HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Pengorbanan Sahabat.


__ADS_3

"Lalu apa mau kalian sekarang?" Ganesha.


"Kembali ke organisasi dan ikut dengan kami menemui King atau mati" Merpati.


"Aku tidak akan kembali ke organisasi kalian pikir aku tidak tau jika selama ini kalian juga sudah mengkhianat ku. kalian bilang asal aku mau bekerja sama dengan organisasi maka kalian tidak akan menyentuh keluarga ku Cih! tapi kalian selama ini memata matai adik dan keponakan ku" Ganesha.


"Kami hanya melakukan perintah King, jangan lupa Ganesha King adalah pemimpin organisasi ini" Merpati.


"Aku tidak akan kembali ke organisasi itu apapun yang terjadi, bahkan jika kalian membunuh ku sekalipun aku tidak perduli" Ganesha.


"Kau yakin? lalu bagaimana jika kami membunuh adik mu atau keponakan mu hm?" Tangan Emas.


"Jika kalian berani menyentuh mereka aku akan mengantarkan kalian pulang ke rumah tuhan" Ganesha.


"Wah wah kau berani juga Ganesha... kau itu hanya pesuruh! ingat kau sama sekali tidak berada didaftar sembilan pemimpin" Tangan Emas.


"namanya memang tidak ada diantara sembilan pemimpin, tapi jangan lupa nama ku ada diurutan ketiga teratas pemimpin organisasi" William menuruni tangga lantai dua lengkap dengan topeng dan pakaian rapi khas Mata Elang diorganisasinya.


Melihat itu semua orang berdiri dan menunduk hormat kepada William kecuali Mahendra dan Ganesha.


"Merpati dan mata elang kalian berani sekali datang kesini bahkan tanpa izin dari ku" William.


"Maaf tuan kami datang karena perintah dari King" Merpati.


"Jadi kalian kesini hanya untuk membawa Ganesha?" William.

__ADS_1


"Iya tuan" jawab tangan emas dan merpati serentak.


"Kalian lupa dia adalah anak buah kesayangan King, jika dia terluka kalian bisa pulang nama" William.


"Atas perintah King kami harus membawa Ganesha ke hadapan King hidup atau mati" Merpati.


William berdiri didepan Ganesha dengan membelakangi Ganesha.


"Katakan pada King aku yang akan mengantarkan Ganesha padanya" William.


"Maaf tuan kami tidak bisa mengizinkan itu, karena malam ini juga kami harus membawanya hidup atau mati" Tangan Emas.


"Baiklah jika itu mau kalian maka silahkan bawa dia" William.


Dengan cepat William mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pistol itu ke arah Ganesha. Melihat itu Ganesha sebenarnya sudah paham, Ganesha juga mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pistol itu pada William.


"Bukankah jika aku berhasil membunuhnya maka aku yang akan menggantikan kedudukannya?" Ganesha.


"Kau pikir bisa membunuh tuan mata Elang? kau bermimpi Ganesha!" Merpati.


Mata Elang dikenal dengan semua kemampuannya. Dia juga selalu dikenal sebagai orang yang sangat berhati hati dan akan mengenakan pakaian anti peluru setiap bertemu anggota lain.


Mata Elang juga dikenal dengan kecepatannya membaca situasi dan kecerdasannya yang tidak biasa karena itulah dia menjadi anggota termuda diorganisasi dan juga anggota yang paling sulit dibunuh apa lagi digantikan. Meski posisi Merpati sudah berganti lima kali tapi posisi mata elang baru berganti dua kali dan William berhasil bertahan diposisi itu.


"Kalau aku bisa membunuhnya kalian harus melepaskan adik dan keponakan ku" Ganesha.

__ADS_1


"Topeng mata elang adalah penanda identitas mata elang, jika topeng ini rusak kau bahkan tidak akan bisa menduduki posisi ku sekalipun sudah membunuh ku" William.


Disaat ini William memberikan tanda pada Ganesha untuk menembak lurus ke arah jantungnya. William sengaja tidak menggunakan rompi anti peluru, dengan senyuman William mengangguk pada Ganesha.


Ganesha awalnya ragu karena biar bagaimana pun William adalah orang yang baik padanya. Ganesha membidik didada William.


*DOR!


"TIDAK"


Satu tembakan berhasil mengenai dada William dan mengenai jantungnya tapi disaat itu juga Haikal datang dan melihat semua itu. Haikal langsung memeluk William yang jatuh bersimbah darah dilantai, Haikal bisa tau itu adalah William dari gelang yang dikenakannya.


Gelang itu adalah gelang yang dibuat oleh Haikal sendiri sebagai hadiah untuk William.


"Kakak hiks hiks hiks" Haikal membuka topeng itu perlahan dan benar saja itu adalah William sahabat, kakak, sekaligus pengasuhnya. Haikal memangku kepala William.


"Kak hiks hiks jangan pergi kak jangan tinggalin kala hiks hiks kakak udah janji akan selalu nemenin kala" Haikal menangis sembari menekan luka tembak didada William berharap bisa membantu.


"Ahk! Kal... jangan men-menangis..." William berusaha memegang wajah Haikal dan menghapus air mata anak itu.


"Kakak hiks hiks kak jangan pergi hiks hiks kala sayang kakak... kala janji akan nurutin semua kata kata kakak tapi jangan tinggalin kala kak" Haikal.


"terimakasih..." William berucap lirih sembari tersenyum, namun perlahan senyuman itu memudar dan mata William mulai tertutup.


Saat itulah tangan William yang awalnya memegang wajah Haikal terlepas begitu saja. Haikal tidak lagi bisa merasakan kehangatan saat memeluk William, bahkan dia tidak lagi dapat merasakan deru nafas sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kak William hiks hiks kakak! Bangun kak! Jangan tinggalin kala kak hiks hiks kakak!" Haikal terus berusaha membangunkan William namun apa daya pria tampan itu telah pergi untuk selamanya.


__ADS_2