HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
MAAF.


__ADS_3

Saat Haikal membuka matanya dia melihat Zaky yang duduk disampingnya dengan raut wajah cemas.


"Tuan muda anda sudah bangun? apa anda baik baik saja?" Zaky terlihat sangat cemas tapi Haikal hanya menatap Zaky sesaat kemudian memalingkan wajahnya tanpa mengatakan apapun.


"Tuan muda lihat bi Mina membuatkan anda sup ayam, dan susu coklat kesukaan anda... ayo bangun dan makanlah" Zaky.


Haikal hanya diam tanpa memberikan respon apapun. Zaky sudah mulai terbiasa dengan sikap Haikal yang seperti ini, Zaky pun beranjak dan mengambil salah satu buku gambar Haikal.


Saat dibawah Zaky bertemu dengan Ganesha yang datang untuk membawakan obat Haikal.


"Apa dia sudah bangun?" Ganesha.


"Sudah tapi saat ini dia masih belum makan, anda bisa menemuinya setelah dia makan setidaknya jika nanti dia mengamuk dan histeris perutnya sudah dalam keadaan terisi" Zaky.


Mendengar itu Ganesha pun setuju untuk menunggu sampai Haikal selesai makan, Ganesha duduk diluar rumah kaca untuk menunggu Haikal selesai makan.


"Tuan muda saya membawakan buku gambar anda, apakah anda tidak mau melihatnya? semua gambaran indah anda ada disini" Zaky.


Haikal memberikan sedikit respon dengan menatap Zaky. perlahan Zaky memberikan buku itu pada Haikal, dengan raut wajah datar Haikal mengambil buku itu dari tangan Zaky dan langsung meleparkannya ke sembarang arah.

__ADS_1


Haikal terlihat tidak suka pada buku itu padahal dulu itu adalah salah satu buku kesayangannya.


"Tuan muda jangan marah ya... kalau begitu baiklah saya tidak akan menyentuh buku itu lagi" Zaky.


"Tuan muda makan ya sedikit saja, saya mohon tuan" Zaky.


Melihat Zaky yang terus memohon Haikal merasa tidak tega akhirnya Haikal memakan dua suap nasi tanpa menyentuh lauk ataupun supnya. Setelah itu Haikal langsung meminum obat yang diberikan oleh Zaky.


"Tuan muda sekarang istirahat ya... saya tinggal dulu" Zaky.


Setelah Zaky keluar Ganesha berjalan dan memasuki kamar Haikal.


Mendengar suara Ganesha Haikal seketika langsung menatapnya tajam. Ada amarah, kebencian, dan dendam didalam tatapan mata Haikal.


Ganesha mendekati Haikal tapi seketika Haikal melemparkan bantal dan benda apa saja yang bisa dia raih ke arah Ganesha.


"Pergi! KAU PEMBUNUH! PERGI! Hiks hiks pergi! Semua ini karena mu, kau bunuh ayah dan kakak ku pergi!" Haikal berteriak histeris sembari terus melemparkan barang ke arah Ganesha.


Melihat itu bukannya menghindar Ganesha malah terdiam. Dia pasrah dengan semua yang dilakukan Haikal padanya, bahkan jika Haikal ingin membunuhnya saat ini dia rela itulah yang ada didalam benak Ganesha.

__ADS_1


"Kau jahat! Hiks hiks kau jahat... kenapa kau bunuh kakak dan ayah ku?! apa salah ku?! apa salah ku pada mu hingga kau sejahat ini pada ku?!" Haikal menangis sembari memeluk dirinya sendiri.


"Maaf kala om minta maaf kala" Ganesha.


"Aku benci pada mu! Aku benci! hiks hiks pergi!" Haikal.


Ganesha mendekati Haikal dan memeluk tubuh lemah keponakannya itu. Haikal terus meronta minta dilepaskan tapi Ganesha tetap memeluknya erat.


"LEPAS! Kau penjahat! kau iblis! kau pembunuh hiks hiks hiks kau jahat, om Ganesha kau jahat hiks hiks" Haikal.


"Iya om memang jahat kal, maaf nak maafkan om... kala boleh menghukum om apa saja tapi om mohon kala jangan sakiti diri mu sendiri nak" Ganesha.


"Hiks hiks hiks om jahat om bahkan tidak datang dipemakaman papa dan kakak hiks hiks om jahat" Haikal.


Haikal terus mengulang kata yang sama dia terus saja mengatai Ganesha jahat. tapi perlahan Haikal melemah dia tidak lagi meronta ataupun berteriak, dia benar benar lemas dan saat Ganesha memeriksanya ternyata Haikal pingsan.


Ganesha semakin erat memeluk tubuh mungil Haikal.


"Maaf hiks hiks maaf" Ganesha.

__ADS_1


__ADS_2