HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Melindungi.


__ADS_3

Mereka kembali ke tengah acara dan Ganesha kembali naik ke atas panggung bersama Qian dan Haikal. tapi kali ini bukan Ganesha yang berbicara melainkan Haikal, dengan senyuman Haikal memegang tangan Qian.


"Hari ini disini, dihadapan semua orang aku telah menggunakan nama Haikala Wijaya sebagai identitas baru dan disini aku juga akan mengumumkan hal lain selain aku dan paman ku Ganesha keluarga Wijaya juga memiliki anggota keluarga lain..." Haikal.


Semua orang saling bertatap tatapan karena memang yang diketahui semua orang anggota keluarga Wijaya hanya tinggal Haikal dan Ganesha. Haikal memegang tangan Qian dan menatapnya penuh arti.


"Sebagai seorang sahabat yang selalu ada disamping ku, orang yang selalu mendukung dan melindungi ku dia adalah orang yang membuat ku sadar jika hidup ku juga berarti...


mulai hari ini dia adalah anggota keluarga Wijaya... namanya adalah Qian" Haikal tersenyum dan menatap Qian.


Ganesha meraih tangan Qian dan memasangkan sebuah cincin dijari manis Qian.


"Apakah kau akan marah jika aku menyebut mu milikku?" Ganesha, Qian menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Aku akan marah jika kau mengatakan hal itu pada orang lain, karena hanya aku yang boleh menjadi milik mu" Qian dan Ganesha tertawa bersama, melihat itu Haikal juga tersenyum bahagia.


"Papa aku menyatukan keluarga kita yang telah terpecah, maaf aku pernah putus asa dan hampir bunuh diri...


tapi papa sekarang aku mengerti arti sebuah kehidupan, aku janji akan hidup dengan baik seperti yang kau harapkan..." ucap Haikal dalam hati sembari melihat Ganesha dan Qian yang kini saling berpelukan.


Setelah acara selesai semuanya istirahat dikamar masing masing. pada pagi harinya Ganesha, Qian, dan Haikal pergi ke sebuah taman untuk sekedar bersenang senang.


"Kak Haikal masih begitu muda dan belum punya pengalaman apa dia akan baik baik saja memimpin perusahaan nanti?" Qian.

__ADS_1


"Jangan khawatir aku akan selalu membantunya, lagi pula ada diri mu juga yang selalu siap menolongnya kapan saja..." Ganesha.


"Paman, kakak... ini es krim kalian" Haikal datang membawakan mereka es krim rasa coklat.


Haikal duduk disebuah ayunan dan Qian duduk diayunan satunya. Ganesha hanya berdiri dan memakan es krimnya.


"Mereka datang lagi" Haikal terlihat sangat kesal.


"Siapa?" Qian.


"Laki laki itu ayah ku, dan dua wanita itu kau pasti sudah tidak asing kak" sahut Haikal sembari melihat ke arah Niko, Dewi, dan Winda datang menghampiri mereka. Dewi baru saja bebas dari penjara setelah dua tahun lalu dia dipenjarakan oleh Ganesha karena membuat masalah dengan Haikal dan Qian.


Qian langsung berdiri dan menghadang mereka saat mereka ingin mendekati Haikal.


"Pergilah jangan dekati mereka lagi" Qian.


"Ini urusan ku karena mereka adalah keluarga ku" Qian.


Niko terlihat sangat marah dia langsung mendorong Qian dan mendekati Haikal.


"Haikal apa maksud mu!? kau ingin memenjarakan kami!?" Niko.


"Iya... aku melaporkan kalian ke polisi dengan gugatan perdagangan manusia, aku punya saksi, dan bukti bukan kah itu bagus?" Haikal berucap dengan santainya.

__ADS_1


"KAMI KELUARGA MU!" Niko.


Seketika Haikal menatap Niko tajam.


"Keluarga!? keluarga macam apa yang tega menjual anaknya sendiri dan kau ingin bilang jika diri mu seorang ayah?! kau itu bukan ayah tapi budak!


Seorang ayah akan melindungi anaknya sekalipun dia harus berkorban nyawa. Tapi kau demi istri mu si betina murahan itu kau menjual ku, hebat!" Haikal bertepuk tangan.


"JAGA BICARA MU HAIKAL DIA IBU MU!" Niko semakin naik pitam.


"Dia bukan ibu ku! harus aku beritaukan pada kalian aku bukan Haikal lagi tapi aku Haikala Wijaya... sebut nama ku dengan benar" Sahut Haikal marah.


"Pergilah dan nikmati saja hari hari kebebasan kalian sebelum polisi menjemput kalian" Haikal.


Saat Haikal berbalik Niko yang terbakar emosi berusaha melukai Haikal dengan menggunakan sebuah pisau yang dia simpan dibalik jaketnya. Melihat itu Qian berlari dan menghalangi Niko.


"Qian!" Ganesha berteriak saat melihat Qian ditusuk oleh Niko.


Haikal langsung merangkul Qian dan menahannya agar tidak jatuh.


"Kak... kakak!" Haikal panik saat melihat perut Qian yang tertusuk dan berdarah, Qian langsung tidak sadarkan diri didalam dekapan Haikal.


"Kala hubungi ambulance cepat!" Ganesha berusaha menekan luka diperut Qian.

__ADS_1


"KAU BAJINGAN! SEUMUR HIDUP INI AKU SELALU KALIAN MANFAATKAN DAN KALIAN LUKAI, AKU AKAN MEMBALAS ATAS APA YANG KALIAN LAKUKAN! AKU BERSUMPAH AKAN MENGHANCURKAN HIDUP KALIAN!" Haikal sangat marah dia menyuruh Zaky dan bodyguard lainnya untuk menyeret Niko, Winda, dan Dewi ke kantor polisi.


Qian dilarikan ke rumah sakit karena lukanya sangat parah bakan dia juga kehilangan banyak darah.


__ADS_2