
Jam pulang sekolah yang menyala semua murid sekolah pulang karena sekolah sudah berakhir dan Riziel sambil merapikan buku pelajaran yang sudah di keluarkan.
Alice yang kelasnya bersebelahan setelah selesai langsung masuk mencari Riziel untuk ada janji bersama Riziel pergi menuju rumah sakit.
"Riziel sudah beres?” Alice yang masuk ke dalam kelas Riziel.
"Sudah ayo pergi sekarang” Riziel langsung berjalan pergi meninggalkan Clovis yang masih menyalin catatan.
"Lho kok masih menulis bukannya sudah pulang?” Alice yang langsung menanyakan kepada Clovis.
"Biarkan saja Clovis ketahuan sengaja tidak mengikuti pelajaran lalu bersembunyi di wc sekolah bersama temannya dan akhirnya ketahuan oleh guru” Riziel yang menjelaskan kepada Alice.
"Pfftt ada ada aja Clovis dan apa salahnya hanya ikut belajar hanya perlu mengikuti perintah guru tapi semangat menyalin materinya ya?” Alice sambil menepuk Pundak Clovis untuk menyemangatinya.
"Ya Terima kasih sudah menyemangatiku” Clovis kembali fokus menyalin buku Riziel.
"Sampai jumpa” Alice bersama Riziel langsung pergi menuju luar kelas.
Alice yang melihat Sahabat Riziel yang kadang kadang bertingkah konyol dan bodoh tapi anehnya Riziel menerimanya sebagai teman.
"Riziel kenapa waktu itu dirimu selalu mengancam Clovis?” Alice yang pasti ada sesuatu di masa SMP.
"Bagaimana ya menjelaskannya Clovis waktu masa SMP sangatlah bodoh namun banyak Siswi yang menyukainya lalu Clovis terkadang sering di sebut Playboy karena sering memanfaatkan para Siswi makanya aku sering mengingatkanmu berhati hati pada Clovis” Riziel yang tidak suka melihat seseorang menangis karena temanku sendiri.
"Tapi aku melihat Clovis sekarang pasti sudah berubah menjadi lebih baik tapi aku mengerti perkataanmu kok Riziel yaitu tidak suka melihat seorang perempuan menangis karena temanmu bukan?” Alice yang langsung berhenti kemudian melihat kepada Riziel.
"Ya benar kalau itu terjadi padamu aku akan memukul Clovis hingga minta maaf kepadamu karena aku saat SMP sering melihat para siswi menangis tapi aku sengaja bersikap peduli makanya dari itu banyak murid yang tidak menyukaiku” Riziel sedikit demi sedikit sudah melupakan masa lalunya.
"Begitu ya padahal Riziel sangat baik namun aku pernah dengar Riziel itu anak aneh yang sering bicara sendiri para murid menyebutmu Anak indigo bukan?” Alice yang mengatakan kebenarannya kepada Riziel.
"Aku tidak peduli lagi tentang itu karena aku sudah bisa melihat makhluk astral dari kecil terkadang ibuku sering melarangku untuk berbicara sendirian tapi siapa peduli aku sih masa bodoh ada yang mau bersamaku ayo dan ada yang tidak menyukaiku bicara biar aku hajar hingga puas” Riziel bicara dengan sedikit kejam.
"Hm dari awal memang itulah Ciri khas Riziel makanya aku tidak berani denganmu tapi saat mengenal Sakura sangat berani mendekatimu meskipun kau marahi tapi aku merasa lemah tidak bisa berteman denganmu Riziel”
"Lalu aku saat mengenalmu juga sangat ingin menghiburmu Riziel sekaligus aku semakin lama aku mengetahui aku sudah kalah dengan Sakura yang cukup membuatmu senang sehingga aku ingin mundur kemudian menghilang tapi aku hanya ingin berteman padamu untuk membuatmu senang dan tidak menahan masalah sendiri” Alice yang tidak kuat menahan tangisannya.
"Sudah jangan menangis aku sudah biasa menghadapi hal sulit dan aku ingin menanyakan jika Clovis menyukaimu dengan tulus kamu mau menerimanya tidak? Agar tidak tersakiti saat aku bersama Sakura kembali?” Riziel yang tidak ingin Alice menangis lagi karenanya.
"Apa aku bisa menjadi menjadi sahabatmu Riziel?” Alice yang tidak mau menjawab pertanyaan Riziel.
"Aku sih tidak masalah jika kamu mau menjadi sahabatku asal kamu senang” Riziel langsung mengusap kepala Alice dengan lembut seperti di lakukan kepada Sakura.
"Terima kasih Riziel dan maaf aku tidak menjawab pertanyaanmu aku masih belum bisa mengatakannya jika Clovis menyukaiku karena aku masih takut memilih seseorang yang benar dan hanya dirimu saja yang aku percaya Riziel” Alice yang berjalan kembali karena Alice sudah mulai tenang.
"Yasudah maafkan aku bertanya tentang hal seperti itu dan aku akan menjadi sahabatmu jadi kalau mau cerita silahkan saja” Riziel dengan menunjukkan wajah percaya.
"Baiklah Riziel aku minta nomor WhatsApp dirimu?” Alice yang meminta pada Clovis malah selalu membuat alasan.
"082567487009 itu nomor WhatsAppku jika ingin cerita Chat saja” Riziel langsung memberitahukan kepada Alice.
"Sudah aku save tinggal Riziel Save kembali” Alice yang sudah memasukkan kontak Riziel.
"Ya nanti aku save kembali sekarang aku ambil motor dahulu” Riziel kemudian langsung masuk mengambil motor.
"Aku tidak menyadarinya sudah sampai parkiran” Alice yang langsung menunggu Riziel mengambil motor.
Riziel yang langsung membayar uang parkir kemudian menyalakan kembali motornya.
Riziel yang melihat Alice menunggu melamun sendiri kemudian Riziel langsung memanggil Alice lalu pergi menuju rumah Riziel untuk mengganti pakaian sekaligus memberitahukan kepada orangtua Sakura untuk pergi bersama untuk memberikan kejutan kepada Sakura.
Setelah semuanya selesai Riziel bersama Alice dan orangtua Sakura dengan memakai motor langsung pergi bersama menuju rumah sakit yang Sakura di rawat sekarang ini.
25 menit di perjalanan terasa lama karena kemacetan di siang hari yang selalu menyebalkan akhirnya sampai di rumah sakit.
Mereka semua pun langsung berjalan masuk Rumah sakit lalu mencari kamar perawatan Sakura dan tidak lama mencari akhirnya menemukan kamar perawatan Sakura.
"Ayah, Ibu ternyata kalian kemari juga?” Sakura yang senang bisa melihat orangtuanya dengan matanya sendiri karena sudah lama tidak melihat orangtuanya selama 1 minggu ini.
"Syukurlah ibu sangat khawatir karena melihatmu mengalami koma selama 1 minggu ini” Ibu Sakura sambil memeluk Sakura.
"Ya ayah juga senang karena Riziel memberikan kabar bahwa kamu sudah berusaha mengingat nomor handphone Riziel untuk memberikan kabar kepada ayah dan ibu” Ayah Sakura yang cukup senang mendengar kabar dari Riziel itu tidak bohong.
"Ibu sangat takut kamu itu seperti kakakmu meninggal saat terjadi kecelakaan dan tidak bisa di tolong lagi” Ibu Sakura yang masih takut kehilangan Putri keduanya.
"Ohh ya kata Riziel ayah dan ibu punya kejutan untukku apa itu? Lalu dimana Riziel?” Sakura yang tidak sabar ingin tau.
"Yo aku disini dan jika ingin tau tanyakan ibumu saja Sakura” Riziel kemudian masuk ke dalam ruangan sambil menjawab pertanyaan Sakura.
"Ehh Ibu! dan apa yang ingin ibu sembunyikan dariku?” Sakura yang sangat tidak sabar ingin tau kejutannya.
"Itu adalah kamu akan menjadi seorang kakak” Ibu Sakura langsung memberitahukan kepada Sakura dengan wajah bahagia.
"Benarkah ibu? Aku akan menjadi seorang kakak hore!” Sakura tampaknya bahagia setelah mengetahui kejutan dari Ibunya sendiri di hadapannya langsung.
"Iya jadi sebagai seorang kakak harus menjadi contoh baik kepada adikmu nanti ya?” Ibu Sakura yang langsung mengusap kepala Sakura dengan lembut.
"Iya bu akan aku coba hehe” Sakura sambil tersenyum kepada Ibunya.
Ibunya sambil tersenyum bangga kepada Putri keduanya kemudian Alice dari luar ruangan langsung masuk ke dalam kamar perawatan Sakura.
"Bagaimana keadaanmu sakura sekarang?” Alice yang langsung berjalan mendekati Sakura.
"Ehh Alice sudah agak baikan badanku hanya saja masih lemas saja” Sakura yang gugup ternyata ada Alice.
"Aku terkejut mendengar kabar dari para guru dan memastikannya kepada Riziel ternyata benar jadi aku sangat khawatir padamu” Alice yang sudah menganggap Sakura sebagai temannya.
"Apa kamu temannya Putriku?” Ayah sakura yang seperti biasanya mencoba bertanya untuk memastikannya.
"Ehh iya aku temannya Sakura meskipun tidak terlalu dekat pada Sakura sih” Alice yang terlalu gugup di tanya ayahnya sakura.
"Tenanglah pak Alice sahabatku jadi jangan terlalu khawatir” Riziel yang juga mendekati ayahnya Sakura sambil menepuk pundaknya untuk percaya kepada Riziel.
__ADS_1
"Huhh baiklah dan tadi ayah bicara kepada dokter dahulu untuk menyakan keadaanmu boleh pulang atau belum?” Ayah sakura langsung berjalan keluar ruangan.
"Baiklah pak” Riziel langsung berjalan mendekati sakura untuk melihat kondisinya sekarang.
Kemudian Riziel memperhatikan Sakura dengan melihat aliran energinya yang lancar hanya saja butuh waktu untuk memulihkan kondisinya kembali membaik.
"Ri-ziel bisakah tidak memperhatikanku dengan tatapan seram?” Sakura yang menyadari Riziel seperti melakukan apa yang tidak di ketahui sakura.
"Ma-maaf aku sedang melamun” Riziel yang mencoba membuat alasan.
"Ohh ya syukurlah Putriku sudah mempunyai teman dan maafkan Putriku yang selalu merepotkan kalian berdua terutama nak Riziel” Ibu Sakura yang langsung meminta maaf kepada Alice dan Riziel.
"Ti-tidak apa-apa lagi pula Sakura tidak merepotkan kita berdua kok ya kan Riziel?” Alice yang langsung mendekati Riziel sambil menyenggol lengan Riziel.
"Iya benar juga” Riziel yang baru sadar lagi saat memperhatikan aliran energi spiritual Milik sakura.
Kemudian dokter langsung masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan sakura yang sudah 1 minggu.
"Tunggu bukankah kamu yang waktu itu pasien tabrakan juga mengalami patah tulang?” Dokter itu masih mengingat jelas wajah Riziel.
"Iya benar ada apa?” Riziel dengan Gugup ketahuan karena dokternya masih mengenalinya apa lagi ada Alice.
"Apa tanganmu sudah sembuh total?” Dokter itu langsung bertanya kepada Riziel.
"Ya masih sedikit sakit dan aku sengaja melepaskan untuk melatih tanganku dengan pelan agar terbiasa lagi” Riziel yang takut ketahuan identitas aslinya.
"Apa kau yakin dan bagaimana pulih secepat itu dalam satu minggu atau mungkin dirimu rajin makan yang bergizi dengan tambahan obat herbal atau untuk menguatkan tulang tubuh?” Dokter itu mulai curiga kepada Riziel.
"Benar aku selalu di buatkan obat herbal buatan ibuku yang sangat pintar membuatnya” Riziel yang bicara tanpa berfikir panjang di hadapan dokter.
"Pantas saja tapi jangan lakukan olahraga yang di lakukan kepada tumpuan tangan atau tanganmu kembali patah” Dokter langsung mengingatkan kepada Riziel.
"Ya aku tau” Riziel menjawab dengan pelan.
"Kalian boleh tunggu di luar dan biarkan diriku memeriksanya dahulu karena terlalu banyak orang” Dokter itu mengatakan kepada orang yang berada di dalam ruangan.
Kemudian Riziel tanpa bicara sedikitpun langsung keluar dari sana sedangkan Alice yang tidak mengerti perkataan dokter langsung mengejar Riziel yang telah keluar ruangan.
Sakura yang melihat Riziel keluar dalam ruangan dengan energi yang terasa kacau pasti Riziel merasa gugup takut ketahuan identitas aslinya.
"Keadaan tubuhmu dari suhu sudah membaik dan apa ada rasa sakit atau sesak?” Dokter langsung bertanya kepada Sakura.
"Tidak ada hanya menggerakkan tangan masih lemas” Sakura langsung bicara dengan pelan.
"Baiklah kalau begitu dari kondisi sudah membaik dan juga luka luka sudah sembuh jadi boleh pulang tapi usahakan jangan terlalu memaksa diri” Dokter langsung menganjurkan kepada sakura lebih banyak istirahat.
"Jadi aku boleh pulang?” Sakura yang tidak percaya bisa pulang ke rumah dengan cepat.
"Ya benar” Dokter langsung menjawab pertanyaan Sakura.
"Kalau begitu ibu akan panggilkan temanmu bersama Riziel” Ibu sakura yang melihat suaminya sedang mengangkat telfon entah siapa itu.
"Baik bu jangan lama” Sakura yang tidak mau di tinggalkan sendirian lagi dalam ruangan perawatan.
*****
Alice yang melihat Riziel keluar dari rumah sakit sambil diam menatap langit yang cerah karena pikirannya mulai sedikit kacau karena Riziel ketakutan.
"Riziel sedang apa kau disini?” Alice yang langsung memanggil Riziel yang sedang melamun.
"Aku kira siapa ternyata kau Alice” Riziel yang jika tidak menyadari Alice mendatanginya mungkin bisa ketahuan identitas aslinya oleh Alice.
"Kenapa kamu melamun disini?” Alice yang ingin meminta penjelasan atas pembicaraan bersama dokter.
"Tidak ada hanya ingin mencari angin saja karena tadi di dalam serasa sesak” Riziel hanya membuat alasan kepada Alice.
"Begitu ya” Alice mengerti Riziel tidak mau menceritakannya kepada Alice.
Kemudian datanglah Ibu sakura langsung berjalan mendekati Riziel dan Alice yang sedang ngobrol di luar rumah sakit.
"Ternyata kalian disini” Ibu sakura yang langsung bicara.
"Ehh ibu sakura ada apa?” Alice yang langsung mendekati Ibu sakura.
"Putriku sudah boleh pulang” Ibu sakura langsung memberitahukan kepada teman Sakura.
Kemudian handphone milik Alice di dalam saku bersuara dengan segera Alice mengambil handphonenya dan melihat telepon dari orangtuanya yang khawatir karena belum pulang.
"Halo ayah ada apa?” Alice yang bicara dari teleponnya.
"Apa masih lama menjenguk temanmu itu?” Ayah Alice yang ingin tau keadaan anaknya.
"Ini baru selesai dan ayah jemput di rumah sakit Jayakarta sekarang bisa tidak?” Alice yang mengerti sakura bisa pulang namun tidak ada tumpangan jika dirinya masih bersama Riziel.
"Baiklah ayah akan menjemput tunggu sebentar” Ayah Alice yang langsung bergegas berangkat menjemput putrinya.
Lalu Alice langsung menutup teleponnya sambil mengajak Riziel kembali untuk pamit pulang sambil menunggu ayahnya datang menjemput.
"Sakura cepat sembuh dan kembali sekolah” Alice yang langsung bicara kepada Sakura.
"Iya” Sakura dengan menyembunyikan perasaan tidak mau bersekolah.
Setelah mengobrol sebentar dengan Alice ayah Alice yang sudah menunggu di luar rumah sakit langsung menelpon Alice.
"Kalau begitu aku pamit pulang karena ayahku sudah menjemputku jadi Sakura semoga cepat sembuh” Alice yang langsung berjalan pergi menuju tempat parkiran.
Sakura yang hanya tersenyum lalu memperhatikan Riziel dari kejauhan yang berada di dalam kamar perawatan.
Ketika Sakura sudah mengganti bajunya sehari hari yang sudah di bawakan oleh ibunya berkat saran dari Riziel yang yakin bahwa Putrinya bisa pulang hari ini.
Sedikit demi sedikit di bantu berjalan oleh ibunya sendiri untuk mengganti pakaiannya sedangkan ayah sakura masih belum kembali sejak lama.
__ADS_1
Saat sakura sudah selesai mengganti pakaian bersamaan dengan ayah sakura baru kembali dengan wajah ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Ayah baik-baik saja?” Sakura langsung melihat wajah ayahnya seperti memikirkan sesuatu yang sulit.
"Iya baik baik saja kok dan mau pulang sekarang?” Ayah sakura yang mencoba menyembunyikan masalahnya sendiri.
"Iya ayah” Sakura yang sangat ingin mencoba istirahat di rumah.
Lalu Riziel langsung membantu Sakura berjalan sedikit demi sedikit sampai parkiran dengan tambahan bantuan dari Ibu Sakura juga.
Setelah membereskan semua urusan tentang perawatan sudah selesai kemudian pergi mengantar sakura ke rumahnya sendiri bersama orangtuanya.
"Riziel jika aku memintamu mengajarkanku mengendalikan kekuatan itu apa bisa?” Sakura bicara dekat telinga Riziel.
"Bisa saja lagi pula aku tidak akan menolaknya jika kamu menginginkan mengajarkannya” Riziel langsung kembali fokus mengendarai motor.
"Kalau begitu jangan pulang dahulu ya?” Sakura sambil mengeratkan pelukannya agar tidak jatuh.
"Baiklah” Riziel sambil tersenyum kemudian sedikit menambah kecepatan motornya agar cepat sampai.
"Ohh ya Riziel apa kucingku mati waktu itu?” Sakura dengan wajah berubah menjadi sedih.
"Selamat kok sekarang ada di rumahku dan sehat meskipun ada luka waktu itu tapi saat pulang aku sudah menyembuhkannya jadi jangan sedih” Riziel yang tau sakura sangat menyayangi peliharaannya.
"Aku ikut senang terimakasih Riziel” Sakura yang senang peliharaannya masih hidup.
"Sama sama sekarang pegangan” Riziel langsung menyalip mobil di depannya untuk agar cepat sampai.
Tidak lama dari perjalanan akhirnya sampai di depan rumah Sakura yang tidak banyak perubahan kemudian Riziel langsung memarkirkan motor dan menggendong sakura menuju dalam rumahnya.
Lalu Riziel langsung menempatkan Sakura di atas sofa kemudian sakura menatap Riziel dengan sangat serius.
‘Green Spirit : Healing Recovery!’ Riziel langsung memulihkan tubuh sakura.
Sakura yang mengurung niatnya sampai Riziel selesai kemudian orangtuanya masuk ke dalam rumah melihat Riziel bersama putrinya.
"Ayah dan ibu akan ke kamar dahulu ingin istirahat dulu ya?” Kedua orangtuanya bicara bersama kepada Sakura.
"Baik ayah, ibu” Sakura yang ingin menanyakan sesuatu kepada Riziel.
Setelah 5 menit kemudian akhirnya Riziel selesai memulihkan kondisi sakura kembali menjadi semula.
"Cobalah berdiri pelan pelan Sakura” Riziel yang langsung berdiri.
"Iya akan aku coba” Sakura langsung mencoba berdiri tapi badannya masih tidak bisa stabil.
"Hati hati” Riziel langsung menangkap badan Sakura dengan cepat.
Saat wajah Riziel dan sakura sangat dekat Sakura tidak bisa tenang apa yang harus di lakukannya namun Riziel karena tidak ingin ada kesalahpahaman.
"Pelan pelan berdirinya” Riziel yang langsung sedikit menjauhkan diri.
"Maafkan aku” Sakura langsung mencoba berdiri sendiri.
Sakura yang sudah bisa berdiri namun tidak terlalu lama lalu Sakura kembali duduk sambil mengobrol sedikit.
"Mm Riziel sejak kapan Alice jadi sahabatmu bisa jelaskan padaku?” Sakura yang meminta penjelasan kepada Riziel.
"Ya sebenarnya Alice merasa iri denganmu karena bisa mempunyai kesempatan mendekatiku sekaligus kamu menganggapku sebagai pacarmu membuat Alice semakin iri saja dan Alice hanya ingin dekat jadi tidak mau mencari masalah denganmu dan akan menganggapmu sebagai teman dan sahabatku sendiri” Riziel yang menjelaskan kepada Sakura.
"Huh baiklah aku percaya lalu bagaimana cara mengontrol energi spiritual ini?” Sakura yang langsung meminta ajarkan kepada Riziel.
"Rasakan aliran energi spiritual di dalam tubuh lalu pikirkan sesuatu yang bisa di pakai seperti ini” Riziel yang langsung mencoba merapalkan sihir.
‘Wind Spirit : Gust Shot Release!’ Riziel langsung menembakkan kepada kepala sakura.
"Aaww sakit! Riziel!” Sakura yang langsung marah kepada Riziel.
"Maaf aku akan sembuhkan dan semacam itu cobalah” Riziel sambil memulihkan kepala sakura yang membekas.
Kemudian sakura langsung mencoba seperti Riziel lakukan namun membuat Riziel terkejut.
‘Light Spirit : Light Shot!’ Sakura langsung menembakkan kepada kagami dengan energi sangat besar.
‘Green Spirit : Greedy!’ Riziel langsung mencoba menyerap energi sakura tembakkan sangat dekat.
Bam! Duak!
"Aduduh sakit!!” Riziel terjatuh dari atas sofa hingga terbentur lantai dengan keras.
"Riziel kau tidak ap---” Sakura juga ikut terjatuh karena tubuhnya masih belum seimbang ke lantai yang sama Riziel terjatuh.
Riziel bersama Sakura secara tidak sengaja berciuman karena kejadian tidak terduga harus di alaminya.
"Maafkan aku” Sakura yang langsung mencoba menjauh.
"Hah aku kira akan mati!” Riziel yang menyadarinya melakukan kesalahan karena lupa mengajarkan kontrol kekuatan yang harus di gunakan.
Sakura yang hanya dengan wajah memerah karena terkejut secara tidak sengaja mencium bibir Riziel saat menimpa Riziel.
Sakura sambil menyentuh bibirnya saja apa tidak akan terjadi sesuatu pada dirinya sendiri dan Riziel tidak terlalu memikirkan hal tersebut lalu mendekati Sakura yang sedang berfikir sendiri.
"Sakura kau baik baik saja?” Riziel langsung mendekati sakura sambil menyentuh wajahnya.
"Ehh iya aku baik baik saja” Sakura dengan muka memerah karena malu karena salahnya sendiri.
Dug! Dug!
Dada Riziel yang berdegup kencang membuat Riziel langsung merasakan kesakitan hingga kesulitan bernafas kemudian sakura langsung dengan masih malu melihat keadaan Riziel langsung khawatir hingga mencoba menyembuhkan Riziel namun tidak bisa.
"Ugghh arrgghh!” Riziel yang tidak bisa bisa bicara sama sekali.
__ADS_1
Hingga akhirnya Riziel mengalami pingsan selama beberapa jam di rumah sakura dengan orangtua sakura keluar kamar karena mendengar suara Riziel kesakitan.