HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Nilai Sempurna.


__ADS_3

Mahendra membuka pesan dari William dia tersenyum bangga saat melihat putranya mendapatkan nilai terbaik. Mahendra lalu mengirimkan foto itu pada Ganesa untuk sekedar berbagi kebahagiaan.


"Bukankah anakku hebat hahaha" Mahendra.


"Kau sengaja memamerkan putra mu pada kakak mu yang kesepian ini hah?" Ganesa.


"Sudah ku bilang cepatlah menikah dan punya anak kau tidak mau dengar" Mahendra.


"Jangan hanya bisa menasehati ku bukannya kau sendiri belum menikah?" Ganesa


"Aku memang belum menikah atau bahkan tidak akan menikah tapi aku punya Haikal" Mahendra.


"Kalau kau bukan adikku sudah ku lempar kau ke alam lain" Ganesa.


Mereka pun mengakhiri percakapan Chat itu Ganesa tersenyum dia tidak pernah melihat adiknya sebahagia ini sampai berani pamer padanya. Dulu Mahendra hanya sering diam dan murung, karena kekangan sang ayah dia juga jadi sulit menghubungi kakaknya yaitu Ganesa.


Haikal sudah menyelsaikan kelas terakhirnya tapi sebelum pulang dia ke toilet lebih dulu. Saat ditoilet Haikal didatangi oleh beberapa teman sekelasnya.


Salah satu anak itu mencengkram kerah baju Haikal kasar dan membenturkan badan Haikal ke dinding kamar mandi.


"Ah!" Pekik Haikal merasa punggungnya sakit karena terbentur cukup keras.


"Kalian mau apa? kenapa ganggu kala?!" Tanya Haikal kesal.


"Kenapa? gara gara lo gue dibanding bandingin mulu sama lo! asal lo tau ya Kal lo itu cuman anak cacat yang beruntung diadopsi sama orang kaya udah gak lebih!" Ucap anak yang mencengkram kerah baju Haikal.


Anak itu bernama Bima dia adalah anak salah satu guru disekolah mereka. Lebih tepatnya dia anak guru Matematika, ayah Bima selalu membandingkan dirinya dengan Haikal karena Haikal sangat pintar jauh melebihi dirinya.


"Lepasin kala!" Haikal terus berusaha berontak tapi percuma karena teman teman Bima membantunya memegangi Haikal. Mereka juga memukuli Haikal hingga akhirnya Haikal tidak tahan lagi.


"KAK WILL TOLONG KALA!" Haikal berteriak sangat kencang membuat William dan bawahannya terkejut, mereka bergegas menuju ke dalam toilet karena sebelumnya mereka hanya menunggu diluar toilet.


William yang melihat Bima mencengkram kerah baju Haikal langsung melepaskannya paksa. William kemudian menyeret Bima ke ruang guru sedangkan bodyguard lainnya membantu Haikal terlepas dari teman teman Bima.


"Tuan muda anda baik baik saja? anda terluka atau ada yang sakit?" Zaky salah satu bodyguard Haikal nampak khawatir karena melihat wajah Haikal yang pucat dan ketakutan.


"Gak apa apa kok kak... makasih ya kalian langsung dateng, kala takut kak" Haikal gemetar dan melihat itu tanpa pikir panjang Zaky dan bodyguard lainny membawa Haikal ke ruang guru mengikuti William.

__ADS_1


Semua guru kaget karena William masuk ke ruang guru dengan marah dan mendorong Bima ke ayahnya.


"Ada apa ini?!" Tanya ayah Bima bingung.


"Anak anda berusaha menyakiti tuan muda saya, sekarang saya hanya memberikan peringatan... tapi jika dia terus mengganggu tuan muda saya, jangan salahkan saya jika saya bertindak kasar.


Saya yakin jika tuan besar Mahendra tau anaknya diancam dan diperlakukan seperti tadi dia bukan hanya akan menghancurkan hidup anak anda itu tapi dia juga akan menghancurkan sekolah ini" Ucap William yang kemudian pergi dari ruang guru.


Haikal yang melihat William sudah keluar dari ruang guru langsung menghampirinya.


"Kak Will..." Haikal.


"Mari tuan muda kita pulang" William.


Karena Haikal terus memohon agar William tidak melaporkan kejadian itu pada Mahendra akhirnya William pun setuju. Haikal tidak mau fokus Mahendra terbagi antara pekerjaan dan juga dirinya, Haikal tau urusan pekerjaan kali ini sangatlah penting.


Sesampainya dirumah Haikal mandi dan ganti baju saat duduk dimeja riasnya Haikal melihat tangannya yang memar. Salah satu teman Bima yang bernama Robi tadi sempat mencengkram pergelangan tangan Haikal sangat kuat hingga menyebabkan luka memar itu.


"Pah Kala anak yang kuat kok... papa jangan khawatir ya" Ucap Haikal sembari menatap foto Mahendra yang ada di Mejanya.


''masuk" Haikal.


''tuan muda ada telpon dari tuan besar" Mina.


Haikal langsung mengambil telpon itu dengan sangat bersemangat.


"Halo papa" Haikal.


"Halo sayang... kala gimana sekolahnya?" Mahendra.


"Baik kok pa hari ini kala juga dapat nilai terbaik lagi dikelas" Haikal.


"Anak papa memang hebat... papa bangga sama kala, Kala sayang tunggu papa pulang ya habis itu nanti kita ke Mall beli hp untuk Kala" Mahendra.


"Iya pa... papa gimana disana? papa udah makan?" Haikal.


"Disini semuanya baik kok sayang, papa baru aja selesai makan kala jangan lupa makan dan minum obat ya" Mahendra.

__ADS_1


"Iya pa..." Haikal.


"Ya sudah papa tutup dulu nanti papa telpon lagi, papa sangat sayang sekali sama kala" Mahendra.


"Kala juga sayang sama papa" Haikal.


Setelah telpon berakhir Haikal mengembalikan ponsel itu pada Mina dan lanjut memakai skin care seperti yang diajarkan Mahendra. Meski pun Haikal laki laki tapi bagi Mahendra penampilan itu penting apa lagi Haikal kini adalah pewarisnya.


"Tuan muda malam ini mau makan apa?" Mina.


"Aku mau ayam goreng bi dan salad buah" Haikal


"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu" Mina meninggalkan kamar Haikal. Haikal tersenyum kecil dan menghela nafas panjang.


Haikal masuk sekolah seperti biasa tapi hari ini ada ujian praktek olahraga untuk kelas Haikal. Seperti biasa saat jam ujian atau pelajaran para bodyguard Haikal harus menunggu diluar ruangan.


Karena ruangan olahraga ini cukup luas Haikal berkeliling ruangan untuk melihat lihat.


*Bruk!


"Ah!" Pekik Haikal saat terjatuh dari tangga saat sedang berjalan menuruni tangga itu. Haikal sadar ada yang mendorongnya dia langsung melihat ke atas tempat tadi dia berdiri sebelum jatuh.


Benar saja Haikal melihat Bima dan teman temannya yang sedang menertawakan Haikal. Meski kaki dan kepalanya terasa sakit Haikal masih berusaba berdiri dan beralih dari sana.


Jam pengambilan nilai ujian pun tiba dan Haikal mendapat urutan terakhir sesuai dengan nomor absennya.


"Tuhan tolong Kala... ini ujian terakhir Kala harus mendapat nilai terbaik untuk membuat papa bangga, Kala mohon tuhan bantu Kala" Ucap Haikal dalam hati.


Tibalah giliran Haikal untuk melakukan pengambilan nilai ujian praktek berenang. Meski dengan kaki yang terkilir dan kepala yang sakit karena terjatuh dari tangga tadi Haikal menahan rasa sakitnya dan menyelsaikan ujian praktek dengan baik lagi lagi dia mendaptkan nilai sempurna.


"Haikal bapak bangga sama kamu, bapak yakin kamu akan jadi juara kelas tahun ini semua nilai ujian kamu sempurna... habat" Puji guru olahraga yang menghampiri Haikal.


Haikal hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Haikal kemudian menuju kamar mandi untuk membilas diri dan berganti baju, tapi saat sudah memakai baju olahraganya tiba tiba.


*BYUR!


Ada yang menyiram Haikal dengan air kotor bercampur lumpur dari atas kamar mandi. Haikal sangat terkejut Haikal langsung keluar dan dia melihat Bima dan teman temannya menertawakan dia.

__ADS_1


__ADS_2