HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
di Ikuti.


__ADS_3

Haikal mulai memiliki keinginan untuk melukis lagi. Zaky dengan senang hati menemani Haikal melukis dihalaman belakang rumah mereka.


"Tuan muda saya senang anda akhirnya mau melukis lagi, anda juga terlihat lebih ceria... saya senang sekali" Zaky.


Haikal hanya tersenyum dan melanjutkan lukisannya. terlihat saat ini Haikal sudah jauh lebih baik sebelumnya, hubungan Haikal dan Ganesha juga sedikit membaik semua itu berkat Qian yang selalu mengajarkan Haikal untuk ikhlas.


"Kala apa kau mau ikut dengan ku?" Ganesha.


"kemana?" Haikal.


"Menjemput kakak kesayangan mu itu" Ganesha.


"Kak Qian?" Haikal.


"iya, siapa lagi memangnya" Ganesha.


"Menjemput dia? dimana?" Haikal.


"Dirumah sakit" Ganesha.

__ADS_1


Haikal langsung beranjak dari duduknya dan menatap Ganesha tajam.


"Apa yang kau lakukan padanya!?" Haikal.


"Hei bocah aku tidak melakukan apapun, asal kau tau dia pingsan disalah satu acara yang seharusnya disana dia menjadi fotografer...' Ganesha menyentil jidat Haikal.


"Tunggu dari mana kau tau tentang ini? jangan bilang kau menyuruh orang untuk mengikuti kak Qian!" Haikal.


"Eumm" Ganesha langsung diam dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ganesha memang mengirim salah satu anak buahnya untuk mengikuti Qian kemana pun Qian pergi.


"Kau gila? jika dia tau dia akan sangat marah, dia bisa salah paham pada ku nanti" Haikal menjadi kesal dengan perilaku Ganesha yang ceroboh.


"nanti aku yang akan menjelaskannya pada Qian, tapi bukannya yang aku lakukan itu juga ada untungnya? kalau saja orang ku tidak ada disana dia tidak akan dibawa ke rumah sakit" Ganesha.


Ganesha melongo dengan tingkah imut keponakannya itu. mereka menuju rumah sakit tempat Qian dirawat ternyata rumah sakit itu terletak cukup jauh dari pusat kota.


Setelah sampai disana Haikal langsung menemui Qian sedangkan Ganesha mengurus administrasi.


"Kak apa yang terjadi kenapa bisa sampai begini?" Haikal.

__ADS_1


"Kala kau tau dari mana aku ada disini?" Qian jadi bingung.


"Nanti akan aku jelaskan semuanya, dokter bagaimana keadaannya?" Haikal.


"Dia sangat lemah sebaiknya jauhkan dia dari mie instan atau masalah pencernaanya akan semakin memburuk..." Dokter.


"kakak kau benar benar membuat aku khawatir" Haikal.


"maaf... aku juga tidak tau akan seperti ini aku kira semuanya akan baik baik saja tapi saat aku mulai bekerja aku merasa sakit perut lagi, dan aku jatuh untungnya ada orang yang menolong ku dan membawa ku kemari" Qian.


"Orang itu adalah orang suruhan paman Ganesha, dia ditugaskan untuk menjaga mu diam diam... maaf kak aku juga tidak tau tentang hal ini sebelumnya, aku baru tau tadi saat kami dikabari jika kau ada dirumah sakit" Haikal menjelaskan semuanya pada Qian.


"Tidak apa apa... aku harusnya berterimakasih karena kak Ganesha sudah begitu perhatian pada ku, oh iya dia dimana?" Qian.


"Dia sedang mengurus administrasi mu, sudahlah jangan pikirkan dia karena dia tidak akan hilang juga" Haikal.


"siapa bilang aku tidak akan hilang?, bagaimana jika ada yang menculikku?" Ganesha baru saja memasuki ruangan Qian.


"Orang gila mana yang akan menculik mu paman? hanya orang tidak waras yang akan melakukan itu" Haikal.

__ADS_1


"Tuhan mengutukku dengan memiliki keponakan seperti mu, dan sialnya lagi aku sangat menyayangi mu" Ganesha.


"Kalian benar benar mirip, sama sama keras kepala dan... lucu" Qian terkekeh setelah mengatakan itu.


__ADS_2