
Riziel yang melakukan pengintaian di dunia manusia bersama dengan asmodeus yang mengikutinya dari belakang Riziel.
"Riziel kau sebenarnya ingin mencari ke arah mana?" Asmodeus yang mengikuti sangat tidak tau arah.
"Ke arah barat yaitu sekolahku karena aku menemukan beberapa orang waktu itu dekat sekolah" Riziel yang pergi menuju sekolahnya.
"Wah pasti banyak orang sekali di sekolahmu?" Asmodeus yang sangat tidak sabar ingin mengetahuinya.
"Lihat saja" Riziel yang tersenyum lalu melesat lebih cepat menuju sekolahnya.
Setelah sekian lama akhirnya sampai di sekolah Riziel yang sangat ramai murid yang beristirahat.
Lalu Riziel dan asmodeus yang diam dan sambil memperhatikan lalu Riziel melihat seseorang yang mengeluarkan energi iblis.
"Riziel aku bisa merasakan keberadaan manusia yang mempunyai kekuatan iblis dan itu orangnya" asmodeus langsung menunjuk ke arah pelatih olahraga di sekolah satu satunya.
"Aku tidak percaya ternyata guruku bisa termasuk dalam hal ini dan apa mempunyai masalah yang berat?" Riziel dan asmodeus langsung pergi mengikuti gurunya.
"Mungkin dan manusia susah di tebak yah kalau ada masalah pasti memilih sesuatu yang ilegal dan tidak mungkin atau aneh" asmodeus yang berbicara.
"Apa kau sering melihatnya manusia melakukan seperti itu?" Riziel yang bertanya.
"Sering tidak juga sih tapi kadang kadang manusia ada yang yang mempunyai kemampuan supranatural?" asmodeus yang bercerita sedikit.
"Tau aku dari komik dan berita contohnya seperti santet yang terkenal di dunia manusia dengan yang bisa menggunakannya hanya dukun dan juga bukan itu saja bisa membuat orang kaya, gampang di kenal dan banyaklah" Riziel yang mengetahui informasi.
"Nah benar itu juga sebenarnya kau bisa melakukannya tapi pasti kau tidak ingin melakukannya" asmodeus yang menebak jati diri Riziel.
"Ya tidak mau lah dan lebih baik berusaha dari pada harus memohon kepada orang dan belum juga semua itu ada syarat yang harus selesai kalau tidak nyawa manusia akan jadi tanggungjawabnya" Riziel terbang sambil memperhatikan gurunya.
"Ternyata dugaanku tepat kau adalah tipe orang yang ingin mereka berusaha sendiri dan juga kau orang yang sangat penting dan berbeda sekali dengan orang yang aku kenal dulu" asmodeus yang teringat kepada temannya dahulu yaitu ezra.
"Sabar ada aku disini dan jangan mengingat masa lalu yang menurutmu sangat buruk lalu ikuti aku untuk mencari cara mengeluarkan iblis dari dalam tubuhnya" Riziel yang mengajak asmodeus.
__ADS_1
"Ya baiklah aku akan mengikutimu" asmodeus yang tersenyum melihat berperilaku kepadanya sangat baik.
Lalu pada saat Riziel pergi mengikuti gurunya lalu seorang malaikat turun sekaligus mendekati Riziel.
"Siapa kau?" Riziel yang melihat seorang malakat mendekatinya.
"Aku Maitimo hanya menyampaikan pesan untukmu untuk membunuh manusia tersebut dan kembali menuju surga untuk untuk berbicara" Maitimo yang berbicara kepada Riziel.
"Heh membunuh manusia? Aku mempunyai caraku sendiri untuk membenarkannya dan jangan mengaturku! Lalu aku akan kesana jika sudah selesai jika sudah beres!" Riziel yang sangat kesal.
"Terserah saja aku hanya menyampaikan pesan saja" Maitimo lalu pergi menjauh lagi.
"Hrg aku akan buat perhitungan dengan perkataan kalian" Riziel lalu mendekati gurunya yang sedang mengambil barang barang di gudang barang olahraga.
Riziel lalu memisahkan 2 jiwa yang bergabung dan setelah selesai lalu iblis di dalam tubuhnya langsung melesat kabur.
"Asmo tangkap jangan biarkan kabur" Riziel yang berbicara kepada asmodeus yang diam.
Lalu Riziel yang menghapus ingatan gurunya tentang kekuatan iblisnya yang dia dapat dan cara mendapatkan kekuatan itu serta menambahkan beberapa ingatan untuk membantu hidup dengan damai dan juga melakukan dengan cara yang benar.
"Riziel cepat aku sudah tidak kuat menahannya" asmodeus yang mulai melemah energinya.
Riziel langsung mengeluarkan rantai dari tangannya lalu Riziel langsung menarik sabitnya dan segera membunuhnya langsung di hadapan asmodeus lalu iblis itu langsung hancur menjadi debu.
"Maaf lama dan apakah kau baik baik saja Asmo?" Riziel yang mendekati asmodeus.
"Aku hanya lelah saja dan coba saja aku bisa mengeluarkan tumbuhan dari tanah aku tidak akan kelelahan" asmodeus yang sangat lemas badannya.
"Baiklah diam aku akan cepat antar kau kembali" Riziel yang langsung menggendong badan asmodeus.
*****
Kejadian yang sudah selesai oleh Riziel lalu murid yang hanya bisa merasakannya hanya dante yang berpura pura menjadi Riziel dan sakura yang bisa merasakan karena dari sihir yang di buat zhiru.
__ADS_1
"Apa itu tadi aku melihat sesuatu?" Sakura yang memperhatikan ke atas langit.
"Ada apa?" Riziel berbicara.
"Ti-tidak ada dan mungkin halusinasiku saja" sakura lalu berjalan bersama Riziel.
"Ternyata anak ini bisa merasakannya apa seseorang melakukannya?" Dante yang berbicara di dalam hati.
"Ohh ya Riziel buku komikmu sangat bagus dan apakah kau memang dari kecil menyukai komik?" Sakura yang bertanya.
"Ya sejak masuk smp aku tidak mempunyai teman jadi aku mempunyai ide mengumpulkan uang untuk membeli komik untuk menghibur diri" Dante yang mendapatkan informasi dari ingatan Riziel.
"Wah begitu yah kalau begitu kasihan juga yah kau Riziel tidak punya teman?" Sakura yang sangat berubah.
"Aku sudah terbiasa jadi santai saja dan juga maaf waktu itu sikapku awal bertemu aku jahat kepadamu" Dante yang berbicara demi Riziel.
"Ahh soal itu aku sudah aku maafkan kok dan malah kau selalu melindungiku harusnya aku yang harus minta maaf karena harus menjadi bebanmu karena kakakku" sakura yang sangat sedih bercerita kesitu.
"Ya tidak apa apa dan ayo beli makanan" Dante yang langsung mengajak membeli makanan.
"Ya ayo dan pulangnya seperti biasa jangan tinggalkan aku seperti tadi pagi melewat saja" sakura yang kesal mengingatnya.
"Haha itu maaf aku terlalu fokus karena seperti mengingatkan barang yang ketinggalan di rumah" Dante yang berbohong seperti kebiasaan Riziel.
"Huh pantas saja aku jadi harus naik bis menuju sekolah akibat ayahku ada pekerjaan dadakan dan kau melewat saja" sakura yang langsung memesan makanan.
"Iya deh nanti pulang aku tunggu" Dante yang harus sabar.
"Iya" sakura yang menjawabnya dengan singkat.
"Riziel ternyata punya perempuan yang lumayan menyusahkan juga dan pantas saja dari muka Riziel saja seperti sudah banyak pikiran" Dante yang berbicara di dalam hatinya lagi sambil memesan makanan.
Dante yang mulai membiasakan hidup menjadi Riziel sambil menjalankan tugasnya untuk kesepakatan yang telah di buat oleh Riziel dan dirinya sendiri.
__ADS_1