HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Kerja Sama?.


__ADS_3

"Ku rasa masa kecil mu tidak indah dan dipenuhi penghinaan karena itu kau juga suka menghina orang lain" Hendery yang sejak tadi diam ikut angkat bicara.


*Byur!


Ratna yang sudah sangat malu mengambil segelas jus jeruk dan ingin menyiramkannya pada Mahendra tapi Haikal menghalangi dengan berdiri didepan Mahendra hal itu membuat wajah dan baju Haikal basah.


*Byur!.


Mahendra yang sudah sangat marah ingin menampar wajah Ratna saat itu juga tapi belum sempat dia melakukan itu Haikal menyiram Ratna dengan segelas sirup.


"Anda boleh menghina ku sesuka anda tapi jika anda ingin menghina atau mempermalukan papa ku lebih baik anda berpikir dua kali!" Haikal menatap Ratna dengan marah. Melihat itu Mahendra dan Ganesa beradu pandangan keduanya tersenyum dan bangga dengan keberanian Haikal.


"Iya anda benar aku hanya anak angkat tapi perlu anda tau ini pesta ku, ini acara ku anda disini hanyalah tamu jadi bersikaplah seperti tamu yang terhormat atau setidaknya pergi dengan hormat...


Jangan bersikap seperti orang rendahan yang tidak berpendidikan, sikap dan penampilan anda benar benar tidak sepadan" Haikal.


"KAU!" Ratna menunjuk wajah Haikal tapi Mahendra dan Ganesa langsung berdiri didepan Haikal menutupinya dari pandangan Ratna.


"Turunkan tangan kotor mu itu! Jangan kau berani mengarahkan tangan mu pada putra ku!" Mahendra.


"Pergilah selagi bisa atau kau mau pulang tanpa nyawa" Ganesa.


Tidak ada satupun tamu disana yang membela Ratna mereka hanya diam tapi sebagian ikut merendahkan Ratna. Johan anak Hansen memberikan tisu dan membantu membersihkan wajah Haikal.

__ADS_1


"Terimakasih Johan..." Haikal.


"eum" Johan mengangguk lucu.


Karena sudah sangat malu Ratna pergi dari pesta itu. Mahendra dan Ganesa saling bertukar senyuman kemudian Mahendra memeluk Haikal, senyuman terukir jelas diwajah ayah dan anak itu.


Ganesa mengusak rambut Haikal gemas. Hansen dan Hendery juga memeluk anak mereka masing masing, acara pun dilanjutkan dengan damai hingga akhirnya acara berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.


Setelah acara selesai dan semua tamu pulang Haikal, Mahendra, dan Ganesa masih duduk bersama dan mengobrol ringan.


"Hei anak kecil kau sangat pemberani kau bisa membela papa mu" Ucap Ganesa memuji Haikal.


"Iya dong kala kan anak papa" Haikal.


setelah mengucapkan itu Mahendra menggandeng tangan Haikal dan beranjak pergi.


"Mahendra" Ganesa memanggil Mahendra dan membuat sang adik menghentikan langkahnya.


"Aku akan pergi... aku sudah melihat mu kau sudah banyak berubah aku senang kau menjalani hidup sesuai keinginan mu, jaga bocah itu baik baik aku akan kembali saat kalian membutuhkan aku" Sambung Ganesa berucap dengan senyuman.


Haikal berlari menghampiri Ganesa dan memegang tangan Ganesa.


"Om mau pergi?" Haikal bertanya dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


"Kenapa hm? kau tidak mau aku pergi?" Ganesa.


"Om tidak mau disini lebih lama? kenapa om mau pergi?" Haikal.


"Aku masih punya banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan bocah kau jangan memasang wajah imut didepan ku atau aku akan benar benar memakan mu" Sahut Ganesa menggoda Haikal.


Mahendra menghampiri Ganesa dan mengulurkan tangan. ganesa dengan senang hati meraih tangan Mahendra dan keduanya berjabat tangan dan saling tersenyum.


"Terimakasih sudah datang" Mahendra.


"Hm Hiduplah dengan baik dan jaga kelemahan mu ini jangan sampai menyesal, kita pasti akan bertemu lagi" Ganesa.


"Ini untuk om..." Haikal mengikatkan sebuah gelang yang terbuat dari benang ke tangan Ganesa.


"Hadiah untukku hm?" Ganesa.


"Eum..." Haikal mengangguk lucu membuat Ganesa gemas dan mengusak kepal Haikal.


Mahendra dan Ganesa saling berpelukan sesaat dan kemudian Ganesa berlalu pergi.


"Untuk urusan kerja sama kita sekertaris ku yang akan mengurusnya, jangan tolak penawaran ku" Ucap Ganesa tanpa menghentikan langkahnya.


"Kerja sama dengan mu? tidak kak ini bukan kerja sama tapi mengkat kembali tali keluarga yang sudah lama hilang" Ucap Mahendra lirih.

__ADS_1


__ADS_2