HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Garis Takdir


__ADS_3

"Nama ku Qian... nama mu siapa?" Qian berusaha membuka topik agar suasana tidak canggung.


"Haikal" sahut Haikal lirih.


"Haikal aku tidak tau kenapa kau melakukan hal seperti ini dan tapi kau harus tau didalam hidup ini tidak ada orang yang tidak terluka mungkin dikehidupan ini kita diberikan hidup yang sulit tapi bisa jadi dikehidupan selanjutnya kita akan diberi kehidupan yang lebih baik" Qian.


"apa salah ku jika aku terlahir berbeda? dan apa salah ku jika aku ingin bahagia?" Haikal.


"itu bukan salah mu tapi terkadang takdir memang mempermainkan hidup manusia untuk menjadikan manusia itu jauh lebih kuat. Jika kau ingin mendapatkan jawaban atas masalah yang kau hadapi saat ini maka kau harus berani untuk melihat kembali masalah itu dan menelitinya bukan lari dari masalah itu" Qian.


Haikal hanya diam dan menatap mata Qian, terlihat ada kesedihan dimata Haikal sekarang. perlahan tapi pasti Qian memegang tangan Haikal dan membuka telapak tangan Haikal.


"Hidup manusia itu seperti garis tangan ini... tidak bisa diubah dan tidak bisa dihindari semuanya berjalan sesuaiĀ  dengan kehendak tuhan tugas kita saat ini adalah hanya mengikuti rencana tuhan" Qian.

__ADS_1


Haikal menarik tangannya yang dipegang oleh Qian dan memalingkan wajahnya, Haikal tidak bisa menerima takdir yang kini terjadi padanya karena hatinya masih sakit setelah kehilangan Mahendra dan William. Ganesha datang ke rumah sakit dan Hendery sudah menunggunya di lobi untuk menjelaskan semua yang terjadi pada Haikal setelah selesai menjelaskan semuanya barulah Hendery mengizinkan Ganesha untuk menemui Haikal.


saat melihat Ganesha lagi lagi Haikal memalingkan wajahnya dia tidak mau menatap mata Ganesha sama sekali. Meski begitu Ganesha dengan sabar mendekati Haikal dan ingin mengusap wajah Haikal tapi dengan cepat Haikal menepis tangan Ganesha.


"Jangan menyetuh ku" Haikal.


"Kala apa kau baik baik saja? apa kau terluka?" Ganesha.


"tuan maaf apakah anda pamannya Haikal?" Qian.


"Iya tuan, sebelumnya saya minta maaf karena sudah membuat Haikal terluka..." Qian.


"tidak perlu minta maaf, justru aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menyelamatkan nyawa kala jika kau tidak melakukan itu aku tidak tau apa yang akan terjadi padanya" Ganesha.

__ADS_1


"Karena paman mu sudah ada disini, sekarang aku pamit dulu karena aku masih ada pekerjaan lain" Qian.


Setelah berpamitan Qian berpamitan pergi, Ganesha ingin membawa Haikal bersamanya tapi anak itu beranjak tanpa mau disentuh oleh Ganesha. Haikal juga tidak mau satu mobil dengan Ganesha dia memilih untuk pulang dengan naik taksi, sesampainya dirumah tanpa mengatakan apapun dia pergi ke rumah kaca dan berbaring ditempat tidurnya.


"tuan muda anda dari mana saja? saya sangat khawatir saya mencari anda ke semua tempat. Anda kemana saja tuan?" Zaky.


"Lain kali jangan mencari ku, biarkan saja aku pergi kalau perlu siapkan peti mati untukku bisa saja aku memerlukannya saat pulang" Haikal.


Mendengar itu Zaky hanya diam dan tidak mengatakan apapun lagi, Ganesha duduk diruang tamu sembari menatap foto Haikal dan dirinya.


"Jika kau terus begini kapan semuanya akan membaik nak? aku tau aku salah tapi bisakah kau menghukum aku saja? kenapa kau malah melukai dirimu sendiri? Kala bukan ini yang aku mau, maaf aku menyesal sangat menyesal" Ganesha.


"tuan apakah anda akan menghadiri undangan dari King?" Danis.

__ADS_1


"APA KAU BUTA DANIS!? keponakan ku hampir saja tiada hari ini dan kau menanyakan tentang undangan dari bajingan itu!? katakan padanya aku tidak akan datang jika dia ingin mengadakan acara itu dengan mewah lakukan saja tapi jangan harap aku akan datang kesana!: Ganesha Mendengar itu Danis hanya diam seribu bahasa dia tau saat ini Ganesha sedang sangat marah.


__ADS_2