HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Penjelasan.


__ADS_3

Hendery yang datang dengan tergesa gesa langsung memeriksa Haikal. setelah memeriksa Haikal dia menyuntikan obat kepada Haikal, lalu mengajak Mahendra berbicara diluar.


"Tuan Mahendra..." Hendery.


"Dokter ada apa sebenarnya? kenapa dia bisa muntah bahkan sampai pingsan? apa karena dia kelelahan? atau dia alergi seafood?" Mahendra yang sudah panik malah terus terusan bertanya. Hendery memegang pundak Mahendra.


"Tenang dulu tuan biarkan saya menjelaskan kondisi Haikal" Hendery.


Mendengar itu Mahendra terdiam dan mempersilahkan Hendery untuk duduk diruang tamu. Barulah disana Hendery mulai membuka suara.


"Tuan apa anda punya catatan medis milik Haikal?" Hendery.


"iya dokter saya punya tapi hanya catatan medis terbarunya selama tiga bulan terakhir saja" Mahendra.


"Apa anda pernah memeriksa kan kondisi mental Haikal?" Hendery.


"Belum dokter... selama ini saya terfokus ke kondisi fisiknya yang lemah karena beberapa kali terluka parah" Mahendra.


"Tuan Mahendra selama saya menjadi dokter yang menangani dan bertanggung jawab atas kesehatan Haikal saya selalu mengamatinya dan dari pengamatan saya Haikal memiliki kondisi yang tidak biasa..." Hendery.


"Orang tua kandungnya bilang dia menderita autisme hanya itu yang saya tau dokter" Mahendra.

__ADS_1


"Itu tidak salah tuan tapi... Autisme memiliki banyak jenis, gejala, dan juga efek yang berbeda pada penderitanya jika dari pengamatan saya Haikal menderita autisme tipe B yang biasa dikenal juga sebagai Asperger Syndrom... pada dasarnya penderita Syndrome ini terlihat layaknya orang normal.


Hanya saja mereka sulit mengekspresikan empati atau Respon terhadap perasaan orang lain. Tapi tuan apa anda sadar selama tiga bulan terakhir semenjak Haikal bersama anda dia mulai bisa mengekspresikan empatinya secara perlahan sadar atau tidak hal itu terjadi karena dia terlatih untuk itu...


Alasan kenapa tadi Haikal bisa sampai muntah dan Pingsan ada hubungannya dengan semua ini tuan. Haikal memiliki trauma dengan keluarga lamanya, bisa jadi masakan yang tadi anda berikan mengingatkan dia terhadap trauma itu dan membuat otak dan tubuhnya memberikan reapon negatif..." Hendery menjelaskan panjang lebar.


Mendengar penjelasan Hendery seketika Mahendra beranjak ke dapur dia membuang semua nasi goreng yang tadi dia masak ke dalam bak sampah. Mahendra juga membereskan alat masak yang tadi dia gunakan.


Setelah itu Mahendra memasak sup ayam kesukaan Haikal. Hendery yang melihat itu berdecak kagum melihat kegigihan Mahendra untuk merawat Haikal.


"Tuan Mahendra anda membuat saya merasa iri" Hendery.


"Sebagai seorang ayah anda begitu sempurna, anda juga sangat menyayangi anak anda... sepertinya saya harus banyak belajar dari anda" Hendery.


Mendengar itu Mahendra hanya tersenyum dia mengambil beberapa kotak coklat yang masih bersegel dari dalam kulkas dan memberikan itu pada Hendery.


"Berikan pada Vino jangan sampai anda pulang dengan tangan kosong padahal baru saja pulang dari rumah temannya, anak anak sangat sensitif" Mahendra.


"Anda benar... Baiklah kalau begitu saya permisi, besok jika Haikal masih belum membaik hubungi saja saya" Hendery.


"Baiklah..." Mahendra.

__ADS_1


Mahendra kemudian membawa sup panas itu ke kamar Haikal. Ternyata sesuai dugaannya Haikal sudah bangun dan sedang duduk ditempat tidurnya dengan posisi bersandar.


Mahendra tersenyum lembut kemudian meletakan nampan berisi sup dan air minum yang dia bawa diatas nakas disamping tempat tidur Haikal. Mahendra duduk disamping sang anak dan mengusap pipinya lembut.


"Gimana keadaan kamu nak? masih ada yang sakit?" Mahendra.


"Udah baikkan kok pah..." Haikal.


"Papa buatin kamu sup ayam dan juga teh hangat, sekarang kamu makan dulu ya papa suapin" Mahendra.


"Pa maaf ya tadi kala..." Belum sempat Haikal melanjutkan kalimatnya Mahendra menyuruh Haikal diam dengan membungkam mulut malaikat kecilnya itu.


"Udah gak usah ngomong lagi papa udah tau semuanya, sekarang kamu makan habis itu istirahat... besok gak usah sekolah dulu dan besok papa akan menunda keberangkatan papa keluar negeri" Mahendra.


"Pah jangan... jangan karena kala papa sampai melepaskan tanggung jawab papa, kala baik baik aja kok pa dan besok kala pasti sudah sembuh" Haikal mencoba meyakinkan Mahendra.


"Pah besok papa harus tetap berangkat dan Kala akan sekolah... papa harus percaya sama kala, kala baik baik aja kok pah" Sambung Haikal berucap dan hanya dibalas dengan senyuman dan anggukan oleh Mahendra.


"Ya sudah papa percaya sama kamu tapi ingat kalau ada apa apa langsung bilang sama papa, kala harus jujur sama papa tentang apapun karena papa gak suka dibohongi... kala ngerti?" Mahendra.


"Iya pa" Haikal.

__ADS_1


__ADS_2