HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
APA SALAH KU?!


__ADS_3

Haikal sudah sadarkan diri dia juga sudah mulai tenang meski begitu bukan artinya Haikal mau menerima kehadiran Ganesha. sejak tadi anak itu hanya menangis tanpa suara sembari duduk didepan jendela kaca tanpa mengatakan sepatah kata pun, semua orang hanya bisa memperhatikannya dari jauh.


"Kala om minta maaf nak" Ganesha.


Haikal seakan tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Ganesha dia terus fokus menatap ke arah luar jendela.


"Kala" Ganesha ingin menyentuh wajah Haikal tapi anak itu langsung mengangkat gunting yang sejak tadi memang dia pegang.


"Mendekatlah jika kau ingin melihat ku menjadi mayat!" ucap Haikal sembali meletakan ujung gunting itu dilehernya perlahan tapi pasti Ganesha memilih untuk menjauh.


"Iya nak om menjauh tapi kala taruh guntingnya sayang, itu bahaya nak" Ganesha.

__ADS_1


"Nak? sekarang begitu cara mu memanggil ku?! tidak kah sandiwara mu itu terlalu menjijikan paman?" Haikal.


"paman?" Ganesha merasa asing dan aneh saat Haikal memanggilnya dengan sebutan paman.


"sekarang kau terlihat begitu baik padaku, kemana hilangnya sosok mu yang dulu sombong dan angkuh?! kemana hilangnya sosok mu yang kejam dan tidak berperasaan?! apa semua itu sudah hilang karena ditenggelamkan oleh rasa bersalah dihati mu?


baguslah kalau begitu... semoga rasa bersalah itu menyiksa mu seumur hidup mu! semoga dikehidupan ini dan semua kehidupan mu selanjutnya kau selalu tersiksa tanpa ampun!" Haikal seakan sedang mengutuk Ganesha dengan derai air mata terlihat jelas tatapan mata anak itu begitu dipenuhi oleh kesedihan dan amarah yang telah menguasai hatinya.


"apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku? haruskah aku berlutut dan bersujud dibawah kakimu?! katakan Kala! aku rela melakukan apapun agar kau mau memaafkan ku... katakan nak" Ganesha adalah orang yang selalu mementingkan ego dan harga dirinya dia tidak pernah sudi memohon kepada siapapun, tapi orang seangkuh Ganesha saat ini detik ini juga berlutut didepan Haikal keponakan yang sangat dia cintai korban dari keegoisannya dimasa lalu.


"Bahkan jika kau bersujud sampai mati kau tidak akan bisa menghidupkan kembali ayah dan kakak ku" Haikal berucap datar sembari menghapus air matanya sendiri.

__ADS_1


Haikal kemudian beranjak dari duduknya dan berdiri tepat dihadapan Ganesha.


"Kau harus membayar dosa mu karena telah membunuh ratusan nyawa dengan derita dan penyesalan yang kau alami saat ini, tapi apa dosa ku hingga aku juga harus menderita paman? sejak kecil aku dibenci karena cacat, aku disiksa, disakiti, bahkan aku tidak diperlakukan layaknya manusia tapi disaat aku mulai memiliki secerca kebahagiaan kau merenggut semua itu dari ku! apa dosa ku?!


argh! katakan apa dosa ku hiks hiks hiks aku hanya ingin hidup normal aku juga tidak minta dilahirkan cacat! apa karena itu aku juga tidak berhak bahagia?! katakan! kenapa kau diam?! katakan sesuatu! jelaskan pada ku kenapa aku harus melalui semua ini? Aku mohon katakan pada ku hiks hiks hiks" Haikal begitu hancur, dunianya kini seakan gelap gulita.


Saat tubuh lemah Haikal hampir jatuh begitu saja karena lemas saat itulah Ganesha beranjak dan menahan Haikal agar tidak jatuh.


"Kau tidak bersalah nak... semua yang terjadi bukan salah mu, maaf aku pun tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu tapi aku akan menebus semua dosa ku pada mu Haikala Wijaya" Ucap Ganesha yang kemudian membawa tubuh lemas Haikal ke dalam pelukannya.


Nama Haikala Wijaya adalah nama yang ingin diberikan Mahendra kepada Haikal dihari ulang tahunnya nanti. pada saat itu juga Mahendra ingin mengumumkan pada dunia jika Haikal akan menjadi satu satunya pewaris keluarga wijaya, Mahendra telah menyiapkan semuanya tapi sayang acara itu mungkin tidak akan pernah terlaksana.

__ADS_1


__ADS_2