HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Hilang


__ADS_3

Mahendra memegang tangan Haikal dan mengusapnya pelan. Haikal hanya diam dan menatap Mahendra dia tidak mengatakan apapun.


''Haikal kita pulang ya, kata dokter kamu sudah boleh pulang" Mahendra


"om biaya rumah sakit kala mahal ya?" Haikal


''kok nanya nya gitu? kamu gak usah pikirin biaya yang penting kamu sehat, yuk kita pulang anak pinter'' Mahendra


Mahendra mendapatkan ide untuk menghibur Haikal dia berjongkok didepan Haikal.


"sini naik" Mahendra


"hm?" Haikal


"ayok kok malah ngelamun" Mahendra


Mahendra menggendong Haikal dipunggungnya. Haikal awalnya bingung tapi dia mulai tersenyum saat Mahendra membawanya berlari kecil dikoridor rumah sakit.


"Ayo kita beli es krim" Mahendra berseru sangat keras tanpa perduli jika saat ini semua orang sedang memperhatikannya, yang di inginkan Mahendra saat ini hanya Haikal tersenyum.


"Aku mau es krim coklat" Haikal


"siap pangeran hari ini semua yang pangeran Haikal mau akan saya berikan" Mahendra menjawab dengan canda lucunya, Haikal tertawa kecil dan mengeratkan pegangannya.


mereka pergi ke sebuah Mall dan bukan hanya beli es krim tapi mereka juga membeli baju untuk Haikal.


"om kala mau itu" Haikal


"Boleh" Mahendra


Haikal kemudian mengambil sepasang kaus kaki lucu itu.


"hehehe lucu gambar sinchan" Haikal


Mahendra terkekeh dengan tingkah imut Haikal.


"Habis ini kita mau kemana lagi?" Mahendra


"eum... makan kala laper" Haikal


"okay kita makan habis ini ya, kala disini sebentar ya om mau antri buat bayar belajaan kita... ingat kala jangan kemana mana" Mahendra


"iya om..." Haikal

__ADS_1


Mahendra mengantri untuk membayar dikasir karena ini hari weekend jadi banyak yang datang untuk berbelanja dan antrian dikasir juga jadi panjang. Haikal yang bosan menunggu akhirnya jalan jalan ke sembarang arah hingga tanpa sadar dia sudah cukup jauh dari toko.


Haikal masih belum menyadari itu dan terus berjalan. Haikal melihat ada badut beruang yang sedang berjalan didepannya, Haikal mengikuti badut itu hingga dia benar benar menjauh dari toko tempat dia dan Mahendra membeli baju tadi.


"Hai kau kenapa terus mengikuti aku?" Badut itu melihat Haikal yang terus mengikutinya dan bertanya pada Haikal.


"karena paman lucu... aku suka" Haikal


badut itu melihat Haikal dari atas hingga ke bawah. Penampilan Haikal yang memakai baju dan sepatu brand ternama dilengkapi gelang seharga ratusan juta membuat badut itu punya niat jahat padanya.


"kau suka balon?" Badut Beruang


"eum aku suka..." Haikal


"aku punya banyak balon, dan mainan kau mau?" Badut Beruang


Haikal mengangguk Badut itu membawa Haikal bersamanya. Mahendra yang sudah selesai membayar belanjaan mereka panik karena Haikal tidak ada disana, dia mencari ke sekitar toko tapi dia tidak menemukan Haikal dimana pun.


"Maaf apa anda melihat anak saya? dia memakai baju warna soft blue lengan panjang dan celana pendek warna putih tingginya segini dan rambutnya hitam dengan poni" Mahendra yang panik bertanya kepada petugas keamanan yang dia lihat.


"maaf tuan saya tidak melihatnya tapi saya akan bantu tuan untuk mencari anak tuan" sahut petugas itu menawarkan bantuan.


Mahendra pun setuju dengan cepat petugas itu mengonfirmasikan ke seluruh petugas keamanan lain yang ada di Mall itu tentang anak hilang dengan ciri ciri yang Mahendra sebutkan. Mahendra juga memberikan foto Haikal untuk mempermudah pencarian.


pusat informasi Mall juga mengumumkan.


"Kepada anak bernama Haikal yang terpisah dari orang tuanya harap menemui petugas keamanan terdekat yang terlihat karena dicari orang tuanya" pengumuman itu dilakukan sebanyak tiga kali.


Haikal mendengar itu langsung teringat jika dia sudah terpisah dari Mahendra.


"om Mahen pasti nyariin kala... maaf ya om badut kala harus pergi" Haikal


saat Haikal ingin pergi badut itu menarik tangan Haikal dengan paksa. untungnya Haikal pintar dia berteriak meminta tolong sehingga petugas keamanan yang ada disana mendengar teriakan Haikal dan segera menolongnya, ketiga petugas yang datang langsung membekuk penculik bermodus badut beruang itu.


Sementara Mahendra dia terus berjalan berkeliling Mall dan bertanya kepada semua orang yang dia temui sambil menunjukan foto Haikal. Kini mata Mahendra sudah berkaca kaca dia benar benar mengkhawatirkan nasib Haikal.


*drrt


''iya tuan?" Arif


"Arif siapkan semua anak buah kita kirim ke Mall cempaka sekarang! Haikal hilang!" Mahendra


"Tuan anda tenanglah saya akan membawa anak buah kita kesana sekarang juga" Arif

__ADS_1


Mahendra mematikan telponnya dia terduduk disebuah kursi umum dan semua pikiran buruk muncul begitu saja didalam benaknya.


"Kala dimana sayang? maafin om... om gagal jagain kala" Mahendra berbicara dengan dirinya sendiri, menyesal itulah yang ia rasakan saat ini.


"Om Mahen?!" Haikal berteriak dari arah belakang Mahendra.


dengan cepat Mahendra melihat ke arah itu dan benar saja dia melihat Haikal yang sedang digandeng oleh seorang petugas keamanan Mall. Mahendra berlari dan langsung memeluk Haikal erat.


"Hiks hiks maafin om ya sayang maafin om udah gagal jagain kala" Mahendra tidak bisa lagi menahan air matanya, dia sangat lega karena Haikal kini kembali didalam pelukannya.


"Kala yang minta maaf karena nakal dan jalan jalan sendirian, kala gak dengerin omongannya om... maafin kala udah bikin om sedih" Haikal


Mahendra melepaskan pelukannya pelan.


"Kala ada yang sakit? kala luka? kala gak apa apa kan?" Mahendra


"Kala gak apa apa kok om..." Haikal


Haikal menghapus ait mata Mahendra dengan tangan mungilnya.


"tuan anak anda hampir saja diculik oleh penculik yang menyamar menjadi badut beruang, beruntung kami bisa segera menemukannya walaupun tadi posisinya anak anda sudah hampir dibawa ke parkiran oleh penculiknya" Petugas itu menjelaskan apa yang terjadi kepada Mahendra.


mendengar itu Mahendra mematung sejenak dia tidak percaya jika dirinya hampir saja kehilangan Haikal. Mahendra memeluk Haikal erat dan berulang kali mengucapkan syukur kepada tuhan.


Mahendra juga berterimakasih kepada para petugas yang sudah membawa Haikal kembali kepadanya.


"mulai sekarang Haikal gak boleh ngikutin orang gak dikenal kayak gitu nak, bahaya untung aja ada bapak bapak petugas yang nemuin kamu gimana kalau tadi kamu dibawa sama penculik itu?" Mahendra


"iya om kala minta maaf..." Haikal


"tapi penculik itu gak nyakitin kala, kan?" Mahendra


"enggak om..." Haikal


*Cup


Mahendra mengecup kening Haikal dan memeluknya. tidak ada yang bisa ia katakan lagi saat ini dia hanya ingin memeluk Haikal, untuk sejenak Mahendra mengira jika Haikal tidak akan kembali kepadanya.


"om kala laper..." Haikal.


"Iya kita makan ya..." Mahendra


Mahendra menggandeng tangan Haikal untuk berjalan tapi Haikal malah diam.

__ADS_1


"ada apa sayang? katanya laper ayo kita beli makan hm" Mahendra


__ADS_2