
Riziel bersama Sakura yang duduk berdua sambil menunggu makanan makan hanya mengobrol sambil sesekali membuka handphone baru milik Sakura sendiri.
"Riziel pinjam handphone milikmu sebentar aku ingin masukin nomor WhatsApp yang baru aku buat” Sakura yang ingin meminjam Handphone Riziel.
"Huhh ini ambil” Riziel sengaja memberikannya dengan handphone yang sudah di matikan biasa.
"Ehh ini bagaimana aku tidak bisa membukanya” Sakura yang melihat handphone Riziel tidak bisa mau di buka dari kunci layar.
Kemudian Riziel langsung mengambil dan membukanya dengan scan wajah untuk kunci layarnya.
"Riziel menyebalkan pantas saja tidak bisa!” Sakura yang langsung mencubit Riziel.
"Sakit makanya bilang dong” Riziel tertawa pelan agar orang orang tidak memperhatikannya.
Kemudian Sakura membuka WhatsApp Riziel melihat banyak sekali chat teman kelasnya dan juga ada chat teman satu kelas yang mengajak Riziel futsal tapi Riziel menolaknya karena ada janji membuat Sakura yang hanya tersenyum senang hingga Riziel ingin tau apa yang Sakura sedang lihat.
"Lihat apa tuh sampai senyum sendiri?” Riziel yang langsung mendekati Sakura.
"Tidak hanya melihat foto-foto milikmu saja” Sakura sambil mengirimkan foto-fotonya ke kontak WhatsApp barunya.
"Sudah puas melihat fotoku?” Riziel langsung mengambil handphonenya.
"Hehe ketahuan ternyata tapi lucu fotomu saat kecil tidak seperti sekarang pemarah” Sakura dengan tersenyum tipis ketahuan oleh Riziel.
"Terserah” Riziel yang langsung mematikan handphone miliknya.
Kemudian pesanan makanan langsung datang lalu mereka berdua langsung makan berdua tanpa gangguan seseorang.
Beberapa menit berlalu makanan habis dan kenyang kemudian Sakura langsung membayar makanan yang sudah di pesan.
"Sekarang mau pergi menuju Theme Park?” Riziel yang duduk sambil bicara kepada Sakura.
"Itu jauh lho lagi pula baru saja istirahat dahulu” Sakura yang masih belum kuat berdiri.
"Yasudah” Riziel kembali duduk dan mencoba bermain game sebentar.
Sakura yang selalu penasaran karena Riziel sering bermain game kemudian Sakura langsung mendekati Riziel yang sedang bermain game untuk mengisi waktu luangnya ini.
"Riziel ajarkan aku bermain game boleh? Dan apa itu menyenangkan?” Sakura yang selalu di larang oleh ayahnya semenjak di berikan handphone.
"Jika disebut menyenangkan tidak terlalu karena terkadang kalah terus menerus sampai membuat seseorang yang bermain stress karena kalah dan malas belajar tapi lumayan untuk mengisi waktu luang sih” Kagami yang hampir selesai menang bermain game.
"Begitu ya dan pantas saja ayahku selalu melarangku jika ingin mencari game karena sering mengatakan itu bisa mengganggu belajarku” Sakura dengan kecewa karena Riziel tidak mau mengajarkan cara bermain game.
"Itu terserah yang main tapi jika dirimu ingin merasakan sensasi bermain game nanti akan aku ajarkan jadi jangan takut di marahi ayahmu tapi jika dirimu terlalu banyak bermain game aku sendiri yang akan memarahimu langsung” Riziel yang baru saja selesai bermain game.
"Terima kasih Riziel dan aku tidak akan kok kelebihan bermain game” Sakura yang langsung tersenyum manis kepada Riziel.
"Iya ayo pergi ke Theme Park yang kau inginkan bukan?” Riziel yang langsung berdiri langsung mengajak kembali Sakura.
"Ayo pergi bersama” Sakura yang langsung menggenggam tangan Riziel tanpa harus malu seperti biasa di sekolah.
"Baiklah” Riziel bersama Sakura langsung berjalan keluar dari tempat makan.
Riziel bersama Sakura langsung pergi menuju Theme Park yang Sakura ingin pergi untuk mengisi hari yang kosong.
"Riziel aku senang bisa dekat denganmu karena dirimu salah satu orang yang baik kepadaku meskipun aku baru baru mengetahui bahwa dulu Riziel hanya menjalankan tugas saja” Sakura yang langsung ingin berkata jujur kepada Riziel.
"Apa setelah mengetahuinya membuatmu kecewa?” Riziel yang langsung fokus mengendarai motor.
"Hm tidak karena aku menyadarinya meskipun sikapmu cuek tapi setelah mengetahui masa lalumu itu hampir sama sepertiku yang di benci dan di perebutkan oleh para Pria” Sakura yang langsung memeluk Riziel dari belakang dengan senang ada yang peduli.
"Pasti ibuku yang memaksa ingin tau hubunganku dengan dirimu sambil menceritakan tentang masa laluku bukan?” Riziel yang sudah menebaknya.
"Ehh kok bisa tau sih?” Sakura yang heran Riziel bisa mengetahui pembicaraan dengan ibunya.
"Tentu aku tau karena saat kelas 1 SMP teman sejak SD selalu bersamaku datang ke rumahku dan pura pura mendekatiku sekaligus ingin tau rahasia diriku namun setelah mengetahui hidupku tambah menjadi buruk karena ibuku sendiri tapi aku selalu menyembunyikan dari orangtuaku dan bersikap tidak ada masalah” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Kasihan juga hidupmu Riziel tapi jika itu terjadi padaku pasti aku menangis di dalam kamar untuk meluapkan emosiku” Sakura yang tidak bisa kuat menjalani hidup yang sulit seperti Riziel.
"Hal itu sudah biasa bagi seorang gadis sepertimu tapi kalau diriku meluapkan emosi kepada yang bermanfaat seperti olahraga yang biasa aku lakukan” Riziel yang langsung menaikan kecepatan karena jalan yang tidak terlalu ramai.
"Riziel memang hebat bisa menjalani hidup sulit sendirian dan aku janji akan melakukan yang terbaik untukmu kok” Sakura yang tidak ingin mengecewakan Riziel.
"Iya aku percaya kok” Riziel yang langsung fokus mengendarai motor.
Setelah di dalam perjalanan menuju Theme Park yang Sakura inginkan akhirnya sampai setelah 25 menit di perjalanan yang sangat jauh.
"Ramai sekali dan aku baru pertama kalinya datang kemari” Riziel yang jarang sekali berpergian jauh seperti sekarang.
"Ehh iya ya Riziel selalu di rumah ya dan ayo cepat kita masuk” Sakura yang langsung turun dari motor.
"Iya iya” Riziel yang langsung memarkir motor di parkiran.
Setelah Riziel mengambil nomor parkiran motor dan tidak lupa menyimpan barang milik sakura yaitu tas berisi barang barang ke dalam jok motor Riziel kecuali uang dan handphone di titipkan kepada Riziel di simpan di jaketnya.
Kemudian Sakura bersama Sakura langsung masuk ke dalam Theme Park yang sakura rindukan untuk di datangi.
"Apa ini kedua kalinya datang kemari Sakura?” Riziel yang memperhatikan Sakura sangat senang.
"Ehh iya saat kecil dan serasa rindu bisa datang kemari lagi hehe” Sakura yang langsung memimpin jalan.
"Begitu pantas saja dirimu sangat senang” Kagami yang langsung mengikuti Sakura di depannya yang sedang memimpin jalan sambil menggandeng tangan Riziel.
"Riziel ayo coba sesuatu?” Sakura yang langsung mengajak Riziel.
"Hm boleh saja dan memangnya ingin mencoba naik apa dahulu?” Riziel yang langsung bertanya karena tempatnya sangat luas.
"Em Roller Coaster apa Riziel berani?” Sakura yang mencoba memilih.
"Heh siapa takut” Riziel yang hanya ingin menikmati hari libur bersama Sakura.
__ADS_1
"Jika di antara kira berdua ada yang ketakutan saat naik Roller Coaster harus membelikan barang di tempat aksesoris untuk yang berhasil melewati wahana tanpa takut sekaligus bisa memilih Wahana selanjutnya mau?” Sakura yang langsung menantang Riziel.
"Ayo lakukan siapa takut” Riziel yang jarang sekali bersemangat untuk sebuah tantangan.
"Baiklah ayo mengantri dahulu” Sakura yang langsung menarik tangan Riziel.
Setelah lama mengantri akhirnya bagian Riziel dan Sakura langsung duduk di bagian kursi ketiga dengan masih berhubungan dengan tantangan yang Sakura buat untuk berdua.
Tantangan pertama di menangkan oleh Sakura yang berhasil menahan rasa takutnya saat namun Riziel yang sengaja mengalah untuk beberapa kali.
"Tantangan pertama aku menang jadi Riziel harus membelikanku suatu barang yang aku sukai tapi nanti saja belinya dan selanjutnya aku tentukan Wahana adalah Kora kora” Sakura yang langsung memilih tantangan selanjutnya.
"Baiklah aku tidak akan kalah” Riziel berniat membuat Sakura menang beberapa kali dan setelah itu Riziel melancarkan tantangan yang sulit.
Setelah berselang waktu yang lumayan lama hasilnya sebanyak 5x Riziel kalah dan Sakura yang senang namun di wahana ke 6 Riziel menang hingga Riziel tinggal memilih Wahana yang menakutkan.
"Sekarang aku menang Setelah 5x kalah jadi tantangan selanjutnya adalah Rumah hantu” Riziel langsung tersenyum ingin membuat Sakura takut.
"Ehh tidak mau ganti cepat kalau itu aku takut benget Riziel menyebalkan!” Sakura yang langsung memukul Riziel berkali-kali di bagian perut.
"Itu sudah kesepakatan jadi lakukan saja” Riziel penuh dengan senang ingin menjahili Sakura.
"Huh baiklah” Sakura langsung menjawab pelan sambil menundukkan kepalanya.
Sakura yang hanya pasrah karena dirinya yang sudah membuat tantangan kemudian Sakura langsung berjalan di sebelah Riziel.
Lalu setelah lama mengantri di wahana rumah hantu kemudian bagian Sakura dan Riziel yang masuk namun Sakura berjalan di sisi Riziel sambil menggandeng tangan Riziel.
Saat di dalam rumah hantu banyak orang yang memakai kostum hantu yang sangat mengerikan bersembunyi untuk menunggu momentum untuk mengagetkan orang yang masuk ke dalam Wahana rumah hantu yang sangat mengerikan.
Srek! Sring! Tring!
Suara yang membuat tempat yang sangat mencekam ketakutan hingga Sakura yang hanya berjalan mengikuti jalan Riziel.
"Hahaha gadis cantik akan aku panggang pasti lezat” Sosok badut sambil membawa alat tajam langsung muncul dari sebelah kiri yang langsung bertemu Sakura.
"Kyaa Ri-riziel” Sakura yang takut dengan kostum badut di hadapannya yang sama di film horor yang pernah di tontonnya.
Lalu Badut itu langsung bersembunyi kembali sedangkan Sakura tubuhnya bergetar lemas ketakutan.
"Riziel menyebalkan! Bisa bisanya mengajakku ke sini dan aku sudah tidak kuat lagi berjalan” Sakura yang memarahi Riziel di hadapannya yang hanya tersenyum sendiri berhasil membuat Sakura takut.
"Yasudah maafkan aku dan biar aku gendong agar cepat keluar” Riziel yang langsung menawarkan kepada Sakura karena Kasihan sudah menjahilinya.
"Hmph baiklah tapi jangan berbuat mesum” Sakura yang langsung mencoba berdiri.
"Tidak akan kok” Riziel yang langsung membungkukkan badan.
Riziel yang berhasil keluar dari rumah hantu lalu langsung berhenti di sisi jalan ada kursi untuk istirahat lalu Riziel langsung menurunkan Sakura di kursi panjang lalu mendekati mesin minuman.
Setelah selesai membeli minuman langsung kembali dan duduk berdua dengan Sakura sambil istirahat sambil memberikan minuman kepada Sakura yang masih ketakutan.
"Minumlah dan tarik nafas dalam-dalam kemudian buang kembali agar tenang” Riziel yang langsung memberitahukan kepada Sakura.
"Iya aku tau dan ini handphone milikmu” Riziel langsung memberikan handphone yang Sakura titipkan.
"Makasih dan Riziel apa kau tidak takut saat di rumah hantu tadi?” Sakura yang merasa heran kenapa Riziel bisa tidak takut saat di dalam rumah hantu.
"Ya karena aku dari dahulu sudah sering melihat hantu asli yang lebih mengerikan dari yang palsu meskipun sedikit membuatku takut sih” Riziel langsung mengatakan kepada Sakura agar tenang.
"Pantas saja dan setelah ini pergi ke toko aksesoris yuk?” Sakura sambil menawarkan kepada Riziel.
"Iya boleh saja” Riziel yang melihat beberapa pesan WhatsApp baru.
Sakura yang melihat Riziel yang fokus ke handphone miliknya sendiri langsung mendekatinya karena ingin tau.
"Riziel dirimu punya janji dengan teman satu kelasmu ya?” Sakura yang melihat salah satu pesan yang mengajak Riziel Futsal.
"Malas ah lagi pula aku tidak mau” Riziel yang hanya membaca pesan kemudian menutup aplikasi WhatsApp.
"Ehh kok gitu sih?” Sakura yang tidak mengerti pikiran Riziel.
"Jika tidak berhubungan dengan nilai aku tidak mau makanya aku malas” Riziel yang mengatakan agar Sakura mengerti.
"Ohh gitu dan Riziel sini ikut foto denganku” Sakura yang ingin berfoto bersama Riziel untuk menyimpannya di handphone.
"Iya deh” Riziel yang langsung ikut foto bersama dengan Sakura.
Setelah selesai berfoto foto dan Sakura juga sudah sudah membaik lalu langsung pergi menuju tempat aksesories yang jaraknya tidak terlalu jauh.
"Wah banyak barang bagus disini dan apa yang perlu aku pilih pertama kali ya?” Sakura yang bingung ingin membeli barang di tempat bagian dari Theme Park sebuah tempat khusus untuk aksesoris.
"Pilih saja yang kau suka Sakura” Riziel yang melihat Sakura penuh dengan kebingungan memilih barang.
"Em Riziel lihat ini kalung huruf ini menurutmu bagus tidak?” Sakura yang melihat kalung berbagai macam.
"Hm iya jika kamu suka pilihlah nanti aku akan belikan” Riziel yang memperhatikan sekitar tidak ada barang yang Riziel sukai.
"Baiklah aku beli yang kalung huruf R dan 2 bintang” Sakura yang langsung berbicara kepada penjualnya.
"Ini barang yang anda minta semuanya 26rb” Penjual langsung memberikan 3 kalung yang Sakura minta.
"Ini uangnya” Riziel langsung memberikan uang pas kepada penjualnya.
Kemudian Sakura yang terlihat sudah tidak ada barang yang di inginkan lagi lalu pergi keluar dari tempat aksesoris.
"Riziel ini untukmu” Sakura yang langsung melepas kalung yang di pakainya.
"Ini bukankah yang waktu aku memberikan hadiah untukmu dan kenapa memberikannya padaku?” Riziel yang entah harus menerimanya atau tidak yang sakura berikan.
"Hmph Riziel tidak peka sekali sih dan ini kalung huruf S dan bintang untukmu dan sisanya untukku yang huruf R agar aku selalu ingat Riziel jika tidak bertemu dengan Riziel jadi ambil ini mengerti?” Sakura yang langsung menjelaskan kepada Riziel.
__ADS_1
"Baiklah sesuai yang sakura inginkan” Riziel yang langsung mengambil 2 kalung pemberian Sakura.
Riziel langsung memakai kalung yang Sakura berikan dan memasukkan ke dalam bajunya meskipun Riziel merasa tidak nyaman memakainya.
"Ehh Riziel langsung di pakai kalau begitu pegang Handphoneku sebentar” Sakura langsung menitipkan handphone kepada Riziel lalu langsung memakai Kalung yang baru di belikan.
"Ya” Riziel yang hanya berhenti berjalan untuk menunggu sakura.
"Nah selesai dan sekarang ayo berkeliling mencari Wahana yang santai” Sakura yang langsung bersemangat lagi.
"Nih handphonemu” Riziel yang langsung memberikan handphone Sakura kembali.
"Titip jika aku yang pegang jatuh dan rusak harus beli lagi” Sakura yang langsung langsung berjalan memimpin Riziel.
"Masih ada garansi handphone jadi bisa di ganti jika rusak” Riziel yang hanya mengikuti Sakura.
"Pokoknya titip dan ayo pergi” Sakura langsung menggandeng tangan Riziel.
"Yasudah iya” Riziel langsung menyimpan handphone milik Sakura ke dalam saku jaketnya.
Seharian bersenang senang di Tempat Theme Park yang Sakura dan hari tidak terasa sudah menjelang sore hari.
"Riziel aku menginginkan boneka itu” Sakura yang benar benar meskipun hari sudah sore namun masih menikmati hari liburnya.
"Hahh ayo kesana dan akan aku dapatkan untukmu” Riziel yang juga tidak pernah merasakan senang bersama seseorang sejauh ini.
"Silahkan apa kalian berdua ingin mencoba permainan ini?” Tanya orang yang menjaga tempat permainan itu.
"Baiklah aku coba 1x” Riziel langsung mengeluarkan uang 12rb untuk mulai permainan.
"Peraturannya selama 2 menit harus menembak gambar induk bebek untuk mengumpulkan point dan jika anda menembak 3x berturut-turut maka anda kalah mengerti?” Penjaga permainan tersebut memberitahukan peraturannya.
"Baiklah aku mengerti” Riziel yang sudah biasa bermain seperti ini beberapa kali.
Sakura langsung mengambil handphone dari saku jaket milik Riziel karena ingin sengaja memfoto Riziel.
"Mulai!” Penjaga tempat permainan langsung menggerakkan permainan.
Permainan yang sudah mulai Sakura langsung memfoto Riziel karena terlihat lebih keren dan lumayan untuk di simpan di handphone miliknya sendiri lalu setelah lewat 2 menit berlalu Riziel berhasil mengumpulkan point sangat banyak hingga berhasil mendapatkan boneka yang sakura inginkan.
"Riziel kau sangat hebat bisa mengumpulkan Point sangat banyak dan makasih sudah berusaha mendapatkan boneka yang aku inginkan” Sakura yang tersenyum manis kepada Riziel yang sudah membuat Sakura senang sekali.
"Iya asalkan membuatmu senang dan tadi memfotoku jadi aku ingin lihat” Riziel yang hanya ingin lihat hasil foto Sakura.
"Biasanya tidak mau kok tumben ingin lihat?” Sakura yang langsung mengejek Riziel.
"Lagi ingin lihat masa tidak boleh dan mau pulang sekarang sudah malam lho” Riziel yang sedikit pegal badan.
"Ehh iya sudah malam tapi masih ada yang aku ingin naik boleh ya? Jika boleh nanti aku akan perlihatkan semua yang aku foto janji” Sakura langsung memohon kepada Riziel.
"Boleh saja deh” Riziel yang tidak tega menolak kemauan Sakura.
Riziel bersama Sakura langsung pergi menuju wahana yang Sakura inginkan yaitu Bianglala yang antriannya tidak terlalu panjang.
Setelah lama mengantri akhirnya Riziel bersama Sakura langsung naik ke salah satu tempat untuk 2 orang.
"Sakura terima kasih sudah ingin mengajakku dan aku sangat menikmati hari ini” Riziel yang langsung bicara jujur kepada Sakura.
"Ehh a-aku ju-ga menikmati hari ini dan terimakasih sudah selalu ada untukku” Sakura yang pipinya merah malu sambil memeluk erat bonekanya.
"Dirimu adalah gadis baik dan jika selanjutnya aku kehilangan ingatan ini karena suatu kejadian hingga melupakanmu tapi aku tidak akan melupakan perasaan ini” Riziel yang langsung tersenyum ikhlas jika suatu hari nanti dirinya mati saat melawan Ezra.
"Ri-riziel jangan bercanda ini tidak lucu!” Sakura yang hampir menangis karena perkataan Riziel yang bersikap berbeda.
"Jangan menangis” Riziel yang langsung mengusap kepala Sakura dengan lembut.
"Berjanji jangan melupakanku karena aku, aku menyukaimu” Sakura yang langsung memegang tangan kiri Riziel.
"Iya aku tau aku juga menyukaimu Sakura dan aku janji akan berusaha tetap hidup dan tidak akan melupakannya” Riziel yang langsung menyentuh pipi sakura yang hangat dengan tangan kanannya.
Sakura yang belum pernah merasakan perasaan yang muncul kepada Riziel yang sungguh besar hingga jantungnya berdegup kencang karena tangan Riziel di pipinya yang nyaman.
"Sakura terimakasih untuk semuanya sudah selalu menghiburku hari ini” Riziel yang langsung mendekatkan wajahnya.
"Riziel aku benar-benar menyukaimu jadi jangan pergi terlalu lama atau aku akan menangis” Sakura yang tidak ingin Riziel pergi karena belum siap kehilangan.
Kemudian Riziel dan Sakura langsung berciuman di bawah cahaya bulan di malam hari sambil menaiki Wahana Bianglala.
Pyung! Duar! Duar!
Petasan kembang api yang meledak ke atas langit yang sangat indah dan Sakura yang langsung berpindah tempat diam di sebelah Riziel sambil bersandar.
"Indah bukan Sakura?” Riziel jarang melihat pemandangan seperti ini.
"Iya indah sekali” Sakura sambil bersandar kepada pundak Riziel.
"Diriku ingin melindungi semuanya agar tetap damai” Riziel yang langsung mengusap kepala Sakura.
"Iya akan aku bantu dan Riziel kau tau kenapa aku di namai oleh ibuku?” Sakura yang langsung mencoba bertanya kepada Riziel.
"Kau itu sama seperti bunga Sakura yang berada di jepang yang sangat cantik dan indah sepertimu bukankah itu?” Riziel yang sudah tau dari awal.
"Ternyata Riziel tau dan apa menurutmu itu sama sepertiku karena aku selalu merasa tidak cocok” Sakura yang langsung mengeluh sambil bersandar di pundak Riziel.
"Cocok untukmu kok dan apa dirimu sudah mengantuk?” Riziel yang hanya menghibur Sakura.
"Sedikit mengantuk dan apa Riziel ingin pulang?” Sakura langsung bertanya kepada Riziel.
"Jika kau sudah mengantuk aku akan mengajakmu pulang nanti orangtuamu marah padaku” Riziel yang langsung memegang tangan Sakura.
Kemudian setelah Wahana bianglala berhenti dan selesai lalu Riziel membuat boneka besar Sakura inginkan Riziel langsung membuatnya mengecil.
__ADS_1
Sebelum turun lalu Riziel langsung melepaskan jaketnya lalu memasangkannya kepada Sakura dan pergi keluar Theme Park menuju tempat parkiran dan Sakura yang sudah tertidur pulas karena sudah malam hari.
Setelah selesai membayar parkiran kemudian Riziel pergi pulang untuk mengantar sakura pulang ke rumahnya.