
Riziel yang melihat Sakura sangat asik mengobrol dengan neneknya lalu Riziel pun langsung mendatanginya karena penasaran dengan yang sedang di bicarakan keluarganya bersama Sakura.
"Riziel kau lama sekali” Sakura yang melihat Riziel langsung memarahinya.
"Ya maaf tapi kelihatannya kamu sendiri asik asik aja meskipun tidak ada diriku” Riziel langsung segera duduk di kursi tersebut.
"Bu-bukan begitu!” Sakura hanya senang bisa mengobrol sebentar dengan neneknya Riziel.
"Sudahlah nenek sendiri yang bosan lalu melihat seseorang belajar jadi nenek penasaran langsung ingin melihatnya” Neneknya Riziel dengan memihak kepada Sakura.
"Baiklah aku mengerti lagi pula aku hanya bercanda kok” Riziel kemudian tersenyum meledek kepada Sakura.
"Hng! Dasar menyebalkan!” Sakura dengan kesal.
"Jadi nak dia ini temanmu?” neneknya bertanya kepada Riziel.
"Bukan teman tapi pacarku” Riziel dengan jujur tidak mau berbohong lagi.
Kemudian neneknya yang menemani Riziel dengan Sakura belajar bersama sambil sesekali neneknya Riziel menceritakan tentang Riziel saat kecil yang selalu bermain di perkampungan hingga tidak sadar waktu sudah hampir jam delapan malam.
"Maaf ya sampai membuatmu harus pulang malam lagi Sakura?” Riziel dengan mengendarai motor.
"Eh tidak apa-apa lagi pula aku tidak keberatan asalkan kata ayahku asalkan jangan pulang lebih dari jam 9 malam” Sakura langsung memberitahukan kepada Riziel.
"Lalu apa tadi belajar bersamaku apa menyenangkan dan apa lebih bisa mengerti materi yang kamu kurang mengerti?” Riziel sambil fokus melihat ke depan jalan.
"I-iya sangat menyenangkan, apa selanjutnya boleh aku belajar bersamamu lagi?” Tanya Sakura kepada Riziel sambil mengencangkan pegangannya.
"Boleh saja jika kamu menginginkannya” Riziel yang merasa tidak keberatan.
Hingga akhirnya sampai di depan rumahnya Sakura tidak terasa karena jarak rumah Sakura tidak terlalu jauh darinya.
"Ini terimakasih jaketnya berkatmu aku tidak terlalu kedinginan saat di perjalanan” Sakura langsung melepaskan jaket milik Riziel yang di pakai olehnya.
"Tidak perlu di pikirkan” Riziel langsung mengambil jaketnya lalu memakainya.
"Kalau begitu hati-hati di jalan dan sampai jumpa besok Riziel” Sakura yang langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Ya kau juga sama” Riziel yang benar-benar merasa senang di hari ini.
Kemudian dimana hari selanjutnya gadis yang misterius mencoba memata-matai Riziel mulai tidak terlihat lagi di sekolah meskipun Riziel tidak ada rencana untuk menemuinya.
"Untunglah hari ini cuacanya cerah tidak hujan seperti kemarin dari pagi sampai malam bukan Riziel?” Sakura dengan cukup senang.
"Ya lumayan membosankan sih tapi terimakasih soal tadi malam terasa sangat menyenangkan di rumah ada seseorang yang menemaniku” Riziel langsung berterimakasih kepada Sakura.
"Tidak perlu di pikirkan berkatmu juga aku bisa mengerti materi di sekolah yang selama minggu kemarin aku kurang fokus pada sekolah” Sakura yang langsung mengatakannya kepada Riziel.
"Kenapa bisa kurang fokus belajar pasti ada sebabnya bukan?” Riziel bertanya kepada Sakura.
"Ya karena saat kamu masih tidak masuk aku melihat seorang siswi kelas lain menunggu depan kelasmu dan firasatku mengatakan siswi tersebut sedang mencarimu” Sakura dengan murung.
"Pasti kamu khawatir aku menyukai gadis lain selain dirimu?” Riziel yang mencoba memastikannya saja.
"Ti-tidak juga lagi pula aku tidak peduli kamu dekat siapapun!” Sakura dengan perasaan kesal sambil memalingkan wajahnya.
"Aku bisa saja melakukan itu tapi aku tidak bisa melupakan orang yang membuatku berubah menggantikannya dengan orang lain, dan apa lagi harus melupakan kenang-kenangan yang sudah di lewati olehnya” Riziel langsung mengatakannya kepada Sakura tanpa ragu sedikitpun.
"Be-begitu y-ya!” Sakura dengan wajahnya tersipu malu.
Ting! Tong!
Suara jam istirahat berakhir yang tandanya jam pelajaran selanjutnya akan segera di mulai kembali sedangkan Sakura dengan Riziel yang berdua di lorong kelas langsung memutuskan kembali ke kelas.
"Ri-riziel tidak perlu mengantarkanku ke kelas karena aku ingin ke toilet dahulu sebentar jadi duluan saja tidak usah menungguku” Sakura langsung meminta Riziel pergi duluan.
"Yasudah kalau ada apa-apa kabari diriku” Riziel langsung berjalan pergi.
"Iya hati-hati dan terimakasih sudah mempercayaiku” Sakura langsung mengatakan sesuatu kepada Riziel.
"Tidak usah di pikirkan” Riziel dengan tersenyum sejenak sambil menghentikan langkahnya lalu kembali pergi.
Lalu Riziel yang langsung pergi menuju kelasnya dan mengetahui Sakura tentang pertemuan Clovis dengan gadis waktu itu yang di ceritakan padanya kemarin sebelum pulang sekolah.
Secara tidak sengaja dalam perjalanan menuju kelasnya di depan kelas 9 TKJ seorang siswa laki-laki yang sedang memarahi siswi kelas 2 namun secara kebetulan siswi itu adalah orang yang Riziel cari sejak tadi pagi.
"Bayar hutangmu sekarang juga!” Laki-laki tersebut memarahinya sambil menarik bajunya.
__ADS_1
"Aku mohon beri waktu untuk saat ini aku belum bisa membayarnya” Gadis tersebut sambil menahan tangisannya.
"Bos sudahlah jika tidak mau membayar bagaimana nanti pulang saja kita lakukan sesuatu padanya sebagai pelajaran untuknya” Temannya dengan pikiran yang busuk Riziel bisa membaca isi pikirannya dengan sekejap hanya melihat dari wajahnya sekejap.
"Ah benar juga! Seira kutunggu nanti pulang jah---” Lalu sebuah batu kecil langsung di lemparkan kepada dua orang tersebut.
"Siapa yang melemparkan batu kepadaku!” Ucap David dengan kesal.
"Itu aku.., Apa aku boleh tau berapa hutangnya padamu?” Riziel dengan melemparkan batu ke atas dan ke bawah berulang-ulang.
"Ri-riziel... Ini tidak ada hubungannya denganmu! Jangan ganggu urusanku!!” David dengan kesal sekaligus takut melihat Riziel.
"Ini memang tidak ada urusan denganku tapi jika kau melakukan apa yang berada dalam otakmu itu bisa membuat sekolah, orangtua menjadi dalam masalah besar” Riziel sambil menunjukan rekaman pembicaraan.
"Da-dasar licik kau Riziel!!” David dengan kesal hingga murid lain yang ada di sekitarnya langsung melihatnya.
"Jadi aku berikan 2 pilihan yaitu lepaskan dia sekarang sambil katakan berapa hutangnya padamu lalu jangan ganggu lagi dia atau lakukan sesukamu padanya tapi akan aku berikan barang bukti ini ke pihak sekolah agar bisa dapat hukuman hingga masuk penjara” Riziel dengan mengintimidasi David dengan 1 temannya.
"Tch.. baiklah dia berhutang padaku 178rb, memangnya apa kau bisa membayarnya?!” David dengan meremehkan Riziel.
"Tidak bisa bayarkan! Makanya diam saja dasar B*ngs*t!!” Tedy yang mengejek Riziel kembali.
"Maaf saja uang segitu kecil untukku dan ini 200rb untukmu sekalian untuk membungkam mulutmu tapi jangan harap minta lebih jika itu memang terjadi maka lihat saja sesuatu yang buruk akan terjadi padamu!!” Riziel langsung mengubah 200 point menjadi uang 2 lembar langsung di lemparkan ke lantai.
Kemudian David dengan Tedy kemudian terdiam melihat Riziel mengeluarkan uang 200rb dari saku bajunya sendiri dan Riziel langsung membantu berdiri gadis tersebut sambil memberikan kacamata yang jatuh setelah itu Riziel pergi menuju kelasnya.
Sakura yang mengikuti diam-diam Riziel ternyata memang Riziel sudah banyak berubah dan di situ juga selain Sakura yang melihatnya ada juga Cakra yang benar-benar salut dengan keberanian Riziel miliki tanpa takut.
"Semoga saja dengan hal tadi diriku bisa mempunyai kesempatan untuk mendekatinya sekaligus mengetahui rahasia yang di sembunyikan olehnya, meskipun anehnya pada saat di sekolah diriku tidak bisa merasakan lagi energi aneh tersebut darinya” Riziel dengan rasa penasaran yang harus mendapatkan jawabannya.
Setelah sampai di kelas sudah ada guru di sana yaitu Pak Nana yang mengajar pelajaran matematika yang senang melihat Riziel terlambat datang jadi ada alasan untuk membuat Riziel mengerjakan soal di depan kelas dan Pak Nana dengan ramah langsung membiarkan Riziel duduk di bangkunya sendiri.
Sekian lama melewatkan beberapa mata pelajaran akhirnya yang di tunggu-tunggu adalah waktunya jam pulang sekolah, Riziel yang melihat Sakura baru saja datang di depan kelasnya.
"Riziel apa hari ini kamu sibuk?” Sakura yang langsung bertanya kepada Riziel.
"Hm tidak sibuk sama sekali ada apa memangnya?” Riziel yang langsung bertanya kembali.
"Apa kamu mau menemaniku jalan-jalan setelah ini?” Sakura dengan malu-malu mengatakannya.
Lalu saat Sakura berjalan bersama Riziel perjalanan pulang tiba-tiba seseorang yang di bantu oleh Riziel langsung memanggil Riziel.
"Tu-tunggu Se-senior!” Siswi tadi jam istirahat langsung memanggil Riziel.
"Huh!” Sakura dengan kesal sambil mengeratkan genggaman tangannya kepada Riziel.
"Ada apa sampai memanggilku?” Riziel dengan tegas.
"I-itu Te-terimakasih sudah membayarkan hutangku nanti jika aku punya uang akan aku ganti” Seira langsung berterimakasih kepada Riziel.
"Tidak perlu di pikirkan dan jika mau di ganti terserahmu saja” Riziel langsung meninggalkannya langsung.
"Ehh?” Seira yang merasa Riziel berbeda dengan orang lain.
Riziel yang kemudian pergi memakai motornya bersama Sakura yang selalu mengikutinya.
"Apa masih mau terus begitu?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura.
"Maaf Riziel” Sakura dengan murung.
"Tidak perlu minta maaf aku mengerti perasaanmu kok dan mau kemana hari ini?” Riziel dengan mencoba mengubah suasananya.
"...” Sakura yang hanya diam saja dan tidak menjawab apapun.
Lalu Riziel juga mengerti yang di rasakan oleh Sakura dan saat melewati penjual es krim membuat Riziel berhenti sekaligus memesan es krim 2 untuknya sendiri dengan Sakura setidaknya membuat Sakura lebih baik.
"Ini untukmu jangan cemberut terus dan terima ini” Riziel langsung memberikan satu es krim rasa coklat.
"Eh terimakasih” Sakura yang langsung menerimanya saja.
Lalu setelah beristirahat sejenak sambil makan es krim bersama di sisi jalan raya.
"Apa sudah merasa lebih baik?” Riziel langsung bertanya kepada Sakura.
"Iya sudah terimakasih” Sakura kembali moodnya meningkat lagi.
"Tidak perlu di pikirkan lalu apa sekarang kita pulang dahulu?” Riziel mencoba mengajak Sakura bercanda.
__ADS_1
"Itu sudah tentu Riziel bodoh!” Sakura langsung marah kepada Riziel.
"Haha iya bercanda” Riziel langsung naik ke motor lagi.
"Huh menyebalkan!” Sakura dengan kesal.
Riziel yang langsung menyalakan kembali motornya lalu langsung pergi pulang menuju rumah masing-masing tetapi sebelum itu Riziel harus mengantar pulang Sakura dahulu.
"Oh ya tumben hari ini kamu yang ingin mengajakku Sakura?” Riziel yang penasaran apa yang terjadi dengan Sakura.
"Ingin aja sekali-sekali aku yang mengajakmu jalan-jalan bukan kamu yang mengajak terus” Sakura langsung mengatakannya kepada Riziel.
"Oh gitu jadi kalau aku mengajakmu selalu ke tempat membosankan gitu?” Riziel mencoba lagi bercanda.
"Bu-bukan gitu jika Riziel yang mengajak selalu ke tempat yang menyenangkan dan di hari ini itu akan ada kejadian langka jadi aku ingin mengajakmu sekaligus mengatakan sesuatu padamu” Sakura langsung mengatakannya kepada Riziel.
"Kejadian langka apa itu?” Riziel menjadi penasaran.
"Rahasia nanti kamu akan tau sendiri” Sakura yang mencoba tidak memberitahukannya.
"Yasudah” Riziel yang kembali diam.
Sakura yang kembali ceria lagi yang membuat Riziel cukup merasa tenang lagi dan lega caranya bisa berhasil memperbaiki moodnya Sakura kembali dan tidak lama kemudian sampai di rumahnya Sakura namun di saat itu juga Sakura melarang Riziel pulang namun menyuruhnya menunggu dirinya di dalam rumah Sakura.
"Apa boleh buat hari ini aku juga harus izin lagi tidak kerja semoga saja boleh deh” Riziel yang langsung mengirimkan pesan kepada bosnya sendiri.
Lalu saat Riziel sedang melihat handphonenya bersamaan dengan ayahnya Sakura baru saja pulang kerja lebih cepat dari biasanya.
"Oh ada tamu ternyata” Pak Ridwan langsung bicara.
"Aku kira siapa ternyata bapak haha” Riziel canggung tidak tau mau mengatakan apa pada ayah Sakura.
"Oh ya malam ini akan ada bintang jatuh ya?” Pak Ridwan mulai bertanya kepada Riziel.
"Eh benarkah? Aku kurang tau” Riziel yang tidak memantau hpnya.
"Begitu ya... Malam ini kalau tidak salah sih akan ada bintang jatuh karena itu saya serahkan padamu jadi jaga putriku baik-baik jangan sampai terdengar kabar buruk tentang putriku!” Pak Ridwan langsung mengancam Riziel.
"Ahaha santai saja karena diriku sendiri tau batasanku” Riziel dengan canggung.
"Bagus jika kamu sadar diri”
"Oh ya selamat refreshing malam ini” Pak Ridwan dengan tegas.
Lalu ayah Sakura yang langsung kembali pergi setelah berbicara sebentar dengan Riziel bersamaan dengan Sakura yang baru selesai berganti pakaian.
"Riziel ayo pergi” Sakura langsung bicara kepada Riziel.
"Ah iya ayo” Riziel yang selalu terpukau dengan kecantikan Sakura.
Lalu Sakura langsung pamit kepada orangtuanya setelah itu langsung berangkat menuju rumah Riziel yang jaraknya tidak terlalu jauh.
"Riziel apa kamu tadi terpukau melihat kecantikanku?” Sakura dengan tertawa pelan.
"Uh ketahuan ya?” Riziel dengan malu.
"Kelihatan dari wajahmu sih dan aku sih gak masalah” Sakura dengan tidak mempermasalahkannya.
"Entah kenapa saat melihatmu berganti-ganti pakaian selalu cocok dan menawan seperti seorang putri pantas saja kamu sampai di panggil bunga sekolah karena kamu sangat cantik” Riziel yang baru menyadarinya.
"Eh baru sadar ya hehe” Sakura dengan percaya diri.
"Ya begitulah lalu apa kamu ingin mengajakku malam ini karena ayahmu yang memberitahukan tentang malam ini akan ada bintang jatuh?” Riziel bertanya kepada Sakura.
"Ehh kok tau apa di beritahukan oleh ayahku?” Sakura dengan terkejut Riziel bisa tau.
"Ya sih memang benar” Riziel sambil fokus mengendarai motornya sendiri.
"Huh.. padahal aku ingin memberikan kejutan tapi ayahku malah memberitahukanmu” Sakura dengan kesal.
"Tidak apa-apa lagi pula bukannya ada yang ingin kamu bicara berdua bersamaku bukan?” Riziel yang sudah mengetahuinya.
"Ya begitulah” Sakura dengan malu ingin bertanya kepada Riziel.
Lalu mereka berdua yang berdiam diri hingga sampai di depan rumah Riziel dan juga tidak terlalu lama menunggu juga Riziel dengan pakaian hangat yang di pakainya yang sudah lama tidak di pakainya.
Setelah itu Riziel langsung pergi menuju ke tempat dimana bisa melihat langit biru penuh bintang indah di sebuah Bukit yang sangat pas untuk melihat bintang.
__ADS_1