Ghost Of Thusilent

Ghost Of Thusilent
39. Kesalahan manusia


__ADS_3

Riziel yang mengawasi dunia manusia yang begitu luas dan Riziel yang hanya menyusuri tempat tempat kecil yang ada kota yang biasanya menjadi tempat kiriminal terjadi.


"Hah bosan berkeliling tidak menemukan apapun" Riziel yang bosan memperhatikannya gerak gerik semua manusia.


Riziel mulai mencoba berkeliling lagi tapi pada saat berkeliling handphone muncul yang belarti dari Dante.


"Riziel bagaimana kondisi kau?" Dante yang bertanya tentang kondisinya.


"Baik baik saja dan bisa di atur" Riziel yang menjawab dengan santai.


"Tadi kau bertarung di dekat sekolah yah? Dan sekolah sampai ramai guru olahragamu pingsan pasti akibatmu juga?" Dante yang menebaknya dengan benar.


"Ya betul sekali karena guruku itu mempunyai aura iblis dan aku sedikit bertarung sebentar" Riziel jujur dengan dante.


"Perempuan yang dekatmu sepertinya tadi bisa merasakannya tapi tidak bisa melihatnya" Dante yang mencoba menebaknya lagi.


"Itu efek samping dari pelindung tubuh yang zhiru pasang kepada keluargaku dan keluarga sakura" Riziel yang memberitahukan kepada dante.


"Pantas saja dan juga aku merasakan energi spiritual yang melindunginya" Dante yang baru saja mengetahuinya.


"Ohh ya terus bagaimana kau sudah pulang sekolah? dan apa tadi kejadian guruku pingsan ada sesuatu yang aneh tidak?" Riziel yang ingin mengantisipasinya.


"Aku ini sedang berjalan menuju parkiran untuk pulang dan tidak ada sih yang aneh lalu kau sering pulang berduaan pulang dengan perempuan itu yah?" Dante yang berbicara.


"Hm ya begitulah sakura suka menjadi kebiasaan pulang bersamaku terus tapi jangan terlibat masalah dengan murid disana" Riziel yang sedikit harus mengakuinya.


"Santai jika ada yang menganggu aku akan mengendalikan dirinya agar menjauh" Dante yang menyukai kehidupan Riziel.


"Hah baiklah kalau kau mulai bisa menyesuaikan diri di kehidupanku" Riziel bicara lumayan senang.


"Ohh ya Riziel apakah aku boleh membaca komikmu yang ada dalam kamarmu?" Dante yang bertanya untuk terakhir kalinya.


"Boleh saja asal rapihkankembali dengan rapih jangan sampai berantakan danjangan lupa setiap sabtu dan minggu mencuci baju yang sudah di pakai" Riziel yang mengingatkan kepada dante.


"Baiklah itu hal gampang dan sampai jumpa lagi lalu jaga dirimu untuk bersiap lagi bertemu dengan keluargamu lagi" dante yang mulai menyemangati Riziel.


"Heh baiklah tunggu saja" Riziel langsung menutup telponnya lalu menghilangkannya.


Riziel yang mulai berkeliling lagi sambil mengingat kembali masalah yang manusia telah di lakukan untuk mengubah kehidupannya sendiri menjadi lebih baik.


"Hahh masalah manusia yang sudah bekerja memang sedikit menyusahkan juga kalau di ingat ingat masalahnya selalu muncul pada kehidupan semua orang" Riziel yang berbicara sambil berkeliling.


Riziel yang terus menerus berkeliling lalu seseorang yang telah di tandai juga oleh Riziel terjadi sesuatu yang sangat menyakitkan di kepala Riziel entah apa yang akan terjadi.


Lalu Riziel langsung pergi ke arah yang sudah di tentukan sambil memegang kepalanya yang kesakitan.


"Aku harus mempunyai uang yang banyak" pria itu seperti gila karena kehidupannya yang telah hancur.


"Argh hentikan!" Riziel yang langsung mencoba untuk membuat pingsannya.


Pria itu sudah kehilangan keluarganya yang harus berpisah karena masalah pekerjaan sedangkan pria itu menjadi rakus terhadap uang kemudian gila.


Riziel yang berhasil membuatnya pingsan lalu Riziel membiarkannya untuk berfikir sekaligus menghilangkan pikiran negatif di dalamnya.


"Hahhhh dasar menyusahkan saja dan hidup saja baru segini sudah menyerah lemah kau!" Riziel yang telah baik baik saja.


Riziel yang tidak merasakan dunia manusia sudah menjelang malam hari dan Riziel hanya berkeliling dengan mengubah wujudnya menjadi manusia sambil berjalan jalan.


"Hahhh rata rata orang mempunyai masalahnya dengan kehidupannya sendiri dan kenapa manusia selalu memilih jalan pintas yang tidak memikirkan syaratnya yang sangat aneh pada dirinya?" Riziel yang berjalan sendiri sambil bicara.


"Hei tolong seseorang tangkap maling!" Perempuan yang tidak di kenal.


Lalu Riziel langsung mengejar pria yang mengambil barang milik perempuannya dengan berlari lumayan cepat lalu setelah itu jalan buntu pria itu berhenti.


Lalu pria itu berhenti dan memutuskan untuk melawan Riziel yang sedang mengejarnya lalu Riziel yang yang sudah mengetahui kondisinya pria itu langsung menyerang Riziel.


Riziel yang melihat semua serangan pria itu terasa lambat sambil menghindarinya lalu Riziel langsung memukul dengan arah yang berbeda dengan cukup kuat.


Pria itu yang menyadari serangan dadakan Riziel langsung melakukan pertahanan lalu pria itu menyebabkan terlempar dan menabrak dinding lalu pingsan.


"Aku tidak bisa mengontrol kekuatanku," Riziel sambil mengambil barang yang di curinya lalu pria itu oleh Riziel di hapus ingatan tentang kesusahan yang di alaminya.


Riziel yang membawa barangnya kepada pemiliknya yang menunggu dengan khawatir lalu sampai disana melihat perempuan seumurannya menunggu barangnya yang di curi.


"Apakah ini barangmu?" Riziel yang menanyakannya kepada perempuan itu.

__ADS_1


"Ya benar terimakasih banyak sudah menolongku dan bolehkah aku tau nama kau?" perempuan itu yang ingin mengetahui identitasnya.


"Riziel Yora" Riziel yang berbicara beberapa kata.


"Ah iya akan aku ingat namamu dan namaku Ashida Alice salam kenal juga" perempuan itu memperkenalkan dirinya.


Lalu pada saat berjalan lalu seseorang keluar dari cafe dan menabrak Riziel hingga perempuan itu terjatuh di depan Riziel.


"Kau tidak apa a--" Riziel yang terkejut ternyata yang telah di tabraknya adalah sakura.


"Riziel kenapa kau ada di sini?" Sakura yang bertanya karena jarang melihatnya.


"Ehh itu aku memeriksa toko komik tapi tutup lalu orang di sebelahku barangnya di curi lalu aku menolongnya dan tidak tau bahwa kau baru pulang kerja" Riziel bercerita secara singkat.


"Ahh begitu dan maaf untuk mencurigaimu Riziel dan kau alice kelas Ipa 1 bukan?" Sakura yang mengenal perempuan di sebelah Riziel.


"Ahh iya itu aku ternyata kau sakura Kelas Ipa 2 yang terkenal bunga sekolah bukan yah?" Alice yang sedikit mengenalnya.


"Ahh aku tidak cantik dan juga sama seperti perempuan lain" sakura yang sedikit malu di katakan oleh orang lain.


"Baiklah aku akan melanjutkan berjalan jalan sambil pulang" Riziel yang berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Hei tunggu Riziel dan bareng dong" sakura yang berlari sambil meraih tangan Riziel.


"Terserah saja tapi aku tidak membawa motor karena baru saja masuk bengkel" Riziel yang kesal.


"Ahh begitu baiklah kita naik bis saja bagaimana?" Sakura yang bertanya lagi.


"Kalau begitu aku pulang saja yah?" Alice yang ingin pulang.


"Begitu baiklah dan hati hati di jalan alice" sakura yang berbicara.


"Ya sampai jumpa senin di sekolah" Lalu alice yang pergi ke arah yang berbeda.


Riziel dan sakura pun langsung berjalan berdua di dekat jalan raya menuju tempat penungguan bis.


"Riziel jadi bagaimana mau tidak?" Sakura yang masih bertanya.


"Iya emangnya mau pulang pakai a---" Riziel yang belum selesai bicara melihat seseorang yang langsung menyerangnya.


"Sakura menjauh jangan mendekat" Riziel menyuruh sakura menjauh sejauh mungkin.


"Kau bagaimana Ri-riziel?" Sakura yang ketakutan dengan aura yang di keluarkan oleh wanita itu.


"Pergi cepat bahaya!" Riziel yang memarahinya.


Sakura yang berlari menjauh sejauh mungkin agar tidak terkena serangannya lalu setelah itu Riziel mengubah tangannya menjadi tangan spiritnya sambil di lapisi dengan energi pemisah keabadian.


"ARGH HENTIKAN SAKIT!" Wanita itu berbicara tapi Riziel langsung menarik iblis yang masih berbentuk energi belum dalam wujud iblis.


Lalu Riziel yang berhasil melepaskannya lalu wanita itu pingsan.


"GGRRAA" Iblis di dalamnya mengamuk tapi Riziel langsung menghancurkan energi iblis di tangannya dengan mudah.


Lalu Riziel yang telah selesai lalu mengembalikan tangannya menjadi wujud seperti manusia lalu Riziel yang langsung menempatkan wanita itu kursi panjang.


Sakura yang melihat Riziel aman dan baik baik saja lalu sakura kembali mendatangi lagi Riziel yang sedang duduk di kursi panjang.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Sakura yang melihat Riziel memegang kepala wanita itu.


"Diam!" Riziel yang mencoba konsentrasi untuk menghapus ingatan wanita tentang kekuatan iblis dan awal mendapatkannya.


Riziel yang setelah selesai lalu Riziel melepaskan tangannya lalu diam.


"Apa yang kau lakukan sih?" Sakura yang ingin tau.


"Mengecek kondisi tubuhnya saja" Riziel yang berbohong.


"Jangan bohong aku tau semuanya" sakura yang ingin mengetahui rahasia Riziel.


"Hah tapi janji jangan beritahukan kepada orang lain" Riziel yang menyuruh sakura berjanji.


"Iya janji aku tidak akan memberitahukan kepada orang lain" sakura yang berjanji.


"Wanita ini melakukan persembahan kepada iblis agar hidupnya lebih baik lagi tapi malah sebaliknya hidupnya hancur lalu yang aku lakukan adalah menghapus ingatan tentang kejadian buruk tersebut" Riziel yang mukai menjelaskannya.

__ADS_1


"Aneh juga yah dan kau di mataku seperti bukan manusia dan kenapa kau di sekolah sedikit aneh?" Sakura yang sudah mengetahuinya.


"A-aku sudah di ganti dan tugasku untuk membereskan dunia manusia yang sudah hancur oleh manusia yang melakukan hal menjijikkan seperti ini dan coba diam jangan mengedip" Riziel yang mulai mencoba memperlihatkan wujud Riziel sebenarnya.


"Baiklah akan aku coba tidak takut" Sakura bicara lalu diam.


Riziel lalu mengubah tangannya kembali sambil di alirkan energi spirit cahaya lalu tangannya langsung menutupi mata sakura dan setelah setelah selesai lalu Riziel melepaskan tangannya.


Sakura yang langsung ketakutan melihat Riziel lalu Riziel langsung menutup kembali matanya untuk menjadi kembali normal.


Sakura yang langsung memeluk Riziel karena sangat ketakutan lalu Riziel hanya bisa diam karena sakura memang harus tau.


Setelah beberapa lama akhirnya sakura tenang lalu sakura langsung malu yang di lakukannya.


"Ugh apa yang terjadi denganku?" Wanita itu terbangun.


"Anda pingsan jadi kami berdua menunggu hingga sadar" Riziel berbicara karena sakura masih ketakutan belum berani bicara.


"Ahh maaf merepotkan kalian dan ini sudah malam kalian sebaiknya pulang saja saya baik baik saja" wanita itu melihat kepada seorang perempuan di sebelah Riziel sudah lelah.


"Ya anda jaga diri baik-baik dan mintalah siapapun menjemput karena tidak baik wanita dewasa berada di tempat seperti ini" Riziel berbicara sambil membangunkan sakura.


"Ya terimakasih telah menolongku" wanita itu bicara lalu Riziel hanya melambaikan tangannya.


****


Riziel dan sakura yang berjalan menjauh dan sakura yang masih saja diam mungkin karena masih ketakutan.


"Apakah masih ketakutan?" Riziel yang memastikannya.


"Sedikit sih apakah bisa mengantarkanku ke rumah?" Sakura yang ingin pulang.


"Baiklah naik ke punggungku dan aku antar sampai rumah dengan cepat" Riziel yang berbicara.


"Jangan lakukan yang aneh aneh dasar mesum!" Sakura yang menyangka Riziel ingin melakukan apa apa padanya.


"Untuk apa juga tidak berguna dan cepat lakukan atau tidak akan sampai rumahmu!" Riziel yang kesal.


Lalu sakura menaiki punggungnya Riziel yang terasa hangat di malam yang dingin ini lalu Riziel langsung melesat dengan cepat sekali menggunakan kekuatan spiritnya.


Dan untungnya malam hari sepi jadi Riziel bisa melakukannya dengan aman dan akhirnya sekian lama sampai di depan rumahnya sakura.


"Ayo bangun sudah sampai rumahmu dan jangan bicara kepada siapapun tentangku hanya kau yang tau dan jika ada apa-apa bicara denganku tapi bukan yang berada di sekolahku karena itu bukan aku" Riziel yang berbicara sambil menurunkan badan dari punggungnya.


"Ya dan besok libur bukan? Nanti main ke rumahku boleh?" Sakura yang sudah bisa bicara.


"Aku tidak tau karena aku sudah bukan manusia jadi melupakan itu tapi nanti aku main kok" Riziel yang mengusap kepala sakura.


"Hehe baiklah aku menunggumu" sakura yang tersenyum.


Seseorang yang mendengarnya lalu membuka pintu rumah sakura sehingga sakura dan Riziel terkejut.


"Ternyata baru pulang nak ibu khawatir" ternyata yang membuka pintu itu adalah ibu sakura.


"Selamat malam ibu sakura saya hanya tidak sengaja bertemu jadi mengantar sakura pulang juga" Riziel bicara.


"Begitu terimakasih sudah mengantar sakura dan dimana motormu nak Riziel? lalu bagaimana kalian pulang?" Ibu sakura yang merasa aneh.


"Itu motorku masuk bengkel butuh perbaikan dan tadi pulang dengan bis bu" Riziel yang sengaja berbohong.


"Begitu ibu kira pulang jalan kaki" ibu sakura bicara.


"Tidak ibu aku lelah masa Riziel mengajak jalan kaki sih bu" sakura yang berbicara agar Riziel bisa pulang.


"Baiklah dan nak Riziel bagaimana pulang?" Ibu sakura bicara.


"Itu ayahku sedang menjemput di depan tempat menunggu bis sekalian lari malam biar sehat" Riziel mengacungkan jempolnya agar ibu sakura mengerti.


"Anak muda memang semangatnya masih kuat dan hati hati di jalan" ibu sakura yang berbicara lagi.


"Sakura ingat jangan sampai beritahukan kepada orang lain tentang sebelumnya terjadi" Riziel bicara ditelepati.


"Ayo bu masuk aku lapar" sakura yang mengajak ibunya.


"Ya iya ibu sudah sediakan" ibu sakura langsung menutup pintunya.

__ADS_1


"Huh aman aku bisa pergi" Riziel yang langsung mengubah bentuk tubuh menjadi spiritualitas lagi dan pergi menuju alam nirwana.


__ADS_2