HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Bisakah?.


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan Haikal benar benar berubah. Dia tidak pernah tersenyum lagi, makan pun harus dipaksa oleh Zaky atau Mina, Haikal tidak mau kembali ke rumah utama dia memilih tinggal dirumah kaca peninggalan William.


Hendery akan datang setiap hari untuk memberikan infus pada Haikal. Namun tidak jarang Haikal akan melepaskannya dengan paksa hingga tangannya terluka, Haikal sering menangis tiba tiba namun dia tidak mau bicara.


Sedangkan Ganesha dia bahakn tidak hadir dipemakaman Mahendra. Entah ada dimana Ganesha saat ini yang pasti Haikal tidak pernah mau membicarakan tentang Ganesha, bahkan jika ada yang menyebut nama Ganesha didepannya Haikal akan mengamuk.


"Zaky masukan obat ini dimakanan Haikal, setidaknya ini akan membantunya tidur" Hendery.


"Dokter apa tuan muda bisa sembuh? dia benar benar berubah aku tidak tega melihatnya seperti ini" Zaky.


"Sebenarnya dia memiliki kemungkinan untuk sembuh tapi mentalnya terlalu tertekan, kau harus sabar saat ini hanya kau yang dia miliki... jaga dia baik baik" Hendery.


Zaky hanya mengangguk lalu menghapus air matanya sendiri. Zaky merawat Haikal dengan penuh kasih sayang, bagi Zaky merawat Haikal adalah tanggung jawabnya karena dia berhutang budi bahkan nyawa ada mending Mahendra ayah Haikal.

__ADS_1


Zaky membawakan kue untuk Haikal berharap anak itu bisa sedikit terhibur.


"tuan muda lihat saya membawakan anda kue... ini kue coklat kesukaan anda" Zaky.


Haikal hanya diam menatap ke arah luar jendela. Dulu jika Zaky membawakan kue ini maka Haikal akan langsung merengek ingin memakannya, tapi kali ini berbeda Haikal seakan tidak perduli dengan kehadiran Zaky.


"Tuan muda makanlah sedikit makanan manis bisa membuat anda berenergi" Zaky.


"Tuan muda ingat Mimo dan Mimi mereka sangat nakal setiap hari selalu keluar dari kolam, tadi pagi mereka bahkan hampir saja terinjak... untunglah saya bisa menghindarinya sekarang kolam mereka sudah dipasang pagar jadi mereka tidak akan keluar kolam lagi" Zaky berusaha menghibur Haikal dengan membahas kura kura kecil kesayangan Haikal tapi lagi lagi gagal.


Haikal kemudian beranjak dari duduknya dan berbaring ditempat tidur. Haikal memejamkan matanya dan terlelap dia bisa tidur karena mendapat infus yang sudah diberi cairan obat penenang oleh Hendery jika tidak Haikal akan terus duduk melamun sepanjang hari.


Zaky menyelimuti Haikal kemudian meninggalkannya. Zaky menghela nafas berat dan menatap foto Haikal dan Mahendra yang terpajang dimeja rumah kaca.

__ADS_1


"Tuan aku harus bagaimana? tuan muda tidak mau bicara pada ku, tuan aku bingung... bantu aku tuan" Zaky hanya bisa berharap akan ada keajaiban yang bisa mengembalikan senyuman Haikal.


Bi Mina yang sedang memasak bubur untuk makan siang Haikal menangis saat teringat wajah pucat anak itu. Bagaimana tidak biasanya tawa dan canda Haikal akan menggema diseluruh rumah namun sekarang dia bahkan tidak mau menginjakan kakinya dirumah utama.


"Tuan muda sudah tidur bi..." Zaky.


"Kasihan dia... dia masih kecil tapi harus menderita hiks hiks bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya sekarang? tuan Mahendra sudah pergi hiks hiks" Mina.


Zaky hanya bisa diam dia sendiri tidak tau harus berkata apa. Zaky lagi lagi hanya bisa menatap nanar foto Mahendra dan Haikal yang terpajang diruang tamu.



"Bi apa mungkin tuan muda akan tersenyum lagi? apa kita bisa membuat dia bahagia seperti dulu lagi?" Zaky.

__ADS_1


__ADS_2