HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Mencoba.


__ADS_3

"Kala sini nak kaki mu harus diobati..." Mahendra mendudukan Haikal disofa dan mulai mengobati kaki sang anak.


"Pah kala mau tanya sesuatu" Haikal.


"Tanya apa?" Mahendra.


"Apa sejak dulu om Ganesha pemarah dan kasar?" Haikal.


"Kenapa kala tanya itu?" Mahendra.


"Karena kala tau om Ganesha bukan orang jahat, dimata orang lain dia mungkin orang yang kejam dan dingin tapi saat bersama kala dia jadi orang yang hangat dan penuh kasih sayang... itulah kenapa kala yakin om Ganesha bukan orang jahat" Haikal.


"Waktu itu kak Ganesha bertengkar dengan ayah dan memilih pergi dari rumah, sejak kecil dia selalu melawan ayah kami... dia tidak suka dengan peraturan dan cara ayah mendidik kami...


Harus aku akui aku juga tidak suka dengan cara ayah memperlakukan dan mendidik kami. Tapi aku memilih bertahan demi Raya, adik perempuan ku sejak kak Ganesha keluar dari rumah dia bergabung dengan organisasi Mafia dan melakukan perdagangan senjata ilegal.


Kau benar nak sebenarnya dia orang yang penuh kasih sayang hanya saja dia tidak tau cara untuk mengungkapkannya... dia sangat menyayangi aku dan Raya, diam diam dia akan menemui kami setiap satu minggu sekali


Lalu ayah menangkap basah kami saat sedang bertemu dengannya. Ayah kemudian mengancam akan membunuh Raya jika kak Ganesha masih berani menemui kami, sejak hari itu dia tidak pernah datang lagi...


Aku dipaksa oleh ayah untuk menggantikan posisi kak Ganesha sebagai pemimpin perusahaan. Dan dipaksa bersaing dengan kakak ku sendiri, malam itu dimana aku seharusnya bertemu dengan kak Ganesha untuk urusan bisnis tapi kak Ganesha memilih untuk tidak datang...


Ayah sangat marah dia membawa Raya menuju hotel tempat rapat untuk mengancam kak Ganesha. Tapi kecelakaan itu terjadi dan menewaskan dia juga Raya, aku tidak tau sejak kapan Kak Ganesha mulai membunuh tapi yang aku tau dia melakukan itu bukan tanpa alasan" Mahendra menceritakan senua yang dia tau kepada Haikal.


"Waktu kala dan om Ganesha berdua menuju ke taman, kala melihat catatan om Ganesha... disana om Ganesha menulis menunggu karma dari 119 orang...


Om Ganesha juga menuliskan nama dari orang orang yang dia bunuh pa... awalnya kala takut pada om Ganesha tapi saat dia melindungi kala disana kala sadar om Ganesha bukan orang jahat.


Dia hanya salah mengambil jalan... kala tau om Ganesha dan papa punya trauma juga, bedanya papa bisa melepas itu deng ikhlas tapi om Ganesha belum bisa sama seperti kala...

__ADS_1


Om Ganesha masih terikat dengan emosi, amarah, dan dendam... sedangkan kala terjebak dalam ketakutan dan rasa sakit, sebenarnya kami tidak jauh berbeda pa...


Kalau om Ganesha mengangkat tangan untuk melukai orang lain bahkan membunuh saat dia marah, Kala lebih memilih melampiaskannya ke diri kala sendiri... dengan diam dan menangis" Haikal.


Mahendra yang mendengar itu kemudian mengerti kenapa Haikal berani melakukan hal seperti tadi, Mahendra mengusap wajah Haikal lembut.


"Hal yang bahkan tidak bisa aku lakukan hari ini kau sudah melakukannya nak, kau menghentikan kak Ganesha untuk membunuh" Mahendra tersenyum lembut.


Haikal menghampiri Ganesha yang sedang meminum wine dikursi santai samping kolam renang. Haikal duduk ditepi kolam renang didepan Ganesha.


"Om tau gak kenapa bunga matahari itu selalu spesial untuk Kala?" Haikal membuka pembicaraan tapi Ganesha hanya diam dan menghabiskan Wine digelasnya. Pelayan mengisi kembali gelas wine Ganesha.


"Bunga matahari punya banyak arti dan arti yang paling Kala suka adalah keberuntungan dan harapan, meski banyak orang menyebut kala pembawa sial dan menyakiti kala tidak perduli sesakit apapun itu... kala selalu bisa selamat kala merasa itu adalah keberuntungan yang diberi tuhan ke kala...


Yang kedua adalah harapan... meski banyak hal yang kadang membuat kala lelah dan ingin menyerah, kala selalu punya harapan untuk hidup..." Ucap Haikal sembari memainkan kakinya di air dalam kolam.


Ganesha sejak tadi mendengarkan Haikal berbicara dan menyimaknya baik baik.


"Tidak ada" Sahut Ganesha dingin.


"Kalau begitu biarkan Kala yang membuat harapan untuk om, kala harap om akan bisa bahagia dan selalu tersenyum" Haikal.


"Didunia ini tidak semua harapan bisa jadi kenyataan, kadang harapan itu hanya bisa menjadi angan angan" Ganesha.


Haikal beranjak dan berdiri didepan Ganesha, Haikal menahan tangan Ganesha yang ingin meminum wine nya.


"om sudah minum terlalu banyak..." Haikal.


"Lepas" Ganesha melepaskan tangan Haikal darinya dengan kasar.

__ADS_1


"om benar tidak semua harapan itu bisa menjadi nyata, tapi tidak semua kan? artinya masih ada harapan yang bisa jadi nyata... jangan berhenti berharap jika satu harapan hancur maka buat harapan baru dan berusahalah untuk mewujudkannya..." Haikal.


" Kau hanya anak kecil Haikal kau hidup didalam pelukan Mahendra, kau tidak melihat pahitnya dunia! kau bisa mengatakan apapun semau mu karena kau tidak tau sakitnya menjadi aku" Ganesha beranjak dari duduknya dan menatap Haikal tajam.


"Apa terlahir dari keluar miskin membuat mu hilang akal saat diadopsi orang kaya?! Dengar Haikal hanya karena aku melindungi mu bukan berarti aku menyayangi mu! sikap mu yang sok tau membuat ku jijik! Cuih!" Ganesha meludah didepan Haikal dan berlalu pergi begitu saja.


Haikal tersenyum hambar tapi air matanya jatuh begitu saja. Haikal kemudian kembali duduk ditepi kolam renang sembari menatap langit.


"Tuhan... Beri kala kesempatan untuk merubah om Ganesha menjadi lebih baik, kala tidak mau dia menyesali perbuatannya tuhan... setelah om dan papa kala bahagia semuanya terserah pada mu tuhan" Haikal berucap dalam hati, dengan senyuman tak berarti dan air mata dipipi manisnya.


Mahendra melihat Ganesha masuk ke dalam rumah dengan tatapan kesal. Mahendra segera menghampiri Ganesha.


"Kakak mau kemana?" Mahendra.


"Bukan urusan mu" Ganesha.


"kak tunggu!" Mahendra.


"Aku mau pergi kemana itu bukan urusan mu Mahendra, urusa saja anak mu yang sok pintar itu" Ganesha.


"Kak tunggu kakak!" Mahendra berusaha menghentikan Ganesha tapi seakan tuli Ganesha tetap berlalu pergi begitu saja.


Haikal melihat mobil Ganesha keluar dari area rumah mereka hanya menatapnya sedih.


"Kala akan buat om pulang kesini... kala sayang sama om dan papa, tugas kala adalah mengembalikan kebahagiaan om dan papa yang sudah lama hilang... Kala sayang sekali sama om" Gumam Haikal lirih tak terdengar oleh siapapun.


Haikal masuk ke dalam rumah dan melihat Mahendra yang menunggunya. Mahendra merentangkan tangannya seakan memanggil Haikal ke dalam pelukannya, Haikal berlari dan memeluk sang ayah.


"Kala sudah berusaha... sekarang biarkan dia yang memutuskan sayang" Mahendra.

__ADS_1


"Papa jangan khawatir om Ganesha pasti akan pulang ke rumah ini, karena keluarganya ada disini" Haikal.


__ADS_2