HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Akhir.


__ADS_3

Saat sampai dirumah sakit Qian langsung dibawa ke ruang operasi. Haikal dan Ganesha menunggu dengan khawatir didepan pintu ruang operasi mereka benar benar hanya bisa berdoa agar Qian baik baik saja.


*Ceklek.


Setelah beberapa jam berlalu dokter keluar dari ruang operasi.


"Dokter bagaimana keadaan kak Qian?" Haikal.


"Dia selamat tapi keadaanya masih lemah, jangan khawatir dia baik baik saja... untuk masa pemulihan Qian akan kami pindahkan ke ruangan perawatan" Dokter.


Haikal dan Ganesha lega karena setidaknya Qian baik baik saja. setelah dipindahkan ke ruangan pemulihan Qian masih belum sadarkan diri, Ganesha menggengam tangan Qian erat.


"Qian bangunlah jangan buat aku takut... aku tidak ingin kehilangan lagi, aku mohon" Ganesha berucap lirih.


Haikal mengusap wajah Qian lembut.


"Aku akan menghancurkan mereka... Aku bersumpah!" Haikal sangat marah.


Haikal meninggalkan ruangan Qian dengan amarah yang memuncak. Zaky menemani Haikal mereka menuju ke kantor polisi, saat sampai disana Haikal langsung menemui Niko.


*PLAK!


*PLAK!


Haikal menampar wajah Niko dihadapan semua orang.


"Kau menjual ku aku diam, kau membiarkan aku terluka karena istri mu aku diam, kau menjadi ayah yang bejat aku juga diam...


tapi kau sudah berani melukai orang yang selama ini melindungi ku bahkan menyayangi ku lebih dari pada diri mu! Kau tidak malu!? kau tidak menyesal!? dasar bajingan!" Haikal sangat marah sampai tidak bisa lagi mengendalikan emosinya.


Niko hanya diam dan menunduk karena menyesal sekaligus malu.

__ADS_1


"tuan Haikal harap kendalikan diri anda, kami akan segera memproses ini secara hukum" polisi.


"Jika polisi tidak bisa menghukum mereka maka aku yang akan menghukum mereka dengan cara ku!" ucap Haikal marah.


*Drrt drrt!


"Tuan muda ada telpon dari tuan Ganesha, katanya Qian dalam masalah" Zaky.


Haikal tanpa pikir panjang merebut kunci mobil dari tangan Zaky dan berlari menuju parkiran. Haikal mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan langsung menuju rumah sakit, pikirannya kacau dia benar benar khawatir pada Qian.


Zaky dan Ganesha berulang kali menelpon Haikal tapi dia bahkan tidak memperdukan. Haikal sampai dirumah sakit dan masuk ke ruangan Qian tapi dia hanya melihat Ganesha disana.


"Paman dimana kakak!?" Haikal panik dan bertanya dengan khawatir.


"Kala tenanglah dulu..." Ganesha.


"Aku akan tenang setelah kau katakan dimana dimana dia!" Haikal.


Seketika Haikal lemas dan terduduk dilantai dia mengira jika Qian sudah meninggal. Haikal tidak menangis tapi dia mematung seakan semuanya kini sudah gelap baginya.


"Kala tenangkan diri mu" Ganesha.


"Kakak... apa dia? apa?" Haikal tidak bisa lagi berkata kata pikirannya benar benar kacau saat ini.


"Haikala" Qian datang bersama seorang perawat yang menemaninya. Qian yang melihat Haikal terduduk dilantai langsung memeluknya erat.


"Kakak? kau baik baik saja?" Haikal bingung saat melihat Qian kini memeluknya.


"Aku baik baik saja... ada apa dengan mu? kenapa kau seperti ini?" Qian bingung karena tiba tiba Haikal menangis didalam pelukannya.


"kakak aku kira kau pergi hiks hiks hiks kau kemana kak?" Haikal.

__ADS_1


"Aku tadi ke kamar mayat untuk melihat jenazah karyawan ku yang meninggal karena Kecelakaan, tenanglah kala aku tidak akan pergi aku disini..." Qian mengeratkan pelukannya pada Haikal.


"Makanya kalau orang tua bicara dengarkan dulu, jangan salah paham begitu Haikala..." Ganesha.


"jangan bilang dia salah paham dan mengira aku sudah tiada karena kau memberitaunya aku tadi ke kamar mayat!" ucap Qian yang mendapat anggukan dari Ganesha.


Qian tersenyum dan memeluk Haikal hingga tenang.


"Sudah cukup menangisnya lihat aku disini, dan aku baik baik saja... ayo bangun dan duduklah disofa" Qian.


"kak kau baik baik saja?" Haikal.


"iya aku baik baik saja" Qian.


Setelah satu minggu Qian di izinkan pulang. Saat diperjalanan pulang Haikal melihat ke arah kebun binatang yang mereka lewati.


"Ayo kita ke kebun binatang sebentar" Qian.


Mereka pun singgah ke kebun binatang dan melihat keluarga rusa disana.


"Mereka manis sekali" Haikal.


"Tidak semanis diri mu" Ganesha.


"ayo kita berfoto" Qian.


mereka pun mengambil foto bersama sebelum lanjut berkeliling. kebahagiaan terlihat jelas diwajah ketiganya dimana mereka saling berpegangan tangan dan tersenyum dengan tulus.



Semoga Selalu bahagia.

__ADS_1


TAMAT.


__ADS_2