HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
TERLUKA!


__ADS_3

Bima dan teman temannya mengikat Haikal dan menyumpal mulut Haikal dengan dasi. Mereka beramai ramai memukuli Haikal hingga Haikal lemas tidak berdaya, telinga dan hidung Haikal sudah berdarah ditambah lagi dengan kakinya yang terkilir.


"Bocah sampah kayak lo itu harusnya mati aja! Enak ya hidup di istana mewah?! enak?! nih rasain enak!" Bima.


*BRUK!


*BUGH


*BUGH


Bima menendang perut Haikal berulang kali tanpa merasa kasihan pada Haikal yang memgerang kesakitan. Setelah puas mereka menaruh Haikal yang sudah lemas disalah satu bilik kamar mandi dan menyalakan Shower lalu mengunci pintu kamar mandi.


Mereka kemudian pergj begitu saja, saat ini yang Haikal rasakan adalah sakit, perih, dan dingin. Saat semua murid sudah keluar dari ruang olahraga William bingung karena Haikal tidak ada diantara para murid itu.


Tanpa pikir panjang William masuk ke ruangan olahraga bersama bawahannya dan mulai mencari Haikal. Mereka melihat tas Haikal ada disana tapi mereka tidak menemukan Haikal dimana pun.


Setelah lama mencari akhirnya mereka menuju kamar mandi. mereka melihat air dan darah yang mengalir dari bawah salah satu pintu bilik kamar mandi, Zaky yang melihat itu langsung mendobrak pintu itu.


"TUAN MUDA!" Zaky berteriak sangat kencang saat menemukan Haikal dengan keadaan yang sangat kacau dan miris.


Sekujur tubuh Haikal basah kuyup dengan tangan dan kakinya terikat, mulutnya disumpal dengan kain bekas, wajahnya bengkak dan dipenuhi luka lebab dan memar, hidung dan telinga Haikal juga berdarah, bukan hanya itu kepala Haikal ternyata juga terluka dan berdarah.


William dan Zaky langsung melepaskan tali yang mengikat Haikal. Mereka juga mengambil kain yang menyumpal mulut mungil Haikal.

__ADS_1


Zaky yang saat itu menopang kepala Haikal dengan tangannya merasakan darah yang merembes membasahi tangannya.


"Tuan muda jangan menutup mata, anda akan baik baik saja" Zaky.


"Kak... sakit" Haikal merintih kesakitan mendengar itu William dan Zaky sangat kasihan padanya.


William melepaskan jas yang dia pakai lalu memakaikannya kepada Haikal yang basah kuyup.


"Tuan muda bertahanlah kita ke rumah sakit sekarang" Zaky mengangkat tubuh mungil Haikal yang sudah basah kuyup ke dalam gendongannya.


"Bajingan mana yang tega melakukan ini! Katakan pada ku tuan muda akan ku remukan tulang mereka" Zaky sangat marah terlebih saat didalam gendongannya Haikal sangat lemas.


Semua anak disekolah itu dibuat takut dengan tatapan tajam Zaky, dan William. Bima dan teman temannya mulai gemetar dan takut jika Haikal akan membuka mulut dan mengatakan jika merekalah pelakunya.


"Tahan sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit segera" Zaky.


"Kak Zaky... kala capek, kala ngantuk kak" Lirih Haikal berucap didalam pelukan Zaky.


"Tuan muda harus kuat kita akan segera sampai, tuan muda sudah janji akan menjemput tuan besar dibandara kan? hari ini tuan besar pulang anda harus bertahan" Zaky mencoba menguatakan Haikal tapi dia sendiri tidak bisa menahan air mata melihat Haikal anak yang begitu polos terluka separah ini.


William yang menyetir mobil sudah seperti orang kesurupan. Dia tidak perduli lagi dengan lampu merah dia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.


"Papa pulang..." Ucap Haikal yang kemudian benar benar pingsan.

__ADS_1


"Tuan muda?! Tuan Haikal?! Will cepat dia pingsan dan kepalanya berdarah Will cepat bodoh!" Zaky yang panik memaki William.


"Diamlah bodoh aku juga sedang berusaha!" William.


Mereka pun akhirnya sampai dirumah sakit dan Haikal segera dilarikan ke ruang ICU. Rumah sakit itu adalah rumah sakit terdekat dari rumah dan sekolah Haikal, juga rumah sakit tempat Hendery bekerja.


Hendery yang melihat Haikal dalam keadaan yang seperti itu kaget setengah mati.


"Hubungi ayahnya cepat!" Hendery.


"Tidak bisa saat ini tuan Mahendra sedang berada dipesawat dalam perjalanan pulang ke Indonesia" Sahut William panik.


"Astaga anak ini baru saja sembuh tuhan! Hubungi pamannya dia ada di Indonesia" Hendery.


Hendery tau Ganesa ada di Indonesia karena mereka tidak sengaja bertemu di acara pernikahan teman Hendery yang ternyata juga teman Ganesa.


tanpa banyak berpikir William menghubungi Ganesa dan menceritakan semua yang terjadi termasuk tentang kenapa Mahendra belum bisa dihubungi agar Ganesha tidak salah paham.


Ganesha langsung menuju ke rumah sakit dia meninggalkan meeting dikantornya begitu saja. Ganesha sangat marah dan sepanjang perjalanan dia menyiapkan pistol dan belati didalam jasnya.


"Bedebah mana yang berani menyentuh keponakan ku?! apa mereka sudah bosan hidup?!" Ganesha.


__ADS_1


Ganesa Wijaya (35thn)


__ADS_2