
Riziel yang sampai di depan parkiran lalu melihat clovis yang sedang diam sambil bermain game dengan beberapa temannya.
"Bagus ya pingsan gak ngasih tau kelas dan bagian sembuh berduaan dengan cewek" Clovis yang baru selesai bermain game langsung melihat Riziel sedang berduaan dengan sakura.
"Berisik kau Hama!" Riziel langsung mendekati clovis dan menjitaknya.
"Sakit oy kan aku bercanda Riziel" clovis yang kesakitan di jitak oleh Riziel.
"Bercandamu keterlaluan!" Riziel yang kesal sambil ingin menjitaknya lagi.
"Pfftt sikap kalian sperti anak kecil" sakura yang tertawa.
"Wah bidadari sedang tersenyum cantik sekali" clovis yang baru pertama kali melihat sakura tertawa menjadi terlihat lebih cantik.
Sakura langsung memalingkan mukanya karena malu lalu Riziel langsung menjitaknya lagi sambil menggusur clovis menjauh meninggalkan sakura.
Lalu Riziel langsung mengambil motornya lalu membawanya keluar setelah itu menyalakan motornya lalu melihat sakura yang sedang menunggunya.
"Naik mau pulang bukan?" Riziel yang mengulurkan tangannya untuk membantu naik ke motor.
"Ya sabar dan kau tidak keberatan aku selalu menumpang naik motormu terus" sakura yang langsung naik ke motor Riziel.
"Tidak peduli sih aku tentang itu" Riziel lalu pergi pulang.
"Btw Riziel nanti kalau sudah lulus mau kerja atau kuliah?" Sakura yang ingin tau jawaban Riziel.
"Yang pasti kerja karena kuliah pusing berfikir terus dan bagaimana denganmu sendiri sakura?" Riziel langsung fokus mengendarai motor.
"Ayah ingin aku kuliah ya bagaimana lagi turutin aja karena aku satu satunya anak ayah yang tersisa jadi harus nurut" sakura yang mau tidak mau harus menurut kepada orang tuanya inginkan.
"Btw anak kucingmu bagaimana sehat aku sudah 2 atau hampir 3 bukan tidak mendengar kabarnya" Riziel sangat ingin lihat peliharaan kucingnya.
"Sehat kok dan aku suka kasih makanan kucing setiap aku pulang kerja dan mau mampir ke rumahku sambil melihat kucingku tidak?" Sakura yang mengajak mampir.
"Boleh saja aku stress nih dengan olimpiade matematika nanti nih" Riziel yang kepalanya penuh dengan rumus matematika.
"Memangnya ini pertama kalinya untukmu ikut olimpiade matematika gini?" Sakura yang ingin tau.
"Begitulah ini pertama kalinya dan jika kau tadi tidak mengajak mungkin aku akan pergi ke warnet untuk menghibur diri sambil bermain game" Riziel yang sangat ingin pergi tapi sebaliknya.
"Lebih baik di rumahku saja sambil melihat kucing sambil menghafal materi saja" sakura yang mengajak agar Riziel setuju.
"Iya iya tau dan pegangan aku akan menaikkan kecepatannya" Riziel yang mengendarai motornya dengan menambah kecepatannya agar cepat sampai.
Akhirnya Riziel dan sakura sampai di depan rumah sakura lalu Riziel langsung memarkirkan motornya lalu mengunci stang motor lalu membawa kunci motornya.
Sakura langsung membuka pintu rumah lalu melihat orangtuanya sedang mengobrol berdua dan orangtua sakura saat melihat Riziel datang seperti sangat senang.
"Ada tamu ternyata dan ada apa nak Riziel datang?" Ibu sakura yang langsung mempersilahkan duduk di manapun.
"Ahh tidak hanya mampir ingin tau kabar orangtua sakura dan peliharaanya sakura" Riziel yang begitu gugup sekali.
"Ohh begitu dan bagaimana kabar ayahmu nak soalnya sekarang tidak kerja?" Ayah sakura yang ingin tau kondisi ayah Riziel.
"Itu baik baik saja, hanya butuh istirahat saja" Riziel yang memberitahukan kondisi ayahnya setaunya saja.
"Riziel ingin minum apa?" Sakura yang sudah mengganti bajunya.
"Sirup saja sekalian ayah juga" ayah sakura langsung menjawab sebelum Riziel.
"Huh baiklah" sakura langsung masuk ke dapur untuk menyiapkan minuman.
Lalu Riziel langsung mengeluarkan beberapa lembar kertas materi yang di berikan oleh alice.
"Apa itu nak Riziel?" Ayah sakura di sebelah Riziel sangat ingin tau.
"Ini materi pembekalan untuk olimpiade matematika 2 minggu lagi" Riziel yang agak terbuka kepada keluarga sakura.
"Ikutan lomba matematika pasti bukan hal mudah" ibu sakura yang bicara dengan serius.
"Begitulah harus menghafal rumus matematika dan yang lainnya" Riziel yang sebenarnya sangat malas.
Lalu sakura langsung membawa minuman 4 gelas lalu menyimpannya di atas meja lalu sakura ikut duduk.
"Ibu tidak minta nak?" Ibu sakura yang merasa terlalu banyak membawa minuman.
"Tidak apa bu karena aku tidak tega ayah dan Riziel di berikan minum masa ibu dan aku tidak jadi aku kan buat sekaligus untuk ibu dan aku" sakura yang sangat peduli.
"Ohh iya apa buku komikku sudah di baca semua?" Riziel begitu senang melihat dirinya bisa mengenal sakura.
__ADS_1
"Belum kemarin aku fokus belajar akibat hari ini ada ulangan jadi tidak terbaca" sakura yang langsung minum yang telah di bawanya sendiri.
"Begitu ya baiklah tidak apa-apa" Riziel lanjut membaca materi pembekalan olimpiade itu sesekali sambil meminum air sirup jeruk pemberian dari sakura juga.
"Apakah materinya sulit?" Sakura yang sangat ingin tau.
"Lumayan sih dan bisa kau lihat sendiri" Riziel langsung menunjukannya di atas meja
"Menurutmu nanti olimpiade berapa hari disana?" Sakura yang mengajak bicara.
"Mungkin 1 sampai 2 hari" Riziel yang hanya menebaknya saja.
"Katanya ingin lihat kucingku mau sekarang?" Sakura yang mengajaknya.
"Baiklah tunggu dulu aku menyimpan kertas materi ke dalam tas dahulu" Riziel yang langsung menyimpan kertas materi ke dalam tas.
Lalu Riziel menghabiskan minumannya lalu pergi ke kamar sakura untuk melihat anak kucingnya setelah itu sampailah di di depan kamar lalu sakura dan Riziel masuk dan melihat ruangan yang rapih penataan tempat kamarnya.
"Luas juga berbeda denganku sempit" Riziel yang memperhatikan kamar sakura yang begitu luas.
"Pasti aku yang menatanya sendiri dan disini" sakura yang langsung mengajak ke arah kiri kamarnya yang terdapat kandang kucing.
Lalu sakura membukanya pintu kan kandang kucingnya setelah itu anak kucing langsung keluar pelan pelan tidak takut.
"Meong meong" kucing yang langsung mendekati sakura.
"Ternyata mereka sehat dan bersih" Riziel yang melihat satu anak kucing mendekatinya juga sambil sedikit takut.
"Meong ggrr" kucing itu mendekati Riziel lalu Riziel mengusap badannya dengan pelan.
"Sepertinya anak kucing itu menyukainya Riziel" sakura yang senang bisa melihat Riziel yang akrab dengan kucing miliknya.
"Haha iya" Riziel lalu duduk dan anak kucing yang di usap badannya lalu anak kucing itu langsung ingin bermain.
Lalu Riziel langsung mengeluarkan kunci motornya yang terdapat gantungan berbulunya lalu mendekatinya dan mempermainkan anak kucing itu dengan mainan.
"Anak kucing ini kukunya pernah olehmu di potong tidak?" Riziel yang memperhatikan anak kucingnya kukunya seperti panjang.
"Belum aku takut di cakar tapi aku ada alatnya Riziel ingin coba?" Sakura yang samgat takut.
"Yaudah aku bisa mana?" Riziel yang meminta gunting kuku versi kucing.
"Tunggu sebentar aku lupa simpan" sakura lalu mencari gunting kuku kucing.
"Hei kembalikan!" Riziel yang mencoba mengambilnya.
"Pinjam sebentar" sakura yang langsung bicara setelah di dekati oleh Riziel.
"Baiklah dan lihat baik-baik" Riziel lalu memotong kuku anak kucing dengan pelan pelan.
Lalu Riziel memotong kuku anak kucing meskipun anak kucingnya tidak mau diam juga Riziel memaksakan memotong kukunya dengan pelan.
"Anak kucingnya gak mau diam banget" sakura yang memperhatikan Riziel.
"Ini selesai dan mana satu lagi" Riziel yang memberikan anak kucing yang sudah di potong kukunya.
"Ini tolong ya" sakura memberikan anak kucingnya.
"Ya" Riziel yang langsung mengambil anak kucing itu lalu memotong kuku anak kucing itu langsung.
"Riziel aku boleh bertanya boleh?" Sakura yang memperhatikan Riziel harus berani.
"Silahkan saja aku gak akan melarang" Riziel yang fokus lagi memotong kuku kaki anak kucing yang tidak mau diam.
"Em itu semenjak awal kita bertemu sampai sekarang aku menyadari bahwa aku mulai menyukaimu dan saat kau menghilang aku merindukanmu dan apa jawabanmu?" Sakura yang ingin Riziel menjawab.
"Sebenarnya aku dari dulu tidak pernah menyukai seseorang yang menyusahkanku dan semenjak aku punya janji denganmu awalnya aku hanya melakukan terpaksa" Riziel yang belum mengatakan semuanya dan sakura yang kesal lalu mengepalkan tangannya ingin memukul Riziel.
"Lalu bagaimana?" Sakura yang mencoba sabar.
"Tapi sekarang aku tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang lain dan aku hanya ingin melindungimu dan juga saat aku 2 bulan menghilang aku sangat menghawatirkanmu dan sangat merindukan omelanmu dan masalah entah apa yang aku inginkan dan mungkin aku ingin kau ada disisimu" Riziel yang selesai memotong kukunya.
"Terimakasih Riziel telah mengungkapkan semuanya bodoh dan aku menyukaimu Riziel" sakura yang menangis yang mendengarkan cerita Riziel yang berasal dari hatinya dan sakura langsung memeluk Riziel dan 2 anak kucing kabur manjauh.
Riziel yang hanya memeluknya sambil diam harus mengakuinya bahwa harus menerima takdirnya yang harus di jalani.
"Ya aku juga dan sudah sudah jangan menangis" Riziel yang menyuruh sakura berhenti menangis di pelukannya.
"Iya aku harus menjadi perempuan kuat" sakura yang mulai melepaskan pelukannya sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
Lalu Riziel menenangkan sakura agar berhenti menangis sambil membersihkan kuku kucing yang berserakan lalu menyimpan di saku bajunya.
"Jaga dirimu ok? Dan aku pulang dahulu" Riziel yang merapikan bajunya sambil mengusap kepalanya.
"Hati hati di jalan Riziel nanti kabari jika sudah sampai di rumah" sakura yang membiarkan Riziel pulang.
"Baiklah" Riziel lalu berdiri dan memeriksa sesuatu takut ada yang ketinggalan.
"Ehh Riziel ini kunci motormu aku baru ingat hehe" sakura yang memberikan kunci motornya milik Riziel.
"Terimakasih" lalu Riziel membuka pintu kamarnya sakura untuk kembali.
Lalu sakura yang memasukkan 2 anak kucingnya ke dalam kandang lalu sakura langsung tiduran di atas tempat tidur dengan pikiran yang senang sudah bisa mengungkapkannya.
Riziel yang berjalan menuju ruang tamu melihat ayah dan ibunya sedang mengobrol dan di sebelahnya ada tas milik Riziel.
"Riziel kemari dahulu ada yang ingin kami katakan sebentar" ayah sakura mengajak Riziel bicara sebentar.
"Ya ada apa?" Riziel berjalan mendekati ayah dan ibu sakura.
"Nanti ketika lulus sekolah kau ingin bekerja atau kuliah?" Ayah sakura memberikan pilihan kepada Riziel.
"Kerja untuk mewujudkan impian dan membahagiakan keluarga" Riziel mengatakan yang ingin di lakukan jika sebagai manusia.
"Baiklah dan saya ingin menawarkan bekerja di tempat ayahmu bekerja dan saya sudah tidak peduli dengan identitas aslimu lagi dan saya akan menganggap kau adalah anak dari ayahmu" ayah sakura yang mengajak Riziel bekerja jika sudah lulus sekolah.
"Terimakasih atas penawaran saya menerima tawaran bekerja pak" Riziel yang setuju ingin tawaran ayah sakura.
"Bagaimana dengan sakura apakah kau menyukainya nak Riziel?" Ibu sakura yang bertanya juga.
"Itu kalau di sebut bagaimana ya sulit di katakan" Riziel yang malu mengatakannya.
"Baiklah tidak di sebutkan ibu sudah mengetahuinya dari raut wajahmu nak" ibu sakura lalu bicara membuat Riziel terkejut.
"Baiklah kalau begitu saya pulang dahulu" Riziel langsung mengambil tasnya.
"Hati hati di perjalanan pulang" orangtua sakura langsung melambaikan tangannya.
"Ya" lalu Riziel membuka pintu rumah lalu keluar dan pulang.
Riziel lalu menutup pintunya setelah itu Riziel memasang kunci motor lalu menyalakannya lalu pergi pulang ke rumahnya sendiri.
Riziel di perjalanan pulang yang begitu aman dan larut dalam pikirannya yang apakah bisa menjalani hubungan dengan sakura dengan kondisi tubuh spiritualnya masih belum sepenuhnya pulih.
Lalu Riziel mulai membuka matanya lalu mempercepat kecepatan motornya agar sampai ke rumah untuk istirahat dan memikirkannya.
Lalu Riziel yang di perjalanan melihat beberapa iblis mengikuti Riziel setelah itu Riziel parkir sembarangan di sisi jalan lalu berlari dan mengubah wujudnya langsung.
'Chains Of Fire : Chains Cut!' Riziel langsung menebas iblis dengan Rantai api hitam dengan cepat.
"Aku kira iblis biasa tapi ini iblis yang jiwa yang bersatu dan ini adalah jiwa iblis yang masih berkeliaran tersisa" Riziel tutun lagi ke tanah lalu mengubah tubuhnya menjadi manusia.
Lalu Riziel langsung mengambil motor kembali setelah itu Riziel langsung menyalakan kembali lalu pergi menuju rumahnya.
Akhirnya Riziel sampai di rumah dengan aman tanpa gangguan lagi dari iblis setelah itu Riziel menyimpan motornya di garasi dahulu setelah itu Riziel langsung masuk ke dalam rumah.
"Kakak!" Adiknya yang langsung memeluk Riziel.
"Ada apa?" Riziel yang mengangkat sakira langsung.
"Kakak aku tadi setelah pulang sekolah tidur lalu aku mimpi buruk dan aku takut" adiknya yang mengalami mimpi buruk.
"Mimpi buruk apa?" Riziel yang ingin tau.
"Tidak mengerti banyak dengan warna merah di mana pun dan aku takut" adiknya yang mengalami mimpi aneh.
"Sudah jangan di pikirkan nanti tidur sama kakak saja hari ini jika masih takut" Riziel yang menurunkan sakira lagi.
"Baiklah kak" sakira yang mengerti dan berusaha tidak memikirkannya.
Lalu Riziel melihat ayah dan ibunya sedang makan dan juga anjingnya yang baru di berikan makan.
"Ehh nak kamu sudah pulang dan apa hari ini pulang terlambat ada pembekalan?" Sinta yang bertanya kepada Riziel.
"Ya bu dan banyak lalu pusing juga" Riziel mengeluh.
"Sabar saja ya nak, jadi harus kuat menjalaninya" kirota yang mengingatkan kepada anaknya.
"Iya ayah aku ke dalam kamar dahulu ingin istirahat lelah" Riziel langsung pergi menjauh menuju kamarnya.
__ADS_1
Setelah sampai di dalam kamarnya lalu Riziel menyimpan tas di atas tempat tidur lalu Riziel mengeluarkan handphonenya di saku di simpan di atas tempat tidur juga setelah itu Riziel mandi untuk membersihkan badannya yang bau.
Setelah Riziel mandi lalu mengganti bajunya lalu tiduran di atas tempat tidur sambil mengambil handphone untuk mengabari sakura.