Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
S2. [Chapter 30 ] : Masalah Kehidupan


__ADS_3

Riziel yang di dalam pesawat yang sedang memainkan handphone miliknya sendiri sambil mencoba mengabari Sakura yang secara tidak sengaja Riziel melihat Sakura terlihat sedih.


Saat secara bersamaan tiba-tiba Riziel teringat kembali suara saat itu yang menangkap para siluman di dalam neraka yang melarikan diri ke dunia manusia.


Suara itu sama persis dengan Neneknya yang dulu pernah bertemu yaitu orangtua dari ibunya sendiri yang sekarang ayah dari ibu sudah mengalami kematian yang tidak di ketahui meskipun Riziel ingin bertanya kepada roh kakeknya yang sering bertemu di dalam surga namun sudah di pastikan kakeknya tidak bisa memberitahukannnya.


Lalu setelah kematian kakek Riziel dari Ibu yang sudah 9 tahun berlalu hingga saat ini Riziel belum sempat lagi bertemu dengan Neneknya terakhir kali bertemu saat umur 10 tahun hingga saat ini tidak ada kabar tentang neneknya lagi.


Riziel yang sebenarnya sudah sedikit lupa dengan wajahnya karena sudah sangat lama tidak bertemu hingga saat ini Riziel benar-benar rindu satu-satunya nenek yang pernah Riziel lihat wajahnya.


Meskipun untuk orangtua dari ayahnya yang Riziel belum pernah mengenal dari wajah maupun suaranya.


Namun saat mendengar suara saat itu Riziel merasa rindu ingin bertemu secara langsung entah karena sudah lama tidak bertemu atau ingin mendengar kabar tentang neneknya yang di kenalnya.


Tring!


Suara pesan WhatsApp yang ada chat di Handphone Riziel yang ada di tangannya dengan Riziel yang masih melamun memikirkan tentang suara-suara sebelumnya lalu seketika Riziel sadar saat pesawat mengalami guncangan pelan karena angin lalu melihat handphone ada pesan belum di baca dari Sakura segera membukanya sekaligus menjawabnya.


[11/08.24] Sakura : aku baru sampai rumah dengan aman dan apa perjalanan pesawat baik-baik saja?


[11/08.26] Riziel : Syukurlah kalau pulang aman lalu perjalanan sekarang aman kok


[11/08.28] Sakura : Benarkah pasti bisa melihat pemandangan dari jendela pesawat sangat indah


[11/08.30] Riziel : Ya begitulah bahkan adikku sangat senang melihat ke arah jendela di sebelahnya untuk melihat pemandangan dari ketinggian


[11/08.31] Sakura : kapan lagi kamu mau mengajakku lihat pemandangan dari ketinggian di malam hari lagi Riziel aku sangat rindu ingin melihatnya lagi?


[11/08.33] Riziel : Hm nanti deh akan aku ajak lihat pemandangan malam hari dari ketinggian lagi jika aku tidak sibuk


[11/08.35] Sakura : Hmp iya aku tunggu janjimu dan jangan sampai lupa lagi😒


[11/08.36] Riziel : Haha iya iya aku akan usahakan agar gak lupa deh lain kali😅


[11/08.39] Sakura : Kira-kira kapan sampai di Makassar?


[11/08.41] Riziel : Hm mungkin malam ini atau besok pagi sepertinya


[11/08.42] Sakura : Kalau begitu nanti aku chat lagi dan hemat baterai handphonemu nanti aku chat malah tidak aktif!


[11/08.45] Riziel : iya aku bawa Powerbank kok bisa untuk main game beberapa kali tapi sinyalnya naik turun jadi dengerin lagu yang aku punya aja deh


[11/08.47] Sakura : Yaudah nanti aku chat lagi dan aku Off dahulu mau makan tadi gak sempet sarapan


[11/08.48] Riziel : pantesan tadi keliatan lemes banget seperti belum makan, yaudah makan dahulu sana


[11/08.50] Sakura : Iya yaudah Bye bye


TL : [ Tampilan chat akan sedikit di rubah mulai saat ini untuk pembaca agar terbiasa dan mudah mengerti 🙏 ]


Sakura kemudian langsung tidak aktif sedangkan Riziel langsung mengambil earphone di saku celana yang sengaja sudah di siapkan lalu memasangkannya ke handphone dan menyetel lagu miliknya.


Sedangkan ayah Riziel yang memperhatikan sisinya aman langsung mengeluarkan sebuah amplop coklat yang di berikan Sakura saat di bandara.


Saat melihat isinya terdapat sebuah kertas selembar yang di lipat dan juga terdapat uang sekitar 3,2jt bertujuan untuk membantu meringankan masalah ayah Riziel sendiri.


Kemudian saat sudah membaca isi kertas tersebut langsung memasukkan kembali ke dalam amplop coklat sambil berfikir uang yang di berikan pinjam tidaklah pantas jika di gunakan untuk di berikan lagi kepada adiknya yang sudah selama ini memanfaatkan dirinya sendiri hingga nelarangnya datang.


"Hei apa kamu baik-baik saja?” Sinta yang memperhatikan sikap Suaminya sendiri.


"Iya aku baik-baik saja hanya saja uang yang di berikan Nak Sakura sungguh aku tidak akan gunakan” Kirota yang langsung menutup amplop coklat di tangannya.


"Ehh kenapa memangnya di dalam sebuah amplop itu isinya ada apa?” Sinta yang ingin bertanya alasan.


"Itu tidaklah penting hanya uang yang pak Ridwan berikan ini akan aku simpan dan setelah kembali lagi ke rumah akan mengembalikannya kembali karena aku tidak akan memberikan uang sedikit pun kepada adikku sama sekali” Kirota yang langsung mengepalkan tangannya amarahnya sudah memuncak dan berjanji pada dirinya sendiri untuk membawa kedua orangtuanya kembali tanpa harus memberikan uang pada adiknya.


"Ayah tenang saja adik ayah akan menerima hukuman dariku langsung dan lihat saja nanti ayah, ibu hanya harus diam sambil memperhatikan saja” Riziel langsung bicara melalui telepati kepada kedua orangtuanya yang duduk di kursi depannya.


"Nak apa yang kamu pikirkan?” Sinta yang bicara dengan mulut terbuka hingga terdengar orang-orang sekitarnya.


"Tenang saja bu kalian hanya perlu lihat dan perhatikan untuk mencoba bermain-main denganku Sang Penjaga Neraka” Riziel dengan tersenyum ingin menghajar adik ayahnya sambil bicara melalui telepati kepada ayah, ibunya.


"Yasudah ayah percaya padamu nak” Kirota yang mulai terbiasa bicara telepati seperti bicara dalam hati.


"Jika ayahmu bicara seperti itu maka ibu juga tidak bisa melarangnya lakukan dengan cara baik dan bijak” Sinta juga mulai bisa bicara dalam hati jadi terhubung dengan telepati Riziel.


"Aku mengerti kok bu” Riziel dengan langsung menyeringai tidak sabar.


"Kakak kenapa tersenyum sendiri?” Sakira yang rupanya memperhatikan Riziel.


"Tidak ada apa-apa dan sudah puas melihat pemandangan langit dari Kaca pesawat?” Riziel yang mencoba mencari alasan agar adiknya tidak bertanya lagi.


"Sudah kak itu sangatlah menakjubkan hingga aku merasa mengantuk hahh” Sakira yang langsung menguap karena mengantuk.


"Yasudah sini tidur bersandarlah pada kakakmu ini” Riziel yang langsung menawarkan kepada Sakira.


"Iya kak dan apakah aiko akan baik-baik saja jika tidak di keluarkan dari kandangnya?” Sakira yang langsung duduk di sebelah Riziel.


"Tidak usah khawatir” Riziel langsung memasangkan sabuk pengaman kepada adiknya.


Sakira yang tidak terlalu lama dari itu kemudian tertidur sambil bersandar pada Pundak Riziel.


Riziel kemudian melihat handphone yang tidak terasa sudah hampir jam 12 siang di dalam pesawat lalu mengubah dering handphone menjadi mode getar dan menyimpannya di dalam saku.


Riziel yang juga merasa mengantuk karena tidak ada kegiatan sangat mengantuk hingga mulai ikut tidur juga.

__ADS_1


Di dalam pesawat yang sangat jenuh, bosan hingga tidak terasa hari yang mulai menjadi malam dimana Riziel yang baru saja terbangun di malam hari.


"Ah hanya di tinggal beberapa jam tidur handphoneku sudah hampir 24% lagi sebaiknya aku charger oleh Powerbank milikku saja dah” Riziel yang mengeluh sambil bicara sendirian.


Riziel langsung memasangkan charger dari Powerbank miliknya di dalam saku lalu melihat adiknya yang masih tidur karena malas tidak bisa melakukan kegiatan apapun.


Tring!


Suara pesan WhatsApp yang notifikasi muncul di layar handphone yang masih terkunci belum Riziel buka kunci layarnya.


"Sakura 2 pesan belum di baca lalu kenapa tiba-tiba chat lagi sih?” Riziel langsung membuka kunci layar handphone miliknya sendiri.


[11/17.47] Sakura : Riziel?


[11/18.09] Sakura : masih tidur ya?


[11/18.13] Riziel : maaf aku baru bangun lalu ada apa chatku lagi?


[11/18.15] Sakura : Pantas saja Chatku tidak di baca aku kira kami sedang main game jadi tidak di balas


[11/18.17] Riziel : malas naik turun terus sinyalnya dan belum tidur kamu?


[11/18.19] Sakura : Hng aku masih belum mau tidur!, Aku biasanya tidur jam 20.00 atau 21.00 ini juga aku gabut banget tapi sambil baca komik milikmu yang genre horor


[11/18.20] Riziel : awas sebelahmu ada yang menemanimu atau ada tangan yang muncul dari bawah kasurmu


[11/18.21] Menyebalkan jangan menakuti dong! Aku lagi sendiri nih dalam kamarku sendiri nih😡


[11/18.23] Riziel : Haha iya aku hanya mengingatkan hati-hati saja


[11/18.25] Sakura : menyebalkan aku benci Riziel!😡


[11/18.27] Riziel : Benci atau benci nih haha


[11/18.30] Sakura : Benci karena Kamu menyebalkan!😡


[11/18.32] Riziel : Yasudah aku sudahi ya?


[11/18.34] Sakura : Jangan Riziel Bodoh!!, Temani aku mengobrol aku kesepian


[11/18.37] Riziel : Dasar ada maunya saja


[11/18.40] Sakura : Hng! Jam segini belum sampai sana?


[11/18.42] Riziel : Tentu saja belum memangnya kenapa?


[11/18.45] Sakura : Em Riziel aku ingin bertanya beberapa hari ini aku perhatikan kamu tidak bekerja Part-time lagi? Apa kamu berhenti bekerja karena ayahku membicarakanmu saat tadi aku baru sampai di rumah😟


[11/18.47] Riziel : Tentang itu aku hanya memberikan waktu untuk Seira agar mengerti kerja itu sulit jadi harus kuat menjalaninya dan perlihatkan saja pada ayahmu chat ini karena aku tau Seira pernah bicara padaku tentang Kedua orangtuanya sudah tiada jadi aku hanya kasihan hingga memberikan waktu untuk mengumpulkan uang untuk kehidupannya sendiri pasti ayahmu mengerti kok


[11/18.50] Sakura : Hm baiklah aku mengerti akan aku beritahukan pada ayahku nanti Lalu besok sekolah apa kamu akan libur beberapa hari?


[11/18.55] Sakura : Iya akan aku coba lagi pula aku sudah bisa mengontrol Kekuatanku kok sekarang


[11/18.58] Riziel : Yasudah jaga dirimu lebih penting dan lanjutkan baca komikku sana


[11/19.02] Sakura : ini sedang baca lalu aku punya permintaan untukmu?


[11/19.05] Riziel : Boleh saja Katakanlah


[11/19.07] Sakura : Em boleh aku ikutan seperti adikmu belajar Taekwondo


[11/19.10] Riziel : Boleh saja disana juga ada untuk Putri juga sepertimu nanti akan aku perkenalkan kepada Guruku asalkan kamu beritahukan ayahmu dahulu agar di izinkan


[11/19.12] Sakura : Ah benarkah aku akan segera bertanya pada ayahku dahulu


[11/19.14] Riziel : Ok akan aku tunggu jawaban ayahmu jangan lupa di voice note agar aku bisa percaya


[11/19.17] Sakura : Iya ini sedang keluar kamar untuk mencari ayah dan ibuku


[11/19.19] Riziel : Oke


Riziel langsung bersandar pada kursi yang di dudukinya sambil menghela nafas panjang sambil berfikir apa akan berjalan lancar jika Sakura Ikut Taekwondo yang Riziel sudah berhenti ikut disana.


"Hahhh masa bodoh jika itu permintaannya aku tidak bisa melarangnya karena itu adalah kemauannya sendiri” Riziel langsung melihat jendela pesawat di sebelah adiknya yang melihat langit yang sudah gelap.


Lalu Riziel langsung memasukkan handphone ke dalam Saku bajunya sekaligus Powerbank dan melakukan pelepasan jiwa dari tubuhnya untuk melihat sekeliling pesawat.


"Ayah,ibu masih tidur sebaiknya aku berkeliling dahulu saja semoga tidak ada yang aneh” Riziel langsung mengecek kondisi pesawat.


Setelah lama berkeliling mengecek kondisi pesawat yang tidak ada yang mencurigakan setelah itu kembali masuk ke dalam tubuh Riziel lagi.


Bersamaan dengan pesan WhatsApp yang terbaru sebuah voice note yang sebelumnya Riziel minta agar percaya.


"Baiklah saya mengizinkan putriku ikut Taekwondo asalkan kamu Riziel tidak meninggalkannya saat disana dan saya tidak akan bertanya lagi kepadamu tentang kerja part-time mu” Riziel langsung memulai voice note dari sakura


[11/19.34] Sakura : kamu dengar Riziel aku di perbolehkan oleh ayahku sendiri


[11/19.37] Riziel : Yasudah nanti akan aku atur kalau sudah di izinkan oleh orangtuamu


[11/19.40] Sakura : Terimakasih Riziel😁


[11/19.42] Riziel : Yasudah aku akan mengabari Guruku dahulu


[11/19.45] Sakura : Ya aku juga akan segera tidur juga karena besok sekolah

__ADS_1


[11/19.47] Riziel : Selamat tidur semoga tidak mimpi buruk setelah baca komik genre horor milikku


[11/19.50] Sakura : Hmph selamat malam juga


Riziel lalu mengirim pesan kontak WhatsApp kepada guru taekwondo yang masih ada tersimpan di handphone Riziel untuk memberikan kabar kepada guru taekwondo.


Disisi lain Riziel sudah lama berhenti mengikuti latihan bela diri taekwondo yang sekarang hanya mengantar adiknya saja di tambah Sakura yang ingin ikut latihan bela diri taekwondo.


Riziel yang memperhatikan orang-orang yang berada di pesawat yang tertidur dengan begitu nyaman lalu karena bosan Riziel langsung menyalakan lagu sambil di pasang oleh earphone miliknya dan mengambil makanan ringan di dalam tas kecil menyamping yang di beli sebelum bertemu Sakura sekaligus sebelum naik ke pesawat.


Tidak terasa perjalanan yang sangatlah lama sekali hingga langit yang awalnya gelap berubah menjadi cerah kembali dimana jam 11 siang pesawat sampai di pulau Sulawesi Selatan lalu sekarang sudah mendarat di bandara kota Makassar.


"Ini benar-benar terasa mimpi bisa kesini lagi, aku kira orangtuaku sudah tidak ada di kota ini” Kirota yang langsung terduduk lemas.


"Kamu sudah banyak menanggung beban ini sekarang saatnya menyelesaikan masalah ini sekarang” Sinta yang langsung mencoba mengajak Kirota bangun kembali.


"Benar ucapan ibu sekarang bukan saatnya bersedih sebaiknya segera menyelesaikan masalah ini” Riziel langsung membantu ayahnya berdiri juga.


"Ayah semangat!” Sakira langsung mendekati ayahnya lalu memeluk untuk memberikan semangat.


"Kalian Terimakasih” Kirota langsung memeluk istri sekaligus kedua anak-anaknya.


Setelah mencoba menyakinkan ayahnya mereka langsung mencari tempat makan karena sudah siang karena belum makan sama sekali.


Karena berjalan kaki tidak melihat rumah makan yang buka memutuskan untuk makan yang berjualan di sisi jalan raya yaitu soto ayam.


"Nak handphonemu apakah masih menyala?” Tanya Sinta kepada Riziel.


"Ah iya memangnya kenapa bu?” Riziel bertanya kembali kepada ibunya.


"Itu handphone ibu sudah kehabisan baterai bukankah alamat orangtua ayahmu ada di handphonemu juga bukan?” Sinta yang mencoba mengingatkan kembali kepada Riziel.


"Iya ada tidak aku hapus kok bu” Riziel yang langsung mengeluarkan handphone.


"Kalau begitu pakai handphonemu saja jadi jangan habiskan baterai handphone milikmu nak” Sinta yang langsung mengingatkan kepada Riziel.


"Iya aku akan coba hemat Baterai handphoneku” Riziel langsung menyimpan kembali handphonenya ke dalam saku bajunya.


"Ayah bangga padamu nak dan terimakasih sudah berusaha membantu ayahmu ini” Kirota tersenyum bangga kepada putranya yaitu Riziel.


"Haha itu adalah hal yang ingin aku bantu sejak awal tapi karena aku bukanlah orang yang beruntung jadi tidak bisa membantu ayah, ibu hingga saat kematian kakek dari ibu” Riziel yang langsung merasa kecewa.


"Tidak perlu di pikirkan ibu sudah bertemu dengan ayah dari ibu disana saat ibu mengobrol kakekmu sangatlah senang bisa memperhatikan kehidupan keluarga kita dan kakekmu berpesan untuk selalu percaya padamu karena kamu sudah bukanlah orang yang harus sendiri hidup dengan di benci lagi oleh orang sekelilingmu” Sinta yang langsung mengusap kepala Riziel dengan lembut.


"Aku sejak dulu aku benci semua yang selalu merendahkan seseorang hingga orang yang mempunyai wajah 2” Riziel langsung memberitahukan kepada orangtuanya.


"Semua orang punya kehidupan masing-masing hanya tuhan yang mengatur kehidupannya karena ibu tau perjuanganmu yang ibu sudah lihat sebelumnya dan juga Sakura adalah orang yang baik lalu pintar bisa menghiburmu hingga mengubah sikap burukmu nak lalu maafkan selama ini ibu salah menilai teman-teman yang ibu anggap baik ternyata mereka tidak mempunyai ikatan pertemanan yang baik” Sinta langsung memberitahukan segala yang di ketahuinya.


"Itu salahku bu karena aku tidak bisa merahasiakan tentang aku bisa melihat roh orang yang sudah mati” Riziel langsung meminta maaf karena salahnya juga.


"Lalu apa sekarang masih bisa melihat sekarang?” Sinta yang langsung melepaskan pelukannya.


"Tentu saja bu tapi sekarang aku bisa berpura-pura tidak melihat sekaligus mengubah roh jahat menjadi roh yang baik” Riziel sambil mengepalkan tangannya.


"Fiuh yasudah jika kamu sudah membaik tidak seperti dulu lagi” Sinta yang hanya senang melihat putranya bisa sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih baik.


"Silahkan di makan dan kelihatannya kalian orang baru ya?” Tanya penjual kepada keluarga Riziel sambil menyimpan beberapa mangkuk soto ayam di atas meja satu persatu.


"Iya benar kami berasal dari kota Jakarta” Kirota langsung menjawab pertanyaan dari penjual.


"Oh begitu pantas saja kalian membawa barang bawaan yang terlihat tidak terlalu berat memangnya kalian mau kemana?” Tanya penjual itu kepada ayah Riziel.


"Itu saya lupa nak kita akan pergi kemana?” Kirota langsung bertanya kepada Riziel.


"Jalan Abubakar Lambogo 3 ayah” Riziel langsung menyalakan handphone nya untuk melihat alamatnya kembali.


"Ah iya itu untuk menjemput orangtua saya karena suatu masalah” Kirota yang langsung bicara.


"Kalau tidak salah jarang sekali angkutan umum melewati jalan Abubakar Lambogo 3 dan saya sarankan lebih baik pesan grab yang mobil agar muat untuk keluarga anda dan pasti anda punya masalah dengan saudara karena masalah uang bukan?” Pak penjual sangat ingin mengobrol.


"Begitulah pak uang sulit di cari tapi masalah selalu ada” Kirota dengan sedikit murung.


"Ya itulah hidup pak saya juga punya putri yang sudah menikah namun putri saya salah memilih pasangan dan berjodoh dengan pria yang sikap aslinya pemabuk, pemarah hingga saya di usir dari rumah hingga mencoba berpisah namun 1 tahun kemudian putriku masuk ke rumah sakit kemudian putri saya sudah tiada saya menyesal saat itu memutuskan berpisah rumah dengan putriku di tambah lagi berjualan seperti ini sering sepi seperti sekarang” Penjual itu dengan nada bicara sedikit sedih.


"Yang sabar ya pak tapi kemana istri anda?” Kirota sambil bertanya lagi kepada penjual tersebut.


"Istriku sudah tiada saat melahirkan putriku yang sudah tiada disini juga hingga saat ini saya hanya bisa berjuang hidup lebih lama hinga ajalku tiba” Penjual itu bicara sambil menatap langit.


Riziel yang baru saja selesai makan matanya seketika teralihkan melihat ke bapak penjual tersebut melihat 2 roh yang orang yang sudah tiada seperti dalam ceritanya sedang memeluk pria penjualnya hingga sebuah satu roh gadis dewasa yang mengajak Riziel mengatakan pesan terakhirnya kepada ayahnya.


"Pak semua sudah terjadi dengan sesuai takdir istri, putri bapak sangat menyayangi jadi jangan menyesali semua yang sudah terjadi” Riziel langsung berusaha memberitahukan pesan putrinya.


Lalu seketika merasakan sebuah pelukan hangat dari sebuah kedua roh yang Riziel bantu agar bisa membantu meringankan beban pikiran seorang bapak yang sudah semakin tua.


"Maafkan diriku yang seharusnya lebih peduli pada kalian berdua semoga kalian bisa bahagia berada di surga sana” Bapak penjual yang menangis.


Riziel langsung mengambil tisu di meja lalu menghapus air mata bapak yang sudah berada di sisinya dengan tangan Riziel yang di gerakkan oleh roh Wanita yang sudah menikah.


"Bahagialah ya pak putri, sekaligus putri anda tidak mau melihat anda sedih” Riziel langsung memberitahukan bapak penjual tersebut sambil mengusap punggung bapak penjual tersebut.


"Kenapa seorang anak sepertimu berusaha menghiburku hingga seperti ini?” Tanya bapak penjual yang penasaran kepada Riziel.


"Uh itu kenapa ya?” Riziel tidak tau harus menjawab apa.


"Pak putraku itu seorang Indigo sejak kecil jadi bisa melihat roh orang yang sudah tiada” Sinta yang langsung bisa melihat kondisi.

__ADS_1


"Jika mereka masih ada disini apakah selama ini mereka selalu bersamaku dan yang saya rasakan pelukan hangat yang di saya rindukan itu benar nyata jawab nak?” Bapak penjual langsung kedua tangannya menyentuh pundak Riziel.


Riziel yang memberitahukan kenyataan yang baru saja di lihat oleh matanya sendiri sambil memberikan semangat kepada bapak penjual tersebut untuk bisa kuat menjalani hidup di masa tuanya sendiri sekaligus menemukan kebahagiaannya sendiri.


__ADS_2