HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Tamu itu Iblis.


__ADS_3

"Qian apa kau baik baik saja?" Ganesha.


"Ayolah kak ini cuma luka kecil, luka seperti ini tidak akan bisa menyakiti ku" Qian tertawa dan mengusap sudut bibirnya.


"Tapi tadi kau" Ganesha heran karena saat Qian dibawa Haikal masuk ke kamar tadi Qian terlihat lemas.


"Maaf kak tadi aku hanya berpura pura... aku ingin melihat reaksi mu jika aku dan Haikal diperlakukan seperti tadi, tidak ku sangka reaksi mu jauh melebihi ekspetasi ku" Qian beranjak dan menatap Ganesha.


"Apa maksud mu? kau dan Haikal bekerja sama?" Ganesha.


"Yup" Haikal.


"Kalian berdua benar benar membuat ku pusing" Ganesha.


Ganesha duduk disofa dikamar Haikal sambil memijat pangkal hidungnya sendiri. Qian dan Haikal hanya tertawa kecil melihat itu.


Winda pulang dengan marah dia membanting pintu rumahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Winda apa mereka memberikan mu uang?!" Dewi.


"Bukan uang yang aku dapatkan tapi malah ancaman! anak itu dilindungi oleh kakak dari Mahendra, laki laki itu sepertinya bukan orang biasa" Winda.


"Aku tidak perduli siapa dia yang pasti kita harus mendapatkan uang dari anak cacat itu bagaimana pun caranya!" Dewi.


"Laki laki itu pasti Ganesha dia orang yang mengerikan bahkan tidak segan membunuh musuhnya, dia bukan tandingan kalian kalau kalian berani menyentuh Haikal dia akan membunuh kalian" Niko.


"Benarkah? kalau kalian takut biar aku yang melakukannya! dasar pengecut!" Dewi.


Dewi nekat pergi ke rumah keluarga wijaya saat itu juga. Dewi juga menyewa beberapa preman untuk menemaninya.


"Orang gila itu datang lagi" Ganesha.


"Siapa dia?" Qian.


"Namanya Dewi dia ibu kandung ku, wanita jahat yang gila harta dan selalu menyiksa ku... dia adalah orang yang paling aku benci didunia ini" Haikal.

__ADS_1


"Kak Ganesha, Haikal... boleh aku yang menemuinya?" Qian.


"Dia sangat jahat dan sangat sulit untuk dihadapi kak, dia tidak akan segan segan melukai mu" Haikal.


"Aku saja yang mengurusnya, akan sangat bagus jika aku mengirimkan dia ke akhirat" Ganesha.


"ingat janji mu pada ku, kau tidak boleh membunuh lagi" Haikal.


"Hm... aku ingat itu" Ganesha.


"Biarkan aku saja yang menemui dia jika nanti keadaan sudah tidak bisa ku kendalikan, kak Ganesha kau harus membantu ku" Qian.


"Baiklah tapi hati hati kak dia itu bukan manusia, tapi iblis berwujud manusia" Haikal.


Qian Hanya tersenyum dan mulai berjalan untuk menemui Dewi. Qian melepaskan cardigan berwarna putih yang dia pakai dan menyisakan kemeja putih yang terlihat membentuk tubuh rampingnya dengan sangat sempurna.


Wajah Qian terlihat sangat menawan meski dia terlihat sedikit pucat karena sedang tidak begitu sehat, namun bibir mungil, kulit putih, rambut hitam agak panjang, mata coklat, tubuh ramping, kaki jenjang, dan jemarinya yang lentik membuat Qian tampak begitu menawan bahkan untuk ukuran seorang pria dia terlalu tampan sedangkan jika dilihat dari sudut pandang seorang wanita jelas dia terlalu cantik.

__ADS_1


Qian berjalan dengan santainya menuju ke arah Dewi yang membuat keributan didepan gerbang rumah keluarga Wijaya. saat Dewi melihat Qian dia terheran heran dengan penampilan Qian yang terlihat simple namun juga tidak bisa dibilang sederhana.


Ganesha menghadiahkan gelang seharga satu miliar dan kalung seharga lima ratus juta untuk Qian hari ini. Jelas awalnya Qian menolak tapi Ganesha memaksa dengan tatapan tajam dan suaranya yang mengintimidasi lawan bicaranya sehingga Qian tak bisa menolak semua pemberian Ganesha.


__ADS_2