HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Menahan.


__ADS_3

"kau seharusnya memperhatikan kesehatan mu, apa lagi kau baru saja menjalani operasi usus buntu... kurangi makan mie instan dan makanlah makanan sehat" Hendery.


"Aku biasanya harus bekerja pagi sekali jadi tidak punya waktu untuk masak dok" Qian.


"kalau kau terus seperti ini aku pun tidak bisa menolong mu, luka pada lambung dan usus mu cukup parah kau harus mengatur pola makan mu atau nyawa mu bisa dalam bahaya" Hendery.


Haikal yang mendengar itu memegang tangan Qian erat.


"jangan khawatir aku baik baik saja, aku tidak akan mati dengan mudah" Qian mengusap lembut tangan Haikal.


"Dokter apa ada penanganan yang bisa dilakukan untuk menolongnya atau setidaknya mengurangi rasa sakitnya?" Ganesha.


"Untuk mengurangi rasa sakitnya bisa dilakukan dengan minum obat tapi untuk menyembuhkannya secara total dia harus dirawat" Hendery..


"Aku akan minum obat saja, aku tidak mau dirawat" Qian.


Mendengar itu Hendery sudah berusaha menjelaskan resikonya pada Qian tapi karena Qian terus keras kepala jadi Hendery pun hanya bisa memberikan resep obat padanya. Anak buah Ganesha pergi membeli obat untuk Qian sekaligus mengantarkan Hendery kembali ke rumah sakit.


"Kak kenapa kau tidak mau dirawat?" Haikal.


"Aku tidak punya cukup uang untuk biaya perawatan selain itu aku masih harus bekerja, aku tidak ingin membuang waktu ku dengan melakukan perawatan" Qian.


"Jika soal uang kau tidak perlu khawatir kak, aku punya uang untuk itu... kau harus dirawat kak ini demi kebaikan Mu" Haikal.


"Tidak perlu kal aku baik baik saja, jangan khawatir" Qian.


Haikal menjadi khawatir pada Qian dan dia terus duduk disampingnya.

__ADS_1


"Hujan sudah reda ayo pergi ke taman bermain" Qian.


"Kau masih sangat lemah kenapa keras kepala dan masih ingin pergi ke taman bermain juga?" Ganesha.


"Aku sudah janji pada Haikal aku harus menepatinya" Qian.


"Kita bisa pergi lain kali kak, sekarang istirahatlah" Haikal.


"Tidak bisa begitu... kita harus pergi hari ini karena besok aku harus bekerja lagi, aku tidak mau mengingkari janji ku" Qian.


"Baiklah kalau kau memaksa tapi aku akan menemani kalian, dan kalian juga akan naik mobil bersama ku... aku tidak mau kau mengendarai motor dalam keadaan seperti ini apa lagi kau membawa Haikal bersama mu" Ganesha.


"Baiklah..." Qian.


Mereka pergi ke taman bermain seperti yang dijanjikan oleh Qian. Haikal terlihat sangat menyukainya.


"Ayo... kak Ganesha kau mau ikut juga?" Qian.


"kalian naiklah aku akan menunggu disini" Ganesha.


Haikal dan Qian naik biang lala bersama sedangkan Ganesha hanya menunggu sambil menonton.


"Semuanya terlihat kecil dari atas sini" Qian.


"Kak apa kau suka naik biang lala?" Haikal.


"Iya aku sangat suka tapi ada permainan lain yang lebih aku sukai" Qian.

__ADS_1


"Apa itu?" Haikal.


"Lempar balon hihihi" Qian.


"Lempar balon terus siapa yang jadi sasarannya?" Haikal.


"Biasanya sih tidak ada aku akan melemparkannya ke mading kosong yang disiapkan oleh pemilik toko mainannya" Qian.


"Eh kita sudah mulai turun, kenapa sebentar sekali sih" Haikal.


"Hehehe kan memang sebentar" Qian.


Setelah selesai naik biang lala Haikal main capit boneka, Qian dan Ganesha hanya melihat karena mereka berdua sama sama tidak bisa main itu.


"ah aws!" Qian.


"Perut mu sakit lagi?" Ganesha.


"Iya tapi tidak seburuk tadi, hanya sakit sedikit" Qian.


"Ayo aku akan antarkan kau pulang sekarang" Ganesha.


"Jangan sekarang Haikal masih bermain, aku tidak mau membuat dia sedih... setelah dia puas bermain baru kita pulang" Qian.


"Tapi apa kau bisa menahannya? kau sudah sangat pucat" Ganesha.


"Aku baik baik saja kak, jangan khawatir." Qian berusaha keras untuk menahan rasa sakitnya karena dia tidak mau membuat Haikal sedih.

__ADS_1


__ADS_2