
Haikal setuju dengan pernyataan Ganesha. setelah mereka selesai berdiskusi Haikal pergi ke dapur untuk membuat bubur, sedangkan Ganesha ke kamarnya untuk bersantai.
"Tuan muda anda istirahat saja biar saya yang lanjutkan" Mina.
"Tidak usah bi... lagi pula sudah lama aku tidak memasak, aku ingin membuat bubur untuk kak Qian kaaihan dia sedang sakit" Haikal.
Mina yang melihat wajah Haikal saat ini lebih berseri dan bisa tersenyum lagi menjadi lega. Sebelumnya Mina khawatir jika Haikal akan selamanya terjebak didalam depresi beratnya.
setelah selesai membuat bubur Haikal membawa bubur itu ke kamar Qian.
"kak... bangun sebentar, saatnya makan dan minum obat" Haikal membangun Qian yang masih tertidur untuk makan dan minum obat, setelah bangun Qian menatap Haikal cukup lama tanpa mengatakan apapun.
"Haikal kenapa kau sangat baik pada ku? padahal kita baru saja mengenal" Qian.
__ADS_1
"Meski kita baru saja saling mengenal tapi kau mengajari ku banyak hal kak, dari mu aku mengerti jika apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diulang kembali...
Dari mu juga aku belajar jika memberikan kesempatan untuk orang lain menjelaskan bisa jadi akan membuat kita mengerti tentang kebenaran yang tersembunyi'' Haikal.
"Kau menangkap semua yang aku ajarkan dengan baik, tapi kadang aku juga berpikir bagaimana anak sekecil diri mu harus melalui semua ini...
Kau kehilangan masa kecil yang seharusnya indah dan aku tau betapa menyakitkannya itu. Disaat banyak anak seusia mu diluar sana sedang bermain dan bercanda kau malah dipermainkan oleh takdir" Qian.
Haikal tersenyum dan membantu Qian untuk duduk.
"Kita tidak akan bisa lari dari sandiwara kehidupan kak karena itulah takdir kita" Haikal.
Haikal dan Qian saling menatap lalu keduanya tertawa. Mereka mengingat semua yang terjadi pada diri mereka masing masing dan menertawakan diri mereka sendiri yang selalu terjebak didalam lingkaran hitam kesedihan.
__ADS_1
"kau tau kak setelah mengenal mu, aku mulai mengerti jika tersenyum bukan berarti tidak terluka tapi terluka juga tidak harus menangis" Haikal.
"sebenarnya aku sedang mengajari mu cara memakai topeng dikehidupan yang mengerikan ini, jangan selalu menunjukan wajah asli mu kal atau kau akan selalu menjadi incaran untuk selalu dilukai oleh orang lain" Qian.
"eum" Haikal memgangguk paham dan tersenyum, Haikal kemudian menyuruh Qian untuk memakan buburnya dan minum obat.
"kau mengajarkan hal yang benar padanya... dia harus banyak belajar dari mu Qian, kehidupan ini tidaklah mudah jika dia tidak bisa menerimanya bagaimana dia bisa menghadapinya" ucap Ganesha dalam hati setelah mendengar pembicaraan Haikal dan Qian sejak tadi Ganesha menguping mereka dari balik pintu.
sementara itu Zaky terlihat tidak senang dengan hadirnya Qian entah kenapa Zaky tapi terus merasa jika Qian bukan orang yang baik. Zaky menaruh rasa curiga pada Qian dan diam diam menyelidiki latar belakang Qian.
*Ting
ponsel Qian berbunyi tanda adanya sebuah pesan yang masuk, pesan itu ternyata dari teman Qian yang mengabarkan jika ada orang asing yang masuk ke dalam rumahnya dan mengambil data pribadi Qian.
__ADS_1
"Lakukan saja sesuka mu... aku tidak perduli meski kau berusaha menyingkirkan ku sekali pun, tetap akulah yang akan memenangkan hati Haikal" ucap Qian dalam hati setelah membuka pesan itu.