kali.


"Sial..! Padahal sudah aku serang dia kenapa masih bisa menahannya dengan mudah! Harusnya aku bisa mengalahkannya seperti teman bangs*tku yang sudah kubunuh!” Orang tersebut yang sangat kesal dengan penampilan iblis tersebut.


Sreek!


"Apa ini! Lepaskan!?” Iblis tersebut tidak sadar dengan sekitarnya sebuah rantai yang langsung mengikat kakinya lalu membawanya.

__ADS_1


Lalu rantai yang sudah mengikat kakinya langsung di tarik menuju Riziel yang sudah turun ke permukaan agar tidak terlihat oleh Sakura yang terus memperhatikannya.


"Tertangkap kau!” Riziel yang langsung mencekik iblis tersebut.


"Argh..! Siapa kau sebenarnya?” Iblis tersebut bertanya kepada Riziel.


"Harusnya aku yang tanya BUKAN KAU!!” Riziel dengan mencekiknya lebih keras.


"Ugh!!, Siapapun diriku itu tidak penting karena tugasku adalah MEMBUNUHMU! SEKALIGUS MEREBUT ANAK KECIL TERSEBUT DARIMU! SEKARANG MATILAH KAU!!”


lalu muncul 4 orang dari dalam balik pohon yang berada di dekatnya dan juga yang satu orang di cekik Riziel dia langsung mencoba meledakkan dirinya bersama Riziel.


Namun seketika yang ada di dalam alam bawah sadarnya langsung mengendalikan tubuh Riziel membuat semua rantai langsung bergerak seperti jarum menusuk mereka secara bersamaan.


JLeebb! Crat!


Kemudian Riziel yang menunjukkan senyuman puas ke lima orang mati di tangan Riziel lalu ke lima Iblis tersebut menghilang lenyap dari sana dan Riziel tersadar menjadi dirinya lagi yang seperti biasa.


Lalu Riziel langsung kembali menuju Sakura yang mungkin menunggunya dan saat Sakura melihat Riziel terlihat sangat menghawatirkan Riziel.


"Riziel syukurlah kamu baik-baik saja!” Sakura langsung memeluk Riziel.


"Aku baik-baik saja jangan khawatir” Riziel sambil menyentuh pipinya Sakura yang hangat.


"Lalu kemana orang yang telah menyerangmu? Atau jangan-jangan kamu telah memb--” Sakura dengan berfikiran negatif.


"Tidak mereka adalah iblis dan aku sendiri sudah mengirimnya ke neraka agar mendapatkan hukumannya” Riziel dengan berbohong kepada Sakura.


"Sungguh?” Sakura dengan kurang percaya.


"Iya” Riziel dengan mencoba yakin.


Di saat Riziel dengan Sakura yang sama-sama khawatir secara tiba-tiba anak kecil yang di pangku oleh Sakura bergerak bangun dari tidurnya.


"Uh..”


"Um..” anak tersebut langsung terbangun.


Membuat Sakura langsung menempatkannya di atas rumput hijau dengan angin berhembus.


"Hei nak siapa namamu?” Riziel yang langsung bertanya kepada anak kecil tersebut.


"Nana..?” Anak kecil tersebut berbicara dengan belum begitu jelas.


"Sepertinya anak ini mengerti bahasaku namun tidak ingat namanya sendiri aneh” Riziel bicara dalam hati.


"Dari mana kamu berasal? Dan dimana ayah, ibumu?” Riziel yang langsung kembali bertanya.


"Riziel anak ini tidak akan mengerti bahasa kita” Sakura langsung mengatakannya kepada Riziel.


"A.. um.. a-sal ni-ni da.. papa!, Mama!” Anak tersebut mengatakannya sambil merangkak mendekati Riziel.


"Hm ternyata anak ini memang tidak mengingat apapun sama sekali” Riziel sambil mengangkat anak kecil tersebut.


Riziel sambil menyimpan tangannya di kepala anak kecil tersebut untuk melihat isi pikirannya dan di dalam pikirannya sangat kosong sekaligus hampa meskipun anak tersebut tanpa sadar menyerap energi spiritual milik Riziel.


"Riziel terus apa yang harus lakukan pada anak kecil ini?” Sakura dengan bingung sekaligus ragu-ragu mengambil pilihan.


"Kita akan membawa pulang bersamaku dan aku akan menanggung masalahnya” Riziel langsung berdiri sambil menggendong anak kecil tersebut.


"Eh apa tidak apa-apa?” Sakura dengan khawatir.


"Menurutmu lebih baik meninggalkannya disini anak sekecil disini lalu di serang lagi seperti tadi atau aku akan membawanya pulang?” Riziel dengan tegas bertanya pada Sakura.


"Membawanya bersama kita saja” Sakura dengan menuruti kemauan Riziel.


Setelah Sakura setuju untuk pulang sambil membawa pulang anak kecil tersebut pulang langsung berjalan menuruni bukit dengan jalan kaki.


"Pa-pa.. na-naku?” Anak kecil tersebut memanggil Riziel sambil memperlihatkan gerakan tangannya kepada Riziel.


"(Apa anak ini bertanya kepadaku tentang namanya siapa padaku?)” Riziel dengan bertanya dalam hati.


Lalu anak tersebut seperti langsung menganggukkan kepalanya kepada Riziel seperti bisa tau apa yang Riziel katakan dalam hatinya atau mirip seperti ada hubungan dengan Dryad yang membuat Riziel baru menyadarinya.


"Namamu ya coba pikir sebentar (anak ini mempunyai aura khas mirip surga yang sangat suci dan sikapnya sangat ceria mirip seperti Sakura) bagaimana jika namamu Yussy apa menyukainya?” Riziel yang langsung berhasil menemukan nama untuk anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut langsung meresponnya dengan menunjukkan senang dengan pilihan nama yang diberikan oleh Riziel sambil dengan memeluk Riziel dan disisi Riziel Sakura yang merasa iri karena Riziel tidak mengajak mengobrolnya.


"Syukurlah jika kamu menyukainya dan Sakura maaf ya tadi aku membentakmu karena aku kesal pada saat kejadian sebelumnya?” Riziel dengan mengubah cara bicaranya dengan tenang kepada Sakura.


"Iya deh tapi satu syarat dariku jika ingin di maafkan” Sakura dengan bernegosiasi dengan Riziel.


"Apa itu tapi jangan susah-susah!” Riziel dengan mengatakannya kepada Sakura.


"Aku ingin menggendong anak kecil tersebut” Sakura selalu ingin mengangkat anak kecil di tangannya lagi.


"Aku kira apa, boleh saja dan Yussy bersamanya dulu ya?” Riziel dengan berbicara kepada Yussy.


"Um ya, mama!” Anak kecil tersebut yang saat di gendong oleh Sakura langsung memanggil Sakura dengan panggilan nama mama.


"E-eh m-ma-ma!” Sakura dengan merasa lebih malu hingga wajahnya sangat malu.


"Belajarlah menjadi ibu yang baik haha” Riziel dengan meledeknya.


"Berisik!” Sakura langsung menendang kaki Riziel.


"Tidak kena!” Riziel dengan berhasil menghindarinya dengan mudah.


Lalu saat sudah menuruni bukit Riziel bersama Sakura langsung pulang menuju rumahnya masing-masing namun rumah Sakura sudah tertutup rapat jadi memutuskan Riziel mengizinkan Sakura menginap di rumahnya.


Saat sampai depan rumah Riziel juga keadaannya sama seperti rumah Sakura namun pintu rumah Riziel tidak di kunci sehingga Riziel langsung memasukkan motornya ke dalam garasi lalu setelah itu mereka langsung masuk segera masuk ke dalam kamar Riziel.


"Riziel apa tidak apa-apa aku menginap tidur disini?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel.


"Tidak apa-apa lagi pula sekolah besok libur para guru ada rapat penting ya kan?” Riziel sambil mengambil baju bersih di lemarinya.


"Ehh libur? Besok?! Kata siapa?” Sakura dengan terkejut karena tidak mengetahuinya.


"Lihat handphonemu sendiri bukankah infonya udah di bagikan ke setiap grup kelas masing-masing?” Riziel masih memlih pakaian yang bisa di pakai untuk Sakura.

__ADS_1


"Eh sejak kap--” Sakura langsung melihat handphonenya.


Lalu Sakura saat melihat handphonenya dengan cukup terkejut besok libur sekolah selama 2 hari masuk kembali hari sabtu.


__ADS_2