HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Sang Pewaris


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Haikal yang ke 17. Ganesha mengadakan pesta besar sesuai dengan rencana mendiang Mahendra, Ganesha juga mengundang awak media dan para petinggi negara.


Acara diadakan disebuah hotel bintang lima dengan sangat mewah. seluruh gedung hotel disewa oleh Ganesha untuk acara besar ini, ada kebahagiaan dihati Ganesha karena bisa mewujudkan impian mendiang adiknya yaitu Mahendra.


Foto foto Haikal dan Mahendra terpajang disetiap sudut hotel. Dekorasi penuh warna dan semua jamuan mewah, membuat acara ini bahkan dinobatkan sebagai acara ulang tahun termewah dan termahal dan diumumkan disetiap stasiun tv.


Haikal sedang bersiap dikamar hotel yang sudah disiapkan Qian membantunya untuk bersiap.


"Kau sangat tampan... ayah mu pasti sangat bangga pada mu" Qian.


"Kak apa aku akan jadi sehebat papa ku?" Haikal.


"Tidak, kau tidak akan menjadi sehebat dia tapi kau akan menjadi lebih hebat darinya..." Qian.


"benarkah?" Haikal menatap mata Qian penuh arti dengan lembut Qian memegang kedua tangan Haikal dan mengusap wajah Haikal lembut.


"Mulai hari ini kau bukan hanya akan mengubah nama mu, tapi juga mengubah takdir mu... Haikal yang dulu adalah Haikal yang selalu menangis dan terluka...

__ADS_1


Tapi Haikala Wijaya adalah anak tampan yang akan menjadi bintang besar. bintang yang paling bersinar, menjadi bintang yang akan menebar kebaikan dan menjadi cahaya bagi setiap orang yang terjebak dalam gelapnya takdir...


Haikala Wijaya akan menjadi bunga matahari yang melambangkan kesetiaan, kerendahan hati, dan kekuatan. Ini bukan hanya do'a dan harapan ku, tapi ini adalah bentuk rasa sayang ku pada mu..." Qian.


"Eum... aku akan menjadi orang hebat seperti yang kau harapkan kak" Haikal.


"Tuan muda sudah saatnya kita turun, acaranya sudah dimulai" Zaky.


Haikal dan Qian turun bersama dan saat para tamu melihat kedatangan Haikal mereka berdiri dan bertepuk tangan untuk menyambutnya. Ganesha berdiri diatas panggung menunggu Haikal.


Perlahan Haikal berjalan dengan menggengam tangan Qian. saat dia sampai didepan panggung Qian melepaskan tangan Haikal.


Haikal mengangguk dan naik ke atas panggung. Ganesha mengulurkan tangannya pada Haikal dan mengangguk.


"Mahendra hari ini aku akan menjadikan Haikal sebagai pewaris mu, dia akan menjadi pemilik semua harta dan perusahaan keluarga Wijaya... dan hari ini juga aku akan membuktikan jika ikatan keluarga tidak harus terbentuk dari ikatan darah tapi harus terbentuk dari ketulusan" ucap Ganesha dalam hati.


Haikal menggapai tangan Ganesha dan perlahan berdiri dihadapan Ganesha.

__ADS_1


"Papa... aku disini hari ini aku adalah bintangnya, anak mu telah berdiri ditempat yang kau inginkan pa... ku mohon beristirahatlah dengan tenang" ucap Haikal dalam hati sembari menatap mata Ganesha.


Ganesha kemudian berjalan didepan Haikal, seorang pelayan membawakan mangkuk dan pisau mendekati Ganesha. Dengan tersenyum Ganesha mengambil pisau itu dan menggengamnya, kemudian menarik pisau itu hingga tangannya berdarah.


Ganesha memasukan darahnya ke dalam manggkuk. kemudian memegang tangan Haikal dan melukai telapak tangan Haikal dengan pisau yang sama dan memasukan darah Haikal ke dalam mangkuk.


"Mulai hari ini aku telah membunuh Haikal dan membuat ikatan darah dengan keponakan ku, Haikal sudah mati bersama dengan menyatunya darah kami dimangkuk ini...


Anak yang kini berdiri dihadapan ku bukan Haikal tapi Haikala Wijaya!. Putra tunggal Mahendra Wijaya, keponakan Ganesha Wijaya dan pewaris tunggal keluarga Wijaya" Ganesha berucap dengan lantang dan didengar oleh semua tamu yang hadir.


"Haikala Wijaya... akan menjadi CEO termuda yang pernah ada, dengan kemampuan dan semua haknya dia akan memimpin perusahaan Wijaya menggantikan ayahnya" Sambung Ganesha berucap membuat semua tamu heran sekaligus kagum karena Ganesha benar benar memberikan hak Haikal sebagai anak Mahendra.


"Aku Haikala Wijaya... anak dari Mahendra wijaya hari ini berdiri disini untuk mengumumkan bahwa aku akan memimpin perusahaan keluarga Wijaya, dan membawa perusahaan ini ke pintu gerbang kesuksesan... dengan kerja keras, dan perjuangan tanpa akhir


Aku tidak akan menyerah pada rintangan ataupun tantangan. Seperti ayah ku Mahendra wijaya yang telah melepaskan perusahaan ini dari ambang kehancurannya dengan kerja kerasnya maka aku akan membawa perusahaan ini pada puncak kesuksesannya" Haikal.


Suara tepuk tangan saling bersahut sahutan ada beberapa sahabat Mahendra yang juga meneteskan air mata saat melihat Haikal berdiri diatas panggung dan mendengar apa yang dikatakannya.

__ADS_1


Qian naik ke atas panggung dan mengobati tangan Haikal dan Ganesha bergantian. senyuman Qian seakan memiliki banyak arti.


"Kala ingat pesan ku jangan pernah menunjukan wajah asli mu pada lawan, teruslah memakai topeng hingga mereka tidak bisa menebak kepribadian mu" ucap Qian berbisik pada Haikal. Haikal mengangguk dan tersenyum.


__ADS_2