Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 33 ] : Semangat Membara Seperti Phoenix


__ADS_3

Riziel yang merasa muncul sebuah tanda di punggung telapak tangan kirinya yang sangat terlihat menurutnya sendiri namun Dryad langsung bicara namun tidak menunjukkan dirinya lagi.


"Tuan tanda itu muncul karena anda sudah mengakui saya yang ingin membantu keinginanku sendiri dengan tanda yang muncul itu sesuai kepribadian anda sekarang” Dryad langsung bicara melalui pikiran Riziel.


"Hm ini bukannya gambar burung Phoenix apa hubungannya denganku? Apa ini bisa terlihat oleh manusia biasa?” Riziel sambil pergi kembali mengecek keadaan orangtuanya sekarang.


"Burung Phoenix di artikan sebagai semangat membara anda yang sangat ingin mewujudkannya lalu untuk manusia biasa jangan khawatir itu sama sekali tidak akan terlihat tapi jika seseorang yang mempunyai seperti anda mungkin akan terlihat buram kecuali tuan ingin memperlihatkan kepada seseorang itu pasti bisa terlihat olehnya” Dryad langsung menjelaskan kepada Riziel.


"Begitu yasudah aku mengerti tapi jangan panggil aku tuan karena aku bukan tuanmu” Riziel langsung mengubah wujudnya menjadi manusia lagi sambil berjalan ke ruangan sebelumnnya Keluarga Riziel menunggu disana.


"Hehe maafkan saya” Dryad yang tertawa kecil di dalam pikiran Riziel.


Saat sampai di depan ruang tunggu depan kamar perawatan disana keluarganya masih menunggu hasil pemeriksaan kakeknya sendiri oleh dokter di dalam kamar perawatan.


"Apa dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan kepada kakek?” Riziel yang langsung bertanya kepada orangtuanya.


"Belum nak ini masih menunggu dan kemari duduk” Sinta yang langsung mengajak putranya duduk di kursi sebelahnya kosong.


"Iya bu” Riziel langsung segera duduk di sebelah ibunya.


"Kak mau?” Sakira yang menawarkan makanan ringan yang sedang di makannya.


"Tidak untukmu saja” Riziel yang sedang tidak ingin makan sesuatu.


Setelah beberapa saat lama menunggu di depan kamar tersebut dokter baru saja selesai melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kakeknya dan segera berjalan keluar kamar untuk menemui keluarganya.


"Bagaimana keadaan ayah saya dok?” Kirota langsung dengan cepat bertanya kepada dokter.


"Kondisi sebelumnya kritis tapi sekarang sudah semakin stabil lalu tensinya juga rendah apa ayahmu itu sering terlambat makan atau tidur terlalu malam?” Dokter tersebut langsung bertanya kepada Ayah Riziel.


"....” Kirota saat di tanya langsung murung tidak bisa menjawab apapun.


"Dokter lihat saja kondisi sekarang dan katakan berapa hari kakekku harus menginap disini?” Riziel langsung mendekati dokter tersebut sambil menepuk pundaknya.


"A-ah maaf saya mengerti, pasien hanya butuh waktu beberapa hari istirahat karena kondisi tubuhnya stabil hanya lemas belum ada asupan makanan nanti saya akan perintahkan kepada perawat untuk menyiapkan makanan jadi jangan khawatir jika bisa jaga asupan makannya saja” Dokter tersebut langsung berjalan pergi sambil tersenyum kepada Riziel lalu menepuk pundak Kirota yang murung.


"Terimakasih pak” Kirota yang kembali tidak terlalu murung lagi.


"Yasudah masuk lihat keadaan ayahmu tersebut?” Sinta yang langsung mengajak suaminya.


"Iya” Kirota langsung ikut masuk untuk melihat keadaannya.


Selama tiga hari beristirahat menunggu orangtua dari ayahnya di rumah sakit sampai pulih di jaga oleh Kirota sendiri.


Selama tiga hari Riziel dengan keluarganya kecuali ayahnya menginap di sebuah hotel memesan 2 kamar kosong dan selama tiga hari keluarganya sering mendatangi rumah sakit untuk mengecek kondisi ayahnya maupun orangtuanya.


Setelah tiga hari berlalu dengan kondisi orangtua ayahnya sudah semakin membaik dan juga di perbolehkan pulang ayah Riziel langsung memesan tiket pesawat untuk hari rabu malam agar langsung pulang namun Riziel sebelumnya meminta untuk mampir membeli jadi oleh-oleh khas Makassar untuk Sakura yang marah-marah jika tidak di belikan.


Namun sebelum berangkat menuju bandara menyempatkan sarapan pagi karena orangtua ayah Riziel mempunyai darah rendah setelah semuanya sarapan langsung pergi menuju bandara saat sampainya di bandara ayah Riziel langsung bertanya tentang tiket pesawat yang sudah di belinya untungnya pesawat tersebut belum berangkat.


Setelah beberapa saat berlalu semuanya sudah berada di dalam pesawat tinggal menunggu pesawat berangkat dan Riziel mengeluarkan handphone yang baterainya masih banyak di tambah Powerbank yang sudah terisi penuh di dalam tas menyampingnya.


Riziel yang merasa beberapa hari ini handphonenya sangat sepi di bandingkan sebelumnya yang selalu membuka Handphone sampai Riziel mencoba membuka aplikasi WhatsAppnya yang jarang sekali di buka.


"Ada apa dengan diriku saat ini sih!, Masa bodohlah aku ingin tidur saja” Riziel tidak mengetahui dirinya merasa ada yang janggal sambil mengeluh di dalam hati.


Melihat Handphone saat membuka WhatsApp yang masih sama tidak ada yang penting hanya memasang Earphone miliknya sambil menyetel lagu di Handphonenya sambil melihat beberapa foto-foto di galeri Handphone.


Di dalam pesawat Riziel yang sengaja untuk tidur karena merasa dirinya sangatlah malas melakukan apapun jadi tertidur oleh lagu miliknya.


Hampir sekitar sangat lama di dalam pesawat akhirnya sampai bandara Soekarno-Hatta jakarta jam 18.24 yang sudah langit sudah hampir gelap dengan cuaca yang dingin sepertinya sebentar lagi akan hujan.

__ADS_1


Riziel langsung membuka Handphonenya lalu memesan dua mobil dari aplikasi sebelumnya yang ayahnya coba download karena jika pakai angkutan umum terlalu lama menunggu karena cuacanya tidak akan bertahan lama.


"Aku sudah memesan 2 mobil untuk mengantar pulang ayah” Riziel langsung memperlihatkan kepada ayahnya.


"Bagus lalu Ini kunci rumah takutnya terbawa lalu jika ayah, ibu ingin tidur pakai saja kamarku dahulu” Kirota langsung memberikan kunci rumah kepada istrinya.


"Kamu mau kemana dahulu?” Sinta yang ingin mengetahui tujuan suaminya.


"Hanya ingin mengembalikan uang yang di berikan nak Sakura sebelumnya” Kirota langsung menunggu mobil jemputan datang.


"Aku juga ikut karena ingin memberikan beberapa oleh-oleh khas Makassar yang Sakura minta” Riziel langsung memberitahukan kepada Ibunya.


"Oh apa yang berbeda kantung plastik berwarna putih itu?” Sinta yang mengingat putranya memasukkan namun ada yang tidak di satukan.


"Iya bu” Riziel langsung menyimpan Handphonenya ke dalam saku lalu membuka tas berisi hanya barang-barang biasa.


"Kalau begitu hati-hati di jalan kami berdua akan menunggu kalian kembali” Kakek langsung bicara kepada Kirota dengan Riziel.


Riziel yang setelah mengambil makanan yang sudah di pisahkan lalu menutup kembali tas tersebut lalu berjalan menuju depan pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta.


"Baik jangan khawatir” Riziel bersama ayahnya langsung bicara secara bersamaan.


Tidak lama menunggu dua mobil yang di pesan datang Riziel langsung membantu memasukkan barang milik ibunya ke dalam mobil lalu setelah semua beres kedua mobil tersebut langsung berangkat ke tempat tujuan berbeda.


"Nak sejak dulu ayah perhatikan sekarang kamu sudah sangat berubah hingga saat ini sampai sekarang terlihat dari wajahmu sangat peduli pada putrinya pak Ridwan apa kamu mulai menyukainya?” Kirota yang duduk bersebelahan dengan Riziel.


"Hmph aku berubah karena aku ingin memperbaiki diriku mejadi lebih baik dari masa lalu namun aku hanya baru sedikit menyukainya” Riziel yang mau berbohong namun tidak ingin menyakiti perasaan siapapun.


"Baiklah ayah mengerti jadi jangan pernah kecewakan ayahmu ini dan jika ada masalah dengan Sakura selesaikan dengan cara baik-baik” Kirota langsung mengingatkan kepada putranya.


"Aku mengerti lagi pula aku tidak sama seperti orang lain yang seenaknya mempermainkan perasaan orang” Riziel sambil memalingkan wajahnya.


"Haha iya iya putraku sudah dewasa ternyata” Kirota yang langsung tertawa bangga kepada putranya sendiri.


Ting! Tong!


Kirota yang langsung menekan tombol bel rumah yang langsung berbunyi terdengar hingga ke dalam lalu Sakura yang berharap Riziel yang datang langsung membuka pintu.


"Ehh ternyata bukan Rizi--” Sakura yang langsung membuka pintu hanya melihat ayahnya Riziel saja.


"Dor! Kena kau!” Riziel langsung muncul dari sisi pintu.


"Riziel bodoh! Mengagetkanku saja” Sakura langsung mencubit pipi Riziel karena dekat.


"Ada apa sih kok berisik sekali” Ibu Sakura langsung berjalan mendekati pintu masuk.


"Maaf mengganggu waktu malamnya apa pak Ridwan ada?, Maafkan sikap putraku ini” Kirota langsung menepuk pundak Riziel.


"Aduduh lepaskan dahulu tanganmu sakit” Riziel yang langsung meminta Sakura melepaskan tangannya.


"Huu baiklah” Sakura langsung melepaskan tangannya.


"Yasudah masuklah dahulu dan saya akan segera panggil suami saya” Ibu Sakura langsung mempersilahkan masuk.


Lalu Riziel bersama Ayahnya langsung masuk ke dalam rumah tersebut lalu duduk di sofa sambil menyimpan oleh-oleh khas Makassar yang sengaja di belinya.


"Apa yang aku minta kamu belikan Riziel?” Sakura yang langsung bertanya kepada Riziel.


"Ya ini mungkin kamu menyukainya” Kagami langsung mengeluarkan sebungkus Mantao Pare kepada Sakura yang merasa sikapnya berbeda dengan duduk di hadapannya.


"Terimakasih Riziel” Sakura langsung mencobanya satu buah.

__ADS_1


Lalu saat itu juga Pak Ridwan langsung baru menunjukkan dirinya dan berjalan mendekati tamunya yang sudah menunggu.


"Ini enak kamu mau coba Riziel?” Sakura langsung mengambil satu lagi untuk Riziel.


"Tidak terimakasih untukmu saja dan aku senang melihatmu menyukainya” Riziel yang langsung menolaknya.


"Tamunya ternyata kalian berdua lalu maaf merepotkanmu nak Riziel harus membelikan yang kamu bawa sekarang untuk putriku dan tumben sekali bapak datang kemari” Pak Ridwan duduk di sebelah putrinya.


"Hanya ingin mengembalikan ini sebaiknya simpan saja karena mungkin anda membutuhkannya untuk waktu lahiran nanti” Kirota langsung mengeluarkan amplop berisi uang yang sebelumnya berikan pinjam.


"Yasudah jika tidak mau” Sakura langsung memakan yang satu lagi di tangan kanannya.


"Saya mengerti masalah anda sudah selesai karena terlihat dari wajah anda dan terimakasih sudah mau membelikan ini untuk putriku yang sebelumnya selalu murung” Pak Ridwan merasa lega putrinya sudah agak lebih baik.


"Namanya juga putrimu sedang datang bulan ya kamu aja yang tidak mengerti putrimu sendiri” Ibu Sakura baru saja datang membawakan minuman.


"Oh ya ini untuk anda mungkin menyukainya” Riziel langsung mengeluarkan Kopi Toraja.


"Ini terimakasih lumayan untuk ngopi di rumah” Pak Ridwan yang tampaknya menyukainya.


"Jaga kesehatanmu juga jangan terlalu banyak” Ibu Alina langsung mengingatkan kepada suaminya.


"Pantas saja beberapa hari sebelumnya tidak mengirim pesan padaku tapi tidak apa-apa jika kamu baik-baik saja” Riziel merasa lega ternyata dirinya bersikap aneh karena kesepian.


"Ee maaf aku malas banget memegang Handphoneku di tambah lagi aku sering merasa sakit di perutku” Sakura berhenti makan sambil meminta maaf kepada Riziel.


"Makanya setiap makan dan minum perhatikan jangan sembarangan” Riziel langsung menegurnya.


"Maaf” Sakura yang murung sebelumnnya juga sudah di marahi ayahnya.


"Saya datang hanya ingin mengembalikan itu saja dan ayo pulang nak” Kirota langsung mengajak putranya segera pulang.


"Iya ayah lalu di kantung plastik itu masih ada beberapa itu untuk keluarga anda dan aku pergi dahulu” Riziel langsung berdiri mengikuti ayahnya berjalan menuju pintu rumah.


Saat sudah di luar rumah Sakura yang langsung berlari mengejar Riziel yang pergi lalu memeluknya dari belakang untuk menahannya pergi.


"Besok apa kamu akan sekolah?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel.


"Akan aku usahakan sekolah” Riziel langsung mencoba melepaskan tangan Sakura yang memeluknya dari belakang lalu berbalik menghadap Sakura.


"Kabari aku lalu jangan lupa menjemputku depan rumah besok pagi” Sakura yang merasa kesepian.


"Iya tenang saja aku pergi dah” Riziel langsung melambaikan tangannya.


Lalu ayah Riziel langsung menghentikan angkutan umum yang masih melewat lalu pergi kembali menuju rumahnya sendiri dengan perjalanan yang tidak lama dengan tidak ada kemacetan.


Tring!


Sebuah pesan WhatsApp masuk Riziel langsung mengambil handphonenya lalu langsung membuka kunci layar handphonenya sendiri.


[15/18.46] Sakura : Terimakasih oleh-olehnya orangtuaku sangat menyukainya tapi aku menyukai orangnya🤭


[15/18.48] Riziel : itu bukan apa-apa.


[15/18.50] Sakura : Hehe aku sudah gak lagi merasakan sakit perut lagi jadi senang apa lagi bisa ketemu Riziel lagi.


[15/18.51] Sakura : jadi jangan marah sama aku ya?, Besok janji harus sekolah ya?


[15/18.53] Riziel : Terserah aku aja.


[15/18.54] Sakura : Ok hati-hati di jalan

__ADS_1


Riziel langsung mematikan handphone yang sudah kehabisan baterai di tambah Powerbank yang sudah habis karena sudah di pakai saat di pesawat Karena tidak bisa tidur sehingga mencoba bermain game biasa hingga menghabiskan persediaan Powerbanknya.


__ADS_2