Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 13 ] : Menyembunyikan Identitas Sebenarnya


__ADS_3

Riziel yang selesai makan dan Sinta langsung memberikan uang yang masih tersisa dan memberikannya kepada Riziel dan sakira untuk bekal ke sekolah.


"Guk guk!” Aiko yang kelaparan karena sudah lama tidak di berikan makan.


"Ahh iya aku lupa memberikan makan aiko” Sakira yang langsung sigap memberikan makan kepada anjingnya.


"Jaga rumah jangan biarkan siapapun masuk jika ada yang mencurigakan” Riziel yang langsung menepuk kepala anjingnya.


"Guk guk” Aiko yang mengerti tugasnya namun ingin menghibur Riziel karena kejadian sebelumnya yang membuat Riziel sikapnya berubah.


Tidak lama kemudian adik Riziel membawa makanan anjingnya dan memberikan makan untuk Aiko dengan cepat agar tidak menunggu lama.


Sedangkan Riziel langsung pergi ke garasi untuk mengeluarkan motornya karena sudah lama tidak di pakai semenjak pergi liburan bersama keluarga sakura ke pantai.


Riziel yang mencoba menyalakan motor namun sulit menyala tidak lama kemudian motor bisa menyala lalu Riziel mengeluarkan motor dari garasi lalu menutupnya kembali.


Tidak lama kemudian adiknya sambil membawa tas sekolah sambil berlari mendekati Riziel yang baru saja mengeluarkan motor.


"Ayah, ibu kami pergi dahulu” Sakira yang bicara sambil di bantu Riziel naik ke motor.


"Hati hati di jalan” Sinta bicara sambil melambaikan tangannya.


Riziel yang langsung berangkat mengantarkan adiknya ke sekolahnya agar tidak terlambat dengan kondisi jalan raya yang tidak terlalu ramai di pagi hari.


Riziel yang melewati rumah sakura tertutup rapat sepi setelah itu Riziel Fokus dan mempercepat kecepatan motornya menuju sekolah adiknya yang jaraknya sudah dekat.


Setelah 15 menit di perjalanan akhirnya sampai di depan sekolah adiknya sudah banyak anak anak bersama ibunya menunggu anaknya bersekolah.


"Seperti biasa nanti pulang tunggu antara ayah atau kakak pulang jangan pergi hilang dari sekolah” Riziel yang mengingatkan kepada adiknya.


"Baik kak” Sakira yang langsung di bantu oleh Riziel di turunkan dari motor.


"Baiklah kakak pergi dahulu” Riziel yang langsung memutarkan motornya kembali.


"Hati hati kak” Sakira yang langsung melambaikan tangan kepada Riziel.


"Ya" Riziel langsung pergi melanjutkan menuju sekolahnya dengan cepat agar tidak terlambat.


Riziel langsung menaikan kecepatan motornya menjadi 70 kilometer/jam agar cepat sampai sekolah di tambah lagi jalan yang lumayan lancar.


15 menit di perjalanan akhirnya sampai di sekolah dengan aman tanpa gangguan macet tiba tiba di jalan raya.


Riziel langsung memarkir motornya setelah selesai Riziel langsung berjalan mencari kelas barunya.


"Riziel lama sekali datang, aku menunggumu sudah lama sekali” seseorang yang menyapa Riziel adalah Clovis teman 1 bangku Riziel.


"Kenapa menungguku?” Riziel yang menjawab dengan cuek.


"Kau itu satu satunya teman dekatku karena itu aku ingin bersama saja apa tidak boleh?” Clovis yang mengajak bicara Riziel sambil memasuki sekolah.


"Berhenti basa basi, langsung saja ke intinya” Riziel yang malas banyak bicara.


"Masih saja tidak berubah ya Riziel huh, baiklah aku ingin mencari kelasku sendiri dan karena itu aku tidak tau di mana kelas itu!” Clovis yang langsung menaikan nada bicaranya depan Riziel.


"Baiklah cari bersama saja” Riziel sambil menghela nafas memiliki satu teman yang menyusahkan.


"Btw Riziel kau tau saat kota Jakarta hancur aku berhasil selamat dari rumahku hancur dan kau tau di selamatkan oleh siapa aku?” Clovis yang mulai bercerita tentang kiamat sebelumnya.


"Malaikat?” Yang Riziel tau selain Riziel yang menyelamatkan manusia adalah para petinggi malaikat.


"Betul aku tidak menyangka bisa melihat malaikat menyelamatkanku serta keluargaku dan aku kira malaikat hanya mitos belaka ternyata asli tapi sayang aku tidak bisa melihat wajahnya karena buram” Clovis yang kecewa meskipun dirinya selamat.


"Ya aku juga sama sepertimu di selamatkan oleh seorang malaikat dan itu terlihat keren sih” Riziel yang membuat buat cerita.


"Ya benar benar keren sama seperti tokoh utama setiap komik Fantasi begitu kau mengerti bukan? Dan apakah keluargamu juga selamat?” Clovis yang ingin tau keadaan keluarga Riziel.


"Selamat semua hanya saja rumahku butuh perbaikan juga sih” Riziel yang masih saja berbohong.


"Rumahku juga hancur berantakan jadi memutuskan pindah mencari rumah baru yang lumayan jauh dari sebelumnya” Clovis sambil memberitahukan kepada Riziel keluarga Clovis membeli rumah.


"Ohh begitu” Riziel yang menjawabnya dengan singkap.


"Ahh aku baru ingat ada yang mau kuberitahukan juga tentang tidak terlalu baru di bangun Cyber Cafe sesudah sekolah kau mau kesana?” Clovis yang merasa kesepian selama sekolah perbaikan bermain game sendirian tanpa teman dekatnya.


[TL : Cyber Cafe adalah Warnet biasanya di bisa di gunakan bermain game dan yang lainnya]


"Boleh saja tapi aku ingin pulang untuk mengganti pakaian agar tidak terkena masalah” Riziel yang menyetujui ajakan Clovis.


"Baiklah” Clovis yang mengerti orangtua Riziel sangat memperhatikan Riziel.


Setelah sekian lama berputar mencari kelasnya akhirnya menemukan kelas dan terdapat kertas yang di pasang di setiap depan kelas yaitu data murid di kelas tersebut.


"Riziel ternyata kita satu kelas lagi” Clovis yang sangat senang bisa satu kelas lagi bersama Riziel.


"Ya lebih baik masuk dahulu nanti keburu guru datang sekaligus mencari meja” Riziel yang langsung masuk ke dalam kelas.


Dengan cepat Clovis yang langsung memilih tempat duduk yang masih kosong setelah itu Clovis yang selesai mendapatkan tempat Riziel langsung segera duduk dan menyimpan tas.


"Hei bukankah itu Riziel kenapa aku merasa Riziel itu lebih tampan?” Seorang perempuan teman satu kelas bicara.


"Iya tapi lebih baik jangan dekat-dekat Riziel karena sikap aslinya sangatlah buruk” Temannya langsung memberitahukan sikap asli tidak di ketahui banyak orang tentang Riziel.

__ADS_1


"Tapi aku sepertinya mulai menyukai Riziel” Perempuan yang mulai memperhatikan Riziel dari kejauhan.


"Kau Benar benar bodoh ya! Riziel bukanlah tipe orang yang menyukai perempuan kau tau bukan?” Tiga perempuan yang terus bergosip tidak jelas.


"Aku tau karena itulah aku menyukai Riziel dan akan aku bongkar identitas sekaligus sikap aslinya jika aku berhasil mendekati Riziel” perempuan itu tidak akan melepaskan Riziel dengan mudah.


"Huh lakukan sesukamu tapi jangan menyesali perkataanmu itu” Seketika temannya kesal langsung duduk kursinya.


Clovis yang mendengar pembicaraan teman sekelas seorang gadis yang sering membicarakan keburukan seseorang.


"Riziel mereka membicarakanmu tuh?” Clovis yang mencoba bersimpati kepada Riziel.


"Biarkan saja, jika mereka sudah kelewatan mereka akan tau rasa!” Riziel bicara dengan sedikit kesal.


"Huh baiklah padahal aku hanya ingin membantu saja” Clovis yang mulai tidak bicara lagi dengan Riziel.


Tidak lama kemudian guru pun datang langsung melakukan perkenalan setiap murid yang berada di dalam kelas.


"Hari pertama sekolah memang menyebalkan” Riziel merasa kesal karena semua murid merasa memperhatikannya.


"Ya harus melakukan perkenalan dengan teman satu kelas yang belum di kenal di tambah lagi guru baru” Clovis juga merasa hari ini sangat menyebalkan.


"Huh aku ingin cepat istirahat kalau begini” Riziel yang tidak suka cara melihat teman satu kelasnya.


"Sabar saja dan jika kau pulang dahulu bolehkah aku meminjam Buku komikmu lagi sudah lama aku jarang membaca komik milikmu” Clovis yang berniat ingin meminjam buku komik koleksi milik Riziel.


"Boleh saja” Riziel sambil menatap jendela sebelahnya.


Setelah belajar selama 1 jam setengah akhirnya bel Istirahat lalu sebagian murid langsung pergi menuju kantin untuk membeli makanan.


Riziel dan Clovis yang sedang mengobrol bersama lalu perempuan kelas yang sebelumnya membicarakan Riziel langsung mendekati meja.


"Hai Riziel apa mau ke kantin bersama?” Perempuan itu adalah Chelsea yang mencoba mengajak bicara Riziel.


"....” Riziel yang tau Chelsea mempunyai tujuan lain untuk berpura pura mendekati Riziel.


"Maaf sepertinya Riziel tidak mau bicara pada siapapun ya bukan Riziel?” Clovis yang langsung memberitahukan kepada Chelsea.


Riziel yang hanya mengangguk pelan sambil masih melihat ke arah jendela dan tidak melihat kepada Chelsea dan Clovis.


Brak!


"Hmph baiklah dasar sombong!” Chelsea yang langsung kesal dan pergi keluar kelas.


Di sisi lain dari luar kelas ada yang memperhatikan sekaligus menunggu Riziel yaitu Alice.


"Huh akhirnya pergi juga” Riziel yang langsung memperhatikan sekitarnya.


"Jangan di pikirkan dan ayo pergi” Riziel yang langsung berdiri dan berjalan keluar kelas.


"Kemana?” Clovis yang masih tidak mengerti.


"Isi perutlah!” Riziel sambil mendekati Clovis sambil menjitak dengan keras.


"Ugh dasar Iblis!” Clovis yang langsung mengikuti Riziel dari belakang.


"Apa kau bilang?!” Riziel yang merasa temannya sudah lama tidak bertemu minta di hajar.


"Tidak, ba-baiklah ayo ke kantin bersama” Clovis yang langsung takut kepada Riziel.


Riziel yang keluar kelas seketika seseorang mendekati Riziel yaitu Alice yang senang melihat Riziel.


"Riziel syukurlah kau baik baik saja” Alice yang langsung berjalan mendekati Riziel.


"Aku baik baik saja kok” Riziel yang mengerti Alice khawatir Riziel tidak selamat dari kejadian kiamat.


"Hmph kau!, Ehem Riziel kau ingin ke kantin?” Alice yang mencoba sabar.


"Ya seperti biasa” Riziel yang langsung menjawab dengan santai.


"Kebetulan aku juga ingin kesana sambil menanyakan sakura” Alice yang mengetahui sakura mengalami tabrakan mobil dari ruang guru mendengar guru membicarakan sakura saat mengumpulkan buku tugas ke kantor.


"Baiklah tanyakan saja” Riziel yang merasa Alice mengetahui kejadian tentang tabrakan mobil keluarga sakura.


Clovis yang tidak terlalu mengenal perempuan yang bicara kepada Riziel hingga ingin mencoba berkenalan dengan perempuan yang bicara kepada Riziel.


"Jadi apa benar sakura mengalami kecelakaan 2 hari lalu?” Alice yang menanyakan kebenarannya kepada Riziel.


"Ya benar sih setelah 1 minggu liburan pulang dari pantai bersama keluarga sakura namun pada saat perjalanan pulang tiba tiba mobil truk besar menabrak langsung dengan kencang” Riziel yang menceritakan secara singkat.


"Jadi Riziel dimana sakura di rawat sekarang? Dan bagaimana keadaannya?” Alice yang sangat khawatir kepada Sakura.


"Ehh Itu di RS Harapan Jayakarta dan keadan sekarang mengalami koma” Riziel yang ragu ragu bicara.


"Apa! Lalu kapan kau ingin kesana lagi?” Alice yang sangat ingin melihat keadaan sakura sendiri.


"Untuk sekarang aku ada janji dengan Clovis bagaimana besok saja?” Riziel yang tidak enak sudah membuat janji.


"Riziel sepertinya lebih penting mengantarkan temanmu saja dan janji kita tidak terlalu penting” Clovis yang langsung mengajak bicara kepada Riziel.


"Hahh baiklah janjiku dengan Clovis batal tapi Alice nanti pulang kau akan di jemput bukan oleh ayahmu?” Riziel yang sudah tau kebiasaan Alice.

__ADS_1


"Ehh iya benar tenang saja nanti aku akan kabari ayahku agar tidak menjemputku dan terimakasih sudah membatalkan janjimu dengan Riziel untukku” Alice yang langsung berterimakasih kepada Clovis.


"Tidak masalah bukan Riziel?” Clovis yang sangat ragu ragu bicara dengan teman Riziel.


Riziel yang hanya mengangguk pelan sambil melanjutkan jalan menuruni tangga dan Alice yang tidak tau bahwa Riziel punya teman seperti Clovis yang menyebalkan.


"Namamu Clovis bukan namaku Alice dari akuntansi 1 sebelah kiri kelasmu dan salam kenal” Alice yang mencoba berkenalan dengan Clovis.


"I-iya salam kenal juga dan aku teman satu bangku Riziel” Clovis yang gugup berkenalan dengan perempuan Cantik di hadapannya.


"Alice sepertinya aku akan pulang dahulu tidak apa bukan?” Riziel langsung memberitahukan kepada Alice yang berada di belakangnya.


"Baiklah tidak masalah” Alice yang menyetujuinya agar bisa melihat keadaan sakura.


Seketika akhirnya sampai di kantin yang banyak sekali murid di sana lalu Riziel bersama Clovis dan Alice berpisah untuk berpisah untuk membeli makanan dan berkumpul di suatu tempat jika sudah selesai.


"Riziel sejak kapan kau kenal dengan Alice?” Clovis yang mulai menyukai Alice.


"Sudah lama sih dan aku bertemu dengannya saat aku baru pulang kerja dan melihat tas Alice di maling dan akhirnya tertangkap olehku” Riziel yang sedikit membanggakan diri sendiri.


"Pantas saja Alice sangat baik denganmu” Clovis yang tidak menyangka Riziel bisa baik kepada Seseorang.


"Aku sih bodo amat mau Alice baik kepadaku atau tidak tetap saja aku tidak peduli” Riziel yang masih terpikir orang misterius menangkapnya.


"Ginini kalau punya teman yang terlalu banyak tidak di sukai banyak orang” Clovis yang mengejek Riziel.


"Ha! jika pun aku menjadi salah satu penyelamat di saat kiamat sebelumnya memangnya mereka akan membalas apa? Sujud atau pura pura baik memanfaatkanku?” Riziel yang sedikit mengeluarkan pendapat berhubungan dengan Riziel.


"Hehh iya juga pasti tapi tidak mungkin juga kau menjadi salah satu dari penyelamat super keren itu” Clovis yang masih mengejek Riziel.


"Cih terserah” Riziel langsung mendecih kesal dan tidak mau bicara lagi.


Perkataan Clovis yang begitu menusuk kepada Riziel membuat dirinya kesal ketika mendengar dari perkataan teman baiknya dan jika bukan karena teman mungkin sudah terkena pukul oleh Riziel.


Ketika semuanya sudah selesai membeli makanan dan berkumpul di tempat yang baru saja di tempati oleh seseorang yang baru saja pergi.


Lalu ketika semuanya sudah berkumpul lalu seseorang yang di kenalnya yaitu Cakra yang tidak kebagian tempat.


"Bolehkah aku duduk di sini?” Cakra yang ikut duduk.


"Duduk saja” Riziel yang baru saja ingin makan ada yang menganggu.


"Terimakasih sudah memperbolehkan duduk dan Alice lama tidak bertemu sudah semakin cantik aja?” Cakra sambil memuji Alice di hadapan semuanya.


"Begitukah aku hanya melakukan perawatan kulit biasa saja” Alice yang merasa malu karena ada yang memujinya.


Bzztt! Bzztt!


Handphone yang bergetar di saku Riziel membuat Riziel terganggu saat makan dan saat di lihat telepon dari pemilik tempat kerja.


"Ada apa Riziel?” Clovis yang sangat ingin tau.


"Aku angkat telepon dahulu dan jaga tempatku” Riziel sambil pergi ke tempat yang sepi.


Riziel sampai di tempat yang tidak terlalu ramai lalu mulai mengangkat Telepon dari tempat kerjanya.


"Halo apa ini Riziel?” Suara yang keluar dari handphone.


"Ya dengan Riziel ada apa?” Riziel yang ingin tau tujuan meneleponnya.


"Tempat kerja sudah selesai perbaikan kau bisa kembali kerja mulai besok apakah bisa?” pemilik tempat kerja bicara melalui telepon.


"Ahh bisa terimakasih banyak Informasinya” Riziel yang sangat senang biss mengumpulkan kembali uang lagi.


"Baiklah besok ingin kerja seperti biasa Sif sore?” Pemilik tempat kerja yang lanjut bertanya kepada Riziel.


"Ya seperti biasa” Riziel yang sangat bersemangat.


"Baiklah besok akan saya atur jadwal Sif kerjanya” Pemilik tempat kerja langsung menutup telepon.


Lalu mood Riziel seketika membaik dan menyimpan kembali handphone di saku bajunya sambil berjalan kembali menuju meja kantin yang temannya sudah menunggu disana.


"Maaf lama menunggu” Riziel langsung dengan cepat kembali duduk di tempatnya.


"Sepertinya kau sangat senang Riziel? Ada apa beritahu aku dong?” Alice yang mengetahui dari raut wajah Riziel yang berubah.


"Hanya tempat kerja sampinganku sudah selesai di perbaiki dan besok aku mulai bekerja saja haha” Riziel yang terlalu malu harus memberitahukan semua temannya.


"Riziel kau sungguh hebat ikut kerja begitu” Alice yang memuji Riziel.


"Tidak juga karena aku ingin kerja alasannya tidak ingin bergantung pada orangtuaku hanya itu saja” Riziel langsung memakan makanan yang sudah hampir dingin.


Setelah menghabiskan makanan di ikuti dengan bel masuk kelas melanjutkan pelajaran di setiap kelas oleh guru.


"Argh aku membenci belajar apa lagi sekarang matematika!” Cakra yang mengeluh dan terdengar oleh Riziel bersama yang lainnya.


"Santai saja bukankah kau ikut olimpiade matematika sebelumnya kenapa mengeluh?” Alice yang mengejek Cakra.


"Pokoknya aku malas berfikir lagi” Cakra mengeluh sepanjang jalan.


Cakra yang kemudian berjalan ke arah lain tinggal tersisa Clovis, Riziel dan Alice yang langsung berjalan cepat karena melihat guru yang muncul di belakang mereka.

__ADS_1


Ketika sampai di depan kelas dengan cepat Clovis dan Riziel langsung masuk ke dalam kelas dan segera duduk agar tidak terkena marah guru.


__ADS_2