
Setelah selesai menghafal materi sebelum ulangan setelah itu selesai ulangan muncul cahaya putih menyinari ke tubuh spirit Riziel yang langsung terpisah.
"Ada apa ini kenapa tubuhku terbelah? dan itu pasti tugas surga baru turun coba aku ambil dan lihat" ucap Riziel tubuhnya terbelah menjadi dua yaitu tubuh spirit dan tubuh manusia sebagai wadah tinggal spirit Riziel.
Misi Heaven
- Pertemukan adik zanna yaitu sakura agar bisa bertemu dengan zanna.
- Bantu Alena meminta maaf kepada orang tuanya.
- kontribusi : 9.500 point
"Hah ternyata misi sulit lebih baik Misi neraka saja gampang" ucap Riziel langsung masuk ke tubuh manusia lagi dan memunculkan death Book : mode Visibel lalu menyimpannya di dalam buku dan menghilang bukunya kembali Death Book : Mode Invisible lalu melanjutkan mengerjakan ulangannya yang terakhir kali.
"Riziel nomor 28 apa isinya aku pusing?" tanya clovis di sebelahnya Riziel sambil berbicara berbisik bisik.
"Isinya B dan jangan minta jawaban aku juga tidak tau benar atau salah" ucap Riziel berbisik kepada clovis.
"Baik bos" ucap clovis membuat Riziel melirik kesal takut ketahuan gurunya.
Setelah ulangan setengah mati untuk terakhir kalinya selesai dan istirahat karena hari terakhir jadi pulang jam 13:05 dan Riziel pergi ke kantin.
"Clovis ingin ke kantin tidak bersama?" tanya Riziel kepada clovis.
"Tidak sendiri saja" ucap clovis tidak mau dan Riziel pergi ke kantin untuk membeli makanan.
Setelah berangkat menuju kantin bertemu dengan dozen yang langsung merangkul pundak Riziel.
"Yo Riziel mau ke kantin? bolehkah aku ikut?" tanya dozen yang langsung berbicara dengan Riziel yang langsung merangkul pundak Riziel.
"Ya sepertinya sudah insyaf nih" ucap Riziel berbicara dengan dozen.
"Hoh iya dong bos dan aku dan grupku sudah meminta maaf apa sudah memaafkan kami?" tanya dozen bertanya kepada Riziel.
"Ya sudah aku maafkan dan duduk dimana saja boleh" ucap Riziel kepada dozen yang pusing memilih tempat duduk.
"Baiklah kita duduk di sana saja bos dan mau aku pesankan tidak?" tanya dozen kepada Riziel.
"Boleh pesankan aku 1 mangkuk mie ayam dan jangan terlalu pedas" ucap Riziel menyuruh kepada dozen.
"Baik boss dan tunggu sebentar disini" ucap dozen lalu pergi memesan makanan untuk Riziel dan dirinya sendiri.
"Permisi boleh aku duduk disini?" tanya sakura kepada Riziel yang duduk.
"Ya" jawab Riziel yang sedang bermain game sambik memasang headsetnya dan setelah itu Riziel sambil membawa 2 mangkuk.
"Bos Riziel ini punyamu silahkan makan dan wah sedang berbicara dengan perempuan yah" ucap dozen yang mengganggu keadaan Riziel dan sakura.
"Berisik jangan banyak bicara kalau mau duduk saja dan aku sedang sibuk sebentar lagi chicken dinner nih" ucap Riziel yang sesang seru bermain.
"Ohh main juga pubg nanti main bareng dong" ucap dozen ingin bermain bersama.
"Horee menang juga dan ya nanti aku invit deh mana id gamenya?" tanya Riziel kepada dozen sambil mengaduk mie ayamnya.
"Tunggu bos aku login dahulu" ucap dozen membuka gamenya.
"Tuh nanti ketik di hp aku sekarang aku makan dahulu" ucap Riziel sambil memakan mie ayam dan melupakan sakura di depannya.
"Sudah selesai bos dan kasian tuh cewek gak di ajak ngomong" ucap dozen bercanda Dengan Riziel.
"Berisik biarkan saja" ucap Riziel yang masih kesal dan melanjutkan makannya.
"Baiklah terserah saja dan save nomor WhatsApp yah? sekaligus liat skin game milikmu yah?" ucap dozen mencerocos banyak tanya.
"Ya ya silahkan saja!" ucap Riziel yang baru selesai makan dan segera membuka tutup botol aqua botol dan meminumnya.
"Hahhhh kenyang dan sudahkan melihat aku mau ke kelas lalu pulang" ucap Riziel yang mengambil handphone nya dan memasangkan headset lalu menyetel lagu.
"Sudah bos silahkan saja bila ingin pergi ke kelas" ucap dozen yang sebenarnya takut berhadapan lagi dengan Riziel tapi mencoba memberanikan diri dan Riziel pun langsung pergi ke kelas untuk mengambil tas lalu pulang.
__ADS_1
"Anu jadi bolehkan aku meminta nomor whatsaap Riziel?" tanya sakura yang masih diam dan mencoba memberanikan diri untuk berbicara di hadapannya.
"Boleh saja tapi aku akan dapat apa?" tanya dozen memulai kebiasaan buruknya.
"A-aku bisa membelikan sesuatu untukmu" ucap sakura yang ketakutan.
"Sudah sudah aku bercanda dan aku sudah berubah kok ini no whatsappnya Riziel dan jangan di ganggu Riziel sepertinya sedang banyak masalah" ucap dozen memberitahu kepada sakura sambil memberikan nomor whatsaap Riziel.
"Ba-baiklah terimakasih" ucap sakura yang mulai sedikit senang lalu pergi menuju kelasnya.
Setelah Riziel kembali ke kelas dan mengambil tas lalu pergi ke parkiran untuk mengambil motor untuk pulang.
"Yo Riziel mau pulang kah?" tanya clovis sedang menunggu Riziel di sana.
"Ya begitulah" ucap Riziel dengan singkat karena malas bicara panjang lebar.
"Yasudah hati hati di jalan" ucap clovis tidak hadi berbicara akibat lupa.
Setelah itu Riziel mengambil motor lalu pergi dan pada saat di jalan zhiru menghubunginya dari telepati.
"Riziel sepertinya sedang pusing yah? dan biar aku beritahu cara menemukan arwah yang masih berkeliaran yaitu alena bukan?" tanya zhiru yang mengetahui isi pikiran Riziel.
"Kalau sudah tau jangan banyak tanya!! kasih tau saja caranya!" ucap Riziel yang tidak konsentrasi mengendarai motor.
"Ya gampang alirkan energi spiritmu ke kertas misi nanti akan di tunjukan dimana dia berada" ucap zhiru memberitau caranya.
"Baiklah terimakasih" ucap Riziel lalu berhenti parkir di tempat yang aman lalu memunculkan death Book mode Visible yang langsung membukanya mengalirkan energi spiritnya dan melihat seperti garis putih yang menuntunnya ke 2 arah.
"Baiklah aku sudahi di sini" ucap zhiru yang langsung memutuskan sihir telepatinya.
"Hah pilih yang alena saja dahulu" ucap Riziel langsung berbicara begitu dan 1 garis menghilangkan otomotis dan Riziel menghilangkan buku dan segera pergi ke arah arwah alena berada.
Dan setelah sampai di bawah jembatan tol melihat satu arwah yang diam sambil menangis lalu Riziel menyimpan motornya di tempat yang aman lalu mendekati arwah alena berada.
"Kamu bisa melihatku?" tanya arwah alena.
"Ya aku di kirim tugas untuk membantumu" ucap Riziel yang berbicara kepada alena meskipun dilihat dari penampilan sudah berubah tetapi Riziel sudah biasa melihat sesuatu yang aneh.
"Iya dan ada satu hal kamu disini pasti meninggalkan disini dan mayatmu dimana?" tanya Riziel bertanya kepada alena.
"Ceritanya panjang dan mayatku sudah di kubur tapi aku masih belum bisa pergi akibat orang tuaku masih belum memaafkanku" ucap alena yang langsung berbicara kepada Riziel dan melihat garisnya berubah arah.
"Baiklah ayo aku bantu meminta maaf tapi masih ingat dengan rumahmu tidak? dan siapa nama orang tua mungkin ingat?" tanya Riziel yang mengulurkan tangannya kepada alena.
"Baiklah dan nama ayahku kalau tidak salah zohar dan ibuku anisa dan aku kurang ingat tapi semenjak kamu datang aku melihat garis menuntun ke arah aku berada dan sekarang berubah apa itu maksudnya?" tanya alena.
"Itu mungkin menuntun aku menuju tempatmu berada sekarang ayo coba mengikuti mungkin garis itu menunjukkan benar kamu berada dan ikhlaskan untuk sekarang dan lupakan kejadian waktu sebelumnya terjadi" ucap Riziel memberi semangat kepada alena.
"Baiklah aku tidak akan ragu lagi" ucap alena mulai terbang dan Riziel mendekati motor lalu pergi mengikuti garis putih.
Setelah mengikuti garis putih itu alena yang terbang mengikuti Riziel sambil terbang dan setelah 20 menit di perjalanan sampai juga di depan rumah alena berada.
"Ini benar rumahku dan garisnya menghilangkan terimakasih sudah membantu ingatanku kembali" ucap alena berterimakasih kepada Riziel.
(Tok tok tok : sfx suara ketukan pintu)
"Permisi apakah ada orang?" tanya Riziel yang sedang mengetuk pintu dan setelah 2 menit menunggu sambil mencoba mengetuk ada jawaban juga.
"Hei hei jangan buru buru begitu" ucap alena yang masih ragu ragu.
"Biarkan saja bukan kah lebih cepat lebih baik?" tanya Riziel kepada alena.
"Baiklah terserah kau saja" ucap alena menyerahkannya kepada Riziel.
"Mencari siapa yah?" tanya ibu yang sudah melai menua.
"Saya di kirim oleh orang untuk bertemu ibu anisa dan bapak zohar" ucap Riziel berbicara.
"Oh dengan saya sendiri silahkan masuk dahulu dan saya panggil suamiku dulu" ucap ibu anisa sambil mempersilahkan masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Ya silahkan bu dan maaf saya masih pakai baju ini hehe" ucap Riziel meminta maaf pakaiannya masih sekolah.
"Ya tidak apa anggap saja rumah sendiri" ucap ibu anisa.
"Kamu benar benar keterlaluan yah?" ucap arwah alena angkat bicara.
"Bairkan saja mumpung aku lagi luang pas pulang sekolah dan kamu meninggal sudah berapa lama?" tanya Riziel kepada alena.
"Kalau tidak salah 3 bulan yang lalu" ucap arwah alena berbicara.
"Ohh begitu belarti masih belum lama" ucap Riziel memberitahu kepada alena.
"Ya begitulah" ucap arwah alena.
"Maaf lama menunggu nak" ucap bapak yang masih lumayan muda lalu duduk di kursi depan Riziel.
"Tidak apa apa dan aku hanya menjalankan tugas saja" ucap Riziel yang melihat kondisi rumah.
"Jadi ada apa anda datang kesini?" tanya pak zohar.
"Jadi saya bisa di bilang bagaimana yah?" tanya Riziel yang pusing untuk membuat pembicaraan.
"Aku aja yang bilang kepada orang tuaku" ucap arwah alena yang berada di sebelah Riziel.
"Baiklah kalau kamu yang mau" ucap Riziel yang membuat pak zohar dan bu anisa.
"Maaf kamu bicara dengan siapa yah nak?" tanya ibu anisa.
"Nanti anda bisa tau kok" ucap Riziel lalu arwah alena masuk ke dalam tubuh Riziel lalu Riziel keluar dari badannya.
"Nak kamu tidak apa apa" ucap pak zohar kepada Riziel yang badannya mati atau kosong dan setelah itu arwah alena masuk ke dalam tubuhnya.
"Ayah, ibu maafkan aku yang dulu bandel tidak mau menuruti perkataan kalian dan tolong maafkan alena" ucap alena yang langsung memeluk pak zohar.
"Apa ini alena??" tanya bu Anisa kepada alena yang ingin menangis tidak tertahan dengan rindunya serta masih ingat kejadian alena meninggalkan.
"Iya bu ini aku dan ayah maafkan aku yang bandel ini" ucap alena yang meminta maaf kepada orang tuanya.
"Ayah sudah memaafkanmu nak yang sangat kehilanganmu ibumu kasihan sekali" ucap pak zohar yang berbicara kepada alena.
"Maafkan aku yah bu yang selalu melawan kalian hiks hiks" ucap alena yang mulai menangis di hadapan orang tuanya.
"Ya nak jangan menangis ibu sekarang sudah memaafkanmu sekarang sudah lega bisa berbicara lagi denganmu nak" ucap bu anisa kepada alena sambil memeluknya.
"Sekarang saatnya aku kembali ke atas sana ayah, ibu dan orang yang kalian tunggu ada di sebelah ayah" ucap alena lalu keluar dari tubuhnya lalu Riziel masuk ke dalam tubuhnya.
"Semoga kamu bisa istirahat dengan nyaman" ucap bu anisa.
"Maaf bu ini saya alena sudah pergi menuju surga sana" ucap Riziel yang langsung melepas pelukan bu anisa.
"Maaf dan terimakasih nak sudah mempertemukan alena dengan kami" ucap pak zohar.
"Ya sama sama dan saya pergi pulang dahulu" ucap Riziel yang pergi menuju pintu keluar.
"Hati hati nak kami punya hutang budi padamu nak" ucap bu Anisa berbicara kepada Riziel.
"Ya jangan di pikirkan dan namaku Riziel yora bersekolah di SMK Sah Danci jurusan teknik mesin" ucap Riziel memberitahu identitasnya kepada orang tua alena.
"Baiklah akan kami ingat" ucap pak zohar dan setelah itu Riziel keluar dan mengambil motornya dan pergi kembali menuju rumahnya.
Setelah tugas pertama selesai Riziel pun pulang menuju rumahnya sendiri dan setelah sampai di rumah jam 15:10.
"Aku pulang maaf membuat kalian khawatir" ucap Riziel membuka pintu dan melihat suasana yang lumayan membuat khawatir.
"Nak kamu dari mana saja ibu sangat khawatir kamu kenapa-napa?" ucap sinta yang sangat khawatir dengan Riziel.
"Tidak kok bu hanya tadi teman mengajak bermain dahulu di sekolah terlalu lama jadi pulang sedikit telat dan lupa mengabari" ucap Riziel yang berbohong kepada ibunya.
"Yasudah ibu bersyukur kamu baik baik saja sekarang istirahat dan mandi" ucap sinta yang menyuruh Riziel masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti bajunya.
__ADS_1
"Baik bu" ucap Riziel yang langsung pergi menuju ke kamarnya.