Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 15 ] : Kebencian Tidak Tiada Akhir


__ADS_3

Aiko yang sampai di tempat yang banyak sekali anak anak ketakutan di tempatkan di dalam dalam Rantai neraka yang sangat panas sekali.


"GROOAARRHH!” Aiko yang menghancurkan dengan kekuatan penuh sekaligus aungan seekor anjing Spiritual untuk menghancurkan penjara untuk anak anak sekaligus Bariernya.


"Ugh!” Sakira yang langsung menutup telinganya sambil berpegangan kepada aiko cukup kuat dengan kedua kaki kecilnya yang mungil.


Krak! Trang!


Suara retakan Barier serta rantai neraka yang sangat kuat hingga hancur dan secara bersamaan kekuatan Aiko terkuras habis hingga berubah kembali menjadi anjing kecil sehingga Sakira juga terjatuh.


Guk! Guk! (Bawa keluar sekarang semua anak anak!)


Aiko yang langsung memberitahukan kepada Sakira melalui telepati untuk membawa anak anak pergi keluar Gedung besar tua sebelum hancur.


Di sisi lain juga Alice dan Clovis yang sudah berhasil memberikan alamat kepada polisi tinggal menunggu polisi datang dan menyelamatkan Riziel.


"Si bodoh itu pasti bertindak sendiri dan semoga saja Riziel tidak mati” Clovis yang sangat mengetahui tentang Riziel.


"Dari mana kau tau itu?” Alice yang tidak tau tentang Riziel sepenuhnya.


"Karena aku temannya dari kecil dan siapapun yang membuat Riziel marah dan kesal hingga mencapai batasnya orang itu akan habis dengan penuh darah akibat pukulan Riziel” Clovis yang mengatakan sebagian kepribadian buruk Riziel.


"Jadi sama seperti pribahasa ‘jangan bangunkan kucing yang tertidur ya’ dan Riziel sama seperti singa yang memburu seseorang jika sudah marah ya?” Alice yang baru mengetahui kenapa Clovis tidak berani menentang Riziel.


"Ya tapi kenapa lama sekali polisi datang kemari sih!” Clovis yang tidak ingin melihat dirinya sendiri terkena marah oleh orangtua Riziel.


"Ahh itu dia datang semoga saja sempat” Alice yang melihat 5 mobil Polisi yang baru saja datang.


"Dimana tempat itu anak anak?” Seorang Polisi yang baru keluar dari dalam mobil.


"Masuk ke dalam jalan itu nanti akan ada Gedung tua sangat besar sudah terbengkalai dan kami melihat anak anak kecil di bawa kesana” Clovis yang langsung bicara agar polisi percaya.


"Kalau begitu kalian tunggu di sini karena di sana berbahaya” Polisi itu langsung bicara kepada Clovis dan Alice.


"Tapi disana ada teman saya jadi biarkan kami menunjukkan jalan sekaligus menyelamatkan teman saya” Clovis yang tidak ingin dirinya tidak berguna saat seperti ini.


"Baiklah tapi jangan sampai bertindak sendiri karena ini bukan masalah yang bisa di urus anak anak” Polisi itu mengizinkan Clovis dan Alice ikut.


"Terimakasih banyak” Alice dan Clovis bicara bersama.


Lalu Clovis dan Alice langsung pergi kembali menuju gedung tua terbengkalai dengan cepat.


******


Semua anak anak yang sudah di bawa keluar dari dalam gedung oleh bantuan Sakira dan aiko membuat semua anak anak selamat tinggal menunggu bantuan datang menolong.


Disisi lain Riziel mulai memasuki ruangan luas dan melihat seseorang yang bertemu namun wajahnya masih belum terlihat sedikitpun.


"Keke akhirnya kau datang juga Riziel sang Penyelamat Dunia!” Seseorang yang menyambut Riziel.


"Kau lagi jadi kau dalang dari balik kejahatan yang kau perbuat selama ini br*ngs*k” Riziel yang kesal melihat seseorang itu lagi.


"Jangan buru-buru nikmatilah pertarungan ini untuk sekarang kau tidak layak menjadi lawanku” Seorang misterius bicara kepada Riziel.


‘Twin Crescent!’ Riziel langsung memanggil senjatanya dan melemparkan salah satu sabitnya kepada seorang misterius secara langsung.


Bam!


Riziel yang berhasil mengenai wajahnya sehingga menggores wajahnya sekaligus kain biasa penutup wajahnya.


"Sampai jumpa suatu hari kita akan bertemu lagi!” Seseorang misterius itu adalah Ezra yang selama ini bersembunyi dari balik kain.


Ezra pun langsung pergi melarikan diri dari sana karena tugasnya membuat Riziel marah dan membunuh semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Ezra..!!! Br*ngs*k jangan kabur kau pengecut..!!” Riziel yang kesal selama ini telah di hancurkan oleh Ezra dari belakang.


"AARRGGHH...!!!!” Energi Spiritual Riziel tiba tiba meningkatkan drastis karena kemarahan yang sudah menghancurkan batasan kesabarannya.


Riziel yang tidak terkendali sehingga matanya menjadi putih hingga menghajar habis habisi semua 32 orang yang berada di dalam tempat itu.


**** [Di bagian luar Gedung Tua POV] ****


Riziel yang berteriak kesakitan sekaligus marah terdengar keluar gedung oleh banyak anak anak sekaligus Sakira dan Aiko yang khawatir.


"Kakak tolong jaga kakak” Sakira yang berdoa kakaknya semoga selamat.

__ADS_1


Guk! (Tuan maafkan saya)


Bersamaan dengan waktu itu Riziel mengamuk akhirnya bantuan datang sekitar 5 mobil polisi dan 1 motor yaitu Alice dan Clovis.


"Pak tolong selamatkan kakak di dalam” sakira yang langsung berlari mendekati mobil sambil memohon mendekati Riziel.


"Tidak mungkinkan sekitar 21 orang tergeletak di tanah dengan keadaan terluka parah” Alice yang sangat takut melihatnya.


"Aku mohon selamatkan kakak di dalam dan aku tidak ingin kehilangan kakak” Sakira yang memohon kepada polisi yang baru keluar dari dalam mobil.


Semua polisi tidak percaya dengan semua penjahat dengan keadaan terluka parah tergeletak di tanah.


"Baiklah amankan tempat ini dan juga amankan para penjahat” Polisi yang tidak ingin membuat gadis kecil kecewa sehingga memohon langsung kepada polisi secara langsung.


"Pak biarkan kami juga memeriksa teman kami yang berada di dalam” Clovis yang takut tapi harus peduli kepada Riziel.


"Hahh baiklah saya mengerti” Polisi itu tidak tau harus berbuat apa.


4 polisi di tambah Alice dan Clovis yang ikut juga memasuki gedung dengan disambut dengan bau menyengat mayat anak kecil di lantai 2 dan di lantai 3 ada Riziel di sana.


Dan saat menyusuri tempat demi tempat pasti melihat korban para penjahat yang sudah di hajar habis habisan penuh dengan luka di setiap jalan.


"Apa ini benar benar perbuatan teman kalian berdua?” Polisi langsung bertanya kepada Alice dan Clovis.


"Aku juga kurang tau pak tapi aku mohon jangan berikan hukuman kepada teman saya” Clovis yang meminta keringanan kepada pak polisi.


"Itu tergantung pada perbuatannya apa dia membunuh semua para penjahat atau hanya membuat mereka terluka parah dan jika dia membunuh maka harus di urus oleh pengadilan” Polisi itu bicara kepada Alice dan Clovis.


"Tolong jangan lakukan itu karena Riziel hanya ingin menyelamatkan adiknya saja” Alice yang langsung memberitahukan kepada pak Polisi.


"Hahhh lihat saja bagaimana hasilnya nanti" Polisi itu hanya akan menyerahkan semua pada pengadilan.


"Pak kemari disini banyak mayat anak anak yang sudah mati karena di melakukan pembedahan tubuh dengan mengambil organ tubuhnya secara paksa” seorang polisi wanita membuka ruangan.


"Jadi tempat ini adalah perdagangan ilegal organ anak anak kalau tidak saya perkirakan” rekan polisi wanita mencoba mengambil kesimpulan.


"Untuk sekarang kita harus bergerak cepat untuk ke lantai 3 pasti para penjahat itu berada di lantai 3 bersama teman 2 anak anak ini” Polisi yang bersama Alice dan Clovis langsung berlari menuju lantai 3.


Setelah semuanya sampai di lantai 3 melihat suatu ruangan yang pintu terbuka lebar lalu 4 polisi bersama dengan Alice dan Clovis mencoba masuk dan melihat Riziel penuh dengan bercak darah mau di baju dan wajahnya dan juga Riziel sambil mencekik dan mengangkatnya.


"Kenapa?” Riziel yang langsung melihat ke arah pintu dengan wajah penuh darah.


"Turunkan sekarang Pria itu atau kalau tidak ak--” Polisi itu langsung menodongkan pistol.


"Tembak maksudmu tembak saja kalau bisa..!!” Riziel yang masih kesal dan sangat ingin membunuhnya.


"Riziel jangan bertindak semaumu lagi!” Clovis yang langsung bicara.


"Siapa yang mengatakan kau boleh bicara dan lebih baik diam saja” Riziel yang masih tidak bisa meredam emosinya.


Dor!


"Wow santai santai dong, baiklah akan kubiarkan mereka semua hidup” Riziel yang langsung menghindari peluru yang mengarahnya.


Riziel langsung melepaskan cekikan dan Pria salah satu ketua yang sudah di siksa habis habisan oleh Riziel dan 1 lagi sudah pingsan tepat di belakangnya.


"Uhuk uhuk” Pria itu mulai batuk mengeluarkan darah.


"Padahal aku sudah mengarahkan tepat padanya kenapa tidak kena?” Polisi itu mulai takut kepada Riziel.


"Karena kau sebagai Polisi lemah tidak seperti kami yang sudah bisa membunuh banyak anak anak demi uang uhuk” Pria yang sudah di biarkan hidup oleh Riziel mulai bicara.


"Kubilang diam!” Riziel langsung menghajarnya sampai pingsan


"Berhenti sampai di situ atau bocah ini akan mati..!!” Penjahat yang berada di belakang masih sadar dan menodongkan pisau kepada Riziel dekat leher Riziel.


"Riziel..!!” Alice dan Clovis yang tidak ingin Riziel terluka lebih banyak lagi.


"Tenang saja aku baik baik saja” Riziel langsung memegang tangan yang memegang pisau.


"Kau memang ingin ma--!!”


Bam!


Riziel langsung melemparkan ke depan seperti teknik Taekwondo yang biasa di ajarkannya dahulu dan pria itu mengalami luka parah sekaligus kembali pingsan.

__ADS_1


"Phew sudah selesai” Riziel yang melihat tubuhnya penuh darah.


"Berhenti disitu cukup kau tidak boleh berbuat lebih brutal lagi” Polisi wanita itu juga mulai menodongkan pistol.


Lalu Riziel mendekatinya wanita itu dengan santai dengan menangtang untuk menembak Riziel.


"Aku sudah membuat mereka terluka saja dan juga para penjahat masih hidup apa kau berani menembakku?” Riziel sambil memegang pistol dan mengarahkan pada kepalanya sendiri dengan berani.


"Maafkan aku seharusnya tidak melakukan itu kepada anak anak sepertimu” Wanita Polisi itu mulai menyimpan kembali pistolnya.


"Jangan di pikirkan sebaiknya Kepolisian harus mengurus ini dengan cepat dan juga rumah sakit mengobati luka parah para penjahat sekaligus mayat anak anak harus di kuburkan secepat mungkin sebelum membusuk” Riziel yang mulai berkata sedikit peduli.


"Riziel itu kau?” Alice yang melihat sisi peduli Riziel.


"Ya siapa lagi dan satu saran dariku untuk para polisi hancurkan tempat yang sudah terbengkalai seperti ini kalau tidak ingin ini terjadi lagi” Riziel yang memberikan saran lagi kepada para polisi.


"Baiklah akan aku ingat itu sekaligus jasa anda nak” Pria Polisi yang baru punya keberanian bicara kepada Riziel.


"Ahh ya tapi baju sekolahku juga kotor dengan darah sepertinya akan sulit di bersihkan hahh menyusahkan” Riziel langsung membuka pakaian sambil membersihkan mukanya dengan pakaiannya.


"Riziel apa yang kau lakukan sih!” Alice yang malu hingga wajahnya memerah.


"Nak jangan terlalu di pikirkan tentang pakaianmu karena di mobil masih ada baju dan sebagai gantinya baju sekolah akan di belikan oleh pihak polisi ke sekolahmu jadi jangan khawatir dan menerima penghargaan yang pantas"


"Karena kalau bukan karena bantuanmu kepolisian akan kerepotan juga” Pria polisi itu bicara kepada Riziel.


"Ehh tidak usah cukup untukku untuk mengganti pakaian sekolah dan menghajar para penjahat saja cukup kok dan lagi jangan ke sekolah biarkan aku saja yang membeli pakaian nanti di sekolah akan ramai membicarakan hal ini” Riziel tidak ingin hal ini di publikasikan.


Setelah semua hal di bicarakan langsung keluar dari dalam gedung tua itu dan melihat sakira yang cukup membuat hatinya sedikit tenang.


"Kakak huhu” sakira yang langsung memeluk Riziel dalam keadaan tidak pakai baju.


"Apa kau baik-baik saja?” Riziel sambil mengusap kepala sakira dengan lembut.


"Aku takut sebagian teman temanku sudah mati tergeletak di sana huhu” sakira yang masih menangis di pelukan Riziel.


"Sudah sudah nanti pulang bagaimana ikut bersama kakak ke suatu tempat” Riziel sambil menghibur adiknya yang ketakutan.


"Aku ingin ikut bersama kakak” sakira yang tidak ingin kakaknya terluka lagi.


"Baiklah dan ini tas milikmu bukan tadi kakak menemukannya di dalam gedung” Riziel sambil memberikan tas kepada adiknya.


"Terimakasih kak” Sakira yang masih sedih temannya menghilang.


Lalu polisi Pria langsung memberikan 1 botol air minum dan baju yang cukup untuk di pakai.


Riziel langsung menurunkan sakira sekaligus menerima baju dan minuman air putih untuk membersihkan bercak darah di wajahnya yang masih belum hilang.


"Tidak terlalu buruk bajunya dan terimakasih minumnya” Riziel langsung membuka botol minum dan langsung membasahi mukanya.


"Riziel ini pakai untuk mengeringkan sekaligus membersihkan wajahmu” Alice yang langsung memberikan sebuah sapu tangan.


"Hahhh terimakasih Alice” Riziel langsung mengambil sapu tangan pemberian Alice untuk mengeringkan wajah Riziel yang di sengaja di basahi untuk menghilangkan bekas darah.


"Riziel kau tidak kelelahan setelah menghajar begitu banyak para penjahat?” Clovis yang merasa Riziel mengalami banyak perkembangan diri.


"Ya begitulah badanku masih agak sakit di tambah lagi beberapa luka dari pisau yang mengenai beberapa bagian badanku” Riziel yang berpura pura lelah dan badannya lemas.


"Kak aku mau pulang” Sakira yang masih ketakutan oleh kejadian sebelumnya.


"Hahh baiklah kalau begitu aku pulang saja dahulu” Riziel yang langsung berjalan mendekati motor.


"Hehh nak bukankah lelah sebaiknya saya antar saja apa lagi luka di tubuhmu masih baru” Wanita Polisi yang mencoba bersimpati kepada Riziel.


"Ahh tenang saja hanya luka kecil nanti bisa di obati di rumah dan aku baik baik saja jangan khawatirkan aku lebih baik bantu saja yang lain mungkin kesulitan” Riziel yang mencoba mencari alasan untuk pergi.


"Iya benar kami berdua temannya akan kami jaga hingga sampai di rumah dengan aman” Clovis yang mencoba menyakinkan Wanita polisi itu.


"Baiklah hati hati di jalan tapi sebelum itu saya boleh meminta nomor dirimu untuk jika urusan ini selesai untuk di mintai pertanyaan apa boleh?” Wanita itu bertanya kepada Riziel.


"Baiklah jika memaksa terus dan Alice kemarikan handphoneku” Riziel yang langsung meminta handphone kepada Alice.


"Ini Riziel” Alice langsung memberikan handphone kepada Riziel.


Riziel menerima handphone miliknya dari Alice yang sebelumnya menitipkannya kepada alice kemudian Riziel langsung memberikan nomor handphone miliknya sendiri kepada Wanita Polisi.

__ADS_1


__ADS_2