
Ganesha Tiba Tiba terkejut karena melihat King hadir diacara ulang tahun Haikal. King menatap Ganesha dan beranjak pergi melihat itu Ganesha bergegas turun dari panggung untuk mengikuti King.
Ganesha akhirnya menemukan King ditaman belakang gedung hotel tempat ulang tahun Haikal diadakan. Ganesha langsung menatap King tajam.
"Ini acara keponakan ku jangan membuat masalah disini, dia tidak bersalah pada mu jangan libatkan dia dalam urusan kita!" ucap Ganesha.
"Tenang saja Ganesha aku tidak akan mengganggu acara ini, aku juga tidak akan menyentuh keponakan mu itu... aku datang untuk memastikan jika acara ini berjalan dengan baik...
Selamat atas ulang tahun keponakan mu, semoga dia bahagia selalu. sebagai hadiah ulang tahun dari ku mulai hari ini aku melepaskan mu dari organisasi kita, aku membebaskan mu Ganesha" King berucap dengan tatapan penuh arti.
"Apa maksud mu? kau bersungguh sungguh!?" Ganesha masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari King. Karena sangat aneh rasanya bagi Ganesha jika King mau melepaskannya begitu saja tanpa alasan.
"Aku bersungguh sungguh Ganesha... aku melepaskan mu, bukan hanya itu mulai hari ini dari detik ini juga semua informasi tentang diri mu dan keluarga mu tidak akan lagi ditemukan diorganisasi kita
Aku juga tidak akan menganggap mu sebagai mainan ku lagi, mulai hari ini hiduplah dengan baik bersama keluarga mu. kau berhak untuk itu... pergilah mereka menunggu mu" King.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan ini? kenapa kau melepaskan ku? apa yang terjadi?" Ganesha sangat penasaran.
"Ada seseorang yang menemui ku dan menyadarkan ku, jika selama ini aku salah menilai mu... aku menjebak mu untuk masuk ke organisasi kita menjadikan mu sebagai mesin pembunuh dengan mengancam aku akan menghabisi keluarga mu jika kau lari
Tapi meskipun kau setia aku tetap tidak bisa melindungi mu dan keluarga mu. aku tidak bisa menepati janji ku dan membuat seorang anak yang tidak berdosa kehilangan ayahnya...
Aku hanya ingin menebus semua dosa ku pada mu, meski ini tidak cukup tapi ku harap ini bisa sedikit mengobati luka mu" King menjawab dengan suara seraknya.
"Siapa yang menemui mu? siapa orang yang bisa meluluhkan hati Iblis seperti mu?" Ganesha.
"Aku orangnya" Qian datang bersama dengan Haikal dan menghampiri mereka berdua.
"Aku pernah menceritakan tentang latar belakang ku... selama beberapa bulan terakhir aku menyelidiki apa yang membuat mu begitu sulit terlepas dari organisasi itu.
Aku pun mencari banyak informasi tentang King. Dan aku menyadari dia pasti mengenal ku, dia adalah orang yang memiliki banyak hal untuk dijelaskan pada ku...
__ADS_1
Dia membawa ibu ku pergi dan diam diam selalu membantu ku. Aku menemuinya kemarin malam dan meminta dia menjelaskan semuanya pada ku dan memintanya melepaskan mu." Qian.
"Ganesha kau sudah menjaga anak yang selama ini aku lindungi dari jauh, aku tau dia membenci ku tapi hatinya sangatlah baik...
Ganesha aku titipkan anak ku pada mu jika kau berani melukainya bahkan jika itu hanya sebuah goresan saja. Aku akan membuat mu menangis darah dan hancur sehancur hancurnya" King.
"Kau harus menepati janji mu... rawatlah ibu ku dengan baik, dia memang membenci ku tapi kau menyayangi ku... kita tidak bisa bersama sebagai ayah dan anak dikehidupan ini tapi dikehidupan selanjutnya aku akan menjadi anak mu yang berbakti..." Qian.
"boleh aku memeluk mu?" King mengatakannya dengan meneteskan air mata, Qian mengangguk dan King memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Anakku... berbahagialah jika kau membutuhkan ku, kau tau cara untuk menemui ku" King.
"Eum... aku tau terimakasih sudah mengabulkan permintaan ku, tenang saja aku akan hidup dengan baik dan mulai saat ini aku tidak lagi membenci mu... Ayah" Qian mengeratkan pelukannya pada King.
Perlahan King melepaskan pelukannya dan menggengam tangan Qian. King meraih tangan Ganesha dan menyatukan tangan Qian dan Ganesha.
__ADS_1
"jaga permata ku Ganesha... jangan buat dia terluka atau kau akan berhadapan dengan ku" King.
"Dan kau anak Mahendra... paman mu tidak bersalah atas kematian ayah dan juga kakak mu, semua yang kau lihat hari itu bukan yang sebenarnya ingat anak muda mata mu bisa menipu mu" King berucap sembari menatap mata Haikal.