HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Tertolong.


__ADS_3

Haikal berjalan tanpa arah dan tujuan tatapan matanya kosong dan dia berjalan tanpa alas kaki. Yang ada didalam kepalanya saat ini adalah menemukan tempat yang tepat untuk bunuh diri.


"Apa gunanya kala hidup pa? papa sudah pergi tidak ada lagi yang bisa kala lakuin tanpa papa, untuk siapa kala hidup pa? kala mau ikut papa" Haikal berucap didalam hati sembari terus berjalan menyusuri jalanan yang sunyi sepi.


Entah dimana dia sekarang yang pasti jalanan ini sang sepi tidak ada satupun kendaraan yang melintas. Sunyi dan senyap itulah suasana yang bisa digambarkan dari tempat Haikal berada saat ini.


"Pah maaf kala tidak bisa menjalani hidup dengan baik, kala mau ikut bersama papa dan kakak... kala tidak mau sendirian pa, kala tidak punya siapa siapa lagi jadi untuk apa kala hidup?


sejak awal kala sudah dibuang hanya papa dan kak William yang kala punya tapi kalian juga sudah pergi... jadi kala akan menyusul kalian" ucap Haikal dalam hati.


Haikal berhenti disalah satu jembatan yang ia lalui, dibawah jembatan itu mengalir sungai dengan arus yang sangat deras dan banyak bebatuan besar.


Haikal tersenyum tipis dan mulai naik ke pagar pembatas jembatan. Dia naik dari satu besi ke besi lainnya tanpa ada rasa ragu atau takut sedikit pun, hingga akhirnya Haikal berdiri diatas pagar pembatas Jembatan itu.


"Papa... Kala mau pulang ke pelukan papa, tunggu kala pa" Haikal berucap lirih sembari menggengam kalung yang dia pakai dilehernya.


Haikal pun menutup matanya dan melangkah untuk melompat dari jembatan itu.


"Tidak!"

__ADS_1


*Brugh.


Saat Haikal hendak melompat ada seseorang yang menarik tangan Haikal hingga keduanya terjatuh dijembatan. Pria itu langsung memeluk Haikal yang nampak tidak sadarkan diri karena kepalanya sempat terbentur aspal dijembatan itu.


"Hei bangun! astaga dia benar benar pingsan" Ucap pria itu khawatir.


Tanpa banyak berpikir pria itu membawa Haikal ke rumah sakit. Haikal pun langsung ditangani oleh dokter.


"Maaf pasien ini adalah anak sahabat ku, dimana anda menemukannya? dan apa yang terjadi padanya?" Hendery.


"Dia berusaha bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan sungai batu, saat itu aku tidak sengaja melewati jembatan itu karena sedang mencari object foto yang baru...


Tapi tidak disangka aku melihat anak malang ini berdiri diatas pembatas jembatan. Aku hampir saja tidak bisa menolongnya, maaf aku mungkin menariknya terlalu kasar hingga kami terjatuh dan kepalanya terbentur aspal" Sahut pria itu menjelaskan.


"Eum sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menolong sesama, tapi kalau boleh aku ingin menemani dia sampai keluarganya datang sebagai bentuk tanggung jawab ku karena sudah membuatnya terluka" Ucap pria itu dengan raut wajah menyesal karena tidak sengaja membuat Haikal pingsan.


"Tentu saja boleh, oh iya nama ku Hendery siapa nama mu?" Hendery.


"Aku Qian dan aku adalah seorang fotografer" sahut Qian memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Baiklan Qian tolong jaga Haikal didalam sebentar lagi pamannya akan datang untuk menjemput dia" Hendery.


"Baiklah dokter" Qian pun masuk ke ruangan Haikal ternyata Haikal sudah sadar tapi masih sangat lemah.


Qian berdiri disamping Haikal dan menatapnya kasihan.


"Hei anak kecil kenapa kau mau bunuh diri? kau tau itu dosa, tuhan sangat membenci orang yang suka menyakiti dirinya sendiri" Qian.


"Lalu kenapa tuhan menyakiti aku? kenapa tuhan mengambil ayah dan kakakku?" Sahut Haikal lirih tapi masih bisa didengar oleh Qian.


"Jadi kau seperti ini karena kehilangan ayah dan kakak mu? maaf aku tidak tau... tapi seharusnya kau tidak melakukan ini, dokter bilang kau masih punya paman dia pasti sedih melihat mu begini" Qian.


"Tapi dia adalah alasan kenapa aku bisa seperti ini" Haikal.


Qian ingin mengusap kepala Haikal untuk menenangkannya tapi dia ragu karena khawatir Haikal akan takut padanya.


"Maaf tadi aku berniat menolong mu tapi malah melukai mu" Qian.


"Harusnya kalau kau ingin menolong ku, kau dorong saja aku ke sungai bukan menarik ku kembali" Haikal.

__ADS_1



Qian Tan (29 thn)


__ADS_2