
"Kak lihat aku dapat dua boneka" Haikal menunjukan boneka gurita kecil dan boneka hiu berwarna pink yang dia dapatkan dari permainan capit Boneka.
"Wah kau hebat aku maint itu tidak pernah dapat, malah aku sangat emosi karena gagal terus" Qian.
"Kau harus punya kesabaran untuk memainkannya kak hahaha" Haikal tertawa melihat ekspresi keheranan Qian.
Setelah hari menjelang sore Qian mengajak Haikal untuk keluar dari taman bermain.
"Aku sudah menepati janji ku, sekarang kita harus pulang... aku akan menemui mu lusa setelah pekerjaan ku selesai" Qian.
"kak biarkan kami mengantarkan mu pulang" Haikal.
"Tidak usah aku bisa naik taksi" Qian.
"Kami akan mengantarkan mu pulang dan untuk motor mu anak buah ku juga akan mengantarkannya" Ganesha.
Setelah sedikit dipaksa akhirnya Qian mau diantarkan pulang. Saat sampai dirumah Qian ternyata sudah ada preman yang menunggu didepan rumahnya.
"Oh kau habis jalan jalan dengan orang kaya rupanya, enak juga ya hidup mu!" Ucap salah satu preman itu.
"Apa mau kalian? aku sudah membayar hutang ku lalu apa lagi yang kalian mau?" Qian.
"Hei manis kau itu hanya membayar bunganya saja, tapi bos ingin kau melunasinya hari ini... jika kau tidak melunasinya hari ini maka dia menginginkan tubuh mu" Ucap preman itu lagi sembari menatap Qian dengan tatapan mesum.
__ADS_1
"Aku akan melunasi hutang ku besok jadi sekarang pergi dari rumah ku" Qian.
"Besok? tapi bos maunya hari ini" Preman itu memegang tangan Qian kasar.
"Lepaskan dia!" Haikal.
*Bruk!
"Kala!" Qian berteriak saat preman itu mendorong Haikal yang berusaha menolongnya, untunglah Haikal tidak terluka.
Ganesha yang melihat itu langsung menghampiri mereka.
"Berapa hutangnya?" Ganesha.
"Sepuluh juta!''
"Jangan kak, mereka itu licik sebenarnya hutang ku sudah lunas tapi mereka terus menagih ku dan bilang itu hanya bunganya... hutang ku sebenarnya hanya dua juta" Qian.
"Jangan banyak bicara manis atau aku akan mencicipi mu"
*BUGH!
Ganesha meninju wajah preman itu hingga preman itu tersungkur ditanah.
__ADS_1
"Aish aku sangat benci mengotori tangan ku tapi kau menatapnya dengan mesum, itu menjijikan kau tau?" Ganesha.
"Brengsek!"
"Hei jangan kau mengupat didepan anak kecil atau kau mau berakhir buruk hah?" Ganesha.
"Halo Danis datanglah kesini bawa uang dua puluh juta, dan bawa juga beberapa orang kita karena ada anjing yang mengganggu kami disini" Ganesha.
Setelah telpon itu ditutup tidak butuh waktu lama Danis datang bersama bodyguard lainnya. Danis memberikan uang dua puluh juta itu pada Ganesha.
"Ini tuan uang yang anda minta" Danis.
"berikan pada anjing anjing pesuruh itu, dan suruh mereka menjauh dari Qian atau... kau tau lah apa yang harus kau lekukan" Ganesha.
"Jangan membunuh lagi!" Haikal.
"Tidak nak... aku tidak akan membunuhnya tapi aku harus menjauhkannya dari Qian" Ganesha.
''Baik tuan aku mengerti" Danis.
setelah anak buah Ganesha mengurus para preman itu Qian mempersilahkan Ganesha dan Haikal untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Maaf rumah ku sedikit berantakan" Qian.
__ADS_1
"Tidak apa apa ini wajar" Ganesha.
Haikal melihat ada banyak mie instan dan kopi instan dirumah Qian. setelah berbasa basi sebentar mereka pun pamitan pulang, dimobil Haikal masih melihat lihat foto kebersamaan mereka ditaman bermain tadi.