
Setelah mengntarkan Haikal pulang Qian diajak oleh Haikal untuk langsung ke rumah kaca. Awalnya Qian bingung kenapa Haikal tidak mau pulang ke rumah utama tapi Zaky menjelaskan semuanya pada Qian.
"Kak duduklah aku akan buatkan minum" Haikal.
"Jangan... tidak usah repot repot" Qian.
"Hanya minuman tidak repot kok". Haikal.
Qian melihat ke sekeliling dan dia melihat foto Haikal dengan Mahendra.
"Dia papa mu?" Qian.
"iya... dan foto pria disamping ku itu adalah kakak ku, namanya William" Haikal.
"Dia sangat tampan, pasti banyak wanita yang menyukai kakak mu" Qian.
"Dia itu pria yang dingin tapi berhati lembut, meski dia selalu bersikap datar dan seakan tidak perduli sebenarnya dia sangat perhatian" Haikal.
Haikal kemudian menyajikan minuman dingin pada Qian.
"untuk tuan muda kala yang selalu sulit dibangunkan, segera ubah kebiasaan buruk mu itu dan bangunlah tepat waktu... mandi dipagi hari dan habiskan sarapan mu" Qian membaca catatan kecil yang ada disamping rak buku, Dibawah catatan itu terdapat nama penulisnya yaitu William.
"dia sangat perhatian pada mu..." Qian.
__ADS_1
Haikal hanya tersenyum hambar
"Besok kita makan di warung makan kesukaan ku, disana jual mie ayam enak sekali... kau mau?" Qian.
"Iya aku mau kak" Haikal.
Saat Qian ingin pamit pulang tiba tiba turun hujan lebat dan membuat dia terjebak tidak bisa pulang.
"Kau bisa menginap keadaan diluar sedang hujan lebat dan jalanan juga terendam banjir, kau tidak bisa pulang sekarang" Ganesha.
"Tapi tuan aku harus pergi ke studio ku, ada pekerjaan ku yang belum selesai" Qian.
"Kau bisa memanggil ku kakak jangan panggil aku tuan, itu membuat ku merasa aneh" Ganesha.
"Kak menginaplah berbahaya jika kau memaksakan untuk pergi sekarang, pekerjaan bisa ditunda tapi jika terjadi sesuatu pada mu aku akan sangat menyesal" Haikal.
Qian terdiam sejenak.
*JDAR!
Tiba tiba suara petir terdengar sangat keras Qian refleks menutup telinganya dan berjongkok. Qian sangat takut pada suara petir karena baginya itu mengingatkan dia pada kenangan buruknya. Ganesha yang melihat Qian ketakutan memeluk Qian dan membantu menenangkannya.
"Tolong hiks hiks Mama hiks hiks mama" Qian menangis ketakutan.
__ADS_1
"Qian tenanglah kau aman disini kau akan baik baik saja, tenanglah Qian" Ganesha.
"Hiks hiks hiks aku takut hiks hiks" Qian.
"Jangan takut kau akan baik baik saja, ayo duduklah disofa..." Ganesha membantu Qian untuk duduk disofa.
"Danis siapkan pakaian ganti untuk Qian" Ganesha.
"Baik tuan" Danis.
"Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk menyiapkan pakaian ganti mu, segeralah mandi dan berganti baju setelah itu istirahatlah aku akan siapkan makan malam untuk kalian" Ganesha.
"Terimakasih hiks hiks tapi bolehkah aku meminta bantuan mu?" Qian.
"katakan apa yang bisa aku bantu?" Ganesha.
"aku ingin meminjam jarum" Qian.
"Untuk apa kak?" Haikal.
Qian tidak menjawab tapi Ganesha menyuruh Mina untuk membawakan jarum jahit. Qian mengambil jarum itu dan menusuk ibu jarinya dengan jarum hingga berdarah.
"Apa yang kau lakukan kak?'' Haikal.
__ADS_1
"Untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan ku, aku tidak bisa melakukan hal lain selain melukai sedikit bagian diri ku... obat ku tertinggal dirumah aku benar benar tidak punya cara lain" Qian.