
Mahendra membawa Haikal pergi ke rumah orang tuanya untuk mengambil boneka kesayangan Haikal. saat sampai disana Haikal turun dari mobil mewah dan berpenampilan jauh berbeda dari sebelumnya.
"kami datang karena Kala mau mengambil bonekanya, tidak ada hal lain" Mahendra menyampaikan maksud kedatangan mereka tanpa basa basi.
"Kala bapak kangen sekali, kala apa kabar sayang?" Niko.
saat Niko ingin memeluk Haikal dengan cepat Haikal menghindar dan berdiri dibelakang Mahendra.
"sebaiknya anda menjaga jarak darinya karena dia adalah anak saya kami kesini hanya untuk mengambil boneka kala yang diberi nama uni" Mahendra berucap dengan tegas tapi sopan dengan cepat Winda kakak Haikal mengambilkan boneka itu dan melemparkanya ke tanah.
"Uni!" Haikal.
Haikal segera mengambil boneka itu dan membersihkannya Haikal menangis dan memeluk boneka kesayangannya itu. Mahendra yang melihat Haikal diperlakukan seperti itu naik pitam dan langsung menghampirinya.
"Kala sayang bangun nak ayo kita pergi dari sini" Mahendra
"sebentar om kala mau ngomong sama bapak" Haikal
Haikal beranjak dan berdiri dihdapan sang ayah dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"bapak kala mau tanya apa benar bapak dan ibu ngejual kala ke om Mahen?" Haikal
*Deg
mendengar pertanyaan sang anak Niko hanya bisa terdiam seribu bahasa.
"iya kita jual kamu, kenapa gak terima?!" Dewi
"bapak jawab kala?" Haikal
__ADS_1
Niko mengangguk sebagai tanda jika dirinya membenarkan ucapan sang istri Haikal mengehela nafas berat air matanya jatuh begitu saja.
"Kala kira bapak sayang sama kala ternyata dimata bapak kala gak lebih dari pada barang yang bisa bapak perjual belikan, kala gak akan benci bapak ataupun ibu karena udah jual kala tapi kala juga gak akan bisa lupa akan hal ini...
selama ini kala menerima semua siksaan dan perlakuan buruk ibu dan kakak... tapi kala gak pernah nyangka kalau bapak juga gak sayang sama kala" Haikal
"bapak sayang sama kala nak tapi keadaan memaksa bapak melakukaan ini sayang, bapak mohon kala ngertiin bapak" Niko
"selama ini aku selalu ngertiin bapak... waktu kakak masuk kuliah dan aku gak boleh sekolah aku ngertiin bapak, waktu kakak selalu dibelikan baju baru dan aku dapat baju bekas aku ngetiin itu, waktu aku sakit ibu sama bapak sibuk nari uang buat biaya kuliah kakak aku juga ngertiin itu...
kenapa selalu kala yang disuruh ngerti pak? kapan kala dingertiin? kala juga gak minta cacat kaya gini kala juga mau sehat dan pinter kaya kakak biar bisa disayang sama bapak dan ibu... hiks hiks hiks maaf selama ini kala udah ngerepotin bapak sama ibu, maaf kalau selama ini kala udah bikin kakak malu karena punya adik cacat kaya kala, kala pamit ya" Haikal
Haikal berlalu pergi masuk ke dalam mobil disusul oleh Mahendra, Haikal menangis didalam mobil dia meluapkan semua rasa sakit hati dan kecewanya Mahendra memeluk Haikal erat.
"Kala minta maaf hiks hiks hiks kala minta maaf karena terlahir cacat hiks hiks maaf" Haikal
"om gak akan ninggalin kala kaya bapak dan ibunya kala kan?" Haikal
"enggak akan sayang... om gak akan pernah ninggalin kala, sekarang kala jangan nangis lagi kita kan mau jalan jalan masa kala nangis sih" Mahendra menghapus air mata kala dan tersenyum lembut.
"om juga jangan nangis kala sayang sama om Mahen" Haikal
Haikal kembali memeluk Mahendra erat saat ini Haikal hanya ingin berada dipelukan orang yang bisa menerima dirinya dan tulus menyayanginya. Niko menangis pilu sambil memeluk foto Haikal ada penyesalan dihati Niko karena telah menjual anaknya sendiri.
"maafin bapak nak... maafin bapak sayang, bapak yakin kamu akan bahagia bersama pak Mahendra" Niko
Dewi merebut foto Haikal dari tangan Niko dan membanting bingkai foto itu hingga kacanya pecah berkeping keping. Niko hanya diam dan tak bergeming sedikit pun.
"MULAI HARI INI SEMUA FOTO DAN BARANG BARANG SI CACAT ITU HARUS DIBAKAR! BIAR RUMAH INI BEBAS DARI KESIALAN!" Dewi
__ADS_1
Winda dan Dewi membereskan semua barang barang Haikal dan membakarnya didepan mata Niko sedikit pun Niko tak bergeming dia hanya diam menyaksikan semua itu. diam diam anak buah Mahendra yang ditugaskan untuk mengawasi rumah keluarga Haikal mengambil vidio saat Dewi membakar semua barang milik Haikal lalu mengirimkan vidio itu kepada Mahendra.
setelah menonton vidio itu Mahendra semakin kasihan kepada Haikal, sejak tadi Haikal hanya diam sambil menatap keluar kaca mobil. Mahendra membawa Haikal kembali ke dalam pelukannya.
"Kala jangan sedih lagi ya mulai hari ini dan selamanya kala gak usah datang kesana lagi kalau kala butuh sesuatu bilang sama om, om akan kasih semuanya untuk kala" Mahendra
"Kala gak butuh apa apa om... kala cuma butuh disayang dan diterima, kala gak butuh uang karena uang gak bisa membeli kebahagiaan" Haikal
Air mata Haikal kembali jatuh dia melepaskan pelukan Mahendra dan menaruh kepalanya dipangkuan Mahendra.
"om akan menyayangi kala sebanyak yang kala mau, selama kamu bersama dengan om... om janji kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang" Mahendra
Mahendra mengajak Haikal pulang karena keadaan Haikal sangat tidak memungkinkan untuk membawanya bepergian. Haikal banyak diam dan sesekali akan kembali terisak Mahendra mengajak Haikal untuk duduk di sofa panjang yang ada ditepi kolam renang rumah mereka, Haikal terus memeluk Mahendra erat seakan takut akan ditinggal pergi.
"kala masih sedih?" Mahendra bertanya dengan lirih dan Haikal hanya mengangguk pelan.
Mahendra membiarkan Haikal menangis didalam pelukannya dia tidak mau membuat Haikal semakin terluka dengan menyuruhnya diam karena saat ini bukan waktunya menyuruh Haikal diam tapi ini waktunya untuk membiarkan Haikal meluapkan semua kesedihannya. Haikal sampai tertidur didalam pelukan Mahendra tapi saat Mahendra ingin memindahkan Haikal ke kamar dia menyadari jika suhu tubuh Haikal sangat tinggi.
"Haikal demam?!" Mahendra bergumam dalam hati tanpa banyak berpikir dia langsung membawa Haikal ke rumah sakit.
Begitu sampai dirumah sakit Haikal langsung ditangani oleh dokter.
"tuan Mahendra mari bicara sebentar" Dokter mengajak Mahendra berbicara dimeja kerjanya yang bersebelahan dengan tempat Haikal terbaring setelah diperiksa.
"dokter bagaimana keadaanya?" Mahendra
"tuan Mahendra untuk saat ini Haikal perlu banyak istirahat dia tidak boleh banyak pikiran ataupun kelelahan karena itu bisa membuat kesehatannya menurun drastis, tolong perhatikan juga jam tidur Haikal karena dia sedang masa pemulihan sangat disarankan dia tidur delapan jam sehari..." Dokter
"Baik dokter saya mengerti, saya akan melakukan yang terbaik untuk menjaganya" Mahendra
__ADS_1