
Di saat Sakura melihat isi grup kelasnya dengan sedikit terkejut lalu Riziel langsung memberikan satu set pakaian bersih untuk di pakai oleh Sakura karena pakaiannya yang terlihat agak kotor karena debu yang menempel saat sebelumnya ada yang telah menyerang mereka berdua.
"K-kalau begitu apa aku boleh pinjam kamar mandi milikmu Riziel?” Sakura dengan merasa malu mengatakannya.
"Boleh tapi satu syarat dariku” Riziel yang mencoba memberitahukan sesuatu pada Sakura.
"A-apa itu? Dan jangan yang aneh-aneh?” Sakura mulai berfikir sedikit negatif terhadap Riziel.
"Tidak akan permintaanku hanya sekalian bisakah ajak mandi Yussy juga bersamamu bukankah tidak keberatan?” Riziel langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Yasudah akan aku lakukan lalu terimakasih sudah mau memberikan pinjam pakaianmu” Sakura yang langsung mengambil pakaian yang di berikan oleh Riziel.
"Papa apa itu mandi?” Yussy dengan bertanya pada Riziel.
"Membersihkan badanmu dari kotoran atau kuman yang menempel pada badan jadi mandi dengannya dulu” Riziel langsung memberitahukan secara singkat kepada Yussy.
"Iya papa” Yussy dengan bicaranya sedikit demi sedikit bisa menyesuaikan diri.
Lalu Sakura langsung membawa Yussy mandi bersamanya sedangkan Riziel langsung membuka jendela kamarnya tentang kejadian sebelumnya dirinya kehilangan kendali lagi karena emosinya sulit di redam olehnya lagi.
Di tambah lagi Dryad sudah menghilang dari Riziel sekarang berubah menjadi yussy yang sekarang mengganggap Riziel adalah ayah dan Sakura adalah ibunya yang membuat Riziel kurang yakin akan berjalan lancar ke depannya lebih mudah.
Tidak lama dari situ Sakura dengan Yussy yang sudah selesai mandi membuat situasi di dalam kamar Riziel menjadi lebih tenang.
"Riziel apa di kamarmu tidak ada pakaian untuk Yussy berganti pakaiannya?” Sakura dengan bertanya kepada Riziel.
"Tidak ada untuk malam ini pakai saja yang aku berikan sebelumnya” Riziel bicara tanpa menoleh sedikitpun.
"Yasudah iya deh” Sakura tidak ingin mengganggu Riziel.
Riziel yang langsung melihat langit sambil berharap permohonannya bisa di kabulkan dengan bisa mengendalikan hawa nafsu sekaligus amarahnya sendiri saat dalam pertempuran ataupun kehidupan biasanya.
"Riziel tangkap ini! Waktunya bagianmu mandi sekarang” Sakura yang langsung melemparkan handuk kepada Riziel.
"Ya terimakasih sudah sudah mengingatkannya” Riziel dengan mencoba melupakan masalahnya sendiri.
"Hehe bukan apa-apa” Sakura merasa tenang melihat Riziel yang tidak kenapa-kenapa.
Riziel yang langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sambil menenangkan pikirannya tentang kejadian sebelumnya.
Sakura yang untuk pertama kalinya menginap langsung di rumah atau kamar Riziel dan tidak lama dari situ Riziel yang baru selesai mandi dengan pikiran yang sudah cukup lebih tenang membuat Riziel tidak terlalu memikirkan masalahnya sendiri.
"Papa...! Lapal” Yussy dengan memanggil Riziel sekaligus mendekatinya.
"(Ternyata anak ini bisa merasa lapar memang sangat mirip denganku jadi wajar saja)”
"Baiklah akan aku buatkan sesuatu dan Sakura apa kau juga sama lapar?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura.
"Eh boleh tapi maaf sampai membuat merepotkanmu” Sakura dengan merasa tidak enak.
"Santai saja, fokus saja jaga Yussy dan mau makan disini atau di ruang makan saja agar sekalian?” Riziel bertanya lagi kepada Sakura.
"Langsung makan di ruang makan saja agar tidak merepotkanmu harus kesana-kemari membawa makanan nanti” Sakura mengatakannya dengan jujur.
"Baiklah kalau begitu ayo kesana” Riziel dengan mengajak Sakura.
"Iya” Sakura yang juga membawa Yussy bersamanya lalu pergi mengikuti Riziel ke ruang makan.
Saat sampai di ruangan makan disana terdapat makanan seperti biasanya tersisa untuk satu orang saja yaitu untuk Riziel namun saat Riziel melihat Sakura dengan Yussy yang sudah mengantuk tapi mereka kelaparan dan juga melihat nasi ada sisa lebih bisa untuk makan Sakura dengan Yussy muncul ide membuat nasi goreng yang cepat dan mudah.
"Jika kau sudah lapar makan saja makanan yang di atas meja Sakura” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Itu untukmu saja dan memangnya kau mau masak apa larut malam seperti ini?” Sakura dengan penasaran.
"Yang mudah saja dan cepat tentunya nasi goreng mumpung ada nasi lumayan banyak sisa biasanya sedikit mungkin lagi rezekimu” Riziel yang langsung membawa nasi di tempat nasi ke ke dapur.
"Maaf msmbuatmu kerepotan seperti ini Riziel” Sakura dengan mengucapkan maaf lagi kepada Riziel.
"Aku senang melakukan ini jadi jangan mengatakan maaf terus” Riziel langsung mengatakannya kepada Sakura.
"Baik aku mengerti” Sakura dengan mengerti jelas apa yang di jelaskan kepadanya.
Lalu Sakura yang menunggu tidak terlalu lama sambil mencoba mengajak bicara Yussy sambil belajar agar bicaranya bisa lebih beradaptasi dengan cepat dantidak lama dari sana wangi harum masakan Riziel buatkan selesai langsung menyusunkan ke tempat makan setelah itu langsung membawanya ke meja makan yang 2 orang sudah kelaparan menunggu masakannya.
"Wah! Wanginya harum sepertinya ini enak” Sakura dengan tidak bisa menahan rasa laparnya.
"Ya mungkin ini pertama kalinya kalian berdua merasakan masakanku tapi cobalah siapa tau kalian berdua suka?” Riziel langsung membiarkan Yussy dengan Sakura mencobanya.
"Papa hebat!” Yussy dengan tidak sengaja belajar memuji Riziel.
"Ahaha makasih Yussy” Riziel dengan tertawa.
Sakura yang melihat Riziel tertawa membuatnya cukup mulai lebih menyukai Riziel apa lagi bisa melihat Riziel tersenyum bahagia bersama seperti satu keluarga di rumah tersebut.
Setelah makan yang cukup enak dan Yussy juga bisa makan masakan Riziel cukup bersyukur lalu mereka langsung kembali ke kamar Riziel namun Riziel tidak tidur disana melainkan tidur di ruangan tengah pindah dari sana setelah Yussy tertidur pulas.
Di pagi hari Riziel yang tidur di sofa yang panjang bisa membuatnya tidur dengan nyaman meskipun membuat Riziel sedikit sakit badan karena tidur di sebuah sofa dan saat sudah terbangun langsung mengambil handphone menunjukkan pukul jam 07:34.
"Uh sudah jam segini rupanya” Riziel yang baru saja bangun dari tidurnya.
Lalu Seseorang yang sudah terbangun sejak pagi yaitu ibunya Riziel yang langsung segera menyapa putranya yang baru bangun tidur tersebut.
"Pagi nak, apa tidurmu nyaman?” Sinta yang langsung berkata kepada Riziel.
"Pagi juga bu, ternyata kali ini ibu bangun lebih cepat dariku” Riziel dengan melihat ibunya seperti sudah melakukan tugasnya di rumah.
"Sepertinya tadi malam telah melihat kejadian langka ya? Sampai di kamarmu ada 2 orang tidur disana” Sinta dengan mengatakannya kepada putranya.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh bu!, Tadi malam hanya bersama Sakura melihat bintang jatuh dan saat pulang karena rumah Sakura sudah di kunci jadi aku izinkan menginap disini” Riziel dengan menjelaskan kepada ibunya agar tidak ada kesalahpahaman.
"Oh begitu ya, lalu maukah kamu memberitahukan pada ibu tentang yang di kamarmu anak kecil tersebut?” Sinta dengan penasaran ingin mengetahuinya.
"Saat ini aku sedang malas menjelaskannya maka dari itu ibu lihat saja sendiri saja ya bu” Riziel langsung mengeluarkan bola ingatan untuk membagi ingatan tentang alasan Riziel membawa Yussy.
Lalu ibunya pun langsung menyentuh bola ingatan tersebut dan bisa melihat apa yang terjadi tadi malam sekaligus apa alasan putranya membawa anak kecil tersebut pulang.
"Ibu mengerti kenapa mengambil keputusan tersebut dan sekarang sarapan pagi sekalian bangunkan keluarga kecilmu juga nak” Sinta dengan tertawa kecil saat mengatakannya.
"Ibu! Jangan sebutkan itu lagi!” Riziel dengan malu saat mendengarnya.
__ADS_1
Namun Ibu Riziel secara sengaja tidak mendengarnya sambil pergi meninggalkan putranya disana dan Riziel pun mencoba menenangkan diri sendiri setelah tenang merasa lebih tenang langsung merapikan selimut dan langsung membawanya menuju kamarnya sambil membangunkan Sakura dengan Yussy.
"Hei ini sudah pagi bangun!” Riziel dengan menaikan nada suaranya.
"Uh lima menit lagi Riziel, aku masih mengantuk” Sakura dengan menutup kembali seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Ini sudah pagi jadi cepat bangun!” Riziel dengan kesal melihatnya Sakura sulit bangun dari tidurnya karena kejadian semalam.
Tidak lama Sakura yang segera bangun dari tidurnya bersamaan dengan Yussy yang juga ikut terbangunkan juga dan Riziel yang langsung meninggalkan Sakura karena ingin merapikan kamar tidurnya dulu agar terlihat rapih.
Lalu Riziel bersama Yussy langsung pergi ke arah ruang makan untuk sarapan pagi yang seharusnya di siapkan oleh Riziel sendiri karena terlalu lelah di hari kemarin jadi kesiangan dan ibunya Riziel lah yang membuat sarapan untuk satu keluarga.
Disaat Riziel sampai di ruang makan disana sudah ada beberapa orang keluarganya yang duduk disana lalu Riziel tanpa banyak pikir langsung segera ikut duduk juga bersama Yussy.
Saat Sakura sudah selesai merapikan kamar milik Riziel langsung pergi menuju ruang makan yang dimana semua keluarga Riziel sudah berkumpul disana bersamaan dengan matangnya masakan buatan Sinta.
"Semuanya sudah berkumpul mari makan” Sinta dengan mengatakannya dengan sopan.
"Selamat makan”
"Oh ya ayah apa hari ini ada kegiatan kaluar tidak?” Riziel memberanikan bertanya kepada ayahnya sendiri.
"Em tidak ada memangnya kenapa?”
"Soalnya aku hari ini ingin izin pinjam mobil ayah untuk membeli beberapa peralatan untuk Yussy” Riziel dengan sedikit gugup.
"Oh kebetulan ada yang ingin ayah bicarakan setelah ini berdua denganmu nak?”
"Ah.. baiklah” Riziel dengan mencoba menahan emosinya sendiri.
"Oh ya ibu belum tau nama anak kecil ini siapa namamu? Kamu imut sekali!” Sinta dengan sangat penasaran dengan anak kecil yang duduk di sebelahnya.
"N-namanya adalah Yussy itu pun nama yang aku berikan karena dia tidak mempunyai nama” Riziel langsung mengatakannya sambil menggaruk pipinya.
"Begitu namanya sangat bagus sekali” Sinta yang tampaknya menyukai nama pemberian Putranya.
"Hehe~ Ma-a-ac-ih~” Yussy yang bisa menyesuaikan diri dengan keluarga Riziel dengan lumayan cepat.
"Pintarnya! Mekipun bicaranya belum terlalu jelas tapi wajar saja sih dan nak memangnya hari ini mau mau pergi kemana?” Sinta bertanya kepada putranya.
"Hm membeli beberapa peralatan untuknya sekaligus pakaian mungkin itu saja dan tambahan mengajaknya berkeliling kota juga” Riziel sudah memikirkannya sejak awal.
"Kak boleh aku ikut?” Sakira yang langsung angkat bicara.
"Boleh saja jika di perbolehkan memakai mobil milik ayah” Riziel langsung melemparkannya lagi kepada ayahnya.
"Makanlah saja dahulu baru ayah berikan jawabannya” Kirota mengatakannya dengan tegas.
"Ya ayah” Riziel dengan Sakira berbicara bersama.
Disisi lain Sakura sedikit khawatir tidak di perbolehkan oleh ayahnya Riziel sekaligus memarahinya saat Riziel mengatakan kejadian kemarin malam alasan membawa Yussy pulang bersamanya.
Lalu setelah makan Sakura membantu membereskan meja sekaligus membersihkan tempat makan sambil di bantu oleh ibu Riziel agar cepat selesai dan menitipkan Yussy bersama nenek, kakek Riziel.
"Apa Riziel akan baik-baik saja?” Sakura dengan murung.
"Jangan khawatir suamiku memang selalu tegas kepada anak-anaknya tapi suamiku bersikap seperti itu karena peduli pada kedua anaknya dan percayalah keinginan putraku pasti akan di perbolehkan kok” Sinta dengan mengatakannya pelan.
"Meskipun suamiku sejak dulu sering kesal pada putranya sendiri yang menyelesaikan urusan di sekolahnya sendiri meskipun guru-guru sering ingin memanggil orangtuanya datang tapi putraku berusaha tidak mau melibatkan orangtuanya terhadap urusan pibadinya hingga akhirnya menjadi kebiasaan buruknya”
"Tapi Tante Riziel itu orang yang sangat baik di bandingkan orang yang aku temui selama ini dan aku berusaha merubah sikap buruk Riziel agar bisa lebih jujur” Sakura dengan menyakinkan kepada ibu Riziel.
"Terimakasih dan jangan membuatnya kecewa ya?” Sinta mencoba mempercayai Sakura.
"Iya akan coba tante” Sakura dengan percaya diri.
Lalu setelah semua tempat makan sudah bersih Sakura kembali melihat Yussy sedang bermain dengan kakek, nenek Riziel.
"Wah-wah asik sekali sepertinya yang sedang bermain boleh aku ikut?” Sakura langsung bicara membuat Yussy mengenali orang tersebut.
"Ah.. Mama” Yussy dengan sangat senang sekali.
"Uh..” Sakura dengan langsung merasa malu terlihat dari wajahnya yang sedikit memerah.
"Boleh saja duduklah disini” Nenek Diana langsung mngajak Sakura duduk di dekatnya.
"Terimakasih” Sakura langsung ikut bermain bersama disana.
Setelah beberapa menit dimana Sakura ikut mengajak bermain Yussy Riziel datang dengan pakaian yang sudah di ganti menjadi yang baru sekaligus rapih.
"Sepertinya ada yang asik bermain ya?” Riziel bicara dengan nada standar.
"Riziel apa di perbolehkan oleh ayahmu?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel.
"Hm tentu saja”
Cricik!
Suara Riziel mengeluarkan kunci dari saku bajunya.
"Mau pergi sekarang kah?” Riziel dengan bertanya.
"Papa!” Yussy dengan sangat ceria melihat Riziel langsung mengangkat kedua tangannya ke arah Riziel.
"Hm apakah Yussy kecil ini ingin di gendong oleh papamu ini?” Riziel mencoba mengajak bercanda Yussy sebentar.
"I-ya papa~”
Riziel langsung segera langsung mengangkatnya di gendong bersama Riziel di dekatnya.
"Mau pergi sekarang kah?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura dengan adiknya.
"Boleh” Sakura dengan tujuan awalnya ikut.
"Ayoo!” Sakira dengan sangat semangat.
"Baiklah kalau begitu apa ada yang mau menitip sesuatu kepadaku sebelum aku pergi? Kakek, nenek, ibu?” Riziel dengan menawarkan kepada keluarganya.
"Tidak ada yang sedang ibu inginkan” Ucap Sinta sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Lalu kakek, nenek Riziel pun sama tidak ingin di belikan apapun setelah itu Riziel bersama yang lainnya langsung pergi menuju tempat garasi dimana mobil keluarganya di simpan.
"Riziel apa kamu tidak di marahi ayahmu tentang membawa pulang Yussy dengan ingin merawatnya?” Sakura dengan khawatir.
"Tidak ayahku tidak ingin mempermasalahkan masalah anak kecil seperti Yussy namun ayahku menginginkan kita mengurusnya saja lalu kata ayahku beritahukan kepada orangtuamu juga agar tidak ada kesalahpahaman” Riziel langsung menceritakannya kepada Sakura.
"Syukurlah jika ayahmu tidak memarahimu lalu menyuruhmu untuk memberikan Yussy pada panti asuhan” Sakura sambil memeluk Yussy yang duduk di kursi belakang bersama Adiknya Riziel.
"Ya untungnya orangtuaku sudah tau rahasiaku sekaligus aku memberikan buktinya berupa sebuah ingatan jika tidak pastinya seperti ucapanmu tadi pasti terwujud” Riziel dengan menghela nafas panjang.
"Tanggung jawab orangtua kepada anaknya itu sangat banyak lho Riziel jadi maklumi saja dan juga jangan biasakan berbohong lagi jika tidak ingin terkena masalah” Sakura langsung mengingatkan kepada Riziel.
"Ah aku tau dan dan mencobanya dan mulai besok selama 1 minggu kita serahkan Yussy pada orangtuaku saja dahulu karena kita harus lebih banyak menghafal materi ulangan besok Sakura” Riziel dengan fokus mengendarai mobil.
"Eee.. iya aku lupa tapi apa Yussy akan baik-baik saja selama 1 minggu jarang bersama kita?” Sakura dengan khawatir Yussy akan menangis.
"Tenang saja dan jika kau mau juga mulai besok mau belajar bersamaku di rumah sambil menjaga Yussy boleh saja” Riziel dengan menawarkan kepada Sakura.
"Benarkah boleh?” Sakura dengan menunggu pertanyaan tersebut.
"Boleh datang saja agar kau tidak bosan” Riziel dengan mempercayai Sakura.
"Terimakasih sudah menawarkan kepadaku Riziel” Sakura langsung mencubit pipi Riziel dari tempat duduk belakang.
"Aw sakit!”
"Hehe” Sakura dengan tersenyum sangat senang.
Lalu dalam perjalanan yang cukup menyenangkan menurut Sakura bisa mengobrol dengan santai sambil bercanda sesekali hingga akhirnya tidak terasa sampai toko pakaian yang ramai sekaligus bagus di kunjungi untuk membeli sebuah pakaian.
"Wah tempat ini aku pernah kesini dan kau juga tau tempat ini ternyata Riziel?” Sakura dengan terkejut saat sampai di sebuah mall yang dulu pernah di kunjunginya.
"Hm pernah lewat saja sih tapi disini sepertinya lengkap jadi mecarinya sekalian aja agar tidak susah jauh-jauh beli” Riziel mengatakannya dengan santai.
"Memang benar sih tapi apa kamu masih pegang uang untuk membelinya kan kau jarang masuk kerja? Atau jangan-jangan pakai itu lho?” Sakura dengan meragukan Riziel.
"Uh.. kenapa bisa tau? Padahal aku tidak masuk kerja baru saja 3 hari lagi pula ini aku pakai uang asli dan akhir bulan kemarin sudah dapat gaji jadi jangan khawatir” Riziel mengatakannya cukup santai dan pelan.
"Tentu saja karena aku mata-mata dan jika begitu aku tidak khawatir soal uangnya lagi” Sakura langsung keluar mobil.
"Ya ya” Riziel langsung ikut keluar mobil setelah mobilnya di parkirkan.
"Wah besarnya!” Sakira denga merasa terpukau.
"Benarkan makanya dari itu kamu jangan jauh-jauh dari kakakmu ini” Riziel mengingatkan kepada Adiknya.
"Baik kak” Sakira langsung memegang salah satu tangan Riziel.
"Huh.. dasar Riziel tidak peka!” Sakura dengan kesal sambil mengembungkan pipinya.
"Tangan kiriku kosong nih dan apa kamu iri dengan adikku?” Riziel menyadarinya sambil menggoda Sakura.
"Tidak kok untuk apa aku iri dengan adikmu sendiri huh” Sakura yang meskipun merasa kesal, iri dan tidak mau kalah dengan adiknya Riziel langsung segera menggandeng tangan kiri Riziel.
"Papa ingin itu!” Yussy bicara sambil menunjuk ke arah sebuah tempat.
"Hng!” Suara adiknya yang sepertinya satu pemikiran dengan Yussy.
"Toko kue ya sepertinya kalian sangat menginginkannya” Riziel dengan membuang nafas panjang.
"Apa tidak boleh kak?” Adik Riziel dengan memelas.
"Boleh saja bagaimana mau ikut Sakura?” Riziel dengan mengajak bicara kepada Sakura.
"Ehh.. aku? Ikut saja haha” Sakura dengan canggung.
"Baiklah ayo kesana” Riziel dengan mencoba mengubah suasana.
"Yey!” Sakira dengan Yussy sangat senang.
Mereka langsung pergi ke toko kue tersebut bersama-sama meskipun disisi lain Sakura merasa canggung dengan orang-orang di sekitarnya.
"Lihat itu mereka masih kecil namun sudah membawa dua anak kecil bersamanya apa jangan-jangan mer--”
Riziel yang benar-benar bisa mendengarnya jelas langsung menatapnya dengan permusuhan kepada orang-orang yang membicarakannya di dekatnya.
"S-sudah-sudah jangan membicarakan mereka lagi entah kenapa aku merasa merinding” Seorang wanita lain bicara sambil pergi menjauh.
"Hahh.. dasar!” Riziel sambil mengeluh.
Lalu Sakura yang langsung melepaskan genggaman tangan Riziel karena benar-benar merasa sangat canggung.
"Mama?”
"Sakura ada apa?”
"T-tidak ada apa-apa dan tempatnya sudah dekat cepatlah” Sakura dengan mempercepat jalannya bersama Yussy.
Tanpa bicara juga Riziel langsung mengejar Sakura hingga akhirnya sampai di depan toko tersebut dan menemukan tempat duduk kosong disana langsung segera menempatinya sekalian memesan beberapa kue-kue yang di sediakan di toko tersebut sesuai pilihan mereka.
"Sakura apa masih terpikirkan omongan orang sebelumnya?” Riziel sambil mencoba meraih tangan Sakura.
"Ti-tidak kok, aku hanya terpikirkan UTS besok kok” Sakura menunjukkan ekspresi tidak memikirkan apapun.
"Jika tidak mau memberitahukannya tidak apa karena aku tidak akan memaksamu untuk memberitahukannya” Riziel dengan memaafkannya.
"Maaf Riziel” Sakura dengan melepaskan tangannya lalu menundukkan wajahnya.
"Tidak apa-apa” Riziel langsung memindahkan tangan satunya langsung mengusap kepala Sakura.
Tidak lama dari itu pesanan tersebut datang di bawa oleh seorang dua pelayan ke tempat meja mereka duduk berkumpul bersama tersebut.
"Silahkan di nikmati”
Pelayan tersebut langsung menyimpan beberapa macam-macam kue di atas meja sesuai dengan pesanan mereka tersebut.
"Silahkan di nikmati kuenya” Pelayan tersebut langsung pergi dari sana.
"Terimakasih”
__ADS_1
Satu hari yang terasa sangat panjang sangat cukup Riziel maupun Sakura san