Godaan Hasrat Anak Tiri

Godaan Hasrat Anak Tiri
BAB 10 : DOKUMEN


__ADS_3

Nita merasakan napas Rama yang turun naik, dia menjadi pusing karena bau familiar ini. Perutnya seketika merasa mual. Dia mendorong dada Rama dan keluar dari lift menuju westafel terdekat. Rama menatap wanita itu dengan bingung mau apa. Dia pun tidak jijik, lagipula Nita sama sekali tak muntah. Rama mengambil kotak P3K dan membubuhi minyak kayu putih ke sela leher Nita yang tampak sambil memijat perlahan.


"Pakai ini, hirup." Rama mengulurkan botol minyak kayu putih yang telah dibuka pada Nita, setelah Nita mengambil banyak tisu dan menghanduki wajah yang basah.



Nita tidur memeluk sang sahabat, yang baru terlelap. Lana jaga malam, begitu sahabatnya itu menyentuh kasur di apartemen, Lana langsung pergi ke alam mimpi. Padahal, niat hati Nita akan curhat. Kini dia sendiri menatap langit-langit kamar. Ponselnya lalu terhubung ke Video call pada Paman Pedro. Tampak tidak ada perubahan pada kondisi papah. Video call itu tidak lebih dari tiga menit.


Aku harus membuka kedok Sergey yang sebenarnya. Tapi aku harus memasuki kamar utama Sergey. Apa aku perlu memangil tukang kunci yang menyamar jadi perempuan ?



Saat pulang telah larut malam, Nita menjumpai Rama tertidur di meja makan. Dia menepuk bahu anak tiri. "Bangun, Rama .... kenapa tidur di sini?" Nita terbelalak karena jeratan tangan Rama yang melingkar di pinggangnya.


"Kenapa kamu pulang lama, Mamah?"

__ADS_1


Jantung Nita berdebar, dia mendorong kening pria itu dengan susah payah. Mata pria itu terpejam. Nita melepas jari Rama yang menaut di pinggang belakang. Mata pria itu terbuka dan terlihat jauh lebih terkejut daripadanya, sampai Rama langsung melepaskan diri di pelukannya.


"Maaf, saya kira anda ibu saya. Anda makanlah dulu, saya masak kebanyakan."


"Kamu bisa masak?"


"Kan aku punya restoran di Australia, aku harus tahu cara memasak untuk membandingkan masakan para chef." Rama mengambilkan ayam kecap pedas dan mash potato dan salad sayuran.


Belum selesai Nita makan, suaminya sudah pulang dalam keadaan mabuk. Nita memapah suaminya dibantu pria yang baru masuk bernama Patrick. Nita tahu Patrick yang saat itu dilokasi kejadian saat papahnya kecelakaan. Hatinya menjadi tak tenang saat mendapat tatapan Patrick yang penuh misteri.


Nita menggigit bibir bawah, bulu kuduknya meremang. "Baik, biarkan suami saya beristirahat. Sisanya saya akan mengurus." Nita melihat kepergian Patrick dan tampak Rama berdiri di pintu kamar.


"Apa anda butuh bantuan? Ayah saya berat." Rama menawarkan diri.


"Bisa gantikan pakaian ayahmu? Aku akan membuatkan susu untuknya." Nita merasa kebetulan, dia pun mengambil pakaian Sergey dan menaruh di tempat tidur saat Rama mulai melepas kancing dari jas milik sang papah.

__ADS_1


Nita merebus susu. Dia berpikiran seandainya meraba-raba kantong celana Sergey, lalu masuk ke kamar itu. Benar, Nita membawa susu panas ke dalam kamar saat Rama sudah tidak ada lagi di kamar. Dia mengunci pintu kamar, lalu memeriksa saku Sergey. Sebuah kunci cepat-cepat digunakannya untuk membuka kamar utama.


Setelah melirik Sergey yang tak bergerak, Nita masuk ke dalam kamar yang lebih mewah bernuansa emas dan wangi mint. Dia bingung mulai dari mana, jadi laci per laci dibukanya satu persatu dengan was-was. Segala dokumen dia periksa secepat kilat. Sampai dia menemukan dokumen Papa Devan yang berisi latar belakang Papa Devan. Semua riwayat pekerjaan papa.


Aku harus apakan dokumen ini. Jika aku membawa ini, apakah Sergey akan tahu, tetapi bagaimana cara aku mengembalikan ini nanti?


Laci tiap laci yang lain, Nita buka dan menemukan banyak kunci. Dia berlari ke pintu dan menarik kuncinya, lalu mencocokkan. Pintar!


Satu kunci yang mirip itu diambil Nita, lalu Nita mengembalikan semua ke tempat awal. Dia keluar dari kamar Sergey dengan membawa berkas papa. Karena dokumen cukup banyak, Nita menutupi itu dengan selimut, lalu membawa ke ruang perpustakaan dengan berusaha tenang.


Dia mengunci perpustakaan dari dalam, lalu membuka dokumen itu di sudut yang tak tampak cctv. Dibuka berkas milik Ayah, berkas dokumen bahwa ayah pernah bekerja sama dan melakukan perjanjian di atas kertas bersama seseorang actor tampan yang kini naik daun bernama 'Nathan Pradipta.'


"Ini seperti kerja sama biasa. Tapi, kenapa Sergey membawa ini ke rumah? bukankah ini hanya dokumen kantor. Aku harus mencari tahu semua tentang actor yang masih bekerja di NASA. Artinya, actor ini mengenal papah, kan?"


Gedoran pintu membuat Nita kelabakan dan cepat menutup semua dokumen itu. Dia meletakkan di sudut paling dalam dengan ditutupi buku lain. Jantungnya berdebar saat membuka kunci, lalu pintu terbuka.

__ADS_1


__ADS_2